Hadiri Pesta Merdang Merdem, Maruli Siahaan Dapat Sambutan Hangat dari Masyarakat Karo Kota Medan
MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Tony
Sabtu, 27 Jul 2019 13:57
Tony
Maruli Siahaan saat menghadiri kerja tahun Merdang Merdem di Medan.
Kehadiran Kombes Pol (Purn) Dr Maruli Siahaan SH MH pada acara pelaksanaan tradisi Kerja Tahun, Merdang Merdem, mendapat sambutan hangat dari tokoh dan masyarakat Karo di kota Medan.
Pesta yang diselenggarakan Jum'at malam (26/7) di Medan Club Jalan Kartini Medan ini dirangkai untuk memperingati hari jadi Kota Medan ke 429 tahun. Kedatangan Maruli yang tidak diduga sebelumnya tampak masuk beriringan dengan rombongan Wakil Walikota Medan Ir Ahyar Nasution MSi.
Tentu moment ini menjadi perhatian khusus para tamu undangan dan hadirin. Satu demi satu tamu dan panitia langsung menyalami Maruli dan mengucapkan selamat. Kehadiran Maruli sendiri didaulat sebagai tokoh pemuda.
Kepala Dinas Kebudayaan Pemko Medan Ok Dzulfi dalam kata sambutannya menyampaikan, dimana Pemko Medan sangat memperhatikan pengelolaan kebudayaan dalam rangka pelestarian kebudayaan tersebut agar tidak tergerus oleh moderenisasi. Dari berbagai miniatur kubudayaan yang ada dikota Medan, salah satunya adalah mengagendakan sekaligus melestarikan kerja tahun yang sampai saat ini masih dirayakan etnik Karo. Pesta Merdan Merdem digelar sebagai wujud rasa syukur atas pencapaian keberkahan hasil panen yang melimpah dalam setahun.
Tradisi Kerja Tahun yang digelar di Medan merupakan bentuk rasa kebersamaan dalam membangun Kota Medan di usianya yang ke 429 tahun (1 Juli 1590- 1 Juli 2019). Suku Karo memiliki sejarah yang tidak dapat dilepaskan dari peran Guru Patimpus Pelawi sebagai penemu dan pendiri Kota Medan.
Hadir dalam acara tersebut sejumlah Tokoh masyarakat Karo diantaranya Drs HN Serta Ginting, Prof Ir H Menet Ginting,Tokoh Cendikiawan Karo Prof Budiman Sinulingga, Nabari Ginting mantan Kadis Sosial Pemprovsu dan juga Wakil Bupati Karo Qorry Sebayang.
Pesta Kerja Tahun Merdang-Merdem ini berlangsung sukses dan meriah, salah satu keunikannya yang tidak dimiliki suku lain yaitu setiap tamu yang datang apakah itu tamunya sudah dikenal terlebih dahulu ataupun sama sekali tidak kenal tetap saja diberikan makan cimpah (lepat pulut).