Rabu, 16 Okt 2019 08:08
  • Home
  • Ragam
  • Kasum TNI: Indonesia Lima Tahun Kedepan Diperkirakan Masih Akan Menghadapi Berbagai Ancaman

Kasum TNI: Indonesia Lima Tahun Kedepan Diperkirakan Masih Akan Menghadapi Berbagai Ancaman

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Senin, 07 Okt 2019 17:07
Puspen TNI
Letjen TNI Joni Supriyanto
Indonesia dalam kurun waktu lima tahun ke depan diperkirakan masih akan menghadapi berbagai ancaman nyata seperti terorisme dan radikalisme, separatisme dan pemberontakan bersenjata, bencana alam, pelanggaran wilayah perbatasan, perompakan dan pencurian kekayaan alam, wabah penyakit, serangan siber dan spionase, peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Hal tersebut dikatakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto di hadapan kurang lebih 100 peserta diskusi Centre for Strategic and International Studies (CSIS), yang mengambil tema "Transformasi TNI di Era Disrupsi Teknologi Global: Prospek dan Tantangan", bertempat di CSIS Auditorium Lt.3 Gd. Pakarti Center Jl. Tanah Abang III No.23-27, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2019).

Letjen TNI Joni Supriyanto mengatakan bahwa walaupun masih belum menjadi prioritas didasarkan analisa strategis, ancaman belum nyata terhadap Indonesia dapat berupa konflik terbuka atau perang konvensional yang berpotensi sewaktu-waktu terjadi. "Sebagai bangsa yang memiliki potensi luar biasa, kewaspadaan harus tetap dijaga mengingat bentuk ancaman bersifat dinamis, serta dapat berubah menjadi ancaman nyata ketika kepentingan nasional dan kehormatan negara terusik," katanya.
Kasum TNI menyampaikan bahwa strategi pertahanan negara dirumuskan dengan tiga substansi dasar strategi secara proporsional, seimbang dan terkoordinasi. Pertama, tujuan yang ingin dicapai adalah menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan melindungi keselamatan segenap bangsa yang dijabarkan menjadi lima sasaran strategis.


Kedua, sumber daya pertahanan yang digunakan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, yakni mengerahkan pertahanan militer yang diintegrasikan dan disinergikan dengan pertahanan nirmiliter. Ketiga, bagaimana menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan atau sasaran strategis, yakni merencanakan, mempersiapkan, dan melaksanakan suatu sistem pertahanan negara yang tangguh dan berdaya tangkal tinggi sesuai dengan paham bangsa Indonesia tentang damai dan perang. Jelas Kasum TNI.

"Apabila ketiga substansi dasar tersebut tidak proporsional, tidak seimbang dan tidak terkoordinasi maka akan menimbulkan risiko karena terjadi kesenjangan antara tujuan atau sasaran yang ingin dicapai, kemampuan dan kekuatan sumber daya yang tersedia serta konsep bertindak strategis yang dipilih," tuturnya.

Menurut Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto doktrin pertahanan dirumuskan sesuai paham dan pandangan bangsa Indonesia tentang damai dan perang, serta dipersiapkan dan diimplementasikan dalam rangka untuk mempertahankan kemerdekaan dari upaya-upaya pihak manapun yang mengancam eksistensi kemerdekaan.


"Bangsa Indonesia cinta perdamaian, tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan, dimana penyelesaian pertikaian atau pertentangan diusahakan melalui cara-cara damai. Bagi bangsa Indonesia perang adalah jalan terakhir dan hanya dilakukan apabila semua usaha secara damai tidak berhasil," ujarnya.

Lebih lanjut Kasum TNI menyampaikan bahwa pada masa damai, doktrin pertahanan negara digunakan sebagai pedoman bagi penyelenggara pertahanan negara untuk membangun kekuatan pertahanan negara dalam kerangka kesiapsiagaan dan kekuatan penangkal yang mampu mencegah dan meniadakan setiap hakikat ancaman, baik yang berasal dari luar maupun yang timbul di dalam negeri.

Di akhir pemaparan diskusi CSIS, Kasum TNI menyampikan bahwa untuk menghadapi kompleksitas di atas, diperlukan Postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pembangunan Postur TNI meliputi: Pembangunan kekuatan TNI yang dilaksanakan secara terencana, terarah dan berkelanjutan dengan mengikuti kemajuan perkembangan teknologi.

"Pembinaan kemampuan TNI meliputi pembinaan kemampuan fungsi penangkalan, penindakan dan pemulihan. Gelar kekuatan TNI dengan pertimbangan strategis dan menyesuaikan dengan kebijakan Pemerintah," tandas Kasum TNI.

Editor: Herda

T#g:Kasum TNI
Berita Terkait
  • Kamis, 26 Sep 2019 19:26

    Kasum TNI Terima Kedatangan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII E/Minusca CAR

    Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P diwakili oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto menerima kedatangan Satuan Tugas (Satgas) Kompi Zeni (Kizi) TNI Konting

  • Senin, 16 Sep 2019 20:16

    Kasum TNI Tutup Kejurnas Karate Piala Panglima TNI ke-VII Tahun 2019

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. diwakili oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto secara resmi menutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI ke-V

  • Kamis, 05 Sep 2019 06:05

    Kasum TNI: Optimalkan Kampanye Penerimaan Prajurit Kesehatan TNI

    Sebagai duta kampanye harus mampu mengoptimalkan kegiatan kampanye penerimaan prajurit TNI di seluruh wilayah dengan lebih memberdayakan peran satuan kerja/ personel kesehatan di jajaran masing-masing

  • Selasa, 03 Sep 2019 15:03

    Kasum TNI Tutup Kejuaraan Panglima TNI Cup 2019

    Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menutup Kejuaraan Panglima TNI Cup 2019 di Lapangan Sepakbola Mabes TNI, Cilangkap, Ja

  • Sabtu, 17 Agu 2019 10:17

    Kasum TNI: Pembangunan SDM TNI Harus Jadi Prioritas Utama

    Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan TNI harus dijadikan sebagai prioritas utama, dengan tujuan untuk membentuk SDM Prajurit TNI yang unggul, berjiwa ksatria, militan, dan memiliki loya

  • Minggu, 11 Agu 2019 16:11

    Kasum TNI Apresiasi Prajurit TNI-Polri Bahu Membahu Padamkan Karhutla di Riau

    Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto sangat mengapresiasi seluruh prajurit TNI dan Polri serta anggota dari Manggala Agni dan masyarakat yang sampai saat ini masih terus bahu memba

  • Rabu, 07 Agu 2019 00:07

    Kasum TNI Terima Kunjungan Kehormatan Kasad Selandia Baru

    Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menerima kunjungan Kehormatan Major General John Boswell Kepala Staf Angkatan Darat (

  • Sabtu, 27 Jul 2019 10:17

    Kasum TNI Terima Kunjungan Kehormatan Kasad Brasil

    Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto didampingi Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Aspam Kasad Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Asops Kasad Mayjen TNI Mochamad Fachrudin, S.Sos. dan

  • Rabu, 17 Jul 2019 16:17

    Kepala Staf Umum TNI Ikuti Ceramah Rohani Islam

    Kepala Staf Umum TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto bersama Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., pejabat Mabes TNI, segenap Prajurit dan PNS Mabes TNI serta Ibu-ibu Ikatan Kesejahteraan Kel

  • Senin, 15 Jul 2019 07:45

    Kasum TNI Hadiri Konferensi Pangab di Markas Besar PBB

    Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menghadiri 3rd United Nations Chiefs of Defence Conference di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, baru

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak