Senin, 23 Sep 2019 19:09
  • Home
  • Opini
  • Usulan Jemput Habib Rizieq Untuk Rekonsiliasi Dinilai Tidak Relevan

Usulan Jemput Habib Rizieq Untuk Rekonsiliasi Dinilai Tidak Relevan

Medan (utamanews.com)
Oleh: Indra Kusuma, pengamat sosial politik
Jumat, 12 Jul 2019 03:12
detikNews
Ilustrasi Firza dan Habib Rizieq Shihab
Gaung Rekonsiliasi antara kubu Prabowo dengan Jokowi tampaknya belum bisa mengakhiri drama pilpres 2019. Seperti usulan mantan koordinator Jubir BPN Dahnil Anzar Simanjuntak terkait adanya upaya penjemputan pentolan FPI Habib Rizieq Shihab di balik rekonsiliasi antara Jokowi dengan Prabowo.

Sebelumnya, Dahnil Anzar Simanjuntak juga turut berkomentar terkait dengan adanya rencana rekonsiliasi antara Jokowi dengan Prabowo Subianto pasca Pilpres 2019.

Dahnil berharap agar pertemuan tersebut juga membahas perihal pemulangan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia sebagai wujud rekonsilasi politik.

Hal tersebut tentu tidaklah etis, karena rekonsiliasi semestinya adalah langkah damai tanpa syarat dan kerpergian Habib Rizieq bukan karena pemerintah sehingga dipersilakan apabila ingin pulang, hingga saat inipun pemerintah tidak pernah mengusir pimpinan FPI tersebut.


Zuhairi Misrawi berpendapat bahwa usulan Dahnil tersebut terkesan aneh. Pasalnya, pertemuan antara Jokowi dan Prabowo diharapkan oleh banyak pihak untuk meredam panasnya suasana di tengah masyarakat saat Pilpres 2019.

"Saya kira bahwa rekonsiliasi tidak menyangkut orang, tapi menyangkut visi. Visi bagaimana kita sebagai bangsa harus bersatu lagi", tutur Zuhairi.

Perihal Habib Rizieq Shihab yang saat ini masih berada di Mekkah Arab Saudi, Zuhairi menyebutkan bahwa urusan tersebut bisa dilakukan di luar rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo. Oleh karena itu, dirinya merasa aneh jika terdapat nama Habib Rizieq yang kemudian disangkutpautkan dengan pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo. Pertemuan antara keduanya tersebut dikabarkan akan berlangsung bulan Juli ini.

"Aneh saja kalau dalam rekonsiliasi tersebut terdapat poin tentang Habib Rizieq," tandasnya.

Pada kesempatan berbeda, Ketua DPP Golkar, Andi Sinulingga mengaku bahwa dirinya tidak sependapat dengan syarat rekonsiliasi yang mengandung misi pemulangan Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air.


Menurutnya, menjadikan kasus hukum Rizieq Shihab sebagai syarat rekonsiliasi antara Jokowi- Prabowo adalah sesuatu gagasan yang tidak masuk akal.

Andi juga menegaskan bahwa pada dasarnya dirinya tidak pernah setuju dengan kriminalisasi kepada Rizieq yang merupakan Imam Besar ormas Front Pembela Islam (FPI). Akan tetapi, hal itu tidak serta merta bisa menggunakan segala cara untuk memulangkan Habib Rizieq.

Senada dengan kedua pernyataan tersebut, Wasekjen Partai Kebangkitan (Bangsa) PKB Daniel Johan menganggap bahwa kepulangan Rizieq merupakan persoalan hukum dan tak ada hubungannya dengan rekonsiliasi politik antara Jokowi dan Prabowo.

Menurutnya sejauh ini dirinya lebih mengarah pada persoalan hukum, sehingga ia menyerahkan kepada hukum agar dilakukan secara adil seadil- adilnya.

Daniel juga meminta agar komunikasi antara Jokowi dan Prabowo telah dilakukan secara intensif terlebih dahulu. "Bangun komunikasi yang baik dengan semua stakeholder. Itu dulu. Karena komunikasi itu yang akan membawa apapun putusan politik nantinya," pungkas Daniel.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, berpendapat bahwa wacana rekonsiliasi harus dilihat sebagai upaya yang mendamaikan secara sosial, bukan rekonsiliasi politik. "Ada yang keliru memahami rekonsiliasi. Ini bukan rekonsiliasi hukum atau politik agar ada syaratnya, Tapi murni rekonsiliasi sosial," tutur Jerry.


"Pernyataan saudara Dahnil ada syarat rekonsiliasi dengan pembebasan Habib Rieziq ini sangat keliru dan tidak ada korelasinya antara kasusnya dengan rekonsiluasi pasca-pilpres," ucapnya.

Jerry mengatakan bahwa, rekonsiliasi pasca pilpres tidak bisa dikaitkan dengan kasus hukum tertentu. Sebab, rekonsiliasi sejatnya ditujukan untuk menyelesaikan perbedaan padangan dan konflik kepentingan di masyarakat.

Dirinya juga menegaskan agar kedua kubu pendukung sudah sepantasnya untuk tidak membawa wacana rekonsiliasi ke ranah politik. "Jadi jangan dibawa ke ranah politik. Pemilu telah usai, hindari resistensi atau penolakan. Di sini kedua kubu harus bersikap fair bukan skeptis maupun apatis," tutur Jerry.

"Bagaimanapun juga inti dari makna rekonsiliasi adalah bagaimana agar bisa menyelesaikan perbedaan dan konflik kepentingan," tuturnya.

Rekonsiliasi haruslah diupayakan, karena dengan adanya rekonsiliasi, hal tersebut berguna untuk meredam polarisasi di tengah masyarakat. Upaya damai dari kedua kubu tentu harus terus diperjuangkan, namun bukan berarti hal tersebut menyangkut kepulangan Habib Rizieq.
Editor: Iman

T#g:arab
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 15 Apr 2019 05:55

    Jokowi ajak Arab Saudi kerja sama syiarkan Islam toleran

    Presiden Jokowi dalam pertemuannya dengan Menteri Muda Urusan Luar Negeri  Kerajaan Arab Saudi Adel Al Jubeir di Royal Guest House, Riyadh, Minggu (14/4/2019), mengajak Arab Saudi bekerja sama da

  • Rabu, 03 Apr 2019 09:03

    Kapuskersin TNI Terima Delegasi Pasis Seskogab Angkatan Bersenjata UEA

    Kepala Pusat Kerjasama Internasional (Kapuskersin) TNI Laksamana Pertama TNI Didik Kurniawan, S.T., M.Si., menerima Delegasi Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando Gabungan (Seskogab) Angkatan Bersenj

  • Selasa, 19 Feb 2019 13:19

    Kepala Bakamla Courtessy Call ke Dubes LBPP RI-Uni Emirates Arab

    Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R. melakukan Courtessy Call atau Kunjungan Kehormatan ke Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) RI untuk Uni Emirates Arab Husin Bagis, di sela-sel

  • Minggu, 02 Des 2018 03:02

    Operasi Intelijen? Tuduhan Tanpa Landasan!

    Bendera bertuliskan kalimat tauhid menjadi kontroversi di Tanah Air akhir akhir ini. Polemik itu berawal dari pembakaran bendera oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama di Garut

  • Senin, 19 Nov 2018 01:19

    Hoax Perlakuan Istimewa Arab Saudi Kepada Rizieq

    November bukan bulan yang membuat Rizieq merasa segar terguyur air hujan, melainkan sebaliknya. Minggu pertama di bulan ini pula, Rizieq kembali terkena masalah. Bukan sekedar masalah administrasi kei

  • Sabtu, 01 Sep 2018 12:41

    Tengku Erry: Thaif Berastaginya Saudi

    Arab Saudi terkenal dengan cuaca yang panas dengan gurun tandusnya. Namun, di balik hawa yang menyengat itu, Arab Saudi memiliki tempat yang sejuk. Tempat itu bernama Thaif/Taif.Thaif merupakan salah

  • Rabu, 04 Jul 2018 21:44

    Panglima TNI Kunjungi Mabes AB Uni Emirat Arab

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S., Kapuskersin TN

  • Rabu, 04 Jul 2018 11:44

    Panglima TNI Kunjungan Kerja ke Abu Dhabi

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto didampingi Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Aspers Panglima TNI M

  • Selasa, 03 Jul 2018 04:03

    Panglima TNI Terima Kunjungan Duta Besar RI Untuk UEA

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaksono, S.E., M.Tr (Han) menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab Yang Mulia Husin Ba

  • Selasa, 17 Apr 2018 06:57

    Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Pangab Persatuan Emirat Arab

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P menerima Kunjungan Kehormatan Panglima Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab (PEA) Staff Lt. General Hamad Mohamed Tahni Al Rumaithi di ruang tamu P

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak