Kembangkan kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai calon tenaga profesional bidang kemaritiman, SMK Negeri 3 Sibolga jalin kerja sama melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan Akademi Pelayaran Maritim Sumatera Barat.
Kerja sama itu untuk mengikuti Diklat Basic Safety Training (BST) 2026 pada jurusan Nautika (Navigasi Kapal) dan Teknika (Teknik Kapal) yang ada di SMK Negeri 3 Sibolga, bertujuan untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan keterampilan dasar keselamatan, penanganan keadaan darurat, serta penggunaan peralatan keselamatan.
"Pihak sekolah mendorong siswa jurusan pelayaran untuk tidak hanya mengandalkan ijazah sekolah, tetapi juga membekali diri dengan sertifikasi kompetensi kemaritiman, dengan mengikuti diklat BST tersebut," ujar Kepala Sekolah SMKN 3 Sibolga, Frensi Lumban Tobing, Rabu (30/9/2026).
Dikatakannya, SMKN 3 Sibolga memfasilitasi siswa kelas XI dan XII yang berminat untuk mengikuti diklat BST tersebut, tanpa adanya paksaan. Seperti tahun ini, sekitar 52 lebih siswa berminat mengikuti programnya dari total 144 siswa.
"Pada dasarnya kita tidak memaksakan siswa. Ini kembali kepada minat dan kemampuan masing-masing. Tetapi bagi anak-anak yang memang dari awal sudah bertekad mau ke laut, mau tidak mau ini harus diikuti," kata Frensi di Ruang Kerjanya yang berada di Jalan Prof. Mr. Dr. M Hazairin, Kelurahan Sibuluan Raya, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Terkait pembiayaaan pada diklat BST, yang dikeluarkan para peserta didik relatif lebih rendah dibandingkan mengikuti secara mandiri. Jika mengikuti program secara mandiri, biaya pendidikan dan sertifikasi kemaritiman dapat mencapai sekitar Rp8 juta hingga Rp10 juta.
Sementara, dengan adanya kerja sama sekolah dengan Akademi pelayaran ini, peserta hanya membayar sekitar Rp 3,5 juta.
"Kalau khusus siswa sekolah karena kita ada MoU, biayanya sekitar Rp3,5 juta. Itu bukan untuk sekolah, tetapi untuk siswa langsung mengikuti program di Padang. Sekolah hanya memfasilitasi dan mengirimkan nama-nama siswa yang mengikuti sertifikasi," jelasnya.
Dengan pelatihan BST yang bersertifikasi kompeten itu, nantinya menjadi bekal penting bagi peserta didik jurusan Nautika (Navigasi Kapal) dan Teknika (Teknik Kapal) dalam bekerja di perusahaan pelayaran maupun kapal penangkap ikan yang memiliki legalitas.
"Kalau mereka sudah tamat dan memiliki sertifikat, mereka sudah diakui, profesional dan memiliki kompetensi untuk masuk kapal. Harapan kita ketika tamat mereka bisa bekerja dikapal secara profesional dan legal," ungkapnya.