Rabu, 18 Sep 2019 03:00
  • Home
  • Politik
  • Presiden Dengarkan Petani, Soal Harga Pupuk Hingga Pengeringan Padi

Presiden Dengarkan Petani, Soal Harga Pupuk Hingga Pengeringan Padi

JATENG (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Rabu, 03 Apr 2019 19:53
Setkab/Rahmat
Jokowi, Petani, Penjual Pupuk, dan Pemilik Penggilingan Padi, di GOR Diponegoro, Kabupaten Sragen, Jateng, Rabu (3/4).
Presiden Jokowi menyempatkan diri untuk berdialog dengan para peserta yang terdiri dari petani, pemilik penggilingan padi, dan pengusaha pupuk bersubsidi.

Hal tersebut dilakukan Presiden dalam acara Silaturahim dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) serta Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) se-Jawa Tengah, di Gedung Olahraga (GOR) Diponegoro Sragen, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Rabu (3/4).

Saat berdialog dengan Endang, pengusaha penggilingan padi dari Jenar, Sragen, Presiden mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan telah memiliki mesin penggilingan sejak 2001 atau sudah berjalan 18 tahun.

Selanjutnya, Presiden bertanya apakah hanya penggilingan saja atau ada pengeringan, dan pengemasan, Endang menjawab penjemuran masih manual yakni dijemur sebagaimana biasa.

"Nah, ini perlu saya ingatkan pemilik-pemilik penggilingan. Sekarang ini zamannya, zaman modern gitu loh," ujar Presiden seraya menambahkan sejak kecil sudah melihat bahwa setelah panen pasti dijemur di jalan-jalan atau pelataran.

Hal ini yang perlu diubah, lanjut Presiden, bahwa penggilingan harus memiliki dryer. Ketika ditanya Presiden kenapa belum memiliki pengering, Endang menjawab saat ini belum ada dana.

Lebih lanjut, Presiden bertanya mengenai kemungkinan meminjam dana dari bank untuk membeli dryer, Endang menyampaikan permohonan bantuan karena untuk beli gabah saja petani sudah pinjam dari bank.

Pada dialog kedua, Presiden berdialog dengan Panio, petani dari Tilemsari, Ngrampal, Sragen.

Panio, yang memiliki sawah seluas 1 hektar, menyampaikan kepada Presiden bahwa saat panen hasilnya mencapai 9,5 ton.

Menjawab pertanyaan Presiden mengapa hasilnya sebanyak itu, Panio menyampaikan bahwa dirinya memakai pupuk tambahan, karena pupuk subsidi itu kurang.

Jatah pupuk subsidi itu kurang, menurut Panio, sehingga dirinya memakai pupuk tambahan sehingga saat panen bisa menghasilkan 9,5 ton yang ketika dijual mencapai Rp500 ribu per kwintal.

Hasil panen tersebut, menurut Panio, dipanen sendiri memakai mesin potong setelah itu baru mengundang penjual gabah ditimbang di tempat dan dibayar langsung di situ.

Dengan harga demikian, Presiden menghitung bahwa penghasilan yang didapatkan oleh Panio sebesar Rp47,5 juta. Kisaran ongkos biaya garap bersih sebesar Rp15 juta, lanjut Presiden, berarti Panio masih memiliki hasil sebesar Rp32,5 juta.

Jika dihitung dengan masa tunggu selama 4 bulan, lanjut Presiden, maka Panio bisa mendapatkan Rp8 juta per bulan. "Ngeten loh, saya mau berpikir kalau 4 bulan nggih panjenengan dapat 32,5 juta artinya sebulannya dibagi 4, Rp8 juta loh, nggih Rp8 juta. Gaji Bupati niku 5 juta, panjenengan dapat Rp8 juta, ageng panjenengan no. Disyukuri ngeten loh," ujar Presiden.

Ketika dialog ketiga, Presiden berbincang dengan Slamet Riyadi, pengusaha pupuk subsidi dari Sumberlawang.

Saat dialog tersebut, Presiden mendapatkan informasi bahwa banyak petani masih mengeluh kekurangan pupuk subsidi, terutama untuk musim ini yang jatahnya dikurangi hampir sepertiga.

Soal kekurangan pupuk, Presiden mengaku pernah bertanya kepada kepada produsen pupuk katanya stok melimpah sedangkan dengan penjual dan petani kurang.

Kekurangan tersebut, menurut Slamet saat ditanya Presiden, karena petani lebih condong menggunakan pupuk bersubsidi karena yang nonsubsidi harganya lebih mahal.

Harga pupuk Urea, jawab Slamet kepada Presiden, sebesar Rp90 ribu per 50 kilogram (kg), sedangkan untuk pupuk nonsubsidi kemasan 10 kg sebesar Rp60 ribu.

"Ya memang kalau harganya terpaut sangat jauh seperti itu ya larinya pasti semuanya ingin yang subsidi, nggih," ujar Presiden di akhir sesi dialog dengan peserta.

Selain Ibu Negara Iriana, turut mendampingi Presiden dalam acara kali ini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati.
Editor: Herda

T#g:PanenpupukSragen
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 05 Sep 2019 20:45

    Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 411 Kostrad Bantu Panen Tomat di Kampung Sota

    Personel Satgas Pamtas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad, dalam melaksanakan tugasnya selalu berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran perekonomian, diantaranya membantu memajuka

  • Selasa, 13 Agu 2019 09:43

    Melalui Inovasi dan Kolaborasi Balitbang/ Dinas Pertanian, Petani Padi Bisa Panen 2 atau 3 Kali Dalam Setahun

    Plt. Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT dalam kunjungannya ke Desa Selat Beting Kecamatan Panai Tengah, Senin (12/8/2019) pagi, mengungkapkan bahwa masyarakat atau petani yang bercoc

  • Kamis, 01 Agu 2019 17:01

    Eksistensi Pendampingan Pertanian Oleh Babinsa Wuluhan Guna Meningkatkan Produktifitas Pertanian

    Sebagai bagian dari tugas Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam melaksanakan Pembinaan Teritorial (Binter), Babinsa juga melaksanakan pendampingan pertanian bersinergi bersama Petugas Penyuluh Lapang (

  • Rabu, 24 Jul 2019 19:54

    Gandeng Kampus, Koperasi Fajar Surya Mandiri Manfaatkan Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik Cair

    Univeritas Negeri Medan (UNIMED) bekerjasama dengan Kelompok Fajar Surya Mandiri melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk organik padat (POP) dan pupuk Organik cair (POC).Kegiatan yang diberi tajuk "Pel

  • Rabu, 12 Jun 2019 20:02

    Petani Padi Sawah di Palas Panen, Harga Jual Turun

    Sejumlah kelompok petani (poktan) padi sawah di sejumlah daerah kecamatan di Kabupaten Padang Lawas (Palas) saat ini, sedang melaksanakan panen padi sawah di sejumlah areal persawahan yang dikelola be

  • Sabtu, 11 Mei 2019 14:11

    Babinsa Antirogo Kodim 0824/Jember dan PPL Dampingi Panen Padi

    Pendampingan Pertanian dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dengan pelaksana Bintara Pembina Desa (Babinsa) bersama Petugas Penyuluh Lapang (PPL) pertanian, memasuki Bulan Puasa in

  • Jumat, 22 Feb 2019 12:32

    Babinsa Koramil 05/PB Bersama Poktan Tunas Harapan Panen Padi Bersama

    Komando Rayon Militer (Koramil) 05/Padang Bolak (PB) Kodim 0212/Tapanuli Selatan panen padi bersama kelompok tani (Poktan) Tunas Harapan di desa Sampuran, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawa

  • Selasa, 12 Feb 2019 11:12

    Tingkatkan Serapan Gabah Petani, Babinsa Sumberwringin Dampingi Panen

    Pada pada pendampingan pertanian dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang merupakan Kerjasama Kementrian Pertanian RI dengan TNI AD tidak hanya pada pola tanam dan perawatan tanam

  • Rabu, 06 Feb 2019 16:36

    Panen Perdana Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso Apresiasi kerja keras Kelompok Tani Fajar

    Dandim 0209/LB Letkol Inf Santoso, melaksanakan Panen Perdana di Wilayah Kodim 0209/LB, dengan luas panen sekitar 1 Hektar, di hamparan seluas 50 hektar, provitan 8 ton GKP/ha, Varietas Impari, harga

  • Minggu, 03 Feb 2019 05:53

    Babinsa Kodim 0209/LB Dampingi Petani Panen Padi

    Babinsa Kodim 0209 Labuhanbatu, Sertu Suritno melaksanakan pendampingan panen padi milik anggota kelompok Tani Saroha dan masyarakat, bertempat di desa Sei Baru kecamatan Panai Hilir kabupaten Labuhan

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak