Jumat, 24 Sep 2021 23:03
  • Home
  • Ragam
  • Habiskan Rp120 Milyar per tahun, Gubernur Sumut akan "putus kontrak" honorer Pemprovsu

Habiskan Rp120 Milyar per tahun, Gubernur Sumut akan "putus kontrak" honorer Pemprovsu

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Tony
Selasa, 18 Jun 2019 17:18
Istimewa
Edy Rahmayadi
Adanya penerimaan tenaga honorer di zaman Gubernur sebelumnya terkesan kental dan sarat dengan berbagai kepentingan dan hanya memikirkan keuntungan pribadi, alau jelas-jelas surat edaran Menteri PAN-RB telah melarangnya namun aturan tersebut tetap saja ditabrak tanpa pernah memikirkan persoalan baru yang bakal muncul di kemudian hari. Dimana Pemprovsu harus menanggung beban biaya yang dikeluarkan dari APBD sebanyak Rp 120 miliar setiap tahun.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahwayadi, pada Senin (17/6), kembali mengingatkan agar sampai tahun 2020 jangan ada lagi tenaga honorer yang bekerja di lingkungan Pemprovsu.

"Kita buat saja lah tenaga honorer yang ada sekarang hanya 4000 personel dan 800nya lagi tidak dihitung. Dengan jumlah tersebut masing-masing setiap orang menerima Rp 2.500.000, maka Pemprovsu harus mengeluarkan anggaran untuk tenaga honorer ini sebanyak Rp 10.000.000,000,- Jika dikalikan 12 bulan atau setahun mencapai Rp 120 miliar. Inikan uang rakyat yang harus kita pertanggung-jawabkan, Jadi sampai dengan tahun 2020 saya tidak ingin ada lagi tenaga honorer," tegas Gubsu.


Gubsu  juga telah meminta kepada Wagubsu Musa Rajeckshah untuk melakukan evaluasi terhadap jumlah ASN yang dinilainya juga sudah terlalu banyak. "Jumlah ASN Pemprovsu saja ada 18 ribu. Apa benar ada segitu? Saya sudah meminta Wagubsu untuk melakukan evaluasi," tambah Edy.

Gubsu mengaku mendapatkan pertanyaan, apakah tidak kasihan terhadap tenaga honorer yang bakal diberhentikan dikarenakan akan menjadi pengangguran.

Menurut Edy, lebih kasihan lagi ada sebanyak 14.600.000 rakyat Sumut yang masih sangat membutuhkan perhatian.

Sebelumnya Edy menjelaskan, rencana pengurangan tenaga honorer ini bertujuan agar pekerjaan yang dilakukan lebih efektif dan efisien. Pemangkasan tenaga honorer ini akan dilakukan secara bertahap hingga 2020 mendatang. Saat ini sudah ada organisasi daerah yang mengkaji rencana ini. Tim ini nantinya akan mengeluarkan rekomendasi di bidang-bidang mana saja yang harus dipangkas.

Edy juga menambahkan, anggaran untuk menggaji pegawai honorer bisa dialihkan ke bidang lain yang lebih produktif dan bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Untuk efisiensi anggaran, pemutusan kontrak akan dilakukan secara bertahap hingga 2020 mendatang. Pegawai yang tak produktif akan dipecat. Pegawai honorer yang pekerjaannya tumpang tindih dengan ASN juga akan dipecat.
Editor: Budi

T#g:Honorer
Berita Terkait
  • Kamis, 26 Agu 2021 18:26

    Walikota Akui Belum Semua Honorer Pemko Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

    Guna menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur dan Walikota Binjai tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kota Binjai, Walikota Binjai Drs H Amir Hamzah M.AP, menghadir

  • Selasa, 06 Jul 2021 16:36

    Merasa Didiskriminasi, Marpaulina Simamora Adukan Nasibnya ke Wakil Pimpinan DPRD Medan

    Merasa mendapat perlakuan diskriminasi dari Kepala Sekolah di tempatnya mengajar, di SDN 064959, Marpaulina Simamora S.pdK warga Jalan HM Joni yang merupakan seorang Guru Honor Agama Kristen, mengaduk

  • Jumat, 18 Jun 2021 19:38

    KPI Tanjungbalai Soroti Dugaan Pemotongan Gaji Honorer di Disporapar

    Adriansyah Ketua KORPS PEMUDA INDONESIA (KPI) Kota Tanjungbalai menyatakan bahwa pemotongan gaji honorer yang diduga dilakukan oleh Kadis Disporapar Tanjungbalai."Itu gaji mereka, kenapa harus ada dip

  • Kamis, 10 Jun 2021 17:00

    Honorer di Lingkungan Dinas Disporapar Tanjungbalai Keluhkan Pemotongan Honor

    Kepala Dinas Pemuda dan olahraga Pariwisata Kota Tanjungbalai, diduga melakukan Pemotongan Gaji Puluhan Staf Honorer di Lingkungan Dinas Disporapar Tanjungbalai. Tidak tanggung-tanggung, pemotongan Ga

  • Senin, 24 Mei 2021 23:24

    Bupati Sergai Sidak di Kantor Camat Sipispis dan Tebing Syahbandar

    Untuk mengetahui sejauh mana tingkat kedisiplinan para ASN serta melihat kinerjanya khususnya pada pelayanan publik, Bupati Sergai H. Darma Wijaya melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) di kantor Camat Sipispis, Senin (24/5/2021) pagi.

  • Rabu, 17 Mar 2021 13:17

    PGRI Minta Wali Kota Medan Terbitkan SK Guru Honorer

    Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman SE menerima Audiensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Balai Kota, Selasa (16/3). Selain bersilaturahmi, kunjungan ini juga membahas tentang upaya penin

  • Rabu, 30 Des 2020 23:20

    Prof Djohar Arifin: Sosialisasi Penerimaan "Satu Juta Guru Honorer" sangat minim

    Usulan formasi dari Pemerintah Daerah terkait pendaftaran rekruitmen "Satu Juta Guru Honorer" jelang satu hari batas masa pendaftaran, dinilai masih belum memuaskan.Agar dapat mencapai hasil yang diha

  • Selasa, 08 Sep 2020 15:58

    Pemprov Sumut Terima Aspirasi Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menerima aspirasi 57 orang guru honorer yang tergabung dalam Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non-Kategori 35 Tahun ke Atas (GTKHNK 35+). Antar

  • Selasa, 28 Jul 2020 10:58

    Video Konferensi Pers Polres Labuhanbatu, Pengungkapan Kasus Ribuan Butir Psikotropika Melibatkan Honorer RSUD

    Sat Narkoba Polres Labuhanbatu di bawah komando AKP Martualesi Sitepu, SH. MH, berhasil mengungkap kasus peredaran penyalahgunaan ribuan butir obat - obatan keras psikotropika golongan empat (4) dan m

  • Minggu, 10 Mei 2020 06:30

    KC FSPMI KSPI Palas Sesalkan Dugaan Pemotongan Honor TKS Sekretariat DPRD Palas

    Pengurus Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KC FSPMI KSPI) Kabupaten Padang Lawas (Palas), menyesalkan peristiwa dugaan pemotongan honor se

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak