Jumat, 03 Jul 2020 01:15
  • Home
  • Politik
  • Anggaran Covid-19 Batu Bara Semula Rp3,5 Milyar Bertambah Jadi Rp18,5 Milyar

Anggaran Covid-19 Batu Bara Semula Rp3,5 Milyar Bertambah Jadi Rp18,5 Milyar

Batubara (utamanews.com)
Oleh: Muchlis Aci
Rabu, 03 Jun 2020 21:23
Muchlis Aci
Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Batu Bara Drs. Hotman Sidauruk, M.BA, di Ruang kerjanya, Bahbolon, Simpang Gambus, Kecamatan Lima Puluh, Batu Bara, Rabu (3/6/2020).
Sesuai arahan PMK, Pemkab Batu Bara wajib merasionalisasi belanja modal 50% dan belanja barang dan jasa 50% untuk direlokasikan pada Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp18,5 Milyar dalam rangka penanganan virus corona atau covid-19.

Demikian dikatakan Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Batu Bara, Drs. Hotman Sidauruk, M. BA kepada Wartawan, Rabu (3/6/2020).

Kepala BPPKAD Hotman mengatakan, sebelumnya Pemkab. Batubara sudah menyediakan belanja Covid-19 terhitung pada 11 Maret 2020 sejumlah 3,5 Milyar. Lalu kemudian setelah direfocusing ditambah lagi 15 Milyar, sehingga totalnya sebesar Rp18,5 Milyar. 

"Sebenarnya Rp18,5 Milyar itu masih kurang. Naik kan itu, naik kan itu, begitulah saran Pak Bupati yang disampaikannya secara langsung kepada saya (Hotman)," tuturnya. 

"Tadinya Rp1 Milyar tahun 2019 untuk penangan banjir di kala itu, kemudian berjalannya anggaran APBD Tahun 2020, Pak Bupati ada memprediksi selagi Covid-19 belum mereda, dari angka Rp18,5 Milyar, maka  lewat proses nantinya totalnya lebih kurang Rp20 Milyar", tambahnya.

Dikatakannya, untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan, bila bansos masih kurang, baik dari bantuan dari sosial-sosial Kemensos atau dari provinsi belum turun, maka jauh-jauh hari harus dipersiapkan. Anggaran itu adalah dana siaga yang disiapkan dalam bentuk Belanja Tak Terduga (BTT) yang melekat di OPD terkait yang ada di bagian keuangan dan kapan saja bisa diminta.

"Dana Rp18,5 Milyar ini sejak Maret, April, Mei 2020. Beberapa bagian sudah terbelanjakan, berkisar Rp8 Milyar lebih, sesuai kebijakan yang dilakukan Pemkab Batu Bara. Tapi jangan terlalu ekspos masih ada, masih ada, itu gak boleh, meskipun anggaran Batu Bara siap", tegas Hotman. 

"Berhubung dengan hal di atas, maka disini perlu saya jelaskan, mengenai rasionalisasi dengan refocusing, kita harus bisa bedakan. Di tengah jalan pada bulan April 2020 turun PMK mengatakan wajib dirasionalisasi, misalnya, uang yang rencananya datang 10 dari pusat, maka yang diterima menjadi 8, nah inilah yang dikatakan rasionalisasi, atau istilah bahasa umumnya kurang uang akan kami transfer. Sementara refocusing adalah, anggaran yang sudah ditetapkan dalam APBD berganti fokus, maka difokuskan ke Covid-19. Misalkan yang tadinya ada DAK fisik, ini direlokasikan untuk beli susu, bantuan ibu hamil, obat-obatan, atau perlengkapan APD dalam menangani COVID-19", terang Hotman.

Sebagaimana diketahui Hotman ketika  peristiwa di bulan Maret ada arahan dari Kementerian Keuangan untuk memotong anggaran serta pengurangan dana DAU dan DAK. "Maka saat itu, kita langsung memotong dana DAK fisik lebih kurang Rp40 M, dan termasuk anggaran yang tidak terkirim dari pusat ke Batu Bara sebesar Rp127 Milyar. Sementara pada bulan Januari 2020 kita belum kenal Covid-19 dan tidak ada tertulis pada dokumen anggaran APBD, seiring waktu berjalan pada bulan Maret kita diterpa virus corona, maka Pemkab Batu Bara melakukan penyesuaian APBD 2020 sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK)  Nomor 35 Tahun 2020 untuk penanganan dampak covid-19.

"Kemudian landasan hukumnya lagi tidak terlepas berpedoman kepada ketentuan pasal 2 ayat (2) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 tentang kebijakan keuangan untuk penangan Covid-19 dalam rangka menghadapi ancamam yang membahayakan perekonomian nasional dan stabilitas sistem keuangan. Maka Perpu itulah menjadi dasar hukum dari Pemkab Batu Bara untuk merobah anggaran ke Covid-19, dan nanti akan dilaporkan kepada DPRD pada saat Perubahan", ungkapnya.

Pada segmen penutup, menjawab pertanyaan, dengan mewabahnya Covid-19, apakah Anggaran Tim Bupati Untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) ikut dipangkas? 

"Itu tanyakan aja pada bagian Sekretariat Daerah," ucapnya dengan singkat. 

Ditanya lagi, dari mana sumber dana terkait perawatan Karantina SMKN 1 Lima Puluh, dan perawatan gedung RSUD, rest area, begitu juga ada beberapa titik kegiatan fisik?

Dengan enteng Pak Kaban BPPKAD Hotman menjawabnya, "Tanyakan sajalah kepada Kepala Dinas Kesehatan, karena mereka lah yang itu," tutupnya.
Editor: Ade

T#g:APBDBatubaraRefocusing
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jul 2020 21:52

    Tim Pansus Covid-19 DPRDSU Kunker Ke Batu Bara, Hadian: Realokasi Dana Covid Boleh Untuk Fisik

    Tim Pansus Covid-19 DPRD Sumut melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Batu Bara yang diterima Ketua GTPP Covid-19 Batu Bara Ir Zahir, MAP di Posko Covid, Kamis (2/7/2020) Jalan Perintis Kemerdekaan Li

  • Selasa, 30 Jun 2020 21:30

    Kapolda Sumut Resmikan 'Desa Tangguh' Sei Mangkai Cegah Covid-19

    Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi kembali meresmikan Desa Tangguh Sei Mangkai, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara, dalam menangani masalah

  • Kamis, 25 Jun 2020 16:45

    19 Anggota DPRD Batu Bara Nyatakan Siap Dukung Pansus Soal Dana Bansos dan Covid-19

    Dari 35 Dewan, ada 19 Anggota DPRD Batu Bara nyatakan siap untuk melakukan pengawasan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) serta penggunaan anggaran Dan Covid-19 Batu Bara. Demikian dikatakan dari

  • Senin, 08 Jun 2020 17:48

    Ketua Fraksi PDIP Bantah Tudingan Dapat Jatah Proyek Di Dinas Pertanian Batu Bara

    Ketua Fraksi Partai Perjuangan Demokrasi Indonesia (PDIP) DPRD Batu Bara membantah tudingan dapat jatah proyek dari Dinas Pertanian.

  • Jumat, 05 Jun 2020 20:15

    Pastikan dapat pendampingan hukum, Gubsu, Kapolda, Kajati dan Kepala BPKP Teken MoU

    Pandemi global Covid-19 merupakan situasi darurat yang membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat sasaran. Hal ini untuk menjamin keselamatan dan keamanan masyarakat dari ancaman virus. Namun dalam

  • Sabtu, 30 Mei 2020 17:50

    Kisah Alm Yusuf dan 50 TKI Ilegal dari Selangor Malaysia hingga Karantina di SMKN 1 Batu Bara

    Meninggalnya TKI Ilegal dari Malaysia asal Batu Bara bukan akibat Corona dan TBC. Fakta itu terungkap setelah para TKI akhirnya buka suara.

  • Kamis, 28 Mei 2020 22:58

    Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sumut dinilai tidak cermat dan menimbulkan keresahan di masyarakat Batu Bara

    Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara sebagai sumber data kasus  Covid 19 Kab/Kota di Provsu dinilai tidak cermat tanpa konfirmasi terlebih dahulu hingga menetapkan 1 kasus Positif covid 19 di

  • Rabu, 27 Mei 2020 05:37

    1 dari 40 TKI Ilegal tujuan Batubara meninggal. Tongkang sempat ditangkap namun dilepas Tentara Malaysia

    Beredar kabar ada TKI Ilegal yang berasal dari Batu Bara meninggal dunia di dalam kapal tongkang yang membawa sekitar 40 orang TKI Ilegal dari Malaysia

  • Selasa, 26 Mei 2020 20:06

    Ini penjelasan lengkap drg Wahid terkait rapid test pada masyarakat Batu Bara sebelum Lebaran lalu

    Metodelogi Rapid Test kepada masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 21 s/d 22 Mei 2020 lalu, dilakukan berdasarkan kajian Tim Survaylance Epidemiologi Dinkes Kabupaten Batu Bara. Demikian disa

  • Minggu, 24 Mei 2020 18:04

    Posko Gugas Covid-19 Batu Bara Tetap Siaga Meski Libur Lebaran

    Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Batu Bara tetap siaga dan beroperasi, meski libur lebaran.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak