Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) mengintensifkan penanganan darurat pascabanjir susulan yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut.
Sebagai langkah konkrit, Direktur Fasilitasi Korban dan Pengungsi Kedeputian Kedaruratan BNPB, Nelwan Harahap, meninjau pengerjaan normalisasi dan pengerukan Sungai Silaga-laga di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Jumat (24/7/2026).
Didampingi Plh. Camat Tukka, Friendky MH Simanungkalit, Nelwan memastikan pengerjaan pengerukan berjalan optimal untuk mengantisipasi banjir susulan. Ia juga menegaskan komitmen BNPB untuk mendampingi warga hingga masa pemulihan selesai.
"Kami hadir kembali ke sini untuk memastikan penanganan darurat yang dibutuhkan berjalan cepat, baik logistik korban, pemenuhan kebutuhan dasar, maupun perbaikan prasarana vital. Target utama kami adalah mengatasi ancaman yang berpotensi mengganggu ruang hidup dan kehidupan warga terdampak," tegas Nelwan.
Sebagai bentuk penanganan teknis pascabanjir susulan, BNPB menurunkan empat unit alat berat untuk menormalisasi aliran Sungai Sigala-gala. Selain itu, pengerjaan penguatan tebing sungai juga dilakukan dengan membangun tanggul jumbo bag sepanjang 400 meter.
Sementara itu, pemerintah terus berkoordinasi agar kebutuhan warga dapat terpenuhi dengan cepat. Nelwan turut mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Kami berharap masyarakat mempercayakan langkah penanganan ini kepada pemerintah. Jika ada keluhan, kekurangan, atau kebutuhan di lapangan, mohon komunikasikan langsung secara akurat. Informasi yang benar sangat kami butuhkan agar penanganan tepat sasaran dan tidak simpang siur," pungkasnya.