Jumat, 28 Feb 2020 23:00
  • Home
  • Ragam
  • Kasum TNI: Indonesia Lima Tahun Kedepan Diperkirakan Masih Akan Menghadapi Berbagai Ancaman

Kasum TNI: Indonesia Lima Tahun Kedepan Diperkirakan Masih Akan Menghadapi Berbagai Ancaman

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Senin, 07 Okt 2019 17:07
Puspen TNI
Letjen TNI Joni Supriyanto
Indonesia dalam kurun waktu lima tahun ke depan diperkirakan masih akan menghadapi berbagai ancaman nyata seperti terorisme dan radikalisme, separatisme dan pemberontakan bersenjata, bencana alam, pelanggaran wilayah perbatasan, perompakan dan pencurian kekayaan alam, wabah penyakit, serangan siber dan spionase, peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Hal tersebut dikatakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto di hadapan kurang lebih 100 peserta diskusi Centre for Strategic and International Studies (CSIS), yang mengambil tema "Transformasi TNI di Era Disrupsi Teknologi Global: Prospek dan Tantangan", bertempat di CSIS Auditorium Lt.3 Gd. Pakarti Center Jl. Tanah Abang III No.23-27, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2019).

Letjen TNI Joni Supriyanto mengatakan bahwa walaupun masih belum menjadi prioritas didasarkan analisa strategis, ancaman belum nyata terhadap Indonesia dapat berupa konflik terbuka atau perang konvensional yang berpotensi sewaktu-waktu terjadi. "Sebagai bangsa yang memiliki potensi luar biasa, kewaspadaan harus tetap dijaga mengingat bentuk ancaman bersifat dinamis, serta dapat berubah menjadi ancaman nyata ketika kepentingan nasional dan kehormatan negara terusik," katanya.
Kasum TNI menyampaikan bahwa strategi pertahanan negara dirumuskan dengan tiga substansi dasar strategi secara proporsional, seimbang dan terkoordinasi. Pertama, tujuan yang ingin dicapai adalah menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan melindungi keselamatan segenap bangsa yang dijabarkan menjadi lima sasaran strategis.


Kedua, sumber daya pertahanan yang digunakan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai, yakni mengerahkan pertahanan militer yang diintegrasikan dan disinergikan dengan pertahanan nirmiliter. Ketiga, bagaimana menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan atau sasaran strategis, yakni merencanakan, mempersiapkan, dan melaksanakan suatu sistem pertahanan negara yang tangguh dan berdaya tangkal tinggi sesuai dengan paham bangsa Indonesia tentang damai dan perang. Jelas Kasum TNI.

"Apabila ketiga substansi dasar tersebut tidak proporsional, tidak seimbang dan tidak terkoordinasi maka akan menimbulkan risiko karena terjadi kesenjangan antara tujuan atau sasaran yang ingin dicapai, kemampuan dan kekuatan sumber daya yang tersedia serta konsep bertindak strategis yang dipilih," tuturnya.

Menurut Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto doktrin pertahanan dirumuskan sesuai paham dan pandangan bangsa Indonesia tentang damai dan perang, serta dipersiapkan dan diimplementasikan dalam rangka untuk mempertahankan kemerdekaan dari upaya-upaya pihak manapun yang mengancam eksistensi kemerdekaan.


"Bangsa Indonesia cinta perdamaian, tetapi lebih cinta kemerdekaan dan kedaulatan, dimana penyelesaian pertikaian atau pertentangan diusahakan melalui cara-cara damai. Bagi bangsa Indonesia perang adalah jalan terakhir dan hanya dilakukan apabila semua usaha secara damai tidak berhasil," ujarnya.

Lebih lanjut Kasum TNI menyampaikan bahwa pada masa damai, doktrin pertahanan negara digunakan sebagai pedoman bagi penyelenggara pertahanan negara untuk membangun kekuatan pertahanan negara dalam kerangka kesiapsiagaan dan kekuatan penangkal yang mampu mencegah dan meniadakan setiap hakikat ancaman, baik yang berasal dari luar maupun yang timbul di dalam negeri.

Di akhir pemaparan diskusi CSIS, Kasum TNI menyampikan bahwa untuk menghadapi kompleksitas di atas, diperlukan Postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pembangunan Postur TNI meliputi: Pembangunan kekuatan TNI yang dilaksanakan secara terencana, terarah dan berkelanjutan dengan mengikuti kemajuan perkembangan teknologi.

"Pembinaan kemampuan TNI meliputi pembinaan kemampuan fungsi penangkalan, penindakan dan pemulihan. Gelar kekuatan TNI dengan pertimbangan strategis dan menyesuaikan dengan kebijakan Pemerintah," tandas Kasum TNI.

Editor: Herda

T#g:Kasum TNI
Berita Terkait
  • Selasa, 25 Feb 2020 17:25

    Kasum TNI: TNI Bekerja Sesuai Visi Misi Kenegaraan dan Pemerintah

    TNI sebagai institusi Negara yang bekerja berdasarkan visi dan misi kenegaraan dan pemerintahan di dalam Kabinet Indonesia Maju, harus dibangun dengan sistem dan manajemen yang tertata dalam setiap pe

  • Selasa, 18 Feb 2020 21:18

    Kasum TNI Buka Rakor Teritorial Tahun 2020

    Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Teritorial TNI Tahun Anggaran 2020 yang berlangsung selama satu hari di Aula Gatot Soebroto Mabes

  • Jumat, 14 Feb 2020 07:14

    Kasum TNI Buka Rakor Bidang Operasi Tahun 2020

    Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Operasi TNI tahun 2020 dengan tema "Melalui Rapat Koordinasi Bidang Operasi TNI, Kita Tingk

  • Rabu, 12 Feb 2020 10:22

    Tingkatkan Diplomasi Militer Kasum TNI Kunjungan Kerja ke Mali Afrika Barat

    Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto melaksanakan rangkaian  kunjungan kerja ke  negara Mali dalam rangka meningkatkan diplomasi militer TNI di wilayah Afrika Barat, Senin

  • Minggu, 12 Jan 2020 20:02

    Kasum TNI Kunjungi Prajurit Satgas Pamtas Di Pulau Sebatik

    Kepala Staf Umum (Kasum) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Letjen TNI Joni Suprianto melaksanakan kunjungan kerja ke Komando Taktis (Kotis) dan Pos Pengamanan Terbatas (Pamtas) Yonif Raider 600/Modang,

  • Jumat, 29 Nov 2019 19:29

    TNI Selalu Hadir Dalam Mengatasi Berbagai Permasalahan Bangsa

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) selalu hadir dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa. Hal ini tidak terlepas dari peran Komando Teritotial (Koter) yang telah bekerja keras di wilayah, sehingga s

  • Sabtu, 09 Nov 2019 00:09

    Keberhasilan Geladi Yudha Dharma Tingkatkan Profesionalisme TNI

    Keberhasilan Geladi Yudha Dharma tentunya tidak terlepas dari kesiapan para peserta dan penyelenggara yang telah menunjukkan motivasi, disiplin serta semangat berlatih dengan tujuan untuk meningkatkan

  • Senin, 04 Nov 2019 12:04

    Kasum TNI Buka Geladi Yudha Dharma Dikreg XLVI Sesko TNI TA 2019

    Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto membuka Gladi Yudha Dharma Dikreg XLVI Sesko TNI TA 2019 yang diikuti 145 orang Perwira Siswa (Pasis) di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Se

  • Rabu, 30 Okt 2019 16:00

    1.200 Atlet Menembak Ikuti Kejurnas Piala Panglima TNI

    Kejuaraan Nasional Menembak Piala Panglima TNI (Panglima TNI Shooting Championship) tahun 2019 yang akan berlangsung dari tanggal 30 Oktober hingga 3 November 2019, diikuti 1.200 atlet dari 15 Penguru

  • Kamis, 26 Sep 2019 19:26

    Kasum TNI Terima Kedatangan Satgas Kizi TNI Konga XXXVII E/Minusca CAR

    Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P diwakili oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto menerima kedatangan Satuan Tugas (Satgas) Kompi Zeni (Kizi) TNI Konting

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak