Kamis, 19 Sep 2019 12:29
  • Home
  • Opini
  • Tak Kenal Lelah, TNI-Polri Solid Jaga Sidang Putusan MK

Tak Kenal Lelah, TNI-Polri Solid Jaga Sidang Putusan MK

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Lisa Saputri Lazuardi, pengamat sosial politik
Selasa, 02 Jul 2019 03:02
@Metro_TV
Ilustrasi pengamanan di gedung MK
Beredar informasi massa akan berkumpul dalam "Aksi Akbar Super Damai Atraksi Islam dan Nasionalis", diikuti oleh 12- 21 juta orang dari seluruh provinsi di Indonesia pada 26- 28 Juni mendatang.

Acara tersebut digagas oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN), namun Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa acara tersebut tidak masuk akal. "Mana mungkin, logika berpikirnya saja sudah tidak sampai, untuk mengumpulkan orang begitu banyak. Masyarakat di Jakarta berapa jumlahnya? Kalau 22 juta orang (datang) ke Jakarta, nanti kita semua tidak bisa berdiri. Kita berpikir logis saja," ujar Dedi.

Pihaknya juga menyatakan, bahwa Polri telah menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi ke kantor Mahkamah Konstitusi (MK) lantaran area tersebut steril dari berbagai aksi massa.

Pada kesempatan yang lain, aparat gabungan telah mengadakan 'Apel Konsolidasi Ketupat Jaya 2019 dan Kesiapan PAM Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Mahkamah Konstitusi (MK)' di Monas, Jakarta Pusat.


Irjen Pol Gatot Eddy Pramono selaku Kapolda Metro Jaya mengatakan, dalam menjalankan tugas, para personel kepolisian haruslah mengikuti prosedur tetap (protap). "Dalam pengamanan harus tetap berpedoman pada protap dan aturan yang dimiliki instansi Polri dan TNI," ujarnya.

Gatot juga mengatakan bahwa, aparat yang dikerahkan kali ini harus bangga menjadi bagian yang diberi tugas, lantaran tidak semua personel diberikan kepercayaan dalam pengamanan ini. Sehingga rangkaian Pemilu 2019 dapat berjalan dengan sukses. Tujuan apel, lanjut Gatot, sebagai sarana konsolidasi pengecekan sejauh mana personel dan peralatan yang akan digunakan telah siap. "Kami mampu berikan terbaik kepada masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya," ucapnya.

Sementara itu, Panglima Kodam Jaya Mayjend Eko Margiyono menegaskan, para personel harus berkonsentras tinggi dan memahami protap. "Personel harus penuhi perintah dan rantai komando untuk mencegah pelanggaran dalam pengamanan ini," ucap Eko.

Ia menyatakan, bahwa seluruh anggota yang bertugas untuk tetap waspada pada seluruh provokasi yang memecah belah TNI dan Polri.

"Jangan mudah percaya pada berita hoaks. Jangan ada TNI dan Polri yang jadi provokator dan sebar berita bohong," Tukas Eko.


Sebanyak 1.100 personel TNI disiagakan untuk menjaga Mahkamah Konstitusi (MK) dalam proses gugatan Pemilu 2019. Personel tersebut dikerahkan dari pihak kepolisian.

Juru Bicara MK Fajar Laksono mengatakan, 1.100 personel terdiri atas berbagai satuan mulai dari Sabhara, Brimob, Polwan maupun TNI. Namun Fajar sendiri tidak merinci mekanisme pengamanan maupun penempatan personel. Ia beralasan, penempatan dilakukan sesuai tim hasil kajian tim keamanan.

Fajar juga mengatakan, personel tersebut sudah bersiaga hingga saat putusan nanti. Oleh sebab itu, Fajar mempersilahkan massa untuk hadir ke MK bila ingin mendampingi paslon yang mengajukan gugatan Pemilu. "Intinya ya itu, kita sudah siap lah 1100 personel dari Brimob, Sabhara, Polwan dan Pamobvit bahkan TNI AD sudah siap. Jad sekiranya nanti betul membawa massa yang kita siap juga", tutur Fajar.

Batas waktu terakhir MK menerima gugatan Pemilu berdasarkan undang- undang adalah Jumat (24/5/2019) pukul 01.46 WIB untuk legislatif  sementara Pilpres pada Jumat (24/5/2019) pukul 24.00 WIB.


Fajar juga mengatakan, bahwa kepaniteraan telah siap menerima gugatan dalam jangka waktu 3 x 24 jam sesuai aturan yang berlaku. Mereka sudah menerapkan sistem shift sehingga para penggugat bisa mendaftarkan hingga batas waktu sah yang ditentukan.

Ia pun sudah mengantisipasi kemungkinan para penggugat mendaftarkan di waktu terakhir seperti pendaftaran sengketa pemilu 2014 lalu.

Tentunya masyarakat tidak perlu mendatangi gedung MK, hal ini karena segala keputusan MK tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Jika kita merujuk pada kericuhan yang pernah terjadi pada 21- 22 Mei lalu, tentu akan menjadi pembelajaran bagi kita semua agar tidak perlu berbondong- bondong datang ke MK. Hal  ini karena sesi persidangan bisa kita pantau melalui berbagai media.

Meski demikian, upaya pemerintah dalam mengamankan jalannya persidangan PHPU di MK patut diapresiasi, karena pemerintah telah menjamin keamanan dan keselamatan peserta sidang PHPU di MK.
Editor: Iman

T#g:TNI-PolriTNI Polri
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 04 Sep 2019 22:34

    Panglima TNI: Kerja Sama TNI dan Polri Mampu Meredam Kerusuhan

    Berkat kerja sama dua institusi besar, TNI dan Polri yang memiliki kemampuan yang luar biasa mampu meredam kerusuhan yang terjadi di wilayah Papua dan Papua Barat. Saat ini kita masuk dalam situasi bu

  • Selasa, 03 Sep 2019 22:23

    Panglima TNI: Sinergitas TNI-Polri Obat Ampuh Menjaga Keutuhan NKRI

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Pol Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D., memberikan pengarahan kepada ratusan Prajurit TNI-Polri di wilayah Manokwari, bertemp

  • Rabu, 28 Agu 2019 20:58

    Panglima TNI: Jaga Sinergitas Prajurit TNI dan Polri di Lapangan

    Jaga terus sinergitas Prajurit TNI dan Polri di lapangan serta jalin hubungan yang baik dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama yang berada di wilayah, guna terlaksananya tugas-tugas denga

  • Minggu, 28 Jul 2019 10:58

    Panglima TNI Kunjungi Polda Kepri

    Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan Kapolri, Jenderal Pol Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D. melaksanakan kunjungan kerja ke Polda Kepulauan Riau, di Nongsa, Batam, Provinsi Kepulauan

  • Senin, 15 Jul 2019 18:35

    Panglima TNI: 781 Capaja TNI-Polri Siap Dilantik oleh Presiden RI

    Sebanyak 781 Calon Perwira Remaja (Capaja) TNI-Polri, terdiri dari 259 Akademi Militer (244 putra, 15 putri), 117 Akademi Angkatan Laut (103 putra, 14 putri), 99 Akademi Angkatan Udara (90 putra, 9 pu

  • Kamis, 11 Jul 2019 03:11

    Upaya PengamananTNI-Polri Patut Diapresiasi

    Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) telah memastikan untuk siap membacakan putusan terkait perselisihan hasil pilpres 2019 yang diajukan kubu Prabowo- Sandi. "Keputusan punya daya ikat setelah diucapkan,"

  • Kamis, 13 Jun 2019 21:13

    TNI-Polri Gelar Apel Konsolidasi Kesiapan Pengamanan Sidang PHPU

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Jaya 2019 dan Kesiapan Pengamanan Sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum

  • Senin, 03 Jun 2019 22:33

    Komandan Kodim 0824 Hadiri Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa

    KH Mas Muhlisina Lahuddin (Pimpinan PP Ash Shiddiqi), memimpin Doa Bersama Untuk Keselamatan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Bersama TNI- Polri di Pondok Pesantren (PP) Ash Shidi

  • Sabtu, 18 Mei 2019 10:48

    Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi Tokoh-Tokoh Nasional

    Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima kunjungan silaturahmi dari Gerakan Suluh Kebangsaan (GSK) yang dipimpin oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof. Dr. Mahfud MD di Wis

  • Kamis, 18 Apr 2019 14:18

    Pemilu Damai, Mantan Aktivis HMI Puji Soliditas TNI/Polri

    Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumut, Anggia Ramadhan memuji soliditas TNI/Polri dalam mengamankan pelaksanaan Pemilu serentak 2019 di Provinsi Sumut. Kata dia, banyak pihak yang khawatir deng

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak