Senin, 25 Jan 2021 20:52
  • Home
  • Politik
  • Prof Dr Ir Djohar Arifin kritik rencana penghentian penerimaan CPNS untuk formasi Guru

Prof Dr Ir Djohar Arifin kritik rencana penghentian penerimaan CPNS untuk formasi Guru

Langkat (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil
Rabu, 06 Jan 2021 23:06
Istimewa
Bentuk lemahnya penghargaan pada profesi tenaga Pendidik (Guru) ditunjukkan Pemerintah pada awal tahun ini.

Kritikan tersebut dilontarkan Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin, menyikapi rencana Pemerintah yang akan menghentikan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk formasi Guru, mulai tahun 2021.

"Kami menilai, Pemerintah terkesan tidak menghargai profesi seorang guru. Jadi menurut kami hal ini merupakan bentuk lemahnya penghargaan Pemerintah pada tenaga pendidik," ungkap Djohar Arifin Husin dengan nada kecewa, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (6/1) malam.

Sebagai Anggota Komisi X DPR RI yang mempunyai lingkup tugas Pendidikan, Olahraga dan Sejarah, Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin menilai jika Peserta rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak memiliki jaminan setara dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Seharusnya profesi seorang guru harus kita muliakan, karena mereka telah mengabdi dan membekali ilmunya kepada generasi penerus bangsa. Jadi menurut saya, ini bukan alasan yang kuat karena dengan sistem perjanjian kerja, kepastian masa depan guru sehabis kontrak menjadi tidak jelas," tegas Djohar.


Tidak hanya itu, lanjut pria berdarah Melayu kelahiran Langkat ini juga, ia juga kecewa terhadap pernyataan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, pada Senin (3/1) lalu, yang mengatakan, dari hasil evaluasi perekrutan CPNS formasi Guru, salah satu yang jadi catatan penting adalah banyaknya Guru berstatus PNS yang setelah diangkat 4 atau 5 tahun meminta untuk mutasi.

"Walaupun mereka (PPPK-red) diberi hak dan kewajiban yang setara dengan PNS, tetapi mereka berhak untuk mendapatkan jaminan masa kerja, bukan hanya bekerja sesuai dengan perjanjian yang dibuat," ujarnya.

Untuk itu, sebagai Wakil rakyat yang saat ini duduk di Komisi X DPR RI, Djohar Arifin Husin meminta kepada Pemerintah, untuk menghargai profesi Guru yang telah bertahun tahun mengabdi dengan mengangkatnya menjadi seorang PNS melalui jalur PPPK.

"Jika ingin menghargai dan memuliakan profesi guru, beri kesempatan buat mereka untuk menjadi PNS bagi yang memenuhi syarat," harap Djohar Arifin Husin.

Diketahui, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, Senin (3/1) mengatakan, dari hasil evaluasi perekrutan CPNS formasi guru, salah satu yang jadi catatan penting adalah banyaknya guru berstatus PNS yang setelah diangkat 4 atau 5 tahun meminta mutasi. 


Hal ini dianggap sebagai salah satu biang keladi masalah pemerataan pendidikan karena menghancurkan sistem distibusi Guru secara Nasional.

Karena itu, Pemerintah akan menghentikan penerimaan CPNS formasi Guru mulai tahun 2021 dan bisa berlaku dalam jangka panjang. Sebagai jalan keluarnya, Pemerintah mengangkat mereka hanya sesuai kontrak atau yang dikenal sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Namun, pernyataan Bima Haria Wibisana, dinilai tidak memihak kepada Guru, yang berujung adanya protes dari banyak pihak dan meralat pernyataannya.

Tidak hanya Prof Dr Ir Djohar Arifin Husin yang tidak setuju dengan rencana Pemerintah untuk menghentikan penerimaan CPNS untuk formasi Guru, beberapa rekan rekannya yang duduk di Komisi X DPR RI, juga ikut angkat bicara terkait hal ini.

Salah satunya adalah Zainuddin Maliki. Menurut legislator ini, menjadi sangat bijak jika pengangkatan guru PPPK tersebut lebih diutamakan kepada guru honorer yang usianya sudah tidak memenuhi syarat menjadi PNS. Sementara guru lainnya tetap berhak mengikuti seleksi CPNS.

"Seharusnya Pemerintah terus berusaha menaikkan derajat kemuliaan guru," ujarnya sambil mengutip Global Teacher Status Index tahun 2018 yang menyebut sejumlah Negara maju menempatkan kemuliaan derajat guru setingkat profesi Dokter, seraya mengatakan, cara masyarakat memuliakan guru, tertinggi ditempati China, Malaysia, Taiwan, dan menyusul Rusia. Indonesia berada di bawahnya. 
Editor: Herda

T#g:CPNSGuru
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Jan 2021 04:15

    Sabrina Serahkan SK Pengangkatan Kepada 289 CPNS Pemprov Sumut

    Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) R Sabrina menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan untuk 289 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada formasi 2019 di

  • Rabu, 13 Jan 2021 18:13

    Plt Wali Kota Medan Serahkan 190 SK CPNS

    Sebanyak 190 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Pemko Medan menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS. SK pengangkatan ini diserahkan langsung Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan

  • Selasa, 05 Jan 2021 18:35

    BKD Tebingtinggi Laksanakan Matrikulasi CPNS Formasi Umum

    Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tebingtinggi melaksanakan kegiatan pembukaan matrikulasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) formasi umum tahun 2019 di lingkungan Pemerintahan Kota Tebingtinggi yan

  • Rabu, 30 Des 2020 23:20

    Prof Djohar Arifin: Sosialisasi Penerimaan "Satu Juta Guru Honorer" sangat minim

    Usulan formasi dari Pemerintah Daerah terkait pendaftaran rekruitmen "Satu Juta Guru Honorer" jelang satu hari batas masa pendaftaran, dinilai masih belum memuaskan.Agar dapat mencapai hasil yang diha

  • Senin, 21 Des 2020 21:21

    104 CPNS Pemkab Sergai Terima SK TMT 1 Desember 2020

    Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman, secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil (SK CPNS) untuk formasi Tahun 2019, bertempat di Aula Sultan Serdang, Komplek K

  • Rabu, 16 Des 2020 21:16

    Satgas Yonif MR 413 Kostrad Bersama Guru Bertekad Cerdaskan Anak Perbatasan RI-PNG

    Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Ramil Tami memberikan perbantuan tenaga pendidik di SDN Inpres Skouw Mabo Distrik Muara Tami Kota Jayapura dalam upaya bertekad mencerdaskan a

  • Selasa, 08 Des 2020 15:08

    Bantu Guru Perbatasan, Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Ajar Siswa

    Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas membantu salah satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Dusun Camar Bulan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, sebagai tenaga pendidik dalam upaya membantu

  • Jumat, 27 Nov 2020 08:17

    Calon Petahana Bupati Labuhanbatu, H. Andi Suhaimi Dalimunthe Ucapkan Hari Guru Nasional Tahun 2020

    Ucapan Hari Guru Nasional 2020 memenuhi beranda media sosial. Akun-akun tim pemenangan ASRI JITU Pasangan Calon Pertahana Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu di Pilkada Kabupaten Labuhanbatu ikut mena

  • Rabu, 25 Nov 2020 22:25

    Peringati Hari Guru Nasional Kesejahteraan Guru Honorer Tetap Menjadi Perhatian Edy Rahmayadi

    Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2020 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang dilaksanakan di Taman Makan Pahlawan (TMP) Bukit Barisan, Jalan Sisingam

  • Rabu, 25 Nov 2020 13:55

    Dinas Pendidikan Tebing Tinggi Peringati Hari Guru, Walikota paparkan persiapan belajar tatap muka

    Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi peringati Hari Guru Nasional Tahun 2020, Rabu (25/11/2020), bertempat di Halaman Dinas Pendidikan Tebingtinggi. Kegiatan dihadiri Walikota H Umar Zunaidi Hasibuan, P

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak