Rabu, 24 Apr 2019 01:54
  • Home
  • Opini
  • Waspada Hoax Kemasan Kondom Bergambar Jokowi-Ma'ruf

Waspada Hoax Kemasan Kondom Bergambar Jokowi-Ma'ruf

Medan (utamanews.com)
Oleh: Hendrik Yahya Pratama, Pengamat Masalah Politik
Selasa, 12 Mar 2019 03:12
@501Awani
Masyarakat Indonesia tak henti-hentinya menerima hoax yang beraneka macam, menjelang kontes demokrasi.

Belakangan warganet digegerkan dengan foto viral berupa paket kondom bergambar Jokowi-Ma'ruf. Gambar tersebut diketahui tersebar di media sosial hingga Grup WhatsApp. Hingga foto tersebut viral di dunia maya, belum diketahui pasti soal sosok pembuat paket kondom bergambar Capres no urut 01 tersebut. Foto tersebut sangat identik dengan foto Jokowi, sehingga foto yang beredar tersebut dipastikan direkayasa alias hoax.

Relawan pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin menyebutkan bahwa gambar- gambar tersebut merupakan bentuk kampanye hitam. "Kami mengutuk keras karena sebagai bentuk kampanye hitam", ujar Ketua Bravo 5 Jawa Timur Ubaidilah Amin.

Cara-cara kampanye hitam seperti menyebar kondom disebutnya akan merusak tatanan demokrasi. Sejumlah tokoh dari Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf dan para relawan mendesak pihak kepolisian untuk menangkap pelaku yang menyebarkan gambar hoax tersebut.


Aria Bima selaku Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf, menyebut foto tersebut telah melecehkan calon simbol negara. Pihaknya juga menambahkan, jangan sampai ada hal-hal yang malah merendahkan martabat bangsa. "Kalau kita tidak bisa menghormati para pemimpinnya sendiri, bangsanya juga tidak akan bisa hormat. Jadi, itu tidak lagi bisa memahami bagaimana keadaban bangsa ini harus kita jaga", ujarnya.

Koordinator Nasional Muda-Mudi Indonesia Nurul Huda menilai, beredarnya foto kondom bergambar pasangan capres nomor urut 01 di dunia maya telah merusak moral bangsa. Oleh karena itu, lelaki yang biasa disapa Huda ini menyatakan, MMI sebagai salah satu relawan muda pendukung Jokowi-Ma'ruf mengecam kampanye seperti itu dan meminta aparat kepolisian mengusutnya.


"Dalam posisinya sebagai pasangan capres-cawapres pun, beliau-beliau adalah tokoh panutan. Mereka putera terbaik bangsa yang sedang diusung menjadi pemimpin bangsa ini. Sangat biadab jika disandingkan dengan alat kontrasepsi", tutur Huda.

Pihaknya mengatakan, Jokowi sebagai Presiden adalah simbol negara. Sementara Kiai Ma'ruf sebagai ulama adalah simbol moral bangsa. Sangat tak elok, bahkan keji jika foto mereka dijadikan bungkus dan merek kondom. "Kampanye hitam semacam itu tidak hanya bertujuan merusak citra Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin. Tapi juga bisa berdampak pada rusaknya moral bangsa", tandasnya.

Juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, turut menyayangkan kampanye hitam berupa kondom dengan bungkus foto Jokowi- Ma'ruf yang beredar di media sosial. "Sudah keterlaluan cara-cara kampanye hitam yang dilakukan untuk mendiskreditkan pasangan kami. Mereka sudah tidak memiliki cara untuk mengalahkan kami kecuali dengan cara- cara seperti itu", ujar Ace.

Menurut dirinya, kampanye hitam ini masih ada hubungannya dengan fitnah bahwa Jokowi-Ma'ruf mendukung LGBT. "Itu paralel dengan isu yang dihembuskan bahwa Jokowi-Ma'ruf akan melegalisasi seks bebas dan lain-lain. Dugaan saya begitu. Tapi yang jelas tidak pernah kami kampanye dengan menggunakan cara seperti itu", terangnya.

Dia merujuk pada video viral kampanye hitam ibu- ibu dengan menyebut bahwa pernikahan sejenis akan diperbolehkan jika Jokowi-Ma'ruf terpilih. "Kami akan menelusuri siapa pihak-pihak yang melakukan itu. Kami akan pastikan mengambil langkah hukum apabila pelakunya teridentifikasi. Kami minta kepolisian untuk mengusut siapa pelaku kampanye hitam tersebut", ujar Ace.

Ia menilai ada maksud jahat di balik terunggahnya foto tersebut. Ace juga mengatakan tidak mungkin pasangan calon nomor urut 01 menggunakan kondom sebagai alat kampanye untuk mendapatkan dukungan masyarakat.

Tersebarnya hoax tersebut juga mendapatkan tanggapan dari Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, yang menyebut bahwa akhir-akhir ini Capres Jokowi dizalimi dengan adanya berbagai macam bentuk kampanye hitam. "Tapi tidak apa- apa. Semakin Jokowi dizalimi semakin baik", kata Moeldoko.

Menurutnya kampanye hitam dalam bentuk fitnah/ hoax yang menyerang Jokowi adalah irasional dan sangat tidak baik. Hal ini menunjukkan bahwa kampanye hitam dengan membuat hoax/ berita bohong merupakan sebuah bentuk kurangnya kreatifitas seseorang ataupun kelompok dalam berkampanye secara positif.

Moeldoko mengatakan, tidak seharusnya para pelaku itu menggunakan cara yang menyesatkan masyarakat demi kemenangan pasangan capres- cawapres yang mereka usung.

Tentunya, daripada menyebar kabar yang menyesatkan atau hoax, lebih baik tunjukkan dan kampanyekan program kerja lengkap dengan track record dalam kepemimpinannya, hal ini tentu lebih elok daripada menyebarkan hoax yang sesat dan terkadang cacat logika.

Meskipun diserang hoax seperti ibu- ibu di Karawang dan kampanye hitam atas tersebarnya hoax kondom bergambar Jokowi-Ma'ruf, Politisi Golkar Ace Hasan meyakini bahwa nantinya Jokowi-Ma'ruf yang akan keluar sebagai pemenang pada Pilpres 17 April 2019 mendatang.

Prediksi ini diperkuat oleh hasil survey dari SMRC yang menyatakan tingkat elektabilitas Jokowi-Ma'ruf unggul sebesar 54,9 persen. Sementara, Prabowo-Sandi hanya meraup 32,1 persen. Sisanya 13 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Pihaknya juga menegaskan bahwa foto Kondom bergambar Jokowi-Ma'ruf Amin tersebut bukanlah sebuah kebenaran.

Menurutnya, pihak yang tidak bertanggungjawab hanya ingin mencoba cara curang dengan kampanye bohong atau hoax melalui kondom.
Editor: Iman

T#g:hoaxKondom
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 22 Apr 2019 10:22

    Pemilu Sudah Selesai, Komunitas GESIT Ajak Warganet Dukung Hasil Pemilu Secara Konstitusional Tanpa Hoax

    Pemilu 2019 baik Pileg maupun Pilpres sudah berlangsung lancar dan aman pada 17 April 2019 lalu, dimana sepanjang musim kampanye berlangsung, berita hoax dan fitnah marak di lini media sosial dan perd

  • Minggu, 21 Apr 2019 23:21

    Sebelum Tuduh KPU Curang, Kroscek Terlebih Dahulu

    Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) khawatir bahwa informasi- informasi yang sesat dan tidak benar alias hoax dapat menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu. Hal ini tid

  • Jumat, 19 Apr 2019 15:09

    Anak Bantah Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

    Kabar Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia beredar lagi. Kabar itu dipastikan hoax.

  • Selasa, 16 Apr 2019 20:56

    Isu Surat Suara Tercoblos 01, KPU Medan: Surat Suara Belum Didistribusikan Ke Kelurahan

    Beredarnya rekaman percakapan yang menyebut terjadinya praktik kecurangan pencoblosan surat suara untuk Paslon 01 di Kecamatan Medan Amplas mengundang reaksi Ketua KPU Medan."Rekaman berisi percakapan

  • Minggu, 14 Apr 2019 17:14

    TGB: Beredar Video Editan Orasi '2019 Jokowi Kalah di NTB'

    Video orasi Tuan Guru Bajang (TGB) yang menyerukan 2019 Jokowi kalah di NTB sedang viral. TGB memastikan bahwa video tersebut merupakan hoaks, hasil editan oleh pihak tak bertanggung jawab.Budaya Hoak

  • Kamis, 04 Apr 2019 08:54

    Milineal Warganet Harus Bersatu Melawan Hoax dan Intimidasi Agar Tidak Takut Memilih

    Akhir-akhir ini banyak muncul informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah hoax di dunia maya. Hoax banyak dimunculkan oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab yang memiliki kepenti

  • Rabu, 03 Apr 2019 21:03

    Kominfo: [HOAKS] Pendukung Jokowi Di Acara Debat Memakai Pin Di Topi Lambang PKI

    Beredar foto seorang lelaki yang memakai jaket bertuliskan Jokowi-Ma'ruf yang menghadiri acara debat Capres ke empat pada tanggal 30 Maret 2019. Pria tersebut menggunakan topi hitam dan tampak pi

  • Rabu, 03 Apr 2019 05:03

    Kapuspen TNI: Penyebaran Berita Bohong Bahayakan Persatuan dan Kesatuan

    Penyebaran informasi dan berita-berita bohong atau hoax melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan, serta ke-bhinneka tunggal ika-an.Demikian ditegaskan

  • Kamis, 28 Mar 2019 20:28

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso: Silahturahmi Sebagai Upaya Menyatukan Anak Bangsa

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso diwakili Pasiter Dim 0209/LB, Kapten Inf. Bahdi Siagian, Kamis (28/3/19) menghadiri acara Orientasi Kewaspadaan terhadap Bahaya Laten dengan tema "Lawan Hoak dan To

  • Kamis, 28 Mar 2019 17:28

    Panglima TNI: Jangan Mudah Terprovokasi Berita Hoax

    Saat ini bangsa Indonesia telah memasuki perkembangan baru, yaitu Revolusi Industri 4.0. yang memiliki dampak positif dan negatif. Positifnya adalah mempermudah pekerjaan manusia dan negatifnya, semak

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak