Senin, 23 Sep 2019 19:03
  • Home
  • Opini
  • Upaya PengamananTNI-Polri Patut Diapresiasi

Upaya PengamananTNI-Polri Patut Diapresiasi

Medan (utamanews.com)
Oleh: Ricky Renaldi, pengamat sosial politik
Kamis, 11 Jul 2019 03:11
Puspen TNI
Panglima TNI dan Kapolri
Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) telah memastikan untuk siap membacakan putusan terkait perselisihan hasil pilpres 2019 yang diajukan kubu Prabowo- Sandi. "Keputusan punya daya ikat setelah diucapkan," jelas juru bicara MK Fajar Laksono.

Sehari jelang putusan, Fajar juga memastikan draf putusan sudah siap untuk dibacakan. Majelis hakim sudah berkoordinasi dengan kepaniteraan, sekjen serta seluruh petugas di MK.

Selain itu dalam upaya pengamanan di sekitar Gedung MK, Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan mengatakan sebanyak 13.747 personel TNI- Polri berjaga di sekitar Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) menjelang pembacaan putusan MK tentang perselisihan hasil pemilu (PHPU) Pilpres yang diajukan Prabowo- Sandi.

Sesuai dengan arahan dari pimpinan TNI dan Polri, para personel yang berjaga di MK tidak boleh menggunakan senjata api atau peluru tajam. Dalam apel pengamanan tidak ada personel TNI dan Polri membawa senjata api atau peluru tajam. "Intinya bahwa tidak diperkenankan atau tidak diperbolehkan anggota pakai senpi atau peluru tajam. Tadi dicek provost untuk yakinkan bahwa petugas tidak membawa peluru senjata tajam," ungkap Harry.


Harry pun menegaskan bahwa massa juga tidak diperkenankan melakukan aksi demo di sekitar gedung MK. Jika ada yang masih ingin melakukan demo, maka pihaknya akan meminta untuk kembali ke rumah masing- masing.

Apalagi massa demo sebelumnya banyak berasal dari luar Jakarta seperti Jawa Barat dan Banten.

Pihaknya juga sempat mengecek ke Patung Kuda, apakah ada massa demo. "Kalau memang ada massa yang datang seperti itu dari daerah lain akan kita imbau kembali ke rumah masing- masing," tuturnya.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan izin kepada siapapun untuk melakukan demonstrasi di sekitar gedung MK. Jika masih ada, Polisi akan mengambil tindakan sesuai dengan SOP.

"Kami dari Polres Jakpus nggak keluarkan perizinan. (Kalau ada yang bertahan) Kita punya SOP dari himbauan sampai tindakan tegas sesuai dengan undang- undang," tutur Harry.


Upaya ini tentu merupakan langkah nyata dari TNI- Polri untuk mengamankan jalannya persidangan, sebagai antisipasi akan hal yang tidak diinginkan.

Juru Bicara BPN Andre Rosiade mengatakan bahwa dirinya akan menerima apapun keputusan MK dengan lapang dada.

Selain itu menurut Andre, Prabowo dan Sandiaga akan menyaksikan pembacaan putusan MK terkait PHPU di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta.

Dia mengatakan, pimpinan partai politik Koalisi Indonesia Adil Makmur diundang Prabowo untuk hadir ke Kertanegara IV untuk bersama- sama menyaksikan putusan MK tersebut.

Meski acara demo dilabeli dengan kalimat halal bi halal, namun oleh sejumlah Ormas, hal itu dinilai sarat akan kepentingan politik. Juru Bicara Forum Silaturahmi Da'i Muda Jakarta Rikal Dzikri mengajak masyarakat untuk tidak mengikut demo yang disebut halal bi halal.

Wakil presiden Jusuf Kalla juga menilai bahwa aksi di MK yang mengatasnamakan halal bi halal dapat mencederai makna halal bi halal.


Sementara itu sekelompok massa nampak berkerumum mengelilingi satu mobil komando, tepat di depan patung kuda. Mereka datang untuk mengawal sidang putusan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019, di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sejumlah personel TNI- Polri terlihat melakukan pengamanan di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat. Kawat berduri terpasang tepat di depan Museum Gajah di Belakang kawat itu terparkir kendaraan taktis aparat.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia ICMI Jimly Asshidiqie meyakini bahwa Mahkamah Konstitusi akan mengeluarkan putusan terbaik terkait dengan sengketa Pilpres sesuai asas hukum dan memiliki kredibilitas.

Dirinya juga meminta, apapun hasilnya nanti, agar setiap pihak dapat menghormati dan menghargai hasil hukumnya.

Pihak kepolisian telah mengatur arus lalu lintas di dua ruas Jalan Medan Merdeka Barat, untuk dilakukan pengalihan. Dimana ada beberapa ruas jalan yang ada di sekitar kantor MK dialihkan, baik di depan arah merdeka barat dari dua arus atau dua arah dialihkan melalui jalan Merdeka Selatan.

Sebelumnya Kapolri juga telah mengumumkan, bahwa selama sidang pengumuman hasil PHPU, tidak boleh ada aksi unjuk rasa di kantor MK. Berbagai upaya yang dilakukan TNI/Polri merupakan bentuk pengabdiannya kepada masyarakat guna memberikan rasa aman. Dengan adanya keikhlasan dan profesionalitas mereka, maka tidak berlebihan jika usaha mereka mendapat apresiasi masyarakat.

Editor: Iman

T#g:TNI-PolriTNI Polri
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 04 Sep 2019 22:34

    Panglima TNI: Kerja Sama TNI dan Polri Mampu Meredam Kerusuhan

    Berkat kerja sama dua institusi besar, TNI dan Polri yang memiliki kemampuan yang luar biasa mampu meredam kerusuhan yang terjadi di wilayah Papua dan Papua Barat. Saat ini kita masuk dalam situasi bu

  • Selasa, 03 Sep 2019 22:23

    Panglima TNI: Sinergitas TNI-Polri Obat Ampuh Menjaga Keutuhan NKRI

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Pol Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D., memberikan pengarahan kepada ratusan Prajurit TNI-Polri di wilayah Manokwari, bertemp

  • Rabu, 28 Agu 2019 20:58

    Panglima TNI: Jaga Sinergitas Prajurit TNI dan Polri di Lapangan

    Jaga terus sinergitas Prajurit TNI dan Polri di lapangan serta jalin hubungan yang baik dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama yang berada di wilayah, guna terlaksananya tugas-tugas denga

  • Minggu, 28 Jul 2019 10:58

    Panglima TNI Kunjungi Polda Kepri

    Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan Kapolri, Jenderal Pol Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D. melaksanakan kunjungan kerja ke Polda Kepulauan Riau, di Nongsa, Batam, Provinsi Kepulauan

  • Senin, 15 Jul 2019 18:35

    Panglima TNI: 781 Capaja TNI-Polri Siap Dilantik oleh Presiden RI

    Sebanyak 781 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri, terdiri dari 259 Akademi Militer (244 putra, 15 putri), 117 Akademi Angkatan Laut (103 putra, 14 putri), 99 Akademi Angkatan Udara (90 putra, 9 pu

  • Selasa, 02 Jul 2019 03:02

    Tak Kenal Lelah, TNI-Polri Solid Jaga Sidang Putusan MK

    Beredar informasi massa akan berkumpul dalam "Aksi Akbar Super Damai Atraksi Islam dan Nasionalis", diikuti oleh 12- 21 juta orang dari seluruh provinsi di Indonesia pada 26- 28 Juni mendatang.Acara t

  • Kamis, 13 Jun 2019 21:13

    TNI-Polri Gelar Apel Konsolidasi Kesiapan Pengamanan Sidang PHPU

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Jaya 2019 dan Kesiapan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum

  • Senin, 03 Jun 2019 22:33

    Komandan Kodim 0824 Hadiri Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa

    KH Mas Muhlisina Lahuddin (Pimpinan PP Ash Shiddiqi), memimpin Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bersama TNI- Polri di Pondok Pesantren (PP) Ash Shidi

  • Sabtu, 18 Mei 2019 10:48

    Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi Tokoh-Tokoh Nasional

    Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima kunjungan silaturahmi dari Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) yang dipimpin oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Dr. Mahfud MD di Wis

  • Kamis, 18 Apr 2019 14:18

    Pemilu Damai, Mantan Aktivis HMI Puji Soliditas TNI/Polri

    Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut, Anggia Ramadhan memuji soliditas TNI/Polri dalam mengamankan pelaksanaan Pemilu serentak 2019 di Provinsi Sumut. Kata dia, banyak pihak yang khawatir deng

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak