Selasa, 14 Jul 2026
Harumkan Nama Indonesia di Kancah Internasional, Kolonel Achmad Fikri Jadi Prajurit TNI Pertama Lulus dari Lemhannas Yordania
Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Adimsi Selasa, 16 Jun 2026 20:06
(Dispenad)

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan prajurit TNI Angkatan Darat di tingkat internasional. Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, S.I.P., M.Si., berhasil menyelesaikan pendidikan di Royal Jordanian National Defence College (RJNDC) Yordania dan menjadi prajurit TNI pertama yang menuntaskan pendidikan di lembaga setingkat Lemhannas tersebut.

Tidak hanya menyelesaikan pendidikan strategis, Kolonel Achmad Fikri juga berhasil meraih gelar Master in Management and Strategic Studies dengan predikat Excellent, sebuah capaian yang menunjukkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia TNI AD di lingkungan pendidikan internasional.

Prosesi wisuda sekaligus penutupan pendidikan RJNDC Angkatan ke-23 Tahun Akademik 2025–2026 berlangsung di Amman, Yordania, pada Senin (15/6/2026). Acara tersebut dipimpin langsung oleh Faisal bin Al Hussein, adik kandung Raja Yordania, dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi Kerajaan Yordania serta perwakilan negara-negara sahabat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Duta Besar Republik Indonesia untuk Yordania dan Palestina, Ade Padmo Sarwono, yang memberikan dukungan dan apresiasi atas capaian yang diraih perwira TNI AD tersebut.
Royal Jordanian National Defence College, yang sebelumnya dikenal sebagai Royal Jordanian War College (RJWC), merupakan lembaga pendidikan strategis nasional Yordania yang memiliki fungsi serupa dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Indonesia. Institusi ini bertugas menyiapkan calon pemimpin sipil dan militer yang akan berperan pada tingkat strategis nasional.

Program pendidikan RJNDC berlangsung selama satu tahun akademik, dimulai pada 29 Juni 2025 dan berakhir pada 15 Juni 2026. Selama masa pendidikan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai isu strategis yang berkaitan dengan keamanan nasional dan global.

Pada tahun akademik 2025–2026, RJNDC diikuti oleh 146 peserta. Jumlah tersebut terdiri atas 74 peserta asal Yordania dan 72 peserta internasional yang berasal dari 13 negara sahabat, yakni Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Oman, Mesir, Indonesia, Bahrain, Maroko, Pakistan, Amerika Serikat, Jerman, Nigeria, dan Tanzania.

Di tengah persaingan akademik yang ketat, Kolonel Achmad Fikri tidak hanya berhasil menyelesaikan program pendidikan utama RJNDC. Ia juga menjadi bagian dari kelompok peserta yang mengikuti program magister yang diselenggarakan kampus tersebut.
produk kecantikan untuk pria wanita

Dari total 146 peserta, hanya sekitar 70 orang yang mengambil program akademik lanjutan dan berhak memperoleh gelar Master in Management and Strategic Studies. Keberhasilan Kolonel Achmad Fikri meraih gelar tersebut menjadi bukti kemampuan akademik sekaligus profesionalisme prajurit TNI AD di tingkat internasional.

Selain gelar magister, perwira menengah TNI AD itu juga berhasil memperoleh Postgraduate Diploma in National Resource Management and Military Sciences atau Diploma Pascasarjana Manajemen Sumber Daya Nasional dan Ilmu Militer.

Keberhasilan tersebut menjadi tonggak sejarah bagi TNI. Pasalnya, Kolonel Achmad Fikri tercatat sebagai prajurit TNI pertama yang mengikuti sekaligus menyelesaikan pendidikan di Royal Jordanian National Defence College Yordania sejak lembaga tersebut membuka kesempatan bagi peserta internasional.

iklan peninggi badan
Capaian ini sekaligus mencerminkan kualitas sumber daya manusia TNI AD yang mampu beradaptasi, bersaing, dan berprestasi di lingkungan pendidikan strategis dunia. Prestasi tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Indonesia di forum pendidikan militer internasional.

Pendidikan di RJNDC memberikan bekal yang sangat penting bagi para peserta dalam memahami berbagai isu strategis kontemporer. Materi yang diajarkan mencakup keamanan nasional, geopolitik, geostrategi, hubungan internasional, manajemen sumber daya nasional, hingga proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan strategis.

Melalui pendidikan tersebut, para peserta dipersiapkan untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks dan dinamis, baik pada level nasional, regional, maupun global.

Keikutsertaan prajurit TNI AD dalam berbagai lembaga pendidikan strategis dunia merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan berwawasan global. Pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh diharapkan mampu memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta mendukung pembangunan kekuatan pertahanan negara yang semakin modern dan berdaya saing di masa depan.
busana muslimah
Berita Terkini
Index
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later