Minggu, 25 Agu 2019 06:11
  • Home
  • Pemilukada
  • Sineas Muda Merasa Djoss yang Mampu Menjawab Seniman Film

Sineas Muda Merasa Djoss yang Mampu Menjawab Seniman Film

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Jumat, 09 Mar 2018 00:59
Dok
Sineas film kota Medan di malam kreativitas yang digelar relawan Djarot Untuk Sumatera Utara (Djuara)

Sineas muda Kota Medan, Satria Dedek Suhangga angkat bicara soal Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut 2018 ini, dengan menjatuhkan pilihannya kepada Pasangan Calon (Paslon) Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Bukan tanpa alasan bagi pria yang akrab disapa Angga ini lebih menjagokan Djarot-Sihar (Djoss) untuk memimpin Sumut 2018-2023 mendatang. Hal ini lebih kepada keyakinannya sebagai seniman, bahwa kedua sosok itulah yang mampu menjawab dari semua pertanyaan para seniman perfilman Medan khususnya, dan Sumut umumnya. "Saya merasakan dan melihat, ada harapan kepada Pak Djarot dan Pak Sihar. Harapan yang bisa memberikan wadah dan apresiasi karya para seniman perfilman. Juga dukungan kepada anak muda atas karya-karya kreatif," ungkap Angga saat hadir di malam kreativitas yang digelar relawan Djarot Untuk Sumatera Utara (Djuara) di Rumah Pemenangan Relawan Djarot-Sihar Jalan Hayam Wuruk, Medan, Rabu (7/3/2018) malam.

Acara yang mengusung tema 'Yang Muda, Yang Becakap' itu juga turut dihadiri Tim Kampanye Djarot-Sihar Dame Tobing, Koordinator Rumah Relawan Djarot-Sihar Meynarti Bangun, istri kader PDI Perjuangan Akhyar Nasution, Ny Hj Nurul Khairani Lubis, serta tim relawan lainnya yang memadati lokasi acara.

Angga mengaku, hal ini juga tak terlepas dari pengalaman pahitnya, saat memenuhi undangan sebagai filmmaker di Jogjakarta, beberapa waktu lalu. Tentu dukungan dari pemerintah diharapkannya memenuhi undangan tersebut. Sayang, hal tersebut tak mendapat jawaban dari pemerintah. "Pemerintah pun tidak memberikan support. Ini saya alami langsung, mewakili Medan dan sebagai filmmaker, kami menyerahkan dan meminta support, tapi tidak ada respon," kenangnya.

Angga menilai, kondisi perfilman di Sumut ini sangat miris. Kurang responnya pemerintah membuat seniman film berjalan sendiri. Kondisi ini pula yang membuat persaingan seniman film Medan maupun Sumut kalah jauh dibandingkan dengan di Pulau Jawa. "Selama ini kita sebagai individu filmmaker di Medan saling dorong-dorongan," akunya.

Angga juga berbagi kisah soal pembuatan film pendek berjudul 'Freedom' untuk mengikuti Festival Film SCTV 2015 lalu. Lokasi pembuatan film di Sabang ini, mengisahkan perjalanan tiga sahabat yang saling mengingatkan dan saling mengisi. 

Pemeran utama, Aris, terjerat dalam lingkaran hitam narkoba. Tak ingin terjerumus lebih dalam, kedua sahabatnya tak henti membuatnya sadar.

Meski penuh pertentangan, akhirnya Aris memberanikan diri dan menunjukkan kepada temannya jika sudah berhenti mengonsumsi narkoba dan ingin kembali dalam rangkulan kedua sahabatnya itu. "Film ini proyek ekspres, tanpa ada persiapan yang harus dilakukan dalam pembuatan film dan kami harus mengejar pembuatan film dalam 8 hari, sebelum pendaftaran ditutup," ujar Angga.

Katanya, saat itu ia bersama teman-temannya tengah berlibur di Sabang. Tak mengenal lokasi sekitar, menjadikan pembuatan film dengan memaksimalkan penginapan mereka. Hal ini ditambah dengan tak adanya pengalaman yang dimiliki teman-temannya dalam dunia seni peran. "Inilah makanya kami memberikan judulnya Freedom. Freedom karena dari proses pembuatannya yang bebas. Film ini menunjukkan kepada masyarakat, jangan men-judge (menghakimi) seseorang tanpa mengenal sifat seseorang itu," pungkas Angga.
Editor: Herda

T#g:Film
Berita Terkait
  • Sabtu, 27 Apr 2019 06:27

    Pusjarah TNI Gelar Nobar Film Kesejarahan dan Jelajah Museum 2019

    Pusat Sejarah Tentara Nasional Indonesia (Pusjarah TNI) bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) Film Kesejara

  • Selasa, 12 Mar 2019 16:12

    Kapusjarah TNI: Pacitan Bagian Penting Strategi Perang Gerilya Jenderal Soedirman

    Strategi perang gerilya yang dimulai dari kota Yogyakarta hingga desa Sobo, Pacitan dipimpin oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman dilaksanakan mulai bulan Desember 1948 hingga Juli 1949. Strategi in

  • Jumat, 22 Feb 2019 17:22

    Kapusjarah TNI: Alur Film The East Indies Harus Sesuai Sejarah Kemerdekaan Indonesia

    Alur cerita dan setting pembuatan film The East Indies yang dilaksanakan oleh pihak penyelenggara pembuatan film di beberapa wilayah lokasi shooting harus sesuai dengan Sejarah Kemerdekaan Indonesia.D

  • Minggu, 10 Feb 2019 11:20

    Viu Indonesia Umumkan Dimulainya Viu Pitching Forum 2019; Penayangan Perdana Pemenang 2018 "Knock Out Girl"

    Viu Pitching Forum menunjukkan komitmen Viu terhadap bangsa Indonesia dalam membangun ekosistem yang memberdayakan industri konten guna berkontribusi secara signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasiona

  • Rabu, 21 Feb 2018 14:21

    Sihar Nonton Black Panther di Sun Plaza

    Suasana bioskop Cinemaxx yang berada di Sun Plaza, Medan mendadak riuh, Selasa (20/2/2018). Keriuhan yang terjadi bukan karena ada peristiwa atau apa pun yang membuat ketenangan pengunjung terusik. Me

  • Rabu, 21 Feb 2018 11:21

    Sihar Jadi Objek Swafoto di Sun Plaza

    Tidak peduli siapapun orang yang ia temui, kehangatan dan keakraban selalu  ditunjukkan oleh Sihar Sitorus. Hal itu terlihat di beberapa kesempatan saat dirinya berada di suatu tempat.Hal itu pun

  • Selasa, 20 Feb 2018 23:30

    Film The Lawyers, Jadi Pembuktian Tengku Rina Si Gadis Medan

    Di luar Pulau Jawa, eksistensi Kota Medan dalam mencetak aktor dan aktris berbakat yang siap bersaing di ibukota, tak perlu diragukan lagi tentunya.Sebut saja nama Michelle Zudith yang kini beken di k

  • Kamis, 01 Feb 2018 18:41

    Tengku Erry: Film Catatan Soekarno Kenalkan Kearifan Lokal Sumut

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menyambut gembira rencana Persatuan Artis Film Indonsia (Parfi) Sumatera Utara membuat film tentang Catatan Soekarno di Tanah Karo dan Danau Toba.Menurut Gubsu, film dengan te

  • Sabtu, 23 Sep 2017 19:33

    Kodim 0824 Bersama Koramil Jajaran Fasilitasi Nobar Filem G30S/PKI

    Mendengar rencana pemutaran film G30S/PKI yang dilaksanakan 20-30 September 2017 oleh Kodim 0824 Jember bersama Koramil Jajaran, antusias generasi muda maupun masyarakat cukup tinggi terhadap rencana

  • Kamis, 21 Sep 2017 10:31

    Ribuan Siswa Padati GOR Lubuk Pakam, tonton film "Selembar Itu Berarti"

    Ribuan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) memadati Gelanggang Olahraga (GOR) Lubuk Pakam pada Rabu (20/9/2017). Ribuan pelajar ini menyaksikan pemutaran film 

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak