Jumat, 19 Jul 2019 07:27

Waspada HTI, Tolak Radikalisme!!

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Amri Badarudin, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Bangkalan
Senin, 17 Des 2018 03:17
@son_xy
Ilustrasi
Gencarnya pergerakan organisasi terlarang HTI agar kembali mendapatkan ruang di Indonesia semakin masif. Berbagai upaya baik dari aparat maupun lembaga pemerintah tak kalah untuk menangkal propaganda dari organisasi berbau radikalis ini. Dalam Seminar Rethingking Nasionalims tentang bahaya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap ideologi Pancasila yang diselenggarakan Polres Bangkalan mengangkat tema "Jangan Suriahkan Indonesia." Berbagai tokoh NU hadir untuk memberikan ceramah menjelaskan bahaya dan ancaman organisasi radikal Hizbut Tahrir secara bergantian.

Hizbut Tahrir secara internasional telah diakui sebagai organisasi terlarang. Beberapa negara seperti Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya, mengungkap bahwa  organisasi ini sangat merusak tatanan ideologi negara yang sudah berkembang dengan baik di negara tersebut. Pemaksaan Hizbut Tahrir untuk menerapkan ideologi khilafah di berbagai negara merupakan kesalahan besar. Telah banyak kehancuran negara-negara arab dan fenomena Arab Spring, yang sebagian besar tidak terlepas dari peran Hizbut Tahrir melalui provokasinya kepda masyarakat untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

Tahun 2011 merupakan awal kehancuran bagi negara Suriah. Keterlambatan pemerintah Suriah dalam mengantisipasi dan melarang keberadaan organisasi radikal seperti Hizbut Tahrir seakan menjadi bom waktu. Hizbut Tahrir yang terus-menerus melakukan provokasi baik melalui media sosial maupun aksi demonstrasi, berhasil mengecoh sistem pemerintahan Suriah. Di sisi lain, fakta yang tidak terbantahkan adalah bahwa Hizbut Tahrir yang awalnya lahir di Palestina, belum memiliki konsep yang matang, namun dipaksa berkembang di negara lain. 

Padahal di negara asalnya pun organisasi ini tidak cocok dan tidak disukai masyarakat karena intoleransi yang tinggi kepada selain pengikutnya.


Hizbut Tahrir mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1980-an dan melakukan perekrutan anggota dengan memakai janji-janji palsunya. Sesungguhnya, masyarakat Indonesia menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman dan toleransi, sehingga akan sulit ditembus organisasi yang menamai dirinya Hizbut Tahrir Indonesia. Lebih dari 30 tahun HTI ada di Indonesia mulai mencoba Mensuriahkan Indonesia. Aksi provokasi dan penyebaran paham intoleransi dengan membawa ayat-ayat Al-Quran dan Hadist mereka gunakan sebagai senjata andalan untuk menggulingkan pemerintah Indonesia.

Tentu saja, pemerintah Indonesia tidak diam saja. Langkah yang cukup tegas pun telah dikeluarkan yakni dengan membubarkan dan melarang organisasi HTI berkembang di negara yang makmur ini. Kini, HTI sudah bubar. Namun paham dan anggota-anggotanya masih hidup di Indonesia dan masih tidak menerima kekalahannya. Untuk itu, peran kita untuk menjaga saudara-saudara dan teman-teman agar tidak termakan paham HTI dan juga paham radikal lainnya. 

Masyarakat Indonesia sebenarnya sudah cukup cerdas menghadapi paham-paham radikal. Kultur dan budaya Indonesia secara alami telah menolak bentuk-bentuk permusuhan dan intoleransi, terlebih dengan membawa nama agama. Negara Indonesia didasari kebhinekaan yang kuat sehingga paham dan ajaran radikal seperti HTI tidak cocok berkembang di negeri yang damai ini.

Hizbut Tahrir yang pada dasarnya adalah organisasi/ajaran dari luar, mencoba masuk ke Indonesia seperti penjajah, bertujuan menghancurkan negara dan menggulingkan pemerintah yang sah, agar nanti mereka berkuasa dengan semena-mena. 

Editor: Dito

T#g:HTI
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Minggu, 14 Apr 2019 03:14

    Tiada Tempat Untuk HTI di Bumi Serambi Mekkah

    Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) resmi dilarang di Indonesia sejak 17 Juli 2017. Langkah tersebut diambil setelah kajian pemerintah tentang gebrakan dan sepak terjang HTI. Hal yang paling mendasar adalah

  • Sabtu, 30 Mar 2019 08:10

    IPW Heran Kelompok Radikal dan Anti Pancasila Terakomodir Dalam Pilpres 2019

    Debat ke 4 Capres 2019 Sabtu malam ini menjadi penting di tengah berkembangbiaknya kelompok radikal anti ideologi Pancasila, eks teroris, dan para preman jalanan.

  • Jumat, 29 Mar 2019 22:29

    Mantan Kepala BIN: Di Pilpres 2019, Berhadapan Ideologi Pancasila dengan Khilafah

    Abdullah Mahmud Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), menilai Pemilu 2019 yang digelar serentak 17 April mendatang sangat berbeda dari Pemilu yang pernah dilaksanakan di Indonesia

  • Minggu, 03 Feb 2019 06:53

    Politik Pragmatisme Kubu Prabowo-Sandi

    Baru- baru ini, beredar luas di media sosial poster berisi komando pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab agar pendukung FPI menarik dukungan dari pasangan Prabowo-Sandi.

  • Kamis, 13 Des 2018 17:03

    Waspada Gerilya HTI Pasca Dibubarkan

    Keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terkait pembubaran HTI oleh Kemenkumham merupakan hal yang sah dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pembubaran organisasi terlarang ini

  • Jumat, 09 Nov 2018 10:49

    Kebutaan Di Balik Aksi 211

    Dampak dari kejadian hari santri yang diselenggarakan oleh Ormas Islam di Garut pada 22 Oktober 2018 lalu, berujung panjang hingga adanya Aksi Bela Tauhid 211. Aksi membela kalimat Tauhid dipelopori o

  • Jumat, 02 Nov 2018 08:22

    Upaya Politis HTI Tunggangi Aksi Bela Tauhid II

    Sebagai organisasi trans-nasional, HTI tidaklah berdiri sendiri. Di belakangnya masih ada Hizbut Tahrir Internasional (HT-IN). Tentu saja mereka tak akan tinggal diam setelah HTI dibubarkan oleh pemer

  • Jumat, 26 Okt 2018 03:26

    Menyalahgunakan Kalimat Tauhid, HTI Berhasil Memecah Belah Umat Islam

    Baru-baru ini Indonesia kembali digemparkan dengan kejadian pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut. Pembakaran bendera berkalimat tauhid yang merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ole

  • Jumat, 19 Okt 2018 14:29

    Terima Demo BBM Gema Pembebasan, DPRDSU: Kita Berdoa Minta Kepada Allah Supaya Turun

    Unjuk rasa mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan di Kantor DPRD Sumatera Utara, Jum'at (19/10/2018), diterima oleh anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, Arfan Maksum.P

  • Minggu, 23 Sep 2018 04:23

    Gerakan #2019GantiPresiden Cermin Dari HTI

    Ada Mekanisme tertentu dalam gerakan #2019GantiPresiden yang memang terlihat rekat dengan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Mekanisme ini terkait dengan gerakan anti-demokrasi.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak