Kamis, 27 Feb 2020 11:51
  • Home
  • Opini
  • TGB: Beredar Video Editan Orasi '2019 Jokowi Kalah di NTB'

TGB: Beredar Video Editan Orasi '2019 Jokowi Kalah di NTB'

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Farhan Trias H., Pegiat Media Sosial
Minggu, 14 Apr 2019 17:14
@BeritaSatu
Tuan Guru Bajang
Video orasi Tuan Guru Bajang (TGB) yang menyerukan 2019 Jokowi kalah di NTB sedang viral. TGB memastikan bahwa video tersebut merupakan hoaks, hasil editan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Budaya Hoaks Memalukan

Di dalam video yang tengah viral tersebut, tampak TGB tengah berorasi di hadapan para pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Lapangan Nasional Selong, Lombok Timur, NTB, Selasa (2/4) sambil menyerukan Jokowi kalah di Pilpres 2019 nanti. Menanggapi video yang tengah beredar luas tersebut, TGB menjelaskan bahwa ada bagian dari video yang diedit. Dalam video tersebut, kata 2014 dipotong kemudian dimasukkan kata 2019.

TGB menyatakan Jokowi memang kalah telak dari Prabowo Subianto pada 2014 lalu di NTB. Namun, Jokowi tetap memberikan perhatian penuh pada Nusa Tenggara Barat yang notabene tak mendukungnya di pemilu sebelumnya. Dalam tanggapannya, TGB juga mengajak masyarakat untuk berkompetisi yang baik, jangan membudayakan fitnah dan hoaks yang memalukan.


Upaya Menggiring Opini

Video editan ini menambah koleksi serangan hoaks yang menyerang kubu Jokowi selain isu agama dan isu lainnya. Beragam tanggapan pun dilontarkan berhubungan dengan video hoaks tersebut, termasuk salah satunya dari Fadli Zon. Fadli Zon mengungkapkan keprihatinannya terhadap kekalahan telak Jokowi meski Pilpres baru akan dilangsungkan dua minggu lagi. Viralnya video tersebut bisa jadi merupakan langkah akhir dari pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk menggerus elektabilitas Jokowi di NTB.

Seperti yang kita tahu, TGB merupakan tokoh penting bagi masyarakat NTB. Apapun yang beliau suarakan tentu akan berpengaruh pada pandangan masyarakat NTB. Bukan tak mungkin video orasi hoaks ini bertujuan menggiring opini guna mengalihkan perhatian masyarakat NTB dari pasangan nomor 01. Sayangnya, usaha ini tampaknya tak berhasil. Buktinya, pada kampanye Ma'ruf Amin di Lapangan Selong, Lombok Timur, Selasa (2/4/2019) lalu para pendukung pasangan calon nomor 01 ini solid menyuarakan dukungannya demi memenangkan Jokowi.

TGB bahkan menyerukan agar para pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin berkampanye dengan menggunakan cara-cara yang baik. Bukan dengan saling mengumpat, menyebarkan berita bohong maupun mencerca. Kampanye harusnya menyampaikan optimisme masa depan sehingga masyarakat memiliki semangat agar Indonesia semakin maju. Menyebarkan video hoaks seperti ini hanya menciptakan kepanikan tak berdasar yang akan mencederai jalannya Pilpres.


Alasan TGB Mendukung Jokowi

Kemunculan video orasi yang sedang viral bisa dikatakan memanfaatkan momentum antara TGB dan Pilpres. Seperti yang kita tahu, pada Pilpres 2014 lalu Jokowi bukanlah pilihan favorit di kawasan NTB. Hal ini tampak pada jumlah suara Jokowi yang rendah di kawasan tersebut.

Namun, Jokowi telah membuktikan kepemimpinannya dengan memberikan perhatian penuh pada kawasan yang tak mendukungnya sekalipun. Untuk Pilpres kali ini tampaknya akan berbeda. Mayoritas masyarakat NTB memberikan penilaian positif terhadap pemerintahan Jokowi selama 5 tahun ini. Tak mengherankan bila banyak masyarakat yang menginginkan Jokowi untuk dua periode.

Demikian juga dengan TGB yang menyatakan dukungannya pada Jokowi karena menilai Jokowi merupakan seorang muslim yang baik. Jokowi juga dinilai sebagai pemimpin yang berproses, bukan pemimpin instan. Tindakan korupsi kolusi nepotisme (KKN) pun tak pernah dilakukan Jokowi.

Kebijakan yang diputuskan juga tak ada yang mencederai rakyat. Hal inilah yang membuat Jokowi dinilai lebih baik dari pasangan lainnya sekaligus menjadi alasan mengapa banyak lawan politik yang tak menyukainya. Tak mengherankan jika serangan berita bohong sering muncul menyerang tokoh-tokoh yang mendukung Jokowi, termasuk video hoaks yang menyerang TGB ini.


Semakin Mempersolid Dukungan ke Jokowi

Niat video editan TGB yang dimaksudkan untuk menggiring opini tampaknya tak berhasil. TGB sebagai tokoh terkemuka di NTB membuktikan bahwa video tersebut merupakan video hoaks, berita bohong. Video editan seperti ini merupakan tindakan kampanye yang jauh dari kesan positif, bahkan dinilai memalukan bagi siapapun yang melakukannya terutama untuk skala persaingan Pilpres.

Masyarakat kini juga makin pandai menilai mana berita bohong mana berita yang berdasarkan fakta. Tapi, bukan berarti semua orang bisa langsung percaya bahwa suatu video itu hoaks. Butuh kenetralan, logika dan kemauan untuk menelaah sumber informasi yang benar agar kita tak mudah termakan hoaks. Jangan bersembunyi di pikiran sempit karena hal itu hanya akan memudahkan kita termakan isu hoaks.

Editor: Iman

T#g:hoax
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Jan 2020 03:21

    Peran Edukasi Media Kawal Kebijakan Nasional Tanpa Hoax Demi Wujudkan Indonesia Maju

    Di era digital seperti sekarang ini, hampir seluruh masyarakat dapat berselancar melalui internet yang dibanjiri informasi dengan berbagai opini, data, dan informasi beragam, bahkan terkadang status d

  • Kamis, 21 Nov 2019 07:51

    Kalangan Insan Media Bersama KMI Siap Berantas Hoax dan Radikalisme untuk Indonesia Maju

    Kalangan insan media berkomitmen berantas hoax dan radikalisme serta mengawal secara independen program pemerintahan Jokowi jilid 2 guna wujudkan Indonesia Maju.Hal ini disampaikan pada Diskusi yang d

  • Selasa, 05 Nov 2019 09:25

    Masyarakat Bersinergi Lawan Propaganda-Hoax Demi Perdamaian dan Pembangunan Papua Menuju Indonesia Maju

    Berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu di Papua yang menimbulkan kerugian materi bahkan jiwa salah satunya disebabkan oleh berita hoax yang dijadikan sebagai propaganda berbagai

  • Kamis, 17 Okt 2019 21:07

    Insan Media Sumatera Barat Sepakat Lawan Hoax dan Mendukung Keberlanjutan Program Pembangunan 5 Tahun Kedepan

    Puluhan media dan warganet kota Padang bertekad melawan hoax dan mensukseskan program pembangunan nasional 5 tahun kedepan. Para insan media yang terdiri dari awak media cetak, elektronik dan online m

  • Jumat, 11 Okt 2019 11:11

    Ladang Hoaks dan Propaganda Radikalisme, Ujian Berat Bagi Peranan Media Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

    Masifnya berita Hoaks dan bad news serta penyebaran propaganda radikalisme bukan hanya masalah segelintir orang tetapi sudah menjadi masalah bangsa karena dapat memecah-belah persatuan dan mengancam f

  • Senin, 23 Sep 2019 03:22

    Jangan Mudah Percaya Berita Hoax

    Melawan hoax adalah hal yang perlu kita lakukan. Pasalnya hoax benar-benar menjadi momok bagi keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Misalnya, belum lama ini terjadi kerusuhan di Papua yang d

  • Minggu, 22 Sep 2019 03:22

    Hoax Berbahaya Bagi Kehidupan Masyarakat

    Berita hoax sangat mengerikan dan mampu membuat perpecahan di tengah masyarakat. Misalnya, terjadinya kerusuhan di Papua yang awalnya ditenggarai karena ketersinggungan masyarakat Papua atas ujaran ra

  • Sabtu, 31 Agu 2019 09:41

    Mewaspadai Konten Provokasi Isu Papua: Utamakan Dialog dan Bijaklah Bermedsos

    Isu rasisme kembali menyeruak ke publik. Insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua oleh sejumlah orang pada Jumat (16/8) di Surabaya, serta dugaan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua di Malang, men

  • Kamis, 29 Agu 2019 03:29

    Generasi Muda Berani Tolak Radikalisme

    Kita semua tahu bahwa aksi terorisme tidak hanya terjadi di Timur Tengah saja, aksi teror juga ternyata telah merambah ke Tanah Air bahkan sudah sejak lama.Dari berbagai peristiwa seperti bom Bali, bo

  • Senin, 29 Jul 2019 17:59

    GESIT Deklarasikan Gerakan Posting Konten Positif Guna Lawan Hoax dan Radikalisme Di Sosmed

    Sebagai wujud menguatkan kesadaran warganet dalam memperkokoh persatuan dan mewujudkan kemajuan bangsa, Gerakan Literasi Terbit (GESIT) mendeklarasikan gerakan posting konten positif dan lawan hoax se

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak