Selasa, 14 Jul 2026
Bobby Nasution Siapkan Insentif untuk Kades Bersertifikat Basarnas, Fokus Selamatkan Warga Saat Bencana
Medan (utamanews.com)
Oleh: Anji Prayoga Selasa, 09 Jun 2026 19:49
Bobby Nasution menghadiri Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air yang dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI M. Syafi'i di Aula Raja Inal, lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Selasa (9/6/2026).
Dinas Kominfo Provinsi Sumut/ Imam Syahputra

Bobby Nasution menghadiri Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air yang dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI M. Syafi'i di Aula Raja Inal, lantai 2 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Selasa (9/6/2026).

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan komitmennya memperkuat kesiapsiagaan bencana hingga tingkat desa dengan menyiapkan insentif tambahan bagi kepala desa yang lulus pelatihan dan memperoleh sertifikat Pertolongan di Permukaan Air dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Kebijakan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat membuka Pelatihan Potensi Pencarian dan Pertolongan di Permukaan Air Basarnas di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (9/6/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperkuat kapasitas aparatur desa menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang dalam beberapa tahun terakhir kerap melanda sejumlah daerah di Sumut.

Bobby Nasution menilai kesiapan sumber daya manusia di tingkat desa sangat penting karena perangkat desa merupakan pihak pertama yang berhadapan langsung dengan masyarakat ketika bencana terjadi.
Menurutnya, pengalaman berbagai bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir tahun 2025 menunjukkan bahwa kemampuan mitigasi dan penanganan darurat di tingkat desa dapat menyelamatkan banyak nyawa.

“Kita akan beri insentif kepada Kepala Desa yang dinyatakan lulus dan bersertifikat (Pertolongan di Permukaan Air Basarnas), bila kita tidak bisa mencegah terjadinya bencana kita harus bisa paling tidak menyelamatkan jiwa,” kata Bobby Nasution.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby Nasution juga membagikan pengalamannya saat meninjau salah satu wilayah di Kabupaten Tapanuli Selatan yang terdampak parah akibat banjir dan longsor pada akhir tahun 2025.

Ia mengungkapkan bahwa meski lebih dari setengah wilayah desa mengalami kerusakan cukup berat, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
produk kecantikan untuk pria wanita

“Lebih setengah daerah mereka dihantam banjir dan longsor, tetapi tidak ada korban jiwa, hanya luka-luka. Daerah lain yang berdekatan banyak warganya yang meninggal dunia. Saat saya tanya Kepala Desanya mengatakan dia pernah mengikuti pelatihan Basarnas dan menerapkannya saat terjadi bencana,” ujar Bobby Nasution.

Menurut Bobby, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa pelatihan kebencanaan memiliki dampak nyata dalam meningkatkan keselamatan masyarakat saat menghadapi situasi darurat.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumut berkomitmen memperluas pelatihan serupa agar semakin banyak kepala desa dan perangkat desa memiliki kemampuan dasar pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban bencana.

iklan peninggi badan
Sementara itu, Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa penanganan kedaruratan bencana tidak dapat dilakukan hanya oleh Basarnas semata.

Ia menyebut keterbatasan jumlah personel membuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian, lembaga, hingga masyarakat menjadi sangat penting.

“Kami sadar kami tidak bisa bekerja sendiri, personel kami hanya 6.500, sedangkan kebutuhannya 29.000 untuk seluruh Indonesia. Oleh karena itu kami terus bersinergi ke kementerian, lembaga dan juga seperti saat ini Perangkat Desa, mereka ujung tombak kita dalam kondisi darurat,” kata Mohammad Syafii.

Menurutnya, perangkat desa memiliki posisi strategis karena menjadi pihak yang paling cepat mengetahui kondisi masyarakat saat terjadi bencana.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali berbagai kemampuan dasar terkait pencarian dan pertolongan di permukaan air, teknik evakuasi korban, penggunaan alat keselamatan, hingga penanganan awal saat kondisi darurat.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Kepala Pusat Pelatihan SDM Basarnas Anggit Mulyo Santoso, serta Sultan Deli XIV Tuanku Sultan Mahmud Aria Lamantjiji Perkasa Alam Shah.

Selain itu, hadir pula perwakilan bupati dan wali kota se-Sumatera Utara, organisasi perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut, serta jajaran Basarnas RI.

Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Sumut berharap kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana semakin meningkat, sehingga risiko korban jiwa dan kerugian akibat bencana dapat ditekan seminimal mungkin.
busana muslimah
Berita Terkini
Index
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later