Sabtu, 19 Okt 2019 18:15
  • Home
  • Opini
  • Waspada Radikalisme di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat

Waspada Radikalisme di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat

Medan (utamanews.com)
Oleh: Usman Hamid, pengamat sosial politik
Minggu, 28 Jul 2019 03:28
@jupari2019
Meme
Momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS tampaknya akan kurang seru jika acara tersebut tidak diselingi dengan promosi kegiatan ekstrakurikuler. Promosi tersebut dimaksudkan agar para siswa baru yang ingin mengaktualisasikan dirinya memiliki wadah yang positif.

Salah satunya adalah MAN 1 Sukabumi yang mengadakan MPLS dan tak lupa acara promosi kegiatan esktra-pun disisipkan dalam acara tersebut. Namun ada hal yang cukup mengejutkan ketika Kelompok Ekstrakurikuler Remaja Islam Masjid Al- Ikhlas (Kharisma) mengibarkan bendera khilafah saat acara MPLS atau MATSAMA (masa taaruf siswa madrasah) berlangsung.

Aksi tersebut pun sontak mendapatkan sorotan dari kalangan netizen. Aksi tersebut juga sudah dibenarkan oleh kepala sekolah MAN 1 Sukabumi, Pahrudin. Dirinya juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Sukabumi terkait dengan berkibarnya bendera tersebut.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ade Sepudin membeberkan penjelasannya, bahwa anak didiknya tidak mengerti atas bendera yang mereka kibarkan, yang mereka tahu bendera tersebut adalah kalimat tauhid dan hanya digunakan untuk meramaikan acara MPLS dengan atribut keislaman. Bendera tersebut dimaksudkan untuk mempromosikan kegiatan ekskulnya.


Ade juga menjelaskan, bahwa saat itu sedang ada MPLS, dimana kegiatan tersebut dilaksanakan mulai dari hari Senin hingga hari Jumat, dengan materi yang disampaikan berdasarkan juklak.

Dirinya juga menjelaskan bahwa pengibaran bendera tersebut, merupakan ide tunggal yang muncul dari salah seorang siswa, dengan pemahaman bahwa yang dikibarkannya adalah bendera tauhid. Peristiwa tersebut terjadi ketika para guru sedang berkonsentrasi ke workshop yang juga dilaksanakan bersamaan dengan waktu MATSAMA.

Atas kejadian tersebut Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengatakan tidak ada tindak pidana terkait pengibaran bendera yang diduga memuat simbol khilafah. Karena pihaknya mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena ketidaktahuan siswa MAN 1 Sukabumi.

Sementara itu Kepala Kemenag Kabupaten Sukabumi, Abas Rusmana mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan dengan meminta kepala sekolah supaya mendampingi setiap kegiatan siswa. Adapun bendera tersebut sudah diamankan di Mapolsek Cibadak.


Dari peristiwa tersebut, tentu kita memunculkan sebuah tanda tanya besar, kira- kira darimana siswa tersebut mendapatkan bendera tersebut, apakah dari sekian banyak anggota ekskul sama sekali tidak ada yang mengetahui bahwa bendera tersebut identik dengan Ormas HTI yang telah dibubarkan oleh pemerintah? Kita berharap semoga lingkungan sekolah dapat terbebas dari segenap paham radikalisme.

Dari peristiwa ini pula, sekolah juga mendapatkan PR besar untuk senantiasa mendidik muridnya agar menjadi seseorang yang tidak hanya pandai dalam hal keilmuan, tetapi juga menjadi pribadi yang cinta terhadap tanah air dan memiliki wawasan kebangsaan yang memadahi.

Waspada akan radikalisme juga ada di kota Padang, tepatnya di kecamatan Padang Barat. Seorang berinisial N (39) diamankan oleh petugas Densus 88. Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Syamsi juga telah membenarkan berita tersebut. Namun pihaknya belum berinci detail operasi penangkapan tersebut.

Berdasarkan informasi yang ada, tim Densus 88 telah melakukan penggeledahan di salah satu rumah warga di kelurahan Berok Nipah, Padang. Rumah tersebut merupakan rumah milik N yang sudah berpuluh- puluh tahun tinggal di daerah tersebut. Penggeledahan berlangsung selama setengah jam dari pukul 15.10 hingga pukul 16.20 WIB.


Dari penggeledahan tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah barang elektronik seperti laptop, telepon genggam dan kaset yang bertuliskan bom.

Ketua RT setempat juga tidak mengetahui secara pasti tentang kasus apa yang menjerat salah seorang warga tersebut. Namun disinyalir N yang bekerja menjual garam tersebut merupakan salah satu anggota dari jaringan terorisme.

Sementara itu Refianti yang merupakan ketua RW setempat juga mengatakan bahwa pemilik rumah berinisial N tersebut, berperilaku normal saja dan dalam kesehariannya pun biasa, N tampak seperti warga yang lain dan sering juga berkomunikasi.

Dari berita tersebut, ada sebuah hal yang patut dicurigai, yaitu adanya barang seperti laptop dan kaset yang bertuliskan bom. Jika ada hal seperti itu, maka pihak detasemen 88 tidak akan pandang bulu dalam menangkap para terdakwa terosis.

Dalam menangani kasus seperti ini tentu dibutuhkan peran serta masyarakat untuk meredam virus radikalisme di kalangan masyarakat. Setidaknya mulai dari lingkungan seperti keluarga.

Editor: Iman

T#g:radikalisme
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 22 Jul 2019 03:22

    Peran serta media massa dan generasi muda Dalam Menjaga Persatuan Bangsa Pasca Pemilu

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) secara resmi telah menetapkan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada 30 Juni 2019. Penetapan tersebut berdasarkan hasil

  • Rabu, 01 Mei 2019 03:01

    Hati-hati Masjid Berpaham Radikal

    Pada awalnya, alasan utama dari radikalisme agama atau gerakan- gerakan Islam garis keras tersebut adalah dilatarbelakangi oleh politik lokal dari ketidakpuasan politik, keterpinggiran politik dan sem

  • Selasa, 02 Apr 2019 15:02

    Waspada Radikalisme di Tengah Euforia Pemilu

    Pemilu merupakan wujud dari sebuah negara untuk menunjukkan eksistensinya dalam sistem demokrasi dalam rangka mencari pemimpin pilihan rakyat. Namun Pemilu kali ini juga mendapatkan sorotan dari beber

  • Selasa, 26 Feb 2019 17:06

    Radikalisasi Masjid, Ancaman Nyata Bangsa Indonesia

    Di Indonesia tempat ibadah yang terpapar radikalisme juga cukup meresahkan, dimana dari hasil survei yang dilakukan oleh P3M NU menunjukkan sebagai early warning untuk ditindaklanjuti dengan pendalama

  • Rabu, 13 Feb 2019 01:13

    Generasi Muda dan Radikalisme Tempat Ibadah

    Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah menegaskan bahwa generasi muda harus memahami soal radikalisme dan ekstrimisme. Tujuannya agar bisa menangkis penanaman paham tersebut dari oknum p

  • Minggu, 16 Des 2018 15:16

    Gencarnya Pemerintah Menangkal Radikalisme

    Maraknya penyebaran paham radikal semakin masif di tanah air. Tidak hanya di wilayah pelosok saja, kini penyebaran paham radikal sudah mulai bergerak di lingkungan aparat maupun lembaga pemerintah.&nb

  • Kamis, 06 Des 2018 21:26

    Pendidikan Sekolah Melawan Paham Radikalisme Di Indonesia

    Fenomena pemahaman radikalisasi relatif terabaikan pada tahap awal rantai pengaruh radikalisasi pada usia remaja di institusi/lembaga pendidikan sekolah. Para kalangan akademisi dan pengamat masih fok

  • Minggu, 28 Okt 2018 18:18

    Ponpes Jabal Noor Deli Serdang Bahas Isu Radikalisme dan Islam

    Sebagai pemuda Islam yang mendalami ajaran agama, kita harus mampu menjadi benteng pertahanan untuk keutuhan persatuan bangsa Indonesia dan agama Islam. Umat Islam harus bersatu, jangan saling menyala

  • Jumat, 08 Jun 2018 16:48

    Staf Khusus Menrisetdikti: Tidak Ada Radikalisme dari Kampus

    Tidak ada radikalisme dari kampus, yang ada, orang-orang berpikir radikal masuk ke kampus-kampus mencari teman untuk menyamakan pemahaman tersebut.

  • Jumat, 08 Jun 2018 04:08

    Panglima TNI: Radikalisme Berujung Pada Tindakan Terorisme

    Selaku umat Islam dan bagian dari bangsa yang besar, sebagai warga negara Indonesia harus menyadari adanya radikalisme di sekitar kita. Radikalisme ini berawal dari pemahaman yang salah, yang kemudian

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak