Kamis, 04 Jun 2020 04:57
  • Home
  • Politik
  • Bupati Soekirman ingin rumah sakit di Sergai mampu jadi tempat rujukan dan isolasi PDP

Pimpin Rapat Penyusunan Strategi Lanjut Penanganan Kasus Covid-19

Bupati Soekirman ingin rumah sakit di Sergai mampu jadi tempat rujukan dan isolasi PDP

Sergai (utamanews.com)
Oleh: Derman Yatviko
Sabtu, 04 Apr 2020 08:04
Istimewa
Bupati Sergai Ir H Soekirman, mengapresiasi manajemen seluruh RS di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat yang telah membantu pemerintah sesuai dengan imbauan Presiden RI dan Gugus Tugas Nasional dalam rangka penanganan Covid-19.

Hal ini dikatakannya dalam rapat Penyusunan Strategi lanjut Penanganan Kasus Covid 19 dengan seluruh Rumah Sakit di Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat (04/4/2020).

"Dengan pertemuan tentang kesiapan hari ini, kita bukan berharap besok ada pasien penderita Covid-19 yang akan dirawat di sini. Akan tetapi jika RS Melati ini bersama RS Pabatu dan Trianda bisa menjadi yang terdepan untuk berupaya sekuat tenaga mempunyai ruang isolasi, itu merupakan upaya yang luar biasa. Sebab RS rujukan kita masih ada di Medan yaitu RS Adam Malik dan RS F.L Lumbantobing di Tanjung Morawa," katanya.

Bupati membayangkan jika ada orang yang dicurigai terpapar virus, kemudian pergi ke Medan malah dikhawatirkan, justru dipulangkan juga, yang akhirnya terombang-ambing dan tidak diketahui secara pasti apakah dia terkena virus atau tidak, sehingga menjadi bertambah sakit karena dipindah kesana-kemari. 

"Bahwa kepanikan adalah sebagian dari penyakit dan ketenangan adalah separuh dari obat. Meskipun belum minum obat, jika tetap tenang dan tidak panik maka kita akan separuh baik, ditambah kesabaran mudah-mudahan menjadi kesembuhan," tambahnya.


Covid-19 ini telah menyebar di 31 provinsi se-Indonesia. Berbagai usaha dilakukan dalam mengantisipasi corona serta melakukan refocusing dan realokasi anggaran demi menanggulangi Covid-19 ini.

Terdapat empat poin dalam pertemuan ini yang ditekankan agar segera ditindaklanjuti, yaitu yang pertama, agar alat rapid test diusahakan dapat segera diberikan kepada RS Rujukan, kemudian kedua, pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) guna memberikan rasa aman bagi tenaga medis sebagai garda terdepan. Selanjutnya tetap melaksanakan sosialisasi tentang bahaya dan pencegahan Corona, serta yang keempat, jangan panik agar dapat menanggulangi virus ini dengan bersama-sama sehingga menjadi lebih baik.

Sebelumnya, Kadis Kesehatan dr Bulan Simanungkalit, M.Kes, mengapresiasi dan menyampaikan kebanggaan atas semua yang hadir, termasuk Direktur RS Pabatu, RS Melati, RS Trianda, RS Sawit Indah dan yang lainnya, di mana selama penyebaran Covid-19 di Indonesia khususnya di Sergai, RS  ini sangat cepat dan siaga untuk membantu pemerintahan di dalam memutus rantai penyebaran pandemi Covid-19 ini.


"RS di sini sangat siap dan tidak pernah ada penolakan pasien, baik ODP maupun PDP. Kita sudah berikan apresiasi kepada pihak RS dengan memberikan APD sesuai yang diamanatkan oleh pimpinan daerah dan kita upayakan memberikan APD tersebut walaupun masih dalam keadaan keterbatasan. Semua pimpinan RS pemerintah maupun swasta masih terus berusaha dalam pemenuhan kebutuhan APD ini," kata Kadis Kesehatan.

James Hotlan Pangaribuan, SE., mewakili Ketua DPRD, memberi masukan dan saran dalam rangka mempercepat penanganan lanjut Covid-19, antara lain, pertama, semua RS di Sergai dapat mengoptimalkan sinergitas antara satu RS dengan RS lainnya termasuk dengan Puskesmas dan klinik yang ada terkait penanganan Corona ini. Kedua, perlunya peningkatan kualitas koordinasi antara semua pihak dengan melibatkan unsur pemerintahan desa kecamatan, Polri dan TNI dalam rangka stretching terhadap ODP dan PDP Covid-19 yang telah ditangani pihak RS sehingga dapat mempersempit kemungkinan penularan kepada orang lain.

"Perlu kiranya dilakukan analisa dan pendataan terhadap ketersediaan sarana dan prasarana rumah sakit yang ada di Sergai yang dapat dijadikan tempat rujukan dan tempat isolasi bagi pasien Covid-19 sesuai dengan standar dan senantiasa berpedoman pada protokoler penanganan wabah Corona termasuk persiapan SDM tenaga medis dan paramedis. Agar melakukan kajian atas hasil analisa dan pendataan terhadap sarana dan prasarana serta kesiapan kesiapan SDM yang ada di sejumlah RS yang ada di Sergai yang hasilnya dapat dijadikan acuan dalam penentuan RS yang digunakan dalam program percepatan penanganan lanjut Covid-19," katanya.


Menurut James Hotlan, terhadap perubahan alokasi anggaran untuk kegiatan tertentu atau refocusing, pihaknya berharap perlunya pendataan dan analisa RS yang ada di Sergai sesuai standar penanganan corona dapat melayani pasien sehingga dapat menjadi salah satu bahan masukan dalam pengalokasian terhadap kebijakan anggaran.

dr. Hariman selaku dokter Spesialis Paru menyampaikan paparan pencegahan dan penanganan Covid-19 dengan segera dilakukan langkah test melalui metode yang ada, seperti rapid test, swap test ataupun yang lainnya, sehingga jika ditemukan kasus positif agar segera dikarantina guna menghindari penyebarannya.

Pertemuan diisi dengan sesi tanya jawab dilanjutkan dengan meninjau fasilitas pelayanan RSU Melati yang akan dijadikan salah satu ruangan isolasi dan perawatan PDP Covid-19.

Dalam kegiatan ini turut hadir Bupati Sergai Ir H. Soekirman, mewakili Ketua DPRD James Horan Pangaribuan SE, Kadis Kesehatan dr Bulan Simanungkalit M.Kes,  Kadis Kominfo Drs H Akmal AP.M.Si, Kepala RS Pemerintah dan Swasta se-Sergai, serta stakeholder terkait.
Editor: Donini Ari Rajagukguk

T#g:ODPPDPPemkab Sergairumah sakit
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Minggu, 31 Mei 2020 19:01

    Per 31 Mei: 26.473 Positif, 7.308 Sembuh

    Hingga Minggu (31/5/2020), ada 26.473 kasus positif di nusantara.

  • Minggu, 31 Mei 2020 16:51

    Ini prosedur cegah penularan di Sergai setelah 1 ASN positif Covid-19

    Pasca ditetapkannya seorang ASN Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) berinsial LA (50) positif terjangkit Corona Virus Disease (Covid-19), Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-1

  • Jumat, 29 Mei 2020 19:19

    Seorang ASN Pemkab Sergai Positif Covid-19

    Seorang ASN Pemkab Sergai berinisial LA, wanita berusia 50 tahun, menjadi pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) baru di Kabupaten Serdang Bedagai.

  • Jumat, 29 Mei 2020 19:29

    Pangkogabwilhan I Tinjau Rumah Sakit Darurat Khusus Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran

    Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksda TNI I Nyoman Gede Ariawan didampingi Kepala Staf (Kas) Kogabwilhan I Mayjen TNI Richard Tampubolon Wakil Asisten Intelijen (Waas

  • Kamis, 28 Mei 2020 23:18

    Liason Officer BNPB Pusat Kunjungi Posko Gugus Tugas Sergai

    Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Ir  H Soekirman menyambut kedatangan Liason Officer Badan Nasional Penanggulangan Bencana (LO BNPB) Pusat untuk wi

  • Kamis, 28 Mei 2020 18:58

    dr. Nanang: Hasil Reaktif Rapid Test Bisa Disebabkan Virus Selain Covid-19

    Pemeriksaan uji rapid test terhadap seorang penderita adalah tolak ukur dalam menuju pemeriksaan lanjutan. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tebing Tinggi meluruskan kondisi yang sebenar

  • Rabu, 27 Mei 2020 05:37

    1 dari 40 TKI Ilegal tujuan Batubara meninggal. Tongkang sempat ditangkap namun dilepas Tentara Malaysia

    Beredar kabar ada TKI Ilegal yang berasal dari Batu Bara meninggal dunia di dalam kapal tongkang yang membawa sekitar 40 orang TKI Ilegal dari Malaysia

  • Selasa, 26 Mei 2020 20:46

    Hari Pertama Kerja Pasca Lebaran, Kehadiran ASN Sergai Capai 98,39%

    Pasca libur menyambut Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) melaksanakan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Kontrak di lingkungan Pemkab Sergai.

  • Selasa, 26 Mei 2020 10:46

    Walikota Tebing Tinggi pimpin apel perdana usai libur Idul Fitri

    Walikota Tebing Tinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM pimpin Apel ASN, di Sekretariat Pemko Tebing Tinggi, Selasa (26/5/2020).

  • Sabtu, 23 Mei 2020 23:33

    95 tenaga perawat RSKP Tebing Tinggi jalani rapid test

    95 tenaga perawat RS.Kumpulan Pane (RSKP) Tebing Tinggi terpaksa harus dilakukan rapid tes, akibat salah seorang tenaga medis yang juga bertugas di salah satu RS di Kabupaten Simalungun  dinyatak

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak