Jumat, 19 Jul 2019 07:34
  • Home
  • Opini
  • Tiada Tempat Untuk HTI di Bumi Serambi Mekkah

Tiada Tempat Untuk HTI di Bumi Serambi Mekkah

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Cut Hanum Assyifa, Mahasiswa Studi Agama-Agama UIN Ar-Raniry Aceh
Minggu, 14 Apr 2019 03:14
@MENARAnews
Kegiatan HTI di Aceh
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) resmi dilarang di Indonesia sejak 17 Juli 2017. Langkah tersebut diambil setelah kajian pemerintah tentang gebrakan dan sepak terjang HTI. Hal yang paling mendasar adalah HTI terbukti dengan nyata mengembangkan paham khilafah sebagai upaya menggantikan Pancasila dan UUD 1945. Beragam kegiatan dan gerakan mereka di dalam masyarakat bertujuan menanamkan paham khilafah dalam menjalani kehidupan bangsa dan negara. Dengan cara itu mereka mengajak masyarakat dan rakyat untuk mengganti  UUD 1945 dan Pancasila, mengubah sistem negara NKRI menjadi Khilafah Islamiyah.

Langkah cepat pemerintah membubarkan HTI patut diapresiasi karena telah melakukan langkah strategis menyelamatkan bangsa. HTI secara terang-terangan dan terbukti tidak mengakui Pancasila yang merupakan filsafat ke-Indonesia-an sebagai dasar negara. Jelas ini tidak bisa dibiarkan dan harus segera diambil tindakan yang bijak.

Di balik penolakan terhadap pembubaran HTI, bahwa perlu diketahui Hizbut Tahrir sebelumnya sudah dianggap organisasi terlarang di 21 negara. Indonesia terlambat untuk membubarkan organisasi politik internasional tersebut. Namun bak kata orang bijak, better late than never. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam kericuhan konflik global adalah buah dari ulah HTI yang memantik konflik horizontal dan vertikal di tengah masyarakat.


Indonesia merupakan negara yang dihuni beragam perbedaan, mulai dari agama, suku, ras, kebudayaan dan adat istiadat, dan lain sebagainya, namun Indonesia tetap satu dalam bingkai NKRI. Bagi HTI, konsep NKRI itu merupakan musuh karena tidak sejalan dengan paham mereka yang ingin menyatukan semuanya kedalam paham khilafah. Mereka terus berupaya menebar kebencian terhadap pemerintah, memecah belah kesatuan elemen bangsa dan pada akhirnya melakukan pengambilalihan kekuasaan pemerintahan yang sah, untuk menjadikan negara Indonesia bagian dari khilafah.

Walau organisasi HTI sudah dilarang, namun secara personal dan kelompok non-formal HTI masih hidup. Para penggiatnya masih banyak berada di tengah masyarakat kita. Mereka bergerak menyebarkan paham-paham HTI itu ke berbagai elemen masyarakat Indonesia, kelompok sosial dan keagamaan, kelompok politik dan bahkan masuk ke institusi pemerintah. Tentu saja kondisi ini sangat berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Dengan dasar warna keislaman yang kuat melekat pada organisasi HTI, para penggiatnya relatif mudah melakukan pendekatan pada masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim. Demi membela kepentingan agama, masyarakat seringkali tidak sadar sedang  berada dalam penggiringan paham HTI.

HTI diduga melakukan penyusupan ke kelompok-kelompok muslim fanatik. Salah satunya patut diwaspadai adalah di bumi serambi mekkah. Kultur keislaman yang kuat dianut masyarakat Aceh rawan untuk perkembangan HTI disana. Namun tidaklah semudah itu memanfaatkan keadaan tersebut. Masyarakat Aceh sangat berpengalaman dalam menyaring paham baru, terutama yang berkaitan dengan Islam fundamental.


Konflik berkepanjangan yang pernah terjadi di Aceh menyadarkan masyarakat Aceh bahwa berpegang teguh kepada Pancasila dan UUD 1945 adalah kunci hidup damai dan tentram. Jangan kembalikan luka lama itu hadir kembali di bumi serambi mekkah. Bahaya memperdebatkan filsafat leluhur bangsa telah dirasakan betul bahayanya.

Berpegang teguh kepada pedoman utuh kebangsaan membuktikan Aceh bisa bangkit kembali dari keterpurukan berpuluh tahun akibat konflik politik karena dasar agama. Namun kita tidak boleh lengah, ancaman tidak pernah surut. HTI ada di sekitar kita. Pemikiran sempit yang mengadu domba sesama anak bangsa selalu dipupuk oleh pihak yang tidak menginginkan kemajuan. Tidak terkecuali di tanah Aceh yang memiliki sumbangsih historis besar kepada bangsa nan jaya ini. Bahwa pakta perdamaian Aceh belasan tahun lalu sudah dirasakan dampaknya. Jangan sekali-kali menjadikan bumi serambi mekkah sebagai tumbal keganasan HTI. Perkuat dan pertebal semangat kebangsaan demi kemajuan bangsa menuju optimisme Indonesia nan kuat dan jaya.

Editor: Iman

T#g:HTI
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 30 Mar 2019 08:10

    IPW Heran Kelompok Radikal dan Anti Pancasila Terakomodir Dalam Pilpres 2019

    Debat ke 4 Capres 2019 Sabtu malam ini menjadi penting di tengah berkembangbiaknya kelompok radikal anti ideologi Pancasila, eks teroris, dan para preman jalanan.

  • Jumat, 29 Mar 2019 22:29

    Mantan Kepala BIN: Di Pilpres 2019, Berhadapan Ideologi Pancasila dengan Khilafah

    Abdullah Mahmud Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), menilai Pemilu 2019 yang digelar serentak 17 April mendatang sangat berbeda dari Pemilu yang pernah dilaksanakan di Indonesia

  • Minggu, 03 Feb 2019 06:53

    Politik Pragmatisme Kubu Prabowo-Sandi

    Baru- baru ini, beredar luas di media sosial poster berisi komando pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab agar pendukung FPI menarik dukungan dari pasangan Prabowo-Sandi.

  • Senin, 17 Des 2018 03:17

    Waspada HTI, Tolak Radikalisme!!

    Gencarnya pergerakan organisasi terlarang HTI agar kembali mendapatkan ruang di Indonesia semakin masif. Berbagai upaya baik dari aparat maupun lembaga pemerintah tak kalah untuk menangkal propaganda

  • Kamis, 13 Des 2018 17:03

    Waspada Gerilya HTI Pasca Dibubarkan

    Keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terkait pembubaran HTI oleh Kemenkumham merupakan hal yang sah dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pembubaran organisasi terlarang ini

  • Jumat, 09 Nov 2018 10:49

    Kebutaan Di Balik Aksi 211

    Dampak dari kejadian hari santri yang diselenggarakan oleh Ormas Islam di Garut pada 22 Oktober 2018 lalu, berujung panjang hingga adanya Aksi Bela Tauhid 211. Aksi membela kalimat Tauhid dipelopori o

  • Jumat, 02 Nov 2018 08:22

    Upaya Politis HTI Tunggangi Aksi Bela Tauhid II

    Sebagai organisasi trans-nasional, HTI tidaklah berdiri sendiri. Di belakangnya masih ada Hizbut Tahrir Internasional (HT-IN). Tentu saja mereka tak akan tinggal diam setelah HTI dibubarkan oleh pemer

  • Jumat, 26 Okt 2018 03:26

    Menyalahgunakan Kalimat Tauhid, HTI Berhasil Memecah Belah Umat Islam

    Baru-baru ini Indonesia kembali digemparkan dengan kejadian pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut. Pembakaran bendera berkalimat tauhid yang merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ole

  • Jumat, 19 Okt 2018 14:29

    Terima Demo BBM Gema Pembebasan, DPRDSU: Kita Berdoa Minta Kepada Allah Supaya Turun

    Unjuk rasa mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan di Kantor DPRD Sumatera Utara, Jum'at (19/10/2018), diterima oleh anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, Arfan Maksum.P

  • Minggu, 23 Sep 2018 04:23

    Gerakan #2019GantiPresiden Cermin Dari HTI

    Ada Mekanisme tertentu dalam gerakan #2019GantiPresiden yang memang terlihat rekat dengan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Mekanisme ini terkait dengan gerakan anti-demokrasi.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak