Jumat, 05 Jun 2020 19:53
  • Home
  • Politik
  • Edy Rahmayadi: Untuk Bangsa Indonesia, Pancasila Sudah Final

Edy Rahmayadi: Untuk Bangsa Indonesia, Pancasila Sudah Final

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Tony
Selasa, 26 Nov 2019 16:26
Istimewa
Edy Rahmayadi bersama Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah menghadiri acara Seminar Nasional Deradikalisasi dan Moderasi Beragama dalam rangka Dies Natalis ke-46 Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, Selasa (26/11/2019). 
Pancasila adalah konsensus dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut sudah final dan tidak dapat diubah. Jika berubah, maka NKRI akan berubah pula.

Hal itu ditegaskan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi saat memberi sambutan pada acara Seminar Nasional Deradikalisasi dan Moderasi Beragama dalam rangka Dies Natalis ke-46 Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut, di Gelanggang Mahasiswa, Kampus I UIN SU, Jalan Sutomo, Medan, Selasa (26/11).

"Bagi bangsa Indonesia, Pancasila sudah final sebagai konsensus dasar berbangsa dan bernegara, orang-orang tua kita (pendiri bangsa) dulu mengamanahkannya, jadi kita harus melaksanakannya," kata Gubernur di hadapan ribuan mahasiswa yang hadir.

Acara yang dirangkai dengan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menko Polhukam) Mahfud MD, Rektor UIN Sumut Saidurrahman, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Agus Widjojo, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Wakapolda Sumut Mardiaz Kusin Dwihananto, Tuan Guru Batak Syekh Ahmad Sabban el Rahmaniy Rajagukguk, Ketua FKUB Sumut Maratua Simanjuntak, Tokoh masyarakat Sumut Rahmat Shah.


Edy Rahmayadi mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan banyak keragaman. Mulai dari pulau hingga etnis yang mencapai ribuan jumlahnya. Pancasila adalah konsensus dasar yang tepat. Untuk itu, nilai-nilai Pancasila harus menjadi gerakan nasional yang terencana dengan baik. "Meski kita berbeda, jika kita bersama, kita akan mampu menjadi bangsa yang besar dengan Pancasila," katanya.

Selain Pancasila sebagai konsensus pertama berbangsa dan bernegara, Gubernur juga menyebut beberapa konsensus yang perlu dipahami oleh seluruh masyarakat. Di antaranya bhineka tunggal ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Keempat konsensus dasar tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lain," katanya.

Gubernur mengharapkan, seminar nasional tersebut dapat menjadi pengingat sekaligus inspirasi bagi generasi muda mengenai dasar negara. Namun tidak sampai di situ, Pancasila juga harus diimplementasikan. "Diharapkan nilai-nilai Pancasila dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara demi Sumatera Utara yang bermartabat," ujarnya.

Mengenai Pancasila dan agama, Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan negara Pancasila bukanlah negara yang inklusif dalam beragama. "Negara tidak memberlakukan hukum agama, tapi melindungi setiap warga negara yang ingin melakukan ajaran agamanya masing-masing," ujar Mahfud.


Usai acara, Mahfud MD bersama Gubernur dan rombongan menuju lapangan yang sudah dipenuhi ribuan mahasiswa. Di sana, Mahfud mengajak para mahasiswa bersalawat untuk Rasulullah Muhammad SAW. Karena salawat juga merupakan pesan kedamaian. "Kalau Anda memang cinta Rasulullah, cinta salawat, maka cintailah kedamaian," ucapnya.

Sementara itu, Tuan Guru Batak Syekh Ahmad Sabban el Rahmaniy Rajagukguk menegaskan nasionalisme tidak bertentangan dengan ajaran agama. Menurutnya jihad agama adalah bagaimana menanamkan rasa cinta dan persaudaraan dengan sesama anak manusia.

"Ketakwaan sejati itu dekat pada Tuhan dan dekat dengan sesama anak manusia, ini penting ditanamkan pada kita," kata Tuan Guru Batak.

Sebelumnya, Rektor UIN Sumut Saidurrahman mengatakan kegiatan seminar nasional deradikalisasi dan moderasi beragama tersebut diharapkan dapat mendorong semua pihak untuk bersama-sama menekan penyebaran paham radikal di masyarakat. Serta mengutamakan dakwah kebangsaan yang humanis dan penuh rasa cinta.

Seminar yang tersebut diisi oleh berbagai narasumber. Di antaranya Menkopolhukam RI Mahfud MD, Gubernur Lemhanas RI Agus Widjojo, Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo, serta Tuan Guru Batak Syekh Ahmad Sabban el Rahmaniy Rajagukguk. "Kalau bukan karena cinta, Pak Mahfud MD dan seluruhnya tidak hadir di sini," katanya.
Editor: Budi

T#g:Edy RahmayadiPancasila
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 02 Jun 2020 17:02

    Terima Dua Peserta Program Indonesia Mengaji, Gubernur Sebut Sumut Gudangnya Qori-Qoriah

    Menerima kehadiran peserta Program Indonesia Mengaji yang disiarkan salah satu stasiun televisi swasta nasional, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengapresiasi serta mengucapkan selamat k

  • Senin, 01 Jun 2020 23:21

    Pemkab Sergai Ikuti Peringatan Hari Lahir Pancasila Dipimpin Presiden Jokowi Secara Virtual

    Bupati Sergai Ir. H. Soekirman, Dandim 0204/DS Letkol. Kav. Samsul Arifin, S.E,M.Tr(Han), Ketua Pengadilan Negeri Sei Rampah Rio Barten Pasaribu, Wakil Ketua DPRD Kab. Sergai Siswanto, Kapolres Serdan

  • Senin, 01 Jun 2020 22:51

    Peringati Hari Lahir Pancasila, Jajaran Korem Merauke Nonton Live Pidato Kenegaraan Presiden RI

    Keluarga Besar Korem Merauke beserta jajarannya menyaksikan dan mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Ir H. Joko Widodo dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tanggal 1 J

  • Senin, 01 Jun 2020 20:31

    Sumut Optimis Menang Melawan Covid-19

    Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi penyemangat dalam perang melawan wabah virus Covid-19. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) optimis menang dalam penuntasan wabah covid-19 di Sumut. 

  • Senin, 01 Jun 2020 18:01

    Dandim 0824/Jember: Momentum Hari Lahirnya Pancasila Memotivasi Perjuangan Kita Menekan Penyebaran Covid-19

    Peringatan Hari Lahirnya Pancasila meskipun tidak dapat dilaksanakan seperti biasanya, hendaknya senantiasa menyemangati dan menginspirasi kita dalam tata kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernega

  • Senin, 01 Jun 2020 11:11

    Panglima TNI Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Daring

    Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar secara online atau Dalam Jaringan (Daring), bertempat di kediaman Panglima TN

  • Senin, 01 Jun 2020 11:01

    Peringati Hari Lahir Pancasila, Jokowi: Kita harus jadi bangsa pemenang

    215 negara di dunia berada dalam kondisi seperti kita, semua dalam kesulitan. Semua harus menyadari karena negara tengah berlomba-lomba untuk menjadi pemenang dalam pengendalian virus maupun menjadi p

  • Rabu, 27 Mei 2020 18:17

    Gubernur Kaji Perpanjangan Masa Tanggap Darurat Covid-19 Sumut

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengkaji kemungkinan perpanjangan masa Tanggap Darurat Covid-19 yang akan berakhir 29 Mei 2020. Begitu juga dengan masa belajar mandiri dari rumah

  • Selasa, 05 Mei 2020 17:15

    Kunjungi RS Martha Friska CBD Polonia, Gubernur pastikan tidak ada pasien Covid-19 yang terlantar

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau kondisi pasien dan petugas kesehatan di rumah sakit (RS) rujukan penanganan Covid-19, Martha Friska Medan, Selasa (5/5).

  • Minggu, 26 Apr 2020 14:26

    Pemuda Pancasila DKI Beri Bantuan APD ke RS Rujukan Covid-19

    Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila DKI Jakarta memberikan donasi bantuan kesehatan kepada Rumah Sakit rujukan Covid-19 RS Pertamina Jaya Jl. Ahmad Yani, Cempaka Putih Jakarta Pusat, Sabtu (25/04/20).

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak