Sabtu, 19 Okt 2019 18:22
  • Home
  • Pendidikan
  • Wakasad: Generasi Muda harus jadi Agent Of Change dan Entrepreneur

Wakasad: Generasi Muda harus jadi Agent Of Change dan Entrepreneur

Magelang (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Jumat, 21 Sep 2018 09:21
Pendam I/BB
Guna menghadapi kompetisi global yang penuh dengan tantangan Generasi muda diharapkan mampu menjadi Agent of Change sekaligus Entrepreneur berwawasan kebangsaan. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman pada seminar nasional yang bertemakan "Mempersiapkan Generasi Muda Dalam Membangun Peradaban Modern Guna Mendukung Pertahanan Negara", di Lembah Tidar Akademi Militer, Magelang, Kamis (20/9/2018).

Menurut Alumni Akmil yang dilantik tepat 32 tahun lalu (20 September 1986), generasi muda saat sekarang sangat berbeda dengan era sebelumnya. Kemajuan teknologi informasi yang bergerak secara eksponensial telah merubah dunia menjadi semakin kecil dan tanpa batas, serta menggiring generasi muda kedalam paradoks kehidupan yang bisa menguntungkan juga menghancurkan masa depan dirinya maupun bangsanya.

"Di abad informasi dan globalisasi seperti saat ini, Ilmu pengetahuan dan akses terhadap informasi terbuka dari bermacam-macam sumber menjadikan cara pandang generasi muda jauh lebih luas serta menimbulkan paradoks seperti yang telah dirasakan sejak akhir abad ke-20," ujar Wakasad.


Menyadari fenomena era modern tersebut, mengutip pernyataan Ir. Sukarno dan Suharto serta Presiden Ir. Joko Widodo yang menekankan tentang peran generasi muda yang penuh tantangan di era persaingan global yang destruktif dan perkembangan teknologi yang bergerak sangat dinamis.

"Kita, rakyat dan negara Indonesia, mau tidak mau, suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, pasti akan memasuki era yang penuh tantangan ini. Sebagai bangsa petarung, kita harus yakin menghadapinya", tegas Wakasad.

Di hadapan 714 peserta baik Mahasiswa/i se-Jateng-DIY dan Taruna/i Akmil, AAL, AAU dan Akpol, Wakasad mengingatkan agar generasi muda selalu terhadap perkembangan lingkungan strategis, terutama sepak terjang negara yang memiliki kekuatan besar di bidang politik, ekonomi dan Hankam seperti Amerika Serikat dan Rusia serta China.

"Rivalitas antar negara adi daya tersebut semakin meruncing, dan inisiatif Amerika Serikat mengganti istilah Asia-Pasifik menjadi Indo-Pasifik menandakan adanya perubahan strategi dan proyeksi konflik masa depan yang mengarah ke sentral pertumbuhan paling menjanjikan yaitu di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Asia Timur," papar Wakasad.

Menurut mantan Pangdam IV/Diponegoro, di kawasan regional Asia masih banyak permasalahan yang tidak bisa dikesampingkan dapat mengancam kepentingan Indonesia, seperti krisis Laut Cina Selatan, terorisme, radikalisme, ISIS dan  berbagai kejahatan transnasional termasuk fakta pertahanan yang dibangun negara tetangga. 

Sedangkan di dalam negeri, di tengah badai internet dan media sosial, bangsa kita juga sedang mengalami euphoria demokratisasi yang tidak sehat dan juga penguatan faham radikalisme dan intoleransi yang dapat menghancurkan bangsa. "Tantangan dan persoalan di era Revolusi Industri 4.0 ini mencerminkan  tuntutan pekerjaan yang akan dihadapi generasi muda kini. Kekhawatiran utama di masa depan kita adalah kemampuan untuk mempertahankan dan mengelola seluruh sumber daya bangsa. Saat ini kita harus cermati berbagai ancaman berbasis teknologi yang seperti thread, cyber thread, inequality thread dan lain sebagainya yang dapat memicu konflik perpecahan bangsa," terang Wakasad

"Kalian harus sadari dan  pahami semua permasalahan bangsa serta terus membina diri untuk menjadi generasi yang berdaya saing global, karena nantinya dapat dijadikan dasar menentukan langkah-langkah strategis dalam mengelola semua potensi kekayaan negara  kita yang demikian besar," ujar Wakasad.

Menurut Wakasad untuk menghadapi hal tersebut, generasi muda harus disiapkan sebagai aktor utama yang handal dalam pembangunan nasional yaitu sebagai agen perubahan sekaligus entrepreneur yang berwawasan kebangsaan yang tidak bisa hanya diperoleh dari pendidikan formal.

"Hal paling mendasar adalah pembangunan karakter untuk membentuk pribadi yang memiliki intelektualitas, nilai seni dan kreativitas, integritas serta keluhuran budi pekerti yang kuat untuk menghadapi setiap tantangan," urai Wakasad.

Dalam kesempatan tersebut Wakasad  berharap agar generasi muda harus selalu memelihara rasa bangga dan keinginan untuk membawa perubahan serta menumbuhkembangkannya dalam bentuk idealisme yang teguh.

"Generasi muda harus mau berfikir luas namun bertindak secara sederhana atau think globally, act locally," sambung Wakasad.

Selain itu juga Letjen TNI Tatang Sulaiman menitipkan pesan dari Kasad Jenderal TNI Mulyono kepada generasi muda untuk senantiasa bersemangat dan tanpa lelah menempuh jalan yang sulit namun mulia, dari pada memilih jalan yang mudah namun hina, serta jangan menjadikan keragaman yang ada sebagai perbedaan. "Jadikanlah keragaman itu pelengkap dan penyempurna yang memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa", pungkas Wakasad.

Sebelumnya, di tempat yang sama, Dirjen Pembelajaran dan kemahasiswaan Kemenristek Dikti Intan Ahmadi, Phd., selaku keynote speaker menekankan perlunya literasi baru dalam menghadapi persaingan global, yaitu tidak hanya cukup membaca, menulis dan matematika saja melainkan juga literasi data, literasi teknologi, literasi manusia serta pembelajaran sepanjang hayat.

Setelah Wakasad, diskusi dilanjutkan dengan nara sumber Dr. P.M. Laksono, M.A. (Guru Besar PPS/FIB UGM), dan Dr. Sri Rumgiyarsih, M.Sc. (Kaprodi S2/S3 Kependudukan UGM) dan moderator Dr. Iva Ariani, SS.,M.Hum. 

Dalam seminar tersebut hadir Gubernur Akmil Mayjen TNI Eka Wiharsa, Wagub Akmil Brigjen TNI Wirana P.B. Kadispenad Brigjen TNI Candra Wijaya dan beberapa pejabat teras TNI AD lainnya.

Editor: Erickson

T#g:ekonomiKASADPengusahaTaruna
Berita Terkait
  • Rabu, 16 Okt 2019 11:16

    Dukung Putra Daerah Jadi Prajurit TNI, Satgas Yonif 411 Kostrad Tempa 9 Pemuda Suku Kanum

    Dalam rangka mendukung putra daerah menjadi prajurit TNI, personel Pos Yanggandur Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad memberikan pembinaan secara khusus kepada 9 pemuda asli

  • Selasa, 15 Okt 2019 09:45

    Karang Taruna Labuhanbatu tegas nyatakan dukung pelantikan Presiden/Wapres Jokowi- Ma'ruf Amin

    Menjelang pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo dan Ma'aruf Amin, tanggal 20 Oktober 2019 mendatang, Karang Taruna kabupaten Labuhanbatu di bawah asuhan Aswin S

  • Rabu, 25 Sep 2019 08:25

    Bakamla RI (IDNCG) Segera Miliki Sekolah Tinggi

    Bakamla RI/ Indonesian Coast Guard (IDNCG) segera memiliki Sekolah Tinggi bernama Akademi Bakamla RI yang terletak di wilayah Serang, Banten.Kabar gembira tersebut dibahas dalam pertemuan sejumlah pet

  • Minggu, 22 Sep 2019 17:32

    Karang Taruna Kabupaten Batubara Gelar Bakti Sosial

    Pengurus Karang Taruna di masing-masing Desa se- Kabupaten Batubara melaksanakan Bakti Sosial dalam rangkaian dicanangkannya Bulan Bakti Karang Taruna tingkat Kabupaten oleh Bupati Batubara Ir H Zahir

  • Sabtu, 17 Agu 2019 13:47

    Bendera Raksasa Berkibar Di Danau Toba

    Program kerja Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan potensi wisata di Danau Toba, khususnya Kota Wisata Parapat mendapat perhatian khusus dari Karang Taruna Kabupaten Simalungun melalui Karang Taru

  • Rabu, 14 Agu 2019 08:14

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso Terima Cinderamata dari Karang Taruna Gema Karya Desa Cinta Makmur

    Pasca penutupan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 105 Kodim 0209/LB, Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso, mendapat Cindera mata berupa lukisan tangan dari Karang Taruna Gema Karya desa Cinta Makmur k

  • Selasa, 13 Agu 2019 21:13

    CAS Diharapkan Mampu Tekan Inflasi Kota Medan

    Angka inflasi Kota Medan yang mencapai 0,92% terhitung Juli 2019 ternyata kontribusi terbesarnya berasal dari cabai.

  • Senin, 12 Agu 2019 03:12

    Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Indonesia

    Radikalisme merupakan ancaman nyata bagi keamanan dan keutuhan bangsa. Masyarakat Indonesia telah menjadi merekam bagaimana bahaya dan ancaman mereka yang telah mampu melulu lantakkan sendi- sendi keh

  • Minggu, 18 Agu 2019 03:18

    Tensi Politik Turun, Momentum Pemerintah Atasi Masalah Ekonomi

    Berita terkait polarisasi pasca pemilu sudah reda, artinya tensi politik sudah menurun dan menunjukkan stabilisasi keamanan secara politis. Hal ini tentu harus menjadi perhatian bagi Jokowi agar senan

  • Jumat, 02 Agu 2019 15:52

    Panglima TNI Pimpin Sidang Pantukhir Akademi TNI TA 2019

    Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M. dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M. memimpin

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak