Senin, 19 Apr 2021 01:50
  • Home
  • Opini
  • Waspada Propaganda Separatis Papua di Media Sosial

Waspada Propaganda Separatis Papua di Media Sosial

Batam (utamanews.com)
Oleh: Delina Tokoro)*
Minggu, 06 Des 2020 02:06
@BlogLabor
Ilustrasi
OPM dan KKB sebagai kelompok separatis Papua melakukan berbagai cara agar mereka bisa berpisah dari NKRI. Jika cara gerilya gagal, maka saat ini mereka menggunakan media sosial seperti Facebook untuk membuat propaganda. Tujuannya agar warga sipil Papua mau bergabung dengan OPM, dan juga menarik perhatian dunia internasional.

Kelompok separatis menebar jala ketakutan di media sosial agar makin banyak warga asli Papua yang menghormati mereka. Selain itu, mereka juga menggencarkan propaganda agar makin banyak yang memihak OPM daripada pemerintah Indonesia. Permainan psikologis ini disengaja agar OPM berkibar di dunia maya, karena cakupannya sampai ke luar negeri.

Masyarakat sudah diimbau agar waspada terhadap propaganda OPM. Mereka yang berakal sehat pasti tidak percaya dengan hoax tersebut. Karena propaganda itu minus logika dan terkesan dibuat-buat. Warga asli Papua juga tak mau diajak bergabung dengan OPM dan Republik Federal Papua Barat, karena lebih cinta NKRI.

Salah satu propaganda OPM tahun 2020 ini adalah tentang pandemi covid-19. Mereka membuat status yang berisi berita seolah-olah pemerintah Indonesia sengaja tak melakukan lockdown ketika corona menyerang negeri ini, bulan Maret. Lantas OPM sengaja mengabarkan bahwa bandara dan pelabuhan terus dibuka, sehingga pemerintah abai.


Selain itu, ada pula propaganda tentang KKB (kelompok kriminal bersenjata) berhasil mengelabui aparat dan merampas beberapa jenis senjata api seperti Bazooka. Sehingga kini mereka makin ditakuti karena peralatan perangnya banyak dan lengkap. Padahal dari redaksi kalimatnya ada kejanggalan, karena TNI tidak pernah memiliki senjata seperti itu.

Propaganda yang sudah terlanjur tersebar ini membuat masyarakat asli Papua makin waspada, karena mereka berusaha agar tak terpecah-belah. Jangan sampai ada golongan yang membelot ke OPM dan menghianati NKRI. Karena kaum separatis akan sangat gembira dengan banyaknya kader baru mereka, yang rela memberi uang dan dukungan lain agar Papua merdeka.

Pemerintah sudah mengusut dan menemukan setidaknya 74 akun media sosial yang menyebarkan propaganda. Sebagian dari akun tersebut sudah dinonaktifkan. Pemecahan kasus ini juga bekerja sama dengan pihak perusahaan Facebook dan Twitter dan mereka mau inisiatif untuk membekukan akun tersebut karena terbukti menyebar hoax dan propaganda.


Penonaktifan ini dilakukan agar tak ada efek negatif ke depannya. Karena salah satu keuntungan dari propaganda adalah adanya simpati dari masyarakat internasional. Karena mereka membaca berita tentang penembakan warga sipil di Papua dan ditulis bahwa pelakunya adalah aparat. Padahal itu hoax dan sengaja dibuat OPM agar mereka pro pembebasan Papua.

Masyarakat internasional yang memiliki jabatan akan mencoba mengangkat propaganda ini ke Dewan PBB. Sehingga ada narasi seolah-olah Indonesia berbuat kejam di Papua. Padahal pelaku sebenarnya adalah anggota OPM dan KKB. Seharusnya mereka juga tak mencampuri urusan intern negara lain, apalagi mendukung kemerdekaan Papua, karena tidak punya hak sama sekali.

Warga negara Indonesia yang ada di luar Papua juga jangan sampai termakan propaganda OPM, karena mereka selalu playing victim dan menyalahkan aparat. Padahal anggota TNI sedang melakukan tugasnya, bukan berbuat kekejaman. Jangan malah pro OPM dan malah mengibarkan bendera bintang kejora, karena sama saja dengan menghianati kesetiaan pada NKRI.

Propaganda yang dibuat oleh OPM dan KKB di media soial sengaja dibuat untuk membuat narasi seolah-olah pemerintah menjajah di Papua. Padahal pemerintah pusat sudah memberi banyak fasilitas untuk warga di Bumi Cendrawasih. Seluruh WNI baik di Papua maupun pulau lain jangan percaya dengan propaganda tersebut, karena terbukti hoax.

)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Batam
Editor: Iman

T#g:medsos
Berita Terkait
  • Senin, 29 Mar 2021 21:29

    Ferdinand Hutahaean Kecam Pernyataan Veronica Koman di Medsos

    Politisi Ferdinand Hutahaean mengecam pernyataan Veronica Koman yang mengatakan bahwa anak-anak di Papua Barat di "paksa nasionalis" oleh pemerintah.Dalam pernyataannya itu, Veronica Koman menuding pe

  • Jumat, 26 Mar 2021 22:46

    Di Makodim 0206/Dairi, Mayjen TNI Hassanuddin Pesan Ibu-ibu Persit Bijak Ber-Medsos

    Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanuddin, SIP, MM didampingi Ketua Persit KCK PD I/BB, Ny Dessy Hassanudin beserta Asintel Kasdam I/BB Kol inf A Panjaitan, Asops Kasdam I/BB Kol inf K Sianturi beserta Ibu,

  • Rabu, 24 Feb 2021 20:54

    Akun Medsos posting material terindikasi pidana akan terima 'DM dari virtual police'

    Sesuai dengan 16 program prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo nomor lima, yakni pemantapan kinerja pemeliharaan Kamtibmas, maka Virtual Police hadir sebagai bagian dari pemeliharaan Kamtibm

  • Selasa, 16 Feb 2021 14:56

    Panglima TNI Buka Rapat Pimpinan TNI Tahun 2021

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. membuka Rapat Pimpinan TNI Tahun 2021 yang diikuti 333 peserta dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19, bert

  • Jumat, 12 Feb 2021 09:12

    Pangdam XVII/Cenderawasih Kunjungi Kabupaten Biak dan Yapen

    Untuk lebih dekat dan mengenal anggota Satuan Jajaran, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Biak dan Yapen, Kami

  • Selasa, 12 Jan 2021 20:12

    Pangdam Cenderawasih Minta Prajuritnya Bijak Dalam Bermedia Sosial

    Setelah meresmikan pergantian nama Kodim 1705/Paniai menjadi Kodim 1705/Nabire, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. didampingi Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan, S.

  • Rabu, 30 Des 2020 11:50

    Puluhan Elemen Masyarakat Sumut Kirim Karangan Bunga Dukung Pembubaran FPI

    Puluhan karangan bunga dukung pembubaran Ormas FPI terpajang di sejumlah titik Kota Medan, diantaranya Kantor DPRD Sumut, DPRD Medan dan Lapangan Merdeka, Kamis pagi (31/12/2020).Amatan media ini, Kar

  • Sabtu, 28 Nov 2020 11:18

    Tokoh Jayawijaya Minta Polisi Usut Fitnah Pengganggu NKRI

    Tokoh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Hengky Heselo meminta polisi mengusut kelompok berseberangan yang menyebarkan fitnah pengganggu kesatuan NKRI melalui media sosial Papua.Hengky

  • Selasa, 17 Nov 2020 21:17

    Kapuspen TNI: Perang Saat Ini Adalah Peperangan Informasi Media Sosial

    Perkembangan teknologi media sosial saat ini menjadi wadah yang bisa digunakan untuk apa saja. Perang saat ini lebih banyak kepada peperangan informasi media sosial, tetapi yang jelas kondisi saat ini

  • Senin, 09 Nov 2020 15:29

    Personel TNI Wilayah Kodim 0209/LB Terima Penyuluhan Hukum Dari Kumdam I/BB

    Penegakan hukum dimulai dari penyuluhan hukum yang bertujuan mencegah dan meminimalisasi terjadinya pelanggaran hukum. Ini adalah tema kegiatan penyuluhan hukum yang digelar Kodim 0209/LB di Aula Abdi

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak