Jumat, 24 Mei 2019 05:09
  • Home
  • Pendidikan
  • Wakasad: Generasi Muda harus jadi Agent Of Change dan Entrepreneur

Wakasad: Generasi Muda harus jadi Agent Of Change dan Entrepreneur

Magelang (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Jumat, 21 Sep 2018 09:21
Pendam I/BB
Guna menghadapi kompetisi global yang penuh dengan tantangan Generasi muda diharapkan mampu menjadi Agent of Change sekaligus Entrepreneur berwawasan kebangsaan. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman pada seminar nasional yang bertemakan "Mempersiapkan Generasi Muda Dalam Membangun Peradaban Modern Guna Mendukung Pertahanan Negara", di Lembah Tidar Akademi Militer, Magelang, Kamis (20/9/2018).

Menurut Alumni Akmil yang dilantik tepat 32 tahun lalu (20 September 1986), generasi muda saat sekarang sangat berbeda dengan era sebelumnya. Kemajuan teknologi informasi yang bergerak secara eksponensial telah merubah dunia menjadi semakin kecil dan tanpa batas, serta menggiring generasi muda kedalam paradoks kehidupan yang bisa menguntungkan juga menghancurkan masa depan dirinya maupun bangsanya.

"Di abad informasi dan globalisasi seperti saat ini, Ilmu pengetahuan dan akses terhadap informasi terbuka dari bermacam-macam sumber menjadikan cara pandang generasi muda jauh lebih luas serta menimbulkan paradoks seperti yang telah dirasakan sejak akhir abad ke-20," ujar Wakasad.


Menyadari fenomena era modern tersebut, mengutip pernyataan Ir. Sukarno dan Suharto serta Presiden Ir. Joko Widodo yang menekankan tentang peran generasi muda yang penuh tantangan di era persaingan global yang destruktif dan perkembangan teknologi yang bergerak sangat dinamis.

"Kita, rakyat dan negara Indonesia, mau tidak mau, suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, pasti akan memasuki era yang penuh tantangan ini. Sebagai bangsa petarung, kita harus yakin menghadapinya", tegas Wakasad.

Di hadapan 714 peserta baik Mahasiswa/i se-Jateng-DIY dan Taruna/i Akmil, AAL, AAU dan Akpol, Wakasad mengingatkan agar generasi muda selalu terhadap perkembangan lingkungan strategis, terutama sepak terjang negara yang memiliki kekuatan besar di bidang politik, ekonomi dan Hankam seperti Amerika Serikat dan Rusia serta China.

"Rivalitas antar negara adi daya tersebut semakin meruncing, dan inisiatif Amerika Serikat mengganti istilah Asia-Pasifik menjadi Indo-Pasifik menandakan adanya perubahan strategi dan proyeksi konflik masa depan yang mengarah ke sentral pertumbuhan paling menjanjikan yaitu di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Asia Timur," papar Wakasad.

Menurut mantan Pangdam IV/Diponegoro, di kawasan regional Asia masih banyak permasalahan yang tidak bisa dikesampingkan dapat mengancam kepentingan Indonesia, seperti krisis Laut Cina Selatan, terorisme, radikalisme, ISIS dan  berbagai kejahatan transnasional termasuk fakta pertahanan yang dibangun negara tetangga. 

Sedangkan di dalam negeri, di tengah badai internet dan media sosial, bangsa kita juga sedang mengalami euphoria demokratisasi yang tidak sehat dan juga penguatan faham radikalisme dan intoleransi yang dapat menghancurkan bangsa. "Tantangan dan persoalan di era Revolusi Industri 4.0 ini mencerminkan  tuntutan pekerjaan yang akan dihadapi generasi muda kini. Kekhawatiran utama di masa depan kita adalah kemampuan untuk mempertahankan dan mengelola seluruh sumber daya bangsa. Saat ini kita harus cermati berbagai ancaman berbasis teknologi yang seperti thread, cyber thread, inequality thread dan lain sebagainya yang dapat memicu konflik perpecahan bangsa," terang Wakasad

"Kalian harus sadari dan  pahami semua permasalahan bangsa serta terus membina diri untuk menjadi generasi yang berdaya saing global, karena nantinya dapat dijadikan dasar menentukan langkah-langkah strategis dalam mengelola semua potensi kekayaan negara  kita yang demikian besar," ujar Wakasad.

Menurut Wakasad untuk menghadapi hal tersebut, generasi muda harus disiapkan sebagai aktor utama yang handal dalam pembangunan nasional yaitu sebagai agen perubahan sekaligus entrepreneur yang berwawasan kebangsaan yang tidak bisa hanya diperoleh dari pendidikan formal.

"Hal paling mendasar adalah pembangunan karakter untuk membentuk pribadi yang memiliki intelektualitas, nilai seni dan kreativitas, integritas serta keluhuran budi pekerti yang kuat untuk menghadapi setiap tantangan," urai Wakasad.

Dalam kesempatan tersebut Wakasad  berharap agar generasi muda harus selalu memelihara rasa bangga dan keinginan untuk membawa perubahan serta menumbuhkembangkannya dalam bentuk idealisme yang teguh.

"Generasi muda harus mau berfikir luas namun bertindak secara sederhana atau think globally, act locally," sambung Wakasad.

Selain itu juga Letjen TNI Tatang Sulaiman menitipkan pesan dari Kasad Jenderal TNI Mulyono kepada generasi muda untuk senantiasa bersemangat dan tanpa lelah menempuh jalan yang sulit namun mulia, dari pada memilih jalan yang mudah namun hina, serta jangan menjadikan keragaman yang ada sebagai perbedaan. "Jadikanlah keragaman itu pelengkap dan penyempurna yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa", pungkas Wakasad.

Sebelumnya, di tempat yang sama, Dirjen Pembelajaran dan kemahasiswaan Kemenristek Dikti Intan Ahmadi, Phd., selaku keynote speaker menekankan perlunya literasi baru dalam menghadapi persaingan global, yaitu tidak hanya cukup membaca, menulis dan matematika saja melainkan juga literasi data, literasi teknologi, literasi manusia serta pembelajaran sepanjang hayat.

Setelah Wakasad, diskusi dilanjutkan dengan nara sumber Dr. P.M. Laksono, M.A. (Guru Besar PPS/FIB UGM), dan Dr. Sri Rumgiyarsih, M.Sc. (Kaprodi S2/S3 Kependudukan UGM) dan moderator Dr. Iva Ariani, SS.,M.Hum. 

Dalam seminar tersebut hadir Gubernur Akmil Mayjen TNI Eka Wiharsa, Wagub Akmil Brigjen TNI Wirana P.B. Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya dan beberapa pejabat teras TNI AD lainnya.

Editor: Erickson

T#g:ekonomiKASADPengusahaTaruna
Berita Terkait
  • Senin, 08 Apr 2019 22:08

    Warga Dusun Krajan Tidak Hanya Menerima Bantuan Rehab Mushola Saja Dari Taruna/Taruni Latsitardanus 39

    Taruna/ Taruni yang tergabung pada Latihan Integritas Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) 39 di wilayah Kodim 0824/Jember yang ditempatkan di Dusun Krajan Desa Kasiyan Kec Puger Kab Jember telah me

  • Minggu, 07 Apr 2019 21:07

    Danjen Akademi Militer Resmikan Prasasti Latsitardanus 39

    Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI Laksamana Madya Aan Kurnia bersama Kepala Lembaga Pendidikan Akademi Kepolisian (Kalemdik Akpol) Komjen Pol Arif Sulistiyanto dan Gubernur Akpol Irjen Rycko Amel

  • Kamis, 04 Apr 2019 20:54

    Setelah Disambut Bupati Jember, Latsitardanus Langsung Beraksi

    221 Gabungan dari Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi angkatan Udara (AAU), Akademi Militer (Akmil), Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan Akademi Kepolisian (Akpol) melaksanaka

  • Sabtu, 23 Mar 2019 10:23

    Ketum Dharma Pertiwi: Tugas Taruna/Taruni Belajar dan Berlatih

    Tugas para Taruna/Taruni di Akademi ini adalah belajar dan berlatih, karena apa yang didapatkan disini masih bersifat dasar-dasarnya saja, yang secara berlanjut harus terus dikembangkan. Apabila para

  • Selasa, 05 Mar 2019 17:05

    Panglima TNI: Jangan Jadi Citizen Journalism Bagi Berita Hoax

    Siswa-siswi SMA Taruna Nusantara yang memliki keunggulan karakter jangan mudah mempercayai berita-berita hoax, apalagi sampai menjadi citizen journalism atau pewarta warga bagi berita-berita hoax. Ber

  • Senin, 04 Mar 2019 21:04

    Optimalkan Serapan Gabah Dandim 0824 Sidak Perusahaaan Penggilingan CV Jawa Dwipa Guna

    Program Ketahanan Pangan Nasional  melalui kesepahaman TNI dan Kementerian Pertanian RI, merupakan paket kerjasama yang menyeluruh dari pengolahan lahan, perawatan tanaman hingga penyaluran hasil

  • Sabtu, 23 Feb 2019 16:13

    Prabowo Subianto dan 1.300 Pengusaha Etnis Tionghoa di Medan

    Tim Pemenangan Prabowo-Sandi menggelar pertemuan Silaturahmi dan Ramah Tamah antara Capres 02 dengan kaum etnis Tionghoa Medan, di Selecta Ballroom, Jum'at malam (22/02/2019).Pertemuan dengan aca

  • Rabu, 13 Feb 2019 09:43

    Apresiasi Pemecatan 13 Taruna Akpol, IPW: Sangat tepat, tegas, dan terukur

    Keputusan pemecatan terhadap 13 taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang terlibat dalam kasus pembunuhan sesama Taruna Akpol adalah langkah yang sangat tepat, tegas, dan terukur.Demikian dinyatakan oleh

  • Kamis, 31 Jan 2019 06:31

    Dandim 0824 Hadiri Jamuan Pada Peserta Napak Tilas Akpol

    Komandan Kodim 0824 Hadiri Jamuan Makan Sore oleh H Arum Sabill Kepada Gubernur Akpol dan Perwira Pendamping Napak Tilas Akpol.

  • Senin, 28 Jan 2019 13:18

    Panglima TNI Sematkan Bintang Kartika Eka Paksi Utama kepada Kasad

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyematkan tanda kehormatan Bintang Kartika Eka Paksi Utama kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa S.E., M.A., M.Sc., M

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak