Jumat, 03 Jul 2020 21:44
  • Home
  • Opini
  • Waspada Politisasi, Polri Tetap Netral Dalam Pemilu 2019

Waspada Politisasi, Polri Tetap Netral Dalam Pemilu 2019

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ananda Rasti, Pengamat Masalah Sosial Politik
Senin, 15 Apr 2019 03:15
Puspen TNI
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri, Jenderal Pol. Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D., di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/4/2019).
Diketahui AKP Sulman Aziz selaku mantan Kapolsek Pasirwangi Garut, telah memberikan pernyataan di depan sejumlah awak media pada senin 1 April 2019. Dalam konferensi pers tersebut, dirinya mengklarifikasi perihal pernyataan tentang ketidaknetralan Polri menjelang Pemilu 2019. Pernyataan ini disampaikan Sulman didampingi oleh aktivis HAM, Haris Azhar, dalam jumpa pers bersama pada minggu 31 Maret 2019.

Menanggapi hal tersebut, pendiri Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padjajaran Garut, Hasanudin melihat soal keraguan netralitas lembaga dalam Pemilu, bukan hanya terjadi pada lembaga kepolisian. Tapi juga dirasakan oleh TNI, aparat pemerintah hingga KPU.

"Keraguan terhadap netralitas, tentu tidak hanya menimpa kepolisian. Tapi juga TNI, KPU dan Birokrasi. Keraguan ini tidak hanya terjadi pada Pemilu ini, sebelumnya pun demikian," jelas Hasanudin.

Tak lama, Polisi yang telah dimutasi ke Ditlantas Polda Jabar tersebut merevisi pernyataannya saat bersama Haris Azhar.


"Dalam kegiatan tersebut, saya telah melakukan kesalahan. Saya mengatakan bahwa Poltri tidak netral. Itu Saya sampaikan karena saya saat itu sedang emosi. Saya dipindahkan dari jabatan sebelumnya, dari Kapolsek menjadi personel Ditlantas Polda Jabar," tuturnya dengan didampingi Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar.

Hasanudin berharap, peristiwa Sulman Azis tidak dipolitisir terlalu jauh. Apalagi yang bersangkutan telah mengklarifikasi dan mencabut ucapannya soal netralitas Polri. Sebetulnya, menurut Hasanudin semua pihak telah mengetahui persis netralitas Polri dalam pelaksanaan Pemilu. Polri, netral karena tidak memiliki hak suara dalam Pemilu.

Adapun segala aktivitas Polri dalam penyelenggaraan Pemilu, menurut Hasanudin hal tersebut dilakukan semata-mata terkait dengan tugas pengamanan pelaksanaan Pemilu yang melekat pada Polri. Hal tersebut karena pemilu tidak hanya harus berlangsung jujur dan adil. Tetapi keamanan juga hal yang penting.


Hasanudin melihat, upaya-upaya mempolitisasi kasus Sulman Aziz ini, bisa dilihat sebagai upaya memanfaatkan lembaga kepolisian secara politis dalam bentuk yang lain. "Upaya mempolitisasi ini, selain tidak etis, juga berdampak tidak baik," ujarnya.

Hasanudin mengajak kepada semua pihak untuk menyerahkan masalah yang dilakukan oleh Sulman Aziz agar diserahkan kepada aparat kepolisian untuk mengkaji unsur-unsur pelanggaran yang terjadi. Menurutnya, kinerja aparat kepolisian juga diawasi oleh Kompolnas dan Bawaslu untuk dapat menyelesaikan masalah ini secara jernih. 

"Jika kemudian Sulman meralat apa yang diucapkannya, ini menjadi fakta baru dari peristiwa yang sebenarnya, karena dia perwira yang sehat jasmani dan rohani," ujarnya.

Dalam peristiwa tersebut tentu masyarakat harus menyaring dan cermat terhadap segala informasi yang beredar, jangan sampai muncul asumsi-asumsi yang hanya menambah keruh suasana. Hal ini juga mendapat tanggapan dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang menyampaikan bahwa dalam situasi seperti saat ini, siapapun dapat mengatakan apapun dan memiliki tujuan, apalagi dalam konteks pemilu. Sangat jelas Kapolri telah menetapkan dan mengutarakan posisi Polri Netral, tidak ada sistematis perintah untuk mengharuskan memberikan dukungan apapun. Penegasan tersebut disampaikan Moeldoko terkait dengan pengakuan Eks Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz terkait perintah Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Masyarakat harus jeli dan berhati- hati, jangan mudah percaya, jangan karena Pemilu kita dapat terpecah persatuan dan kesatuan bangsa, pasti polisi bisa menangani hal ini sendiri," ujar Moeldoko.

Dalam kesempatan terpisah, Kapolres Garut Budi menjelaskan bahwa mutasi yang dialami oleh Sulman Aziz adalah hal yang wajar. Sulman sendiri sudah dua tahun menjabat Kapolsek Pasirwangi. "Kalau masalah dicopot itu kan hal yang wajar, mutasi wajar, beliau itu sudah hampir dua tahun jadi Kapolsek dan mutasinya bukan mutasi sendiri," pungkas Budi.

Selain itu, Budi mengakui rutin mengumpulkan para Kapolsek di Wilayah hukum Polres Garut. Namun dirinya membantah terkait mengarahkan para Kapolsek untuk memenangkan pasangan calon nomor urut 01 Jokowi- Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Apapun yang terjadi, Polri merupakan lembaga yang netral dalam keberlangsungan pemilu. Tentunya masyarakat sebaiknya tidak mudah berasumsi akan ketidaknetralan Polri sebelum mendapatkan bukti-bukti yang kuat.

Editor: Iman

T#g:polisi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Jul 2020 21:41

    Kapolda Sumut: Berikan yang Terbaik Bagi Instansi Polri

    Memasuki usia ke 74 tahun, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi mengajak seluruh personel untuk tetap memberikan yang terbaik bagi instansi Polri selama masih bertugas Demikian disampa

  • Sabtu, 27 Jun 2020 19:27

    Kodim 0824/Jember Bagikan Paket Sembako Pada Petugas Kebersihan Masjid dan Pembantu Polisi

    Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0824/Jember Mayor Inf Sampak, memimpin pembagian bantuan paket sembako dan air minum kesehatan sebanyak 150 paket, bagi petugas Pembersihan masjid dan petugas pembantu Polis

  • Rabu, 24 Jun 2020 03:24

    Penyerangan Polisi di Karanganyar Bukti Ganasnya Paham Radikal

    Penyerangan rombongan Polisi di Karanganyar oleh orang tak dikenal menyita perhatian publik. Kejadian tersebut menambah panjang bukti ganasnya paham radikal yang mendoktrinasi masyarakat untuk melakuk

  • Kamis, 11 Jun 2020 18:41

    Kapolda Sumut Jenguk Aipda Daely

    Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi menjenguk Aipda Daely, di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Kamis (11/6/2020).

  • Kamis, 11 Jun 2020 14:11

    Aipda Daely Dibacok Massa Saat Tangkap DPO di Lorong Supir, Belawan

    Anggota Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Aipda Daely mengalami aksi kekerasan saat melaksanakan tugas kepolisian, tadi malam. Ia dibacok dengan senjata tajam di bagian kepala, bahu dan lengan sebe

  • Kamis, 02 Apr 2020 16:52

    Gerebek Lokasi Narkoba dan Jackpot Di Selambo Ujung, 2 Oknum Polisi Diangkut

    Grebek Kampung Narkoba (GKN), 15 orang tersangka Narkoba dan pemain judi Jackpot berhasil ditangkap Satuan Sabhara Polrestabes Medan bersama Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan di kawasan Selambo

  • Kamis, 02 Apr 2020 07:32

    SOKSI Kota Medan Sesalkan Arogansi Anggota DPRD Edi Saputra Ke Polisi

    Di tengah melandanya wabah virus corona pada masyarakat, beredar luas berita yang lengkap di media sosial dengan video perseteruan antara Anggota DPRD Kota Medan Edi Saputra dan pihak kepolisian yang

  • Sabtu, 14 Mar 2020 08:44

    Penerimaan Taruna Akpol, Bintara dan Tamtama Polri Dibuka, Puluhan Peminat Datangi Polres Sergai

    Puluhan calon peserta seleksi anggota Polri datangi Mapolres Serdang Bedagai, dalam rangka mendaftarkan dirinya pada penerimaan Taruna AKPOL, Bintara dan Tamtama Polri tahun 2020.

  • Jumat, 07 Feb 2020 07:57

    Sadis.. Begini Peranan Oknum Polisi Di Perampokan Bersenpi di Dolok Masihul

    Kapolres Sergai AKBP Robinson Simatupang SH, M.Hum., kemarin, Kamis (6/2), mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan disertai todongan dan tembakan senjata api ke udara oleh oknum Polisi di Dolok Ma

  • Rabu, 09 Okt 2019 17:49

    Demo di Depan Polres Labuhanbatu, Mahasiswa Minta Kabag Ops dan Kastel Dicopot

    Buntut dari dugaan adanya penganiayaan mahasiswa saat melakukan aksi di depan kantor DPRD kabupaten Labuhanbatu beberapa minggu yang lalu, sejumlah mahasiswa dari 3 perwakilan kampus di Labuhanbatu, m

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak