Selasa, 25 Jun 2019 23:56
  • Home
  • Opini
  • Tol Bocimi Akan Genjot Elektabilitas Jokowi

Tol Bocimi Akan Genjot Elektabilitas Jokowi

Medan (utamanews.com)
Oleh: Ridwan Nursalim, Pegiat Media Sosial
Sabtu, 13 Apr 2019 09:33
@beritagar
Sukabumi diharapkan dapat memberikan torehan suara sampai 60 persen, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin mulai meningkat di kota tersebut. Saat ini perolehan dukungan sementara paslon nomor 01 tersebut berada di kisaran 50 persen.

"Sukabumi mulai bangkit. Ada semangat. Yang dulunya kalah banyak, sekarang sudah sama. Mudah-mudahan besok akan naik lagi. Di Sukabumi sekitar 50 persen masih draw. Tapi besok, beberapa hari ini, kita harapkan akan naik cepat", tutur Ma'ruf Amin.

Dirinya menargetkan torehan suara 60 persen. Target tersebut dinilainya merupakan sesuatu yang tidak muluk- muluk mengingat masyarakat Sukabumi memiliki karakteristik rasional.

Menurutnya berbagai progress percepatan pembangunan infrastruktur pada era Jokowi cukup memberikan pengaruh terhadap peningkatan elektabulitasnya. Ke depannya, Ma'ruf bersama pasangannya akan terus mendorong kemajuan pembangunan di Sukabumi dalam berbagai sektor. "Iya, saya kira Sukabumi sudah harus lebih rasional, lebih bisa melihat kenyataan adanya upaya- upaya perbaikan. Kami ingin Sukabumi bisa terus lebih baik ke depan dengan pembangunan infrastruktur kemudian pembangunan SDM-nya. Kami, saya, dan Pak Jokowi berjanji untuk mengembangkan kemajuan di Sukabumi yang sebetulnya sudah dimulai," tutur Ma'ruf.


Berprogressnya pembangunan Tol Bogor-Ciawi- Sukabumi (BOCIMI) juga diyakini oleh cawapres Ma'ruf Amin sebagai pendongkrak elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin di Sukabumi.

Menurutnya, peningkatan elektabilitas yang cukup signifikan di Sukabumi harus menjadi modal bagi kontestasi Pemilu 2019 April nanti untuk dapat meraih suara hingga 60 persen lebih. "Pastinya (Tol Bocimi berpengaruh). Makanya saya bilang, ini permulaan yang sudah bagus. (Tol Bocimi) yang sudah lama nggak maju- maju. Tapi sejak Pak Jokowi, sudah mulai," ujar Ma'ruf.

Demi kelangsungan hidup sebuah daerah, tentu pembangunan infrastruktur merupakan sesuatu yang penting. Karena dengan pembangunan yang ada maka akan menambah kesempatan bagi kemajuan suatu daerah. Pembangunan infrastruktur juga berdampak pada peningkatan lapangan kerja. Selain itu, akses untuk menuju ke suatu tempat akan semakin mudah sehingga akan mempercepat proses transportasi pengiriman barang baik dari dalam maupun luar daerah yang dapat meningkatkan aktifitas perputaran roda perekonomian daerah tersebut.

Dalam kesempatan berbeda Presiden Jokowi pernah menegaskan akan pentingnya pembangunan infrastruktur bagi suatu negara guna menghadapi era persaingan di masa mendatang. "Negara ini memerlukan infrastruktur. Tanpa itu jangan mimpi bisa bersaing. Jangan ngimpi kalau pembangkit listrik airport, pelabuhan enggak ada", ujar Jokowi.

Oleh sebab itu, Pemerintahan yang ada di bawah naungan Joko Widodo saat ini fokus pada pembangunan infrastruktur di seluruh tanah air. Mulai dari pembangunan jalan tol, jalur kereta api, hingga pembangunan dan perluasan bandara serta pelabuhan. "Pembangunan perbatasan terkecil itu penting sekali. Saya selalu sampaikan kepada Menteri PU harus minimal dua kali lebih baik. Ini soal kebanggaan harga diri dan martabat. Masa kalah dengan negara tetangga?" imbuhnya.

Meski demikian, Presiden mengatakan bahwa kerja keras pemerintah harus diikuti dengan dukungan dari masyarakat. Namun, saat ini Presiden menilai masih banyak masyarakat yang belum mengetahui program-program yang sedang dijalankan pemerintah. "Kasih tahu ke masyarakat kita sudah bekerja siang- malam, Sabtu-Minggu untuk menyelesaikan yang riil dibutuhkan masyarakat," ucapnya.

Mantan walikota Solo tersebut telah membangun tol sepanjang 782 kilometer yang telah rampung dikerjakan selama 4 tahun. Sehingga akses transportasi darat dapat memangkas waktu lebih cepat. "Di Indonesia bagian timur, di Papua, jalan rusak seperti ini banyak sekali. Masa hanya 120 kilometer memakan waktu dua atau tiga hari baru sampai. Harus menginap, harus masak di jalan. Inilah pentingnya infrastruktur," tutur Joko Widodo.

Meski pembangunan di Papua sempat terhambat karena adanya kelompok kriminal bersenjata, namun hal itu tidak menyurutkan Pemerintah untuk terus membangun Papua dan wilayah- wilayah lain di Indonesia agar dapat saling terhubung.

Pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Nusantara dilakukan dengan harapan agar keterhubungan antarwilayah menjadi lebih meningkat. Keterhubungan antar wilayah itu pada gilirannya akan menyatukan seluruh daerah di tanah air sehingga meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan.
Editor: Iman

T#g:InfrastrukturSukabumi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 19 Jun 2019 18:19

    Pembangunan Dan Konflik

    Pembangunan merupakan suatu proses atau rangkaian kegiatan yang tidak pernah kenal berhenti, untuk terus menerus mewujudkan perubahan-perubahan pada kehidupan masyarakat dalam rangka mencapai perbaika

  • Jumat, 31 Mei 2019 11:11

    Camat Huragi Inisiasi Penimbunan Jalinsum Palas

    Bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kenderaan bermotor dan gangguan arus mudik dan arus balik pada perayaan lebaran Idul Fitri 1440 hijriyah tahun 2019, di sejumlah titik jalan provin

  • Minggu, 26 Mei 2019 11:46

    Jalan beton jadi kupak-kapik, warga minta tanggung jawab pemilik Backhoe yang melintas

    Jalan cor batu yang berada di simpang tiga arah ke Blok Lima Kelurahan Tanjung Leidong Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten (Labura), hancur akibat alat berat beko (Excavators backhoe) yang melintas tan

  • Kamis, 16 Mei 2019 15:26

    Longsor Hambat Akses dan Ekonomi Warga Aekuala- Tombolang, Habinsaran

    Jalan adalah sarana penghubung yang dapat membantu masyarakat dalam melakukan kegiatan baik untuk mobilitas maupun untuk penunjang perekonomian masyarakat.Agar aktivitas masyarakat dapat berjalan deng

  • Kamis, 16 Mei 2019 14:16

    H-20 Lebaran, Kondisi Jalan Provsu di Palas Kian Ancam Keselamatan Pemudik

    Hingga memasuki H-20 menuju perayaan lebaran Idul Fitri 1440 hijryah tahun 2019, sejumlah titik kerusakan berat, rusak sedang hingga rusak ringan, yang banyak terdapat di sepanjang badan jalan lintas

  • Kamis, 16 Mei 2019 11:16

    Kondisi Jalan Buruk, Desa Siborna Bunut Terisolir

    Kondisi jalan menuju ke Desa Siborna Bunut, Kecamatan Sosa, kabupaten Padang Lawas (Palas) sejak beberapa bulan terakhir ini kian rusak parah dan semakin memburuk, akibatnya desa ini seolah terisolir

  • Sabtu, 11 Mei 2019 15:11

    Jalan Nasional Pakpak Bharat-Subulussalam Hancur-hancuran

    Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Pakpak Bharat Jalan Berutu MM berharap pemerintah pusat segera memperbaiki jalan rusak perbatasan Pakpak Bharat dengan Kota Subulussalam.Permintaan itu disamp

  • Jumat, 03 Mei 2019 00:33

    Lion Air Group Bersama Intim Abadi Persada Meluncurkan "Permata Lion Residence" Perumahan Pertama Karyawan

    Lion Air Group bersama mitra pengembang perumahan PT Intim Abadi Persada hari ini, Kamis (2/5/2019), meluncurkan perumahan pertama bagi karyawan Lion Air Group dengan nama Permata Lion Residence di Ja

  • Sabtu, 20 Apr 2019 08:20

    Dukung Hasil Pemilu, Mari Rajut Kembali Persatuan Bangsa Menuju Suksesnya Pembangunan Indonesia Maju

    Pemilihan Umum bukan sekadar siklus lima tahunan yang biasa. Pemilu merupakan sebuah sarana untuk mencari pemimpin yang benar-benar peduli dengan rakyat Indonesia. Outputnya adalah untuk mewujudkan ne

  • Selasa, 16 Apr 2019 15:16

    Sindir Jokowi, Iklan Kampanye Prabowo- Sandi Tanpa Solusi

    Sebuah iklan kampanye pasangan 02 Prabowo- Sandi sempat mencuri perhatian. Hal ini lantaran isinya menyindir pembangunan infrastruktur yang digalakkan oleh pemerintahan Jokowi.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak