Bupati H. Baharuddin Siagian, SH, M.Si dengan didampingi tiga OPD, yakni Kadis Kesehatan PPKB, dr. H. Den, Direktur RSUD H. OK Arya Zulkarnain, dr. Wahyu serta Kepala Bapelitbangda, Arif untuk menemui Kemenkes RI, Jl. H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Senin (11/08/2025), dalam rangka mengusulkan pembangunan layanan kesehatan unggulan di Kabupaten Batu Bara.
Dinas Kominfo merilis, Selasa (12/08/2025), Bupati Bahar mengatakan, dalam upaya peningkatan mutu dan pelayanan kesehatan, RSUD H. OK. Arya Zulkarnain perlu direlokasi dalam rangka memudahkan akses dan mendekatkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Batu Bara, serta masyarakat Kabupaten Asahan, Simalungun, Sergai, Siantar dan Tebingtinggi maupun seluruh masyarakat Sumut
Begitu juga para investor yang menjalankan aktivitas usaha di Kawasan Industri Kuala Tanjung (KIKT) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, selanjutnya dibangun sebuah RSU dengan konsep unggulan untuk di kawasan Pantai Timur Sumatera Utara, ujar Bupati Bahar saat berada di Kemenkes RI Jakarta.
Kembali dikatakannya, adapun maksud dan tujuan itu adalah berupaya upaya peningkatan kesehatan di Kabupaten Batu Bara yaitu relokasi RSUD H. OK Arya Zulkarnain ke pusat Ibukota Kabupaten Batu Bara, selanjutnya pembangunan RSU unggulan.
RSU Unggulan Trauma Center
RSU unggulan ini mengusung konsep pelayanan kesehatan yang terfokus pada Kanker, Jantung, Stroke, Urologi (KJSU) dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Penanganan oleh SDM tenaga kesehatan yang handal dan berkualitas yaitu dokter spesialis yang merupakan PNS Kabupaten Batu Bara.
RSUD Unggulan juga hadir dengan konsep “Trauma Center” dan layanan khusus kecelakaan kerja terlengkap di kawasan Pantai Timur Sumatera Utara, cetus Bupati Bahar yang juga sebagai Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik Keamanan di pengurusan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) masa bakti 2025-2030.
Adapun strategi mewujudkan layanan kesehatan unggulan faktor pendukung dan penunjang dalam mewujudkan RSU Unggulan, yaitu mendukung keberlangsungan Kawasan Industri Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, mengubah tren dan pola pikir masyarakat tentang konsep Medical Tourism, keunggulan dari aspek posisi dan lokasi, persentase UHC sudah memenuhi, pendapatan BLUD akan lebih optimal dan dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja dan pariwisata, lanjut dia mengungkapkan.
Dilaporkan, kegiatan ini berjalan dengan baik, disambut dan diterima oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.