Minggu, 25 Agu 2019 04:22
  • Home
  • Opini
  • Tensi Politik Turun, Momentum Pemerintah Atasi Masalah Ekonomi

Tensi Politik Turun, Momentum Pemerintah Atasi Masalah Ekonomi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Indra Kusuma, pengamat sosial ekonomi
Minggu, 18 Agu 2019 03:18
@BDGBisniscom
Ilustrasi
Berita terkait polarisasi pasca pemilu sudah reda, artinya tensi politik sudah menurun dan menunjukkan stabilisasi keamanan secara politis. Hal ini tentu harus menjadi perhatian bagi Jokowi agar senantiasa bersiap- siap dalam menghadapi kondisi perekonomian yang lebih menantang pada periode keduanya bersama Ma'ruf Amin.

Tantangan perkembangan ekonomi domestik dan global yang dinamis harus dijawab dengan proses pengambilan keputusan yang baik, berdasarkan dengan diagnosis persoalan yang tepat dan terukur.

Tata kelola regulasi dan institusi haruslah disempurnakan, termasuk dengan menyederhanakan proses perizinan dan insentif fiskal. Proses eksekusi di lapangan tidak boleh rumit dan berbelit- belit. Perkembangan ekonomi digital harus diperhatikan dengan cermat.

Arah kebijakan tentu harus jelas, sehingga Indonesia tidak sekedar menjadi pasar dan penyalur barang- barang impor. Daya saing industri juga harus kompetitif agar dapat mendorong penerimaan pajak sebagai tulang punggung perekonomian.

Tingkat pertumbuhan ekonomi juga harus terus meningkat, hal tersebut tentu hanya dapat tercapai apabila didukung oleh regulasi dan institusi yang kuat. Regulasi yang pas tentu dapat mendukung penciptaan dan pengembangan bisnis, terutama terkait dengan tenaga kerja, investasi dan perdagangan.


Pemerintah juga sudah sewajarnya berorientasi pada kualitas investasi, bukan sekedar pertumbuhannya. Sebagian besar investasi harus berorientasi ekspor sehingga diharapkan memiliki daya dorong yang besar terhadap perekonomian.

Investasi dan Ekspor tentu menjadi pondasi dalam roda perekonomian Indonesia. Sektor ini harus terus digenjot dan didukung, sehingga memberikan dampak baik bagi perekonomian di Indonesia.

Perlu kita sadari bahwa tantangan perekonomian saat ini semakin kompleks. Perdagangan lintas negara menjadi masalah utama pada era ekonomi digital. Barang- barang impor tidak hanya membanjiri pasar domestik, tetapi juga menurunkan daya saing bisnis.

Para pelaku usaha mikro, kecil dan menangah dirugikan karena sebagian besar pengusaha lebih memilih menjadi penjual lanjutan daripada menjadi produsen. Hal tersebut terjadi karena membuat produk sendiri lebih mahal dibanding impor. Dari sisi pembeli, produk impor lebih murah daripada barang lokal. Daya saing global harus ditingkatkan untuk dapat mendorong ekspor.

Pemerintah tentu perlu membenahi institusi karena penataan kelembagaan negara dirasa penting untuk dapat menciptakan lingkungan pemerintahan yang mampu menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di masa depan.

Pemerintah juga perlu memformulasikan pembuatan kebijakan melalui prosedur dan kelembagaan yang jelas, sehingga dapat mendiagnosis persoalan dengan tetap dan otomatis menemukan solusi untuk mengatasi persoalan- persoalan yang muncul ke permukaan.


Kita tidak dapat menampik bahwa ekonomi merupakan masalah pokok yang menjadi bagian dari harapan masyarakat. Karena berhubungan dengan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Kebijakan ekonomi secara langsung maupun tidak langsung, tentu berdampak pada atmosfer perekonomian mikro yang sudah sepantasnya menjadi perhatian bagi pemerintah. Karena bagaimanapun juga keberadaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mampu menyerap tenaga kerja sehingga mengurangi jumlah pengangguran.

Jokowi dan Ma'ruf Amin tentu harus fokus dalam memperkuat sektor- sektor utama yang berpengaruh besar, seperti industri, pertanian dan pariwisata. Sektor Industri misalnya tidak boleh dibiarkan seperti 4 tahun terakhir yang tumbuh di kisaran 4 persen.

Dalam pidato visi Indonesia, Jokowi mengatakan bahwa jangan ada yang alergi terhadap investasi. Dimana penghambat investasi, perizinan dan pungutan liar (pungli) harus dipangkas. Jokowi juga meyakini bahwa kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin menjadi kunci bagi reformasi birokrasi di Indonesia.

Sehingga tidak ada lagi usaha liar yang malas ngurus perizinan yang terkesan ribet, percepatan izin terhadap usaha dan investasi tentu dapat berdampak pada penguatan ekonomi makro secara perlahan.

Saat ini Indonesia berada dalam lingkungan global yang sangat dinamis, hal tersebut ditandai dengan proses transaksi yang semakin cepat, resiko kompleksitas dan penuh kejutan yang sering jauh dari yang dikalkulasikan.

Dalam menangani masalah ekonomi dewasa ini pemerintah Jokowi harus melakukan inovasi untuk menyelesaikan masalah tersebut dan dipaksa untuk mau dalam mengembangkannya. Salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan vokasional ataupun pelatihan- pelatihan yang dapat memberikan keterampilan bagi para pekerja dan pencari kerja, sehingga ketika sebuah investasi yang membutuhkan tenaga kerja, maka Indonesia telah memiliki SDM yang mumpuni dan siap kerja.
Editor: Iman

T#g:ekonomi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 13 Agu 2019 21:13

    CAS Diharapkan Mampu Tekan Inflasi Kota Medan

    Angka inflasi Kota Medan yang mencapai 0,92% terhitung Juli 2019 ternyata kontribusi terbesarnya berasal dari cabai.

  • Jumat, 26 Jul 2019 03:26

    Kestabilan Politik dan Kepastian Hukum, Modal Kepercayaan Untuk Mendatangkan Investor

    Jika kita mengikuti kaleidoskop politik di Indonesia beberapa bulan belakangan ini, maka akan terasa sekali atmosfer politis yang cukup menyesakkan masyarakat khususnya para pelaku usaha.Jika banyak o

  • Selasa, 09 Jul 2019 09:49

    Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Ingin Peningkatan Ekspor dan Investasi

    Presiden Jokowi, Senin siang (8/7/2019), memimpin sidang kabinet paripurna untuk membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan ekonomi. Sidang kabinet tersebut digelar di Ruang Garuda, Istana Kepresiden

  • Jumat, 24 Mei 2019 23:34

    Bertemu Presiden, Pemilik Warung yang Dijarah Akan Kembali Berdagang

    Abdul Rajab dan Ismail, dua pemilik warung yang menjadi korban penjarahan pada 22 Mei 2019 bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Keduanya diundang oleh Presiden setelah menge

  • Rabu, 02 Jan 2019 17:42

    Plt Bupati Labuhanbatu Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Lahan Produktif

    Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Labuhanbatu, H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST. MT, didampingi Setdakab Ahmad Muflih, SH, MM, Rabu, (02/01/19) meninjau Pematangan Lahan Tidur di Kompleks Gedung Olah Raga (G

  • Senin, 15 Okt 2018 09:05

    Wakil Walikota Buka Sosialisasi SDGs Kota Tebing Tinggi

    Pemerintah Kota Tebing Tinggi yang diwakili oleh Wakil WalikotaTebing Tinggi Ir. H. Oki Doni Siregar membuka Acara Sosialisasi Rencana Aksi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Go

  • Selasa, 09 Okt 2018 08:39

    Panglima Kogasgabpad Himbau Warga Kembali ke Sulawesi Tengah

    Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Mayjen TNI Tri Suwandono menghimbau kepada warga masyarakat yang sebelumnya telah meninggalkan Kota Palu, Kabupaten Donggala dan KabupatenSigi, ag

  • Jumat, 05 Okt 2018 18:05

    150 Personel TNI Amankan Roda Perekonomian di Pasar Inpres Palu

    Sebanyak 150 personel TNI ditempatkan di Pasar Inpres yang terletak di jantung Kota Palu, Sulawesi Tengah untuk membantu mengamankan jalannya roda perekonomian agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan

  • Jumat, 21 Sep 2018 09:21

    Wakasad: Generasi Muda harus jadi Agent Of Change dan Entrepreneur

    Guna menghadapi kompetisi global yang penuh dengan tantangan Generasi muda diharapkan mampu menjadi Agent of Change sekaligus Entrepreneur berwawasan kebangsaan. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ke

  • Sabtu, 08 Sep 2018 18:48

    Ketua Umum Dharma Pertiwi Hadiri Talkshow Akses Pemasaran

    Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto menghadiri Talkshow "Akses Pemasaran" Gebyar Karya Pertiwi 2018 di Balai Sudirman, Jl. Dr. Saharjo No. 268, Jakarta Selatan, Sabtu (8/9/2018). S

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak