Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) mengusulkan kepada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) agar pembangunan sabo dam di Kecamatan Tukka dikerjakan nonstop 24 jam.
Usulan tersebut disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan (II) Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapteng, Basyri Nasution, dalam rapat koordinasi bersama Satgas PRR di Ruang Cendrawasih, Pandan, Rabu (29/7/2026).
Langkah ini dinilai mendesak karena wilayah tersebut terus dihantam banjir susulan, sementara luapan sungai kembali membawa sedimen lumpur ke permukiman warga.
"Kalau boleh pengerjaan itu ditambah menjadi 24 jam dalam satu hari. Jadi kalau hanya siang hari dikerjakan, malam hari tidak dikerjakan, cuaca tidak dapat diprediksi," ucapnya.
Basyri berharap, agar pembangunan sabo dam menjadi prioritas utama dibandingkan proyek pekerjaan lainnya.
Sementara itu, Kepala Posko Data Satgas PRR, Kolonel Tamimi Hendra Kesuma mengapresiasi usulan yang disampaikan oleh Pemkab Tapteng, juga menyampaikan akan ditindaklanjuti ke Kementerian PU.
"Kami minta dari Satgas ini, yang pertama informasi update ini, itu yang kita harapkan, karena saya mau tahu strateginya apa," paparnya.
Sebelumnya, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu mengimbau agar jajaran pimpinan OPD segera menyusun rekapitulasi perencanaan anggaran pemulihan pascabencana secara akurat dan terperinci.
Namun, ia juga mewanti-wanti dengan tegas agar seluruh jajaran tidak melakukan penyimpangan atau kecurangan terkait penggunaan anggaran penanggulangan dan pemulihan pascabencana.
"Barapa miliar pun akan saya pertanggungjawabkan, sepanjang tidak ada unsur mansrea (niat jahat) yang merugikan keuangan negara," tegas Bupati Masinton.
Rakor ini dihadiri oleh unsur pimpinan OPD Tapanuli Tengah, BNPB, Danrem 023/KS, Dandim 0211/TT, mewakili Kapolres Tapteng, dan Camat.