Selasa, 13 Okt 2026
Dari Sekolah hingga Pemerintah Daerah, SOL Perkuat Kolaborasi Penanganan Sampah Plastik di Tapanuli Utara
Taput (utamanews.com)
Oleh: Winner Simanungkalit Minggu, 30 Agu 2026 12:50
Istimewa

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah plastik di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara, terus didorong melalui kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan sektor usaha.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan Sarulla Operations Ltd. (SOL) melalui kegiatan Sosialisasi Pemilahan Sampah dan Praktik Pengolahan Sampah Plastik yang digelar pada 26–27 Agustus 2026 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 174577 Sibaganding, Kecamatan Pahae Julu.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SOL memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Program tersebut sekaligus mendukung program Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, "Sai Ta Paias", yang berkaitan dengan kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Industan, Humas SOL, mengatakan pihaknya siap mendukung program Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, termasuk dalam pelaksanaan program "Sai Ta Paias". Menurutnya, edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu diberikan sejak usia sekolah.
"SOL selalu siap mendukung program pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, dalam hal ini program 'Sai Ta Paias'. Kita mengajak para siswa-siswi mengenal bagaimana pengelolaan sampah yang baik. Juga, menggugah sejak dini akan kesadaran terkait lingkungan yang bersih di sekitar kita," ungkap Industan, Minggu (30/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak sembilan sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Pahae Julu turut dilibatkan. Peserta terdiri atas delapan kepala sekolah, sembilan guru, serta 50 siswa kelas V dan VI dari tiga sekolah, yakni SDN 174577 Sibaganding, SDN 173264 Sibaganding, dan SDN 173265 Onan Hasang.

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Utara Nokman Simanungkalit, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara Freddy Advent Panjaitan, serta Koordinator Pendidikan Wilayah Pahae Julu.

Tidak hanya mendapatkan materi mengenai pemilahan sampah, para peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pengolahan sampah plastik menjadi berbagai produk yang dapat dimanfaatkan kembali.
produk kecantikan untuk pria wanita

Sejumlah produk berhasil dihasilkan melalui praktik tersebut, di antaranya paving block, gantungan kunci, tatakan gelas, dan asbak. Praktik ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta bahwa sampah plastik tidak selalu berakhir sebagai limbah, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Materi dan praktik pengolahan sampah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Dr. Stefan Phang dari Singapura bersama PT Solenis Technologies Indonesia. Perusahaan tersebut merupakan salah satu mitra atau kontraktor SOL yang memiliki kompetensi di bidang pengelolaan limbah dan sampah.

SOL menilai pengelolaan sampah memiliki keterkaitan erat dengan aspek kesehatan dan pendidikan. Lingkungan yang bersih dinilai dapat mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih sehat, sedangkan sekolah menjadi salah satu tempat strategis untuk menanamkan pengetahuan dan kebiasaan memilah serta mengolah sampah sejak dini.

iklan peninggi badan
Upaya penanganan sampah plastik tersebut tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah. SOL juga membuka ruang kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

Pada Rabu (26/8/2026), SOL bersama tim PT Solenis Technologies Indonesia dan Dr. Stefan Phang bertemu dengan Bupati Tapanuli Utara untuk membahas rencana penanganan sampah plastik di wilayah tersebut.

Pertemuan itu menjadi bagian dari penjajakan solusi pengelolaan sampah plastik yang dinilai perlu dilakukan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan SOL diharapkan dapat memperluas dampak program, tidak hanya melalui perubahan perilaku di lingkungan sekolah, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas serta penerapan teknologi dan praktik pengolahan sampah yang tepat guna.

Bagi SOL, keberlanjutan tidak sebatas menjaga lingkungan. Konsep tersebut juga mencakup pembangunan pengetahuan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas pihak agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui pendekatan tersebut, pengelolaan sampah plastik di Tapanuli Utara diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Program ini diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama yang dimulai dari sekolah, diperkuat oleh masyarakat, dan mendapat dukungan pemerintah daerah.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later
↑