Minggu, 19 Sep 2021 08:55
  • Home
  • Pendidikan
  • Laporan PKL Mahasiswi FISIP USU di Lembaga Perlindungan Anak Pematangsiantar

Laporan PKL Mahasiswi FISIP USU di Lembaga Perlindungan Anak Pematangsiantar

Pematang Siantar (utamanews.com)
Oleh: Novriani Tambunan, Mahasiswi Kesejahteraan Sosial FISIP USU (Stambuk 2018)
Senin, 14 Jun 2021 16:24
Istimewa
Mahasiswi Universitas Sumatera Utara (USU) bernama Novriani Tambunan, dengan Supervisor sekolah selaku pembimbing, Bapak Randa Putra Kasea, S.Sos., M.Kesos, telah selesai melaksanakan Praktek Kerja Lapangan sebagai pemenuhan laporan PKL 1, dimana PKL 1 merupakan mata kuliah prasyarat pada Program Studi Kesejahteraan Sosial, FISIP USU.

PKL telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, terhitung sejak tanggal 16 Maret 2021 dan berakhir pada 5 Juni 2021. Intensitas waktu menyesuaikan kondisi pandemi dengan tidak lupa menaati protokol kesehatan.

Praktikan memilih Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Pematangsiantar sebagai tempat berpraktikum, yang beralamat di Jl. Diponegoro, Kelurahan Teladan, Kota Pematangsiantar.

Praktikan, Novri, mengawali kegiatan di minggu pertama dengan perkenalan kepada beberapa pengurus seperti Ibu Ida Halanita Damanik, S.Hut selaku ketua, Bapak Gokma Nainggolan, S.H (sekretaris), dan Kak Evi Meldawati Lubis, A.Md (bendahara) yang merupakan pengurus inti di lembaga tersebut, dan disambung dengan pemaparan singkat hal ihwal lembaga tersebut.

Ibu Ida, atau akrab disapa Bunda Ida, mengatakan bahwa lembaga independen yang berfokus pada manajemen kasus anak (kekerasan, penelantaran, maupun perundungan) di wilayah Siantar-Simalungun ini telah berdiri sekitar 5 tahun yang lalu, dan dibawah kepemimpinan Bunda Ida sendiri telah berjalan sejak 2 tahun terakhir.

Lembaga independen disini maksudnya, lembaga yang tidak terikat, bersifat netral, dan cenderung berbasis pada kegiatan charity (amal). Sumber pendanaan kegiatan lembaga ini berasal dari kantong pribadi para pengurus. Hebat! patut diacungi jempol.

"LPA P. Siantar terbuka bagi tangan-tangan donatur yang ingin berpartisipasi dalam kelancaran pelayanan lembaga anak ini," tutur Bu Ida waktu itu.

Lebih lanjut praktikan diberitahu mengenai program kegiatan dan langkah-langkah apa saja yang sedang dan akan dijalankan kedepannya oleh lembaga tersebut.

Di bulan April, kegiatan perdana praktikan diawali dengan turun ke lapangan. Sudah menjadi schedule rutin lembaga mengunjungi anak dampingan yang kasusnya pernah tertangani oleh pihak lembaga sendiri.

Kali ini Novri bersama tim LPA mengunjungi rumah seorang anak dampingan LPA di sebuah daerah di Siantar.

Disitu mereka menanyakan kabar si klien serta sudah sejauh apa perkembangan si klien sejak pemutusan hubungan antara klien dan lembaga (pendamping).

Tak lupa Novri mencatat segala informasi dan data anak tersebut dari narasumber, yaitu pihak keluarga sendiri.

Berbekal catatan dari para klien yang pernah dikunjungi, praktikan memulai rutinitas 1x seminggu dalam menyusun laporan-laporan yang berkaitan dengan keperluan LPA yang kemudian diteruskan ke sekretaris lembaga serta direvisi dahulu sebelum dipublish untuk keperluan media.

Pada akhir april, lembaga mengadakan sosialisasi sekaligus kegiatan bagi-bagi masker. Disini praktikan dengan antusias mengikuti kegiatan dengan lokasi berada di seputaran kota Siantar. Tepat di lokasi, Novri mulai menyasar kepada anak-anak jalanan dan mulai membagikan masker, lalu menanyai sekilas dan mencatat kondisi kehidupan mereka selama berada di jalanan, untuk kemudian dilakukan pembinaan.

Praktikan menuturkan, tanpa adanya penanganan & pengawasan rutin dari Dinsos maupun Satpol PP, dikhawatirkan banyaknya anak jalanan di area tersebut akan meresahkan masyarakat setempat.

Agenda lanjut dari praktikan sendiri yaitu penempelan poster di sekretariat lembaga. Poster ditujukan untuk masyarakat di sekitar yang notabene daerah ramai anak, sehingga harapannya, poster dengan tema "child abuse" bisa menjadi pengingat bagi setiap orangtua untuk selalu menjaga serta menanamkan pola asuh authoritative yang baik kepada anak.

Di bulan Mei, praktikan ditugaskan ketua lembaga ke Polres Siantar menemui bagian PPA untuk menanyakan perkembangan kasus seorang anak.

Tidak banyak informasi yang didapat oleh praktikan, karena bukan sembarang konsumsi publik, tetapi barang secuil informasi yang boleh didapat menjadi bahan laporan praktikan ke LPA.

Pada bulan yang sama, lembaga menerima laporan dari seorang warga tentang seorang anak laki-laki terlantar di salah-satu daerah di Siantar, lalu membawanya ke sekretariat LPA.

Praktikan dan ketua lembaga lalu membawa si anak ke Polres Siantar untuk kemudian diproses lebih lanjut.

Ketua LPA dan pihak Polres berinisiatif untuk dibawa ke Dinas Sosial Siantar agar mendapat rujukan ke panti anak. Akan tetapi si anak menolak dengan alasan masih memiliki sanak saudara dekat dan mengetahui alamatnya.

Setelah diskusi beberapa saat, Polres pun memutuskan untuk mengantarkannya ke alamat yang dituju.

Perlu diketahui, dalam Ilmu Kesejahteraan Sosial, dikenal yang namanya Intervensi Sosial. Intervensi Sosial merupakan metode yang digunakan social worker (pekerja sosial) dalam praktik di lapangan pada bidang pekerjaan sosial, guna memperbaiki, membangun, memulihkan, dan meningkatkan keberfungsian sosial sasaran intervensi (mikro, mezzo, dan makro).

Praktikan menggunakan level pekerjaan sosial terkecil, intervensi mikro (individu) dalam menangani kasus seorang klien, yang dibingkai dengan nama "Mini Project".

Sebut saja klien Novri, PB, seorang anak perempuan berusia 12 tahun. Intervensi berlangsung selama 5 minggu (Mei-Juni). Praktikan memilih tahapan intervensi secara general (umum), dengan penjelasan sebagai berikut:

Tahap 1: Assesment

Pada tahap ini, praktikan menggali data dan informasi klien guna mengungkap masalah yang dihadapi baik penyebab serta potensi yang ada pada diri individu. Teknik yang dilakukan adalah teknik wawancara dan observasi, yang dilakukan sebanyak 5 kali (wawancara sebanyak 3x, sisanya 2x observasi lingkungan tinggal klien).

Berdasar hasil assesment, praktikan mulai mengidentifikasi dan menghubungkan masalah melalui metode pohon masalah (analisis prioritas masalah) dan tools ecomap (analisis hubungan klien dengan keluarga & lingkungannya). Diketahui permasalahan klien yaitu hubungan antara klien dengan orangtua yang buruk, kurang perhatian membuat prestasi sekolah merosot, aktivitas anak tidak terkendali (kecanduan gadget), dan mulai menarik diri dari peer group sehingga menjadi ansos (anti sosial). Tetapi ada potensi lebih si klien dalam seni gambar, terbukti dengan banyaknya tumpukan gambar hasil kreativitas si klien yang pernah ditunjukkan.

Tahap 2: Perencanaan

Disini Novri mulai merancang kegiatan (program) pilihan sebagai bentuk proses pertolongan bagi si klien, dengan rincian sebagai berikut.

- Merancang dan memfasilitasi program belajar mengajar (MatDas, English Fun, social hope) dengan schedule dikondisikan sesuai kebutuhan

- Play and Draw, kreasi belajar kolaborasi praktikan dan klien

- Berdasar teori minat bakat (Horward Gardner), perlunya motivasi dalam mengaktualisasikan sebuah bakat. Disini Novri mencanangkan program network sharing.

- Sharing with family

Tahap 3: Intervensi

Pada tahap ini, proses pelaksanaan program mulai dilakukan. Pelajaran dasar seperti matematika, bahasa Inggris dan ilmu pengetahuan sosial mulai rutin diajarkan oleh praktikan, dengan berbekal media papan tulis dan buku cetak.

Diskusi mengenai tugas-tugas sekolah klien yang sulit serta apa saja aktivitas dan kendala setiap hari di rumah. Selain itu, untuk mengembangkan bakat klien, praktikan memberi buku-buku gambar lengkap dengan colouringnya, dimana Novri akan menyeleksi kreasi paling menarik dan coba dikirim ke penyelenggara lomba yang didapat via media online (network sharing).

Selain itu, praktikan mengajari klien untuk memanfaatkan gawainya dengan metode play and draw, dengan teknis dimana praktikan membimbing si klien dalam mendownload aplikasi pengasah keterampilan seni, seperti Toodler dan Lets Draw untuk selanjutnya dituangkan ke kertas gambar.

Selain itu, Novri juga meluangkan waktu berdiskusi dengan ibu atau nenek klien, menjelaskan perkembangan klien selama proses inetervensi, sekaligus perlahan mengenalkan istilah pola asuh orangtua yang tepat, atau biasa disebut pola asuh "authoritative", yang menekankan pendekatan hangat pada anak, menjadi motivator yang baik bagi anak serta memiliki kendali diri yang baik (bentuk model cerita).

Tahap 4: Dampak/Hasil

Setelah tahapan intervensi selesai, terlihat hasil yang cukup memuaskan. Rasa percaya diri si anak dengan lingkungan dan peer group mulai meningkat, motivasi si anak dalam belajar berangsur membaik, dan bakat seni menggambarnya berbuah positif, ditunjukkan antusias yang tinggi oleh klien dalam mengikuti setiap perlombaan yang direkomendasikan praktikan dan selalu melatih diri dengan membuat project gambar setiap harinya.

Tahap 5: Terminasi

Praktikan melihat tujuan yang diharapkan sudah tercapai, sehingga pemutusan hubungan dengan klien akhirnya dilakukan. Ibu si klien pun beri apresiasi pada praktikan, dan tak lupa praktikan juga beri reward kepada klien atas semangat belajar dan dedikasinya di dalam mini project praktikan.

Demikian sumbangsih yang Novri (praktikan) bisa lakukan dalam rangkaian kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di masa pandemi covid-19 ini. Walaupun imbasnya terasa hingga ke dunia pendidikan, harapannya pandemi ini tidak menyurutkan semangat dan langkah seorang mahasiswa untuk terjun langsung di dalam masyarakat.

Mahasiswa adalah elemen dari masyarakat, hidup di masyarakat, dan memiliki cita-cita mulia yakni memperjuangkan aspirasi masyarakat, dengan catatan tetaplah patuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir, tetapi persoalannya, belajar tidak selalu melihat kondisi dan tempat, tetapi kemauan untuk terus mengasah dan meningkatkan kemampuan diri serta mampu membawa manfaat bagi sekitar kita.
Editor: Budi

T#g:FisiplpaPematangsiantarUSU
Berita Terkait
  • Minggu, 05 Sep 2021 11:25

    Pedagang Kopi Siantar Menolak Keras Perpanjangan PPKM Level 4

    Puluhan pedagang kopi dari sejumlah coffe shop di Kota Pematangsiantar angkat suara dengan adanya kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah, mereka menyerah akibat dampak diberlakukannya PPKM level 4,

  • Jumat, 03 Sep 2021 13:43

    Kota Pematangsiantar PPKM Level 4 Covid-19, Warga Unjukrasa Salahkan Walikota

    Unjukrasa kembali terjadi di Pematangsiantar. Kali ini dilakukan oleh Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pematangsiantar Bersama (AMSB), Kamis (2/9) kemarin. Sebelum menggelar

  • Kamis, 02 Sep 2021 06:02

    Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil di RS USU

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 secara masif untuk ibu hamil. Hal itu ditandai dengan acara Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil unt

  • Rabu, 01 Sep 2021 20:41

    Unjukrasa Pedagang Pasar Horas Siantar, Tuntut Walikota Lakukan Ini

    Aksi unjukrasa spontanitas dilakukan oleh para Pedagang dan P4B (Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu) di Pasar Horas Pematang Siantar, Rabu (1/9) Siang. Unjukrasa yang dilakukan sebagai

  • Rabu, 25 Agu 2021 18:55

    PPKM Level 4, GMKI dan Milton Ministry berbagi beras dan masker

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Pematangsiantar- Simalungun beserta tim yang tergabung dalam Milton Ministry berkolaborasi untuk berbagi beras dan masker kepada masyarakat, khususnya

  • Minggu, 22 Agu 2021 07:02

    BPC GMKI Pematangsiantar- Simalungun Minta Seluruh Komisariat Perkuat Eksistensi

    Pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar- Simalungun melakukan konsolidasi organisasi dalam bentuk diskusi dengan mengangkat topik "Memperkuat Eksistensi Organisasi D

  • Sabtu, 21 Agu 2021 09:01

    Turun ke Jalan Soal PPKM Level 4 di Pematangsiantar, Ini Tuntutan GMKI

    Di tengah situasi pandemi Covid-19 di seluruh dunia dan kebijakan pemerintah untuk menerapkan PPKM Level 4 di Kota Pematangsiantar, massa dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menggelar aksi

  • Jumat, 20 Agu 2021 06:20

    GMKI Menilai Penanganan Covid-19 di Pematangsiantar Semrawut

    Penanganan pandemi Covid-19 oleh Satuan Tugas (Satgas) Kota Pematangsiantar mendapat sorotan tajam dari Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Pematangsiantar-Simalungun, Juwita Theresia Panjaitan

  • Selasa, 10 Agu 2021 19:30

    Lepas 76 Personil BKO ke Pematangsiantar, Kapoldasu: Sosialisasikan Prokes Kepada Masyarakat

    Kapolda Sumut berikan arahan dan pembekalan kepada 76 Personel Polda Sumut yang BKO dalam rangka penanganan penyebaran Covid-19 di Kota Siantar, Selasa (10/08/21), di Lapangan KS Tubun Polda Sumut.Dal

  • Rabu, 04 Agu 2021 19:24

    Lagi-lagi Ditemukan Warga P. Siantar Terkonfirmasi Covid 19 Di Pos Penyekatan TWI Sitinjo

    Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting, S.I.K, M.H Melalui Kasat Lantas Polres Dairi AKP Herliandri, SH membenarkan tentang ditemukannya seorang warga kota Pematang Siantar yang terkonfirmasi Covid 19

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak