Rabu, 19 Sep 2018 09:20
  • Home
  • Ragam
  • Hampir Semua Warga Indonesia Menolak HTI, Hasil Survey

Hampir Semua Warga Indonesia Menolak HTI, Hasil Survey

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Ahmad
Senin, 05 Jun 2017 07:35
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang bercita-cita mendirikan khilafah atau negara yang bersyariat Islam terbukti ditolak oleh sebagian besar warga negara Indonesia.

Paling tidak, 43,3 persen responden berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), menyatakan tidak tahu bahwa cita-cita HTI adalah khilafah. Sisanya, 56,7 persen menyatakan mengetahuinya.

"Berbeda dengan ISIS, HTI kurang dikenal di tingkat massa nasional," ujar Mujani saat membacakan hasil survei di Kantor SMRC, Cikini, Jakarta, Minggu (4/6).

Bagi mereka yang tahu cita-cita HTI, 55,7 persen menyatakan tidak sepakat dengan perjuangan organisasi Islam itu. Dari yang tahu HTI, 11,2 persen setuju dengan cita-cita yang diperjuangkannya, atau sekitar 3,2 persen dari total populasi nasional.

Sementara dari yang tahu HTI, sebagian besar yakni, 75,4 persen tahu bahwa pemerintah berniat atau beropini mau membubarkannya. Dari situ, 78,4 persen  setuju dengan pembubaran HTI tersebut atau sekitar 17 persen dari total populasi nasional. Sementara yang tak setuju ada 13,6 persen atau sekitar 3 persen dari populasi nasional.

"Sama seperti sikap terhadap ISIS, hampir semua warga menolak HTI dan bahkan mendukung opini bagi pelarangan HTI di tanah air," tegas Mujani.

Kendati kecil yang positif mendukung perjuangan HTI ini, berbeda dengan ISIS, nasionalisme bukan faktor yang memperlemah dukungan pada ormas Islam tersebut. Katanya yang memperlemah HTI adalah komitmen pada demokrasi, dan kondisi positif di tanah air dalam ekonomi, politik, hukum, dan keamanan, serta kinerja kepemimpinan nasional.

"Memburuknya kondisi faktor-faktor tersebut dapat memperkuat dukungan pada HTI," ucapnya.

Sementara itu ditemukan, efek sentimen positif pada Habib Rizieq memperkuat dukungan pada HTI, dan demikian juga sebaliknya. Secara politik kepartaian, dukungan pada HTI beririsan dengan dukungan pada partai politik tertentu.

"Sikap positif pada HTI cenderung lebih banyak ditemukan pada pendukung PKS dan PPP dibanding pada pendukung partai-partai lain," jelas Mujani.

Secara demografis, sikap positif pada HTI dapat ditemukan lebih banyak di kalangan warga perkotaan, dan berumur lebih muda. Simpatisan HTI juga cenderung lebih banyak di Jakarta dan Banten, cenderung juga lebih banyak di kalangan warga Minang.

"Kalau sikap publik diartikan sebagai sikap kebanyakan orang, dan aspirasi untuk melarang sebuah organisasi merupakan sikap yang memandang organisasi itu sebagai lawan atau musuhnya, maka ISIS, HTI, dan yang sejenis dengan itu adalah musuh publik Indonesia atau public enemy," pungkas Mujani.

Editor: Sam

T#g:HTIsurvey
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Selasa, 12 Jun 2018 20:12

    Survei Terbaru, Djarot-Sihar Unggul

    Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS) nomor urut 2, mengungguli Edy Rahmayadi-Musa Rajeck Shah (Eramas) nomor urut 1, beberapa hari menjela

  • Jumat, 01 Jun 2018 18:21

    Dandim 0824: Pancasila Satu-satunya Ideologi Bangsa Indonesia

    Bupati Jember dr Hj Faida MMR. bertindak sebagai Inspektur Upacara Memperingati Hari Lahirnya Pancasila Ke 73, di Alun-alun Jember, Jum'at (01/06/2018). Hadir pada upacara tersebut di antara

  • Kamis, 10 Mei 2018 18:30

    Berbalik.... Survey Terkini, Djarot-Sihar Tinggalkan ERAMAS dengan selisih 5,6%

    Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nomor Urut 2, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus mengungguli pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dalam survei di media sosial, yang dilakukan di website http://pilkada.org/survey/

  • Kamis, 03 Mei 2018 08:23

    Pembubaran HTI dan Upaya Menangkal Radikalisme

    Seusai pembubaran Hizbut Tahrir oleh pemerintah lewat jalur hukum, hal tesebut kemudian menghasilkan keputusan dari pengadilan berupa pencabutan status badan hukum. Namun, sepertinya kasus ini belum a

  • Rabu, 02 Mei 2018 13:02

    Hizbut Tahrir Sudah Sepatutnya Dibubarkan

    Paham khilafah yang diusung Hizbut Tahrir menggegerkan publik. Paham yang seolah berpihak terhadap Islam tersebut, jika dipelajari lebih jauh tidak cocok dengan sistem pemerintahan di Indonesia. Meski

  • Jumat, 20 Apr 2018 21:30

    Pengamat: Relawan Jokowi Jadi Faktor Trend Elektabilitas DJOSS Menanjak

    Dari empat lembaga survey yang melakukan survey Pemilihan Gubernur Sumatera Utara, Pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus mendapat trend positif. Dari survey itu, elektabilitas Djarot-Sihar, ter

  • Sabtu, 24 Mar 2018 06:34

    Pemimpin Jujur Bersih lebih diinginkan daripada Tegas Berwibawa

    Masyarakat Sumatera Utara lebih menginginkan pemimpin yang jujur dan bersih dibandingkan yang tegas dan berwibawa.

  • Senin, 04 Des 2017 07:04

    Survey: PDIP 30,2 persen, Golkar 12,5 persen, Gerindra 10,8 persen

    Indo Barometer merilis hasil survei mengenai sosok potensial di Pilpres 2019 mendatang. Berkaitan dengan itu, tidak mau ketinggalan dengan lembaga survei lainnya, Indo Barometer juga merilis hasil ele

  • Kamis, 05 Okt 2017 12:05

    299, Perjuangan Demokrasi yang Anti Demokrasi

    Penolakan Perppu Ormas oleh Ormas radikal mulai disuarakan kembali setelah sekitar enam Ormas Radikal dibubarkan oleh pemerintah. Tak hanya itu, isu tersebut juga dibarengi oleh isu klasik yang diangg

  • Kamis, 14 Sep 2017 05:34

    Rumah Konstituen: Petahana Masih Diunggulkan Netizen

    Ada yang unik dari poling Rumah Konstituen yang mengambil tema "Memetakan Masa Depan Pembangunan di Sumatera Utara: Survei Harapan Netizen Melalui Pilgub 2018."

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak