Senin, 01 Jun 2020 22:52
  • Home
  • Opini
  • Tunda Silaturahim Langsung, Manfaatkan Teknologi Informasi

Tunda Silaturahim Langsung, Manfaatkan Teknologi Informasi

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Edi Jatmiko )*
Minggu, 24 Mei 2020 03:24
Silaturahmi antar kerabat maupun tetangga menjadi tradisi masyarakat Indonesia saat Idul Fitri tiba. Namun, kebiasaan silatuhrami langsung tersebut harus dirubah dan ditunda seiring adanya pandemi Covid-19. Masyarakat pun diharapkan dapat menggunakan teknologi informasi untuk bersilaturahmi.

Penyebaran Covid-19 berlangsung secara masif sejak kemunculannya di Indonesia. Virus mematikan tersebut bisa menyerang siapa saja, dimana saja dan kapan saja melalui kontak fisik. Tentu saja penyebaran virus tersebut masih bisa menjadi ancaman apabila masyarakat tetap bersikukuh untuk melakukan perjalanan mudik.

Fakta telah membuktikan, semakin hari kasus positif Covid-19 di Tanah air terus bertambah, begitu pula dengan tingkat kematiannya.

Lebaran kali ini berbeda dengan momen lebaran sebelumnya, pemerintah menghimbau agar masyarakat menjalankan sholat ied di rumah, tidak di masjid atau lapangan untuk menghindari potensi kerumunan. 

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kunjungan ke rumah kerabat atau silaturahmi saat hari raya idul fitri 1441 H. Imbauan tersebut bertujuan untuk mengurangi angka kemacetan lalu lintas kendaraan selama pandemi Covid-19.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, meskipun tidak ada silaturahmi secara fisik, namun masyarakat masih bisa bersilaturahmi di masa corona dengan cara memanfaatkan teknologi informasi.

Adita menuturkan, silaturahmi yang memicu kemacetan tersebut bertentangan dengan peraturan physical distancing yang digaungkan oleh pemerintah dalam upaya meredam penyebaran virus corona. Ia menyatakan pihaknya tidak melarang mobilitas warga Jabodetabek selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung dengan catatan masyarakat tetap mematuhi serangkaian protokol kesehatan Covid-19.

Ketetapan tersebut disesuaikan dengan peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri Tahun 1441 H guna penyebaran Covid-19. Dalam Permenhub Nomor 25 tahun 2020 aglomerasi yang sudah ditetapkan PSBB ini masih dapat dilakukan transportasi antarkota, antardaerah dalam Jabodetabek, tapi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) telah memperpanjang status darurat wabah corona atau Covid-19 menjadi 91 hari, terhitung mulai tanggal 29 Februari 2020 hingga 29 Mei 2020. Hal tersebut tentu menjadi tanda bahwa status darurat corona akan melewati Hari Raya Idul Fitri yang berdasarkan kalender masehi jatuh pada 23 Mei 2020.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo telah menghimbau agar masyarakat menerapkan physical distancing atau jaga jarak guna mencegah penularan Covid-19. Dengan begitu, masyarakat diharapkan banyak melakukan aktifitas di dalam rumah dan menjauhi kerumunan. Namun hal ini seakan sulit dilakukan ketika masyarakat yang melakukan mudik dengan menggunakan transportasi umum untuk pulang ke kampung halaman.

Pemudik tentu saja akan kesulitan dalam menjaga jarak fisik antara satu dengan yang lainnya, tentu saja penularan Covid-19 sangat mungkin terjadi.

Pada kesempatan berbeda, Dokter Pompini Agustina, SpP mengatakan, potensi penularan Covid-19 bisa meningkat jelang musim lebaran. Untuk itu, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk menahan diri agar tidak melakukan perjalanan jauh bila tidak memmiliki kepentingan mendesak. Sebab, para pemudik berpotensi menjadi pembawa virus atau carrier dari daerah yang telah terpapar virus corona atau masuk zona merah, sehingga bisa menjadi sumber penularan.

Status carrier tentu bisa mengancam keselamatan orang lain utamanya orang tua dengan penyakit bawaan yang ada di rumah dan warga di kampung. Sehingga jangan sampai mudik menjadi bencana.

Di sisi lain, status ODP akan membayangi, status tersebut tidak bisa diremehkan, lantaran pemudik dari luar kota diwajibkan untuk mengisolasi diri selama 14 hari setibanya di kampung halaman. Artinya, para pemudik tidak bisa menghabiskan waktu bersama keluarga secara leluasa saat lebaran karena diharuskan menjalani karantina.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Daeng M Faqih mengkhawatirkan potensi penyebaran virus corona saat musim mudik. Selain itu, ia juga meragukan kesiapan kesehatan di daerah tujuan para pemudi yang tidak selengkap di kota besar, sehingga sulit untuk melakukan penanganan pasien secara cepat.

Memutuskan untuk tidak mudik tentu mampu mengurangi potensi penularan Covid-19. Apalagi beberapa wilayah di daerah tujuan mudik seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, jumlah rumah sakit tidak sebanding dengan jumlah warga yang tinggal, sehingga kemungkinan over capacity sangatlah mungkin.


)* Penulis aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini
Editor: Iman

T#g:mudik
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 22 Mei 2020 18:02

    Cek Kesiapan Personel, Kapolda Sumut Kunjungi Pos Pam Lebaran 2020

    Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi didampingi Pejabat Utama Polda Sumut melakukan pengecekan Pos Pengamanan Ops Ketupat Toba 2020 Polrestabes Medan, yang berada di Jalan Cemara Medan, Jum'at (22/05/2020).

  • Jumat, 22 Mei 2020 07:22

    Jika tak patuhi pemerintah, selesai Lebaran terjadi lonjakan penderita Covid-19

    Potensi lonjakan kasus virus corona di Indonesia setelah hari Raya Idul Fitri sangat besar.

  • Rabu, 20 Mei 2020 14:00

    Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Himbau Warga Tidak Mudik 

    Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Injen Pol Drs Martuani Sormin MSI tegaskan bagi masyarakat yang melanggar peraturan dalam pelaksanaan mudik, maka Polda Sumut akan menindaklanjuti sesuai dengan

  • Senin, 18 Mei 2020 17:48

    Halau Pemudik, Polda Sumut Siapkan Cek Poin di Daerah Perbatasan

    Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Martuani Sormin Siregar menyampaikan beberapa kebijakan dan penegakan hukum yang dilakukan Polda Sumut di masa pandemi Covid-19, di

  • Minggu, 17 Mei 2020 05:57

    Hindari Mudik Cegah Penularan Covid-19

    Usaha memutus rantai penularan Covid-19 mustahil dilakukan sendirian oleh Pemerintah. Masyarakat pun perlu mengambil bagian dalam mencegah Covid-19, salah satunya dengan tidak mudik pada Hari Raya Idu

  • Rabu, 13 Mei 2020 19:43

    Walikota Tebing Tinggi Kunjungi Pospam Terpadu Operasi Ketupat Tahun 2020

    Ir H Umar Zunaidi Hasibuan MM, selaku Walikota Tebing Tinggi bersama Kapolres AKBP James P Hutagaol, Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian S.Stp, M.Si., dan Kadis Perhubungan Safrin Harahap, mengecek Po

  • Selasa, 12 Mei 2020 15:52

    Bupati Labura Himbau Umat Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

    Bupati H. Khairuddin Syah, SE menghimbau umat Islam di Labuhanbatu Utara agar khusuk menjalankan ibadah puasa dengan melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

  • Senin, 11 Mei 2020 23:11

    Dishub Sumut Tegaskan Soal Larangan Mudik Lebaran, Perjalanan Jauh Dibolehkan Dengan Syarat Ketat

    Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatera Utara (Sumut) menegaskan kembali kepada masyarakat perihal aturan yang harus dipatuhi tentang perjalanan antar kota atau provinsi di masa pandemi virus corona (Covi

  • Jumat, 08 Mei 2020 18:08

    Jalur Transportasi Dibuka, Gustu Tebing Tinggi Pantau Akses Masuk

    Tim Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tebing Tinggi akan meningkatkan pengawasan di titik pintu masuk kota.

  • Kamis, 30 Apr 2020 19:20

    Pengawasan Akses Masuk Ke Tebing Tinggi Ditingkatkan

    Guna mengantisipasi masa puncak penyebaran covid-19, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tebing Tinggi tingkatkan pengawasan, khususnya di beberapa titik akses masuk ke kota.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak