Selasa, 19 Jan 2021 23:05
  • Home
  • Politik
  • Libatkan Pedagang Tradisional dan Ojol, Pemprov Jabar Siapkan Rp16,2 Triliun Atasi Dampak Sosial COVID-19

Libatkan Pedagang Tradisional dan Ojol, Pemprov Jabar Siapkan Rp16,2 Triliun Atasi Dampak Sosial COVID-19

Bandung (utamanews.com)
Oleh: Dito/rls
Sabtu, 04 Apr 2020 10:34
Humas Jabar
Ridwan Kamil
Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan Rp16,2 triliun lebih untuk menanggulangi dampak sosial dan ekonomi pandemik COVID-19.

Sebanyak Rp3,2 triliun untuk bantuan pangan, sisanya dalam bentuk padat karya dari berbagai proyek investasi di Jabar senilai Rp13 triliun. 

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Barat saat konferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jum'at (3/4/20) sore.

"Kami sudah memutuskan bersama Dewan (DPRD Jabar), total anggaran untuk penanggulangan COVID- 19 di Jawa Barat ini adalah kurang lebih sekitar Rp16,2 triliun," ujar Kang Emil -sapaan akrab Ridwan Kamil. 

Kang Emil menjelaskan, bantuan pangan dan tunai Rp3,2 triliun dapat membantu 15 persen masyarakat ekonomi terbawah, di luar 25 persen yang telah ditanggung Pemerintah Pusat seperti program Kartu Sembako dan Program Keluarga Harapan. 

Sehingga gabungan bantuan dari Pemerintah Pusat dan Pemda Provinsi Jabar dapat menjangkau 40 persen warga miskin baru. Belum lagi ditambah anggaran dari pemerintah kabupaten/pemerintah kota, maka warga miskin yang akan terbantu bisa di atas 40 persen. 


"Sebagian kota/kabupaten juga saya apresiasi, mereka berniat untuk menambahi kekurangan-kekurangan jika memungkinkan," kata Kang Emil. 

Khusus untuk bantuan pangan dan tunai, telah ditetapkan jumlah per kepala keluarga Rp500.000 dan akan segera diberikan dalam waktu dekat. Saat ini Pemda Provinsi Jabar sedang mendata siapa saja warga miskin baru yang berhak.

Setelah pendataan rampung, para wali kota/bupati diminta segera mengeluarkan surat keputusan (SK) yang akan ditindaklanjuti Pemda Provinsi Jabar untuk menyalurkan dana tersebut. 

Menurut Kang Emil, bantuan pangan Rp500 ribu itu 1/3 diberikan dalam bentuk tunai dan 2/3 dalam bentuk sembako. Untuk menstimulus multiplier effect, Pemda Provinsi Jabar dibantu Perum Bulog akan membeli sembako dari para pedagang pasar tradisional. 

Kemudian dalam penyaluran bantuan akan melibatkan PT Pos Indonesia dan ojek online dari berbagai vendor. Para sopir ojol itu akan diberikan insentif khusus dari pemerintah, di luar kredit atau bonus yang mereka dapat dari aplikator. 


"Jadi para pedagang pasar tong hariwang, kami akan membeli jika ada tren turun dalam penjualan di pasar-pasar. Kami juga membayar tim ojol itu dengan insentif dan upah yang datang dari anggaran Rp3,2 triliun itu," jelasnya.

Proses pemberian bantuan pangan, kata Kang Emil, akan diberikan dalam dua gelombang. Gelombang pertama bantuan akan diberikan kepada mereka yang sudah terdata. Sementara gelombang kedua akan diberikan kepada mereka yang terlewat saat pendataan.

"Jadi, kami menyisihkan 20 persen (bantuan) dari yang sekarang ada untuk meng-cover mereka-mereka yang merasa perlu dibantu tapi tidak terdata," jelasnya. 
 
Kang Emil juga menjelaskan, saat ini Pemda Provinsi Jabar sedang menghitung besaran gaji dan tunjangan ASN provinsi yang dapat disisihkan secara sukarela untuk membantu masyarakat terdampak COVID-19. Besaran akan tergantung dilakukan secara adil dan proporsional sesuai golongan jabatan dan nilai pendapatan. 

"Untuk ASN yang pendapatannya pas-pasan tidak akan dipungut, tapi kepada mereka yang bisa memberikan lebih itu akan diberikan pilihan-pilihan sumbangan pemotongan dari penghasilannya," ucapnya.
Editor: Herda

T#g:Covid-19Covid 19Pemprov Jabar
Berita Terkait
  • Minggu, 17 Jan 2021 02:17

    Rizieq Shihab Bohong Tentang kondisi Kesehatannya

    Rizieq Shihab dianggap berbohong terkait kondisi kesehatannya. Dalam sebuah kesempatan, Rizieq mengaku sehat wal afiat padahal pada saat itu dirinya terkonfirmasi positif Covid-19. Atas pernyataannya

  • Sabtu, 16 Jan 2021 10:06

    Polri Ambil Langkah Cepat Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19

    Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera mengambil langkah cepat sebagai antisipasi melonjaknya jumlah kasus terkonfirmasi dan kematian akibat COVID-19 periode 1-14 Januari 2021.Polri langs

  • Kamis, 14 Jan 2021 04:14

    Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Jember, Gelar Operasi Yustisi Skala Besar Di Arjasa

    Operasi yustisi skala bear terus digelar oleh Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Jember, dengan melibatkan semua unsur, seperti yang dilakukan pada Rabu 13/01/2021 di jalan raya depan Kantor Dinas Lingkun

  • Kamis, 14 Jan 2021 03:14

    Patroli Malam Operasi Penegakan Disiplin Prokes Kecamatan Sumbersari, Sasar Lokasi Keramaian

    Petugas yang terdiri dari Personel Polsek Sumbersari, Koramil 0824/11 Sumbersari dan Satpol PP Kecamatan, pada Selasa 12/01/2021 jam 19.00-23.00 Wib, melakukan patroli malam pengawasan dan penegakan d

  • Senin, 11 Jan 2021 20:41

    Update COVID-19 Muba: Penambahan 1 Kasus Positif

    Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Senin (11/1/2021) mengkonfirmasi 1 penambahan kasus positif. "Ada penambahan 1 kasus positif per 11 Januari 2021," ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-

  • Minggu, 10 Jan 2021 20:40

    Update COVID-19 Muba: Penambahan 23 Kasus Sembuh, 1 Positif, 1 Meninggal Dunia

    Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (10/1/2021) mengkonfirmasi penambahan 23 kasus sembuh, 1 positif, dan 1 kasus meninggal dunia. "Ada penambahan 23 kasus sembuh, 1 positif, dan 1 menin

  • Sabtu, 09 Jan 2021 19:09

    Update COVID-19 Muba: Bertambah 16 Kasus Sembuh, 22 Positif, 1 Meninggal Dunia

    Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Sabtu (9/1/2021) mengkonfirmasi penambahan 16 kasus sembuh, 22 terkonfirmasi positif, dan 1 kasus meninggal dunia. "Ada penambahan 16 kasus sembuh 22 positif

  • Jumat, 08 Jan 2021 22:58

    Muba Nihil Penambahan Kasus, Benarkah?

    Kabupaten Musi Banyuasin nihil penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19, ini merupakan kabar baik namun benarkah demikian hal ini menjadi penting karena Asas 'Salus Populi Suprema Lex Esto&

  • Jumat, 08 Jan 2021 14:08

    Kasus Positif Masih Tinggi, Dandim 0824/Jember Motivasi Jajaran Tingkatkan Upaya

    Berdasarkan rilis data Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Timur, bahwa trend angka positif masih tinggi, Kabupaten Jember menduduki urutan ke tiga setelah Surabaya dan Sidoarjo, rilis data K

  • Kamis, 07 Jan 2021 21:17

    Muba Tambah 6 Positif Covid-19

    Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Kamis (7/1/2021) mengkonfirmasi penambahan 8 kasus sembuh dan 6 terkonfirmasi positif COVID-19, disqmpaikan oleh Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Sefti

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak