Sosialisasi Produk Hukum Daerah (sosper) Kota Pematangsiantar no.1 tahun 2021 tentang pelestarian dan pengelolaan cagar budaya oleh Anggota Dewan dari Fraksi PAN oleh Aprial Muhammad Rizaldi Ginting yang dilaksanakan pada hari Rabu 12 Agustus 2026 dihadiri oleh masyarakat sekitar di jalan Pistol, kelurahan Bukti Sofa, Kecamatan Siantar Sitalsari, Sabtu (15/8) Pukul 16:00 WIB, Sore.
Narasumber dari kegiatan Sosper ini dihadiri oleh Perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Hotman Purba dan perwakilan Dinas PKP oleh Syahril Pasaribu serta di hadiri oleh Lurah Buktit Sofa Parlaungan Pane.
Pada sesi tanya jawab, salah satu warga, Risna dari Komplek BTN menanyakan tentang BPJSnya yang dalam 1 keluarga terdapat 4 orang, akan tetapi mengapa yang aktif hanya 3 orang saja.
“Bagaimana cara mengurus ulang agar semua anggota keluarga dapat aktif kembali,” tanyanya kepada Anggota DPRD.
Tanggapan Aprial Ginting bahwa akan segera ditindaklanjuti mengenai permasalahan dari Risna dengan berkoordinasi bersama pihak BPJS Kesehatan kota Pematangsiantar dan akan dibantu oleh Lurah setempat untuk mendampingi proses pengurusan administrasi ulang agar semua anggota keluarga dapat di cover oleh BPJS Kesehatan Kota Pematangsiantar .
Kemudian, Farida Hanum warga jalan handayani memberikan aspirasi agar jalan masuk ke jalan handayani kira-kira 50 meter terdapat pohon bambu, sehingga bila malam hari terkesan seram untuk melewati jalan tersebut.
Farida hanum berharap pohon bambu itu dapat dipangkas agar tidak menimbulkan rasa seram ketika melewati jalan tersebut kedepannya.
Aspirasi tersebut langsung mendapat tanggapan cepat dari Syahril Pasaribu selaku perwakilan dari Dinas PKP Kota Pematangsiantar untuk dapat didampingi melihat lokasi dengan meminta nomor pribadi agar dapat melihat keadaan dilapangan secepatnya dan segera direalisasikan pemangkas pohon bambu tersebut.
Selanjutnya, Mariani warga jalan kantil lorong 20, dengan aspirasi bahwa saat ini harga kebutuhan pokok melonjak naik, rakyat menjerit.
“Kami memohon bantuan agar dapat bapak sebagai wakil rakyat dapat mengatasi dan menstabilkan harga saat ini seperti dulu. Kemudian ia menanyakan mengenai desil, mengapa desil yg diperoleh itu bisa berubah.
Tanggapan Pak Aprial, mengenai harga kebutuhan pokok untuk saat ini memang belum stabil dan cenderung naik.
“Untuk itu saya akan menanyakan terhadap dinas terkait agar dapat berdiskusi lebih lanjut dan menemukan titik terang dari masalah ini dan mengenai desil akan ditanggapi oleh pak Parlaungan Pane selaku Lurah Bukit Sofa,” katanya.
Lurah Bukit Sofa memberikan keterangan bahwa saat ini sedang berlangsung sensus ekonomi dan diharapkan agar memberikan jawaban yang sebenarnya dan tidak dilebihkan-lebihkan. Melalui sensus tersebut karena hal tersebut dapat merubah hasil desil yang ditentukan oleh BPS.
Rina Simangungsong, warga jalan Gurilla mengatakan bahwa daerah kita Kota Pematangsiantar ini ada warisan budaya batak tor-tor yang menurut saya sangat menarik.
“Kebetulan saya juga anak seni, sayang sekali saya rasa pak, belum ada saya lihat wadah untuk anak muda mengembangkan bakat.
Apakah pemko pematangsiantar bisa memberikan wadah agar anak muda bisa mengembang bakatnya,” ucapnya.
Pertanyaan ini langsung ditanggapin oleh perwakilan dinas pendidikan Pak Hotman Purba, untuk warisan budaya batak seperti tor-tor ini merupakan bagian dari budaya ini dan untuk saat ini sudah ada beberapa sanggar yang diberikan wadah untuk mengembangkan bakatnya lewat tempat latihan dan pelatihan lainnya.
“Mungkin bisa saya bantu untuk koordinasi dengan dinas pariwisata agar dapat ditampung dan tentu saja warisan budaya ini harus tetap dijaga dan dilestarikan lewat generasi muda agar tetap ada untuk generasi anak cucu kita kedepannya,” tuturnya.