Rabu, 21 Okt 2020 05:42
  • Home
  • Politik
  • Jokowi ingin pembentukan SDM unggul berdasarkan tren masa depan, bukan ilmu masa lalu

Jokowi ingin pembentukan SDM unggul berdasarkan tren masa depan, bukan ilmu masa lalu

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Ahmad
Kamis, 04 Jun 2020 23:04
Biro Pers Istana
Video conference bersama dengan para menteri Kabinet Indonesia Maju, Kamis (4/6/20).
Pembentukan SDM yang unggul di masa depan tidak bisa lagi berdasarkan ilmu yang dibentuk berdasarkan masa lalu, tapi tren masa depan.

Demikian disampaikan Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas dengan tema "Peta Jalan Pendidikan Tahun 2020 - 2035" melalui "video conference" bersama dengan para menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (4/6/20).

"Untuk itu, ada beberapa hal yang ingin saya tekankan untuk jadi perhatian semuanya, karena cara bekerja pada masa depan akan jauh berbeda dengan yang dialami hari ini," tambah Presiden.

Presiden meminta agar para menterinya melakukan perbandingan dengan negara-negara yang telah berhasil mengadaptasi sistem pendidikan untuk memenuhi kebutuhan perubahan di masa depan. "Seperti di Australia, untuk pendidikan anak usia dini, Finlandia untuk pendidikan dasar dan menengah, di Jerman untuk pendidikan vokasi, di Korea (Selatan) untuk pendidikan tinggi," ungkap Presiden.

Menurut Presiden, Indonesia harus dapat mengantisipasi perubahan-perubahan besar yang terjadi di dunia, mulai dari disrupsi teknologi yang berdampak pada semua sektor, baik penerapan otomatisasi, "artificial intelligence", "big data", "internet of things" dan hal lainnya.

"Kita juga harus mengantisipasi perubahan demografi, profil sosial ekonomi dari populasi, termasuk perubahan dalam pasar tenaga kerja yang lebih fleksibel, perubahan lingkungan, hingga perubahan struktural yang sangat cepat akibat pandemi COVID-19 yang kita alami sekarang ini," tambah Presiden.

Contoh perubahan yang dimaksud Presiden Jokowi adalah pembelajaran jarak jauh, percepatan digitalisasi hingga "less contact economy".

"Banyak negara di dunia sudah mulai mengadaptasi sistem pendidikan mereka, baik itu pendidikan prasekolah, pendidikan dasar, menengah, vokasi, dan perguruan tinggi untuk memenuhi kebutuhan perubahan besar yang ada," ungkap Presiden.

Presiden Jokowi juga meminta ada target-target terukur mengenai angka partisipasi untuk pendidikan dasar, menengah dan tinggi.

"Saya kira kita buat targetnya yang tinggi saja biar kita optimistis, biar kita semangat. Kemudian seperti apa target untuk hasil belajar berkualitas baik untuk perbaikan kualitas guru, perbaikan kurikulum, maupun infrastruktur sekolah dan bagaimana mewujudkan distribusi pendidikan yang inklusif dan merata," tutur Presiden.
Editor: Budi

Sumber: Antara

T#g:pendidikanSDM
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 16 Okt 2020 18:16

    Suwarno Pedagang Kelapa Sukses Antarkan Dua Anak Raih Sarjana dengan Predikat Cum Laude dan Atlet Nasional

    Pendidikan diartikan sebagai upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.Ag

  • Minggu, 04 Okt 2020 05:04

    Disdik Sergai Akan Gelar Anugrah Inovasi Pendidikan 2020

    Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menggelar rapat persiapan pelaksanaan puncak Anugrah Inovasi Pendidikan tahun 2020, Jumat sore (2/10/2020), di Aula Literasi Kantor Disdik

  • Rabu, 30 Sep 2020 02:30

    Prajurit Yonif 125 Edukasi Siswa-Siswi Sekolah Dasar Cara Sikat Gigi dan Cuci Tangan Yang Benar

    Prajurit Yonif 125/Simbisa yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG dan berada di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW memberikan edukasi cara sigat gigi dan cuci tangan yang bena

  • Jumat, 25 Sep 2020 14:15

    Prof Djohar Arifin Dukung Klausul Pendidikan Undang Undang Cipta Karya

    Komisi X DPR RI yang salahsatunya membidangi mitra salah satu kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyambut baik urusan Badan Mitrasi DPR RI yang telah mengeluarkan Klausul Pendidikan Undang Undang

  • Jumat, 11 Sep 2020 18:51

    Jadi Guru Di Perbatasan, Satgas Yonif 413 Bremoro Beri Wawasan Kebangsaan

    Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Mosso memberikan perbantuan tenaga kependidikan kepada Sekolah SD Mosso Distrik Muara Tami Kota Jayapura.Demikian disampaikan Dansatgas Pamtas

  • Rabu, 09 Sep 2020 19:39

    Aspers Panglima TNI : Administrasi Umum TNI Harus Seragam

    Sekretariat Umum (Setum) TNI selaku Instansi pembina administrasi umum dan kesekretariatan di lingkungan TNI perlu melaksanakan sosialisasi tentang Petunjuk Administrasi Umum (Jukminu) TNI 2020 agar M

  • Selasa, 08 Sep 2020 05:08

    Integrasi TNI-Polri dan Komponen Bangsa Lainnya Dalam Seminar PKB Juang

    Integrasi TNI-Polri bersama dengan komponen bangsa lainnya merupakan kunci dalam menjaga stabilitas pembangunan nasional. Untuk menjalin integritas TNI Polri, Perwira Siswa Sesko TNI, Sespimti Polri,

  • Kamis, 27 Agu 2020 18:27

    RUU Cipta Kerja Meningkatkan Kualitas SDM

    Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja sudah dinanti peresmiannya oleh para pekerja dan pengusaha di Indonesia. Dengan adanya RUU ini maka kesejahteraan pegawai akan lebih baik lagi. Iklim bisnis juga me

  • Minggu, 19 Apr 2020 15:19

    6 Sekolah Termahal di Dunia. Tertarik Bersekolah di Sana?

    Biaya pendidikan emang gak murah. Demi pendidikan, kadang orangtua bisa nekat pinjam dana atau jual aset. Wajar sih, karena pendidikan yang baik kerap seiring sejalan dengan peningkatan taraf hidup se

  • Rabu, 26 Feb 2020 15:26

    Negara dengan Sistem Pendidikan Terbaik di Dunia

    Pendidikan adalah salah satu hal yang sangat penting bagi kehidupan seseorang, tidak hanya itu pendidikan juga berperan besar bagi kemajuan dan perkembangan sebuah bangsa. Sebuah bangsa yang maju dan

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak