Senin, 03 Agu 2020 19:48
  • Home
  • Politik
  • Presiden Jokowi minta para Menteri 'mempercepat belanja'

Presiden Jokowi minta para Menteri 'mempercepat belanja'

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dito
Minggu, 28 Jun 2020 21:48
Setkab.go.id
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi meminta agar para menteri mempercepat belanja kementerian untuk meningkatkan uang beredar di masyarakat.

"Saya perlu ingatkan belanja-belanja di kementerian. Saya melihat laporan masih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya, karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat akan naik," kata Presiden Jokowi, saat menyampaikan arahan dalam sidang kabinet paripurna, di Istana Negara pada 18 Juni 2020.

Video arahan Presiden Jokowi tersebut baru dikeluarkan oleh Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden pada "channel" Youtube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6).

"Jadi belanja kementerian tolong dipercepat. Sekali lagi jangan anggap ini biasa saja. Percepat kalau ada hambatan keluarkan peraturan menterinya agar cepat, kalau perlu perpres saya keluarkan perpresnya," kata Presiden pula.

Presiden mencontohkan anggaran di bidang kesehatan yang sudah dianggarkan sebesar Rp75 triliun, tapi pencairannya masih di bawah 2 persen.


"Bidang kesehatan itu dianggarkan Rp75 triliun, baru keluar 1,53 persen coba. Uang beredar di masyarakat ke-rem ke situ semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran, sehingga 'men-trigger' ekonomi," ujar Presiden.

Presiden memerintahkan agar segera dilakukan pembayaran tunjangan untuk dokter, dokter spesialias, dan tenaga medis.

"Belanja-belanja untuk peralatan segera keluarkan. Ini sudah disediakan Rp75 triliun," kata Presiden lagi.

Begitu juga bantuan sosial yang ditunggu masyarakat agar segera dikeluarkan.

"Kalau ada masalah lakukan tindakan-tindakan lapangan, meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan. Ini 'extra ordinary' harusnya 100 persen dikeluarkan," kata Presiden.

Seperti diketahui, untuk bansos tunai di luar Jabodetabek yang ditargetkan bagi 9 juta orang, data yang terkumpul per 17 Mei 2020 adalah sebanyak 8.366.838 KK. Realisasi tahap 1 per 16 Juni 2020 adalah Rp4,73 triliun (87,71 persen), tahap 2 per 16 Juni 2020 adalah sebesar Rp3,96 triliun. Sejumlah kendala adalah karena masih ada daerah yang meminta penundaan penyaluran bansos, kondisi geografis serta keterbatasan loket pembayaran di PT Pos.


"Di bidang ekonomi juga sama. Segera stimulus ekonomi bisa masuk ke usaha kecil, usaha mikro. Mereka menunggu semuanya, jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu, tidak ada artinya. Berbahaya sekali kalau perasaan kita seperti tidak ada apa-apa, berbahaya sekali," kata Presiden menegaskan.

Presiden juga meminta agar kucuran dana bagi usaha mikro, usaha kecil, menengah, usaha besar, perbankan, manufaktur, industri, terutama yang padat karya segera diberikan.

"Beri prioritas pada mereka supaya tidak ada PHK. Jangan sudah PHK gede-gedean, duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita. Hanya gara-gara urusan peraturan, urusan peraturan. Ini 'extra ordinary'.Saya harus ngomong apa adanya, tidak ada 'progress' yang signifikan, tidak ada," ujar Presiden dengan nada kecewa.

Presiden Jokowi juga mengaku berani mempertaruhkan reputasi politiknya untuk mengeluarkan lagi peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu).

"Kalau mau minta Perppu lagi saya buatin Perppu, kalau yang sudah ada belum cukup asal untuk rakyat, asal untuk negara. Saya pertaruhkan reputasi politik saya, tapi sekali lagi tolong ini betul-betul dirasakan kita semuanya, jangan sampai ada hal yang justru mengganggu," kata Presiden.

Ia pun meminta agar para menterinya memahami dan mengerjakan apa yang ia perintahkan.

"Saya betul-betul minta pada bapak ibu dan saudara sekalian mengerti memahami apa yang tadi saya sampaikan. Kerja keras, dalam suasana seperti ini sangat diperlukan. Kecepatan dalam suasana seperti ini sangat diperlukan. Tindakan-tindakan di luar standar saat ini sangat diperlukan dan manajemen krisis, sekali lagi kalau payung hukum masih diperlukan saya akan siapkan," kata Presiden lagi.

Hadir dalam sidang paripurna tersebut Wakil Presiden Ma'ruf Amin, para menteri Kabinet Indonesia Maju dan para kepala lembaga negara.
Editor: Budi

T#g:Jokowi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Jul 2020 01:23

    Presiden kirim bantuan kepada warga di Luwu Utara

    Presiden Jokowi mengirimkan sejumlah bantuan sembako kepada masyarakat terdampak banjir bandang yang menerjang Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.Bantuan sembako diserahkan langsung oleh tim dari

  • Selasa, 21 Jul 2020 19:01

    FKPPPN Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional dan Apresiasi Presiden atas Pembubaran 18 Lembaga

    Presiden Jokowi telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No.82 tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Perpres tersebut dimaksudkan u

  • Selasa, 14 Jul 2020 16:34

    Presiden Jokowi Lantik 750 Perwira TNI-Polri

    Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) melakukan pengambilan sumpah dan melantik 750 Perwira TNI-Polri Tahun 2020 terdiri dari 457 TNI dan 293 Polri pada upacara Prasetya Perwira (Pra

  • Rabu, 08 Jul 2020 16:08

    Presiden RI : Capaja TNI-Polri Calon Pemimpin Masa Depan

    Capaja TNI-Polri merupakan generasi muda terpilih calon pemimpin masa depan dalam menghadapi persaingan dunia yang semakin ketat, harus mampu dan siap menghadapi tantangan. Demikian disampaikan P

  • Senin, 06 Jul 2020 04:36

    Ketegasan Jokowi Demi Rakyat Indonesia

    Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Presiden RI Joko Widodo menunjukkan ketegasannya dengan beberapa kali menunjukkan tingginya suara. Secara tegas ia akan melakukan langkah apapun yang t

  • Minggu, 05 Jul 2020 17:05

    Indonesia Berhasil Jadi Negara Berpenghasilan Menengah ke Atas

    Bank Dunia menyatakan bahwa Indonesia naik peringkat dari negara berpenghasilan menengah menjadi menengah ke atas. Hal ini adalah sebuah prestasi, karena kita masih berada di tengah pandemi covid-19.

  • Rabu, 01 Jul 2020 19:41

    HUT ke-74 Bhayangkara, Edy Rahmayadi Berharap Polda Sumut Semakin Profesional

    Gubsu Edy Rahmayadi berharap Polri, terutama Polda Sumut semakin profesional dalam bekerja, serta meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat secara humanis.Hal itu disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi

  • Rabu, 01 Jul 2020 13:41

    Polda Sumut Gelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke 74 Secara Virtual

    Memperingati Hari Bhayangkara ke 74 Tahun 2020, Polda Sumut menggelar upacara peringatan secara sederhana secara live streaming dengan Istana Negara serta Polda dan Polres jajaran bertempat di aula Tr

  • Senin, 29 Jun 2020 14:09

    Presiden Jokowi: Percepat Pencairan Pembayaran Pelayanan Kesehatan untuk Covid-19

    Presiden Jokowi meminta agar pembayaran disbursement untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan Covid-19 dipercepat pencairannya dan jangan sampai ada keluhan."Misalnya yang meninggal ini harus s

  • Selasa, 23 Jun 2020 02:23

    Publik Optimis New Normal Cepat Pulihkan Ekonomi

    Pandemi Covid-19 masih berlangsung di banyak wilayah di Indonesia yang belum menerapkan new normal. Meski demikian, masyarakat optimis bahwa pemulihan ekonomi dapat lebih dipercepat.Otoritas Jasa Keua

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak