Kamis, 16 Apr 2026

Berbalik.... Survey Terkini, Djarot-Sihar Tinggalkan ERAMAS dengan selisih 5,6%

Medan (utamanews.com)
Oleh: Sam Kamis, 10 Mei 2018 18:30
Survey Pilkada.org
 Dok Pribadi

Survey Pilkada.org

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nomor Urut 2, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus mengungguli pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dalam survei di media sosial, yang dilakukan di website http://pilkada.org/survey/

Amatan media ini, per hari Rabu tanggal 9 Mei 2018, pukul 11.50 wib, Djarot-Sihar meraih 52,8% suara mengalahkan pasangan Edy-Musa yang dipilih oleh 47,2% netizen.

Menanggapi hal ini, pegiat media sosial, Eko Marhaendy, yang terkenal dengan video viralnya berjudul "Kombur Politik Warkop Konstituen," menyatakan keunggulan ini sebagai titik kulminasi dari menguatnya partisipasi 'undecided voter' yang mulai memberikan keputusan. "Netizen itu kan bisa diklasifikasikan sebagai 'pemilih cerdas,' meski tidak bisa digeneralisir" jelasnya pada media ini, Kamis (10/5/2018).

"Mereka lebih berpeluang melakukan analisa dan perbandingan karena banyak membaca dan menerima informasi," tambah Eko lagi.

Menurut Eko, angka 'golput' sebenarnya lebih banyak disumbangkan oleh 'pemilih cerdas' dibandingkan masyarakat awam yang lebih pragmatis. Mereka sering mengasumsikan pilihan politik sebagai kesia-siaan karena tidak ada perubahan berarti yang bisa dbuat para pelakunya. Ia menegaskan fenomena meningkatnya elektabilitas Djarot-Sihar sebagai perulangan dari situasi Pilpres 4 tahun silam. "Dulu Jokowi juga kan banyak diserang berbagai isu yang membuat elektabilitasnya menurun. Tapi ada harapan baru untuk untuk Indonesia pada diri Jokowi, situasi itu yang pada akhirnya mendongkrak partisipasi pemilih sehingga kondisinya berbalik arah" jelas Eko.

"Hasil survei beberapa bulan terakhir memang sangat riskan, elektabilitas Djarot-Sihar masih berada di bawah Edy-Ijeck. Situasi itulah yang mendorong undecided voter (Netizen) mengambil keputusan yang mempengaruhi peningkatan elektabilitas Djarot-Sihar," pungkasnya.

Sebelumnya, 4 lembaga survey yang melakukan penelitian terhadap potensi kemenangan Pasangan Calon Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada Sumatera Utara, memperlihatkan bahwa elektabilitas Djarot-Sihar, terus mengalami peningkatan.

Hal ini berbeda dengan elektabilitas pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah yang masih terbilang kumulatif. Dalam survey terakhir yang baru diumumkan lembaga riset PRC, elektabilitas DJOSS berada di angka 38,4 persen. Selisih 10,3 persen dengan ERAMAS yang berada di angka 48,7 persen.

Dan yang paling akhir hasil survey dari lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang diekspos oleh perwakilannya, Ade Mulyana, pada 27 April 2018, selisihnya ERAMAS vs Djarot-Sihar hanya tinggal 10%.

Hal ini sudah diprediksi sebelumnya oleh pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara, Dadang Darmawan yang mengatakan, ektabilitas Edy Rahmayadi, yang tinggi sejak awal kini tidak kelihatan lagi. "Karena, Djarot berhasil mengidentifikasi kelemahan yang ada pada mereka. Dan adanya faktor eksternal yang turut mempengaruhi suara Djarot, yakni Relawan Jokowi," kata Dadang, Jumat (20/4).

Lebih jauh lagi, menurut Dadang, Pasangan ERAMAS seperti tidak punya strategi lain selain strategi agama. "Jadi mereka kehilangan variabel-variabel pengaruh yang lain. Jadi hanya satu variabel saja yang dominan. Dan itu, seolah-olah kalau menurut yang kita lihat, terjebak pada opini yang dikembangkan di tengah-tengah masyarakat, bahwa satu-satunya cara agar ERAMAS bisa menang adalah dengan isu agama," ujarnya.

Editor: Herda
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️