Selasa, 25 Jun 2019 23:57
  • Home
  • Opini
  • TGB: Beredar Video Editan Orasi '2019 Jokowi Kalah di NTB'

TGB: Beredar Video Editan Orasi '2019 Jokowi Kalah di NTB'

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Farhan Trias H., Pegiat Media Sosial
Minggu, 14 Apr 2019 17:14
@BeritaSatu
Tuan Guru Bajang
Video orasi Tuan Guru Bajang (TGB) yang menyerukan 2019 Jokowi kalah di NTB sedang viral. TGB memastikan bahwa video tersebut merupakan hoaks, hasil editan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Budaya Hoaks Memalukan

Di dalam video yang tengah viral tersebut, tampak TGB tengah berorasi di hadapan para pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Lapangan Nasional Selong, Lombok Timur, NTB, Selasa (2/4) sambil menyerukan Jokowi kalah di Pilpres 2019 nanti. Menanggapi video yang tengah beredar luas tersebut, TGB menjelaskan bahwa ada bagian dari video yang diedit. Dalam video tersebut, kata 2014 dipotong kemudian dimasukkan kata 2019.

TGB menyatakan Jokowi memang kalah telak dari Prabowo Subianto pada 2014 lalu di NTB. Namun, Jokowi tetap memberikan perhatian penuh pada Nusa Tenggara Barat yang notabene tak mendukungnya di pemilu sebelumnya. Dalam tanggapannya, TGB juga mengajak masyarakat untuk berkompetisi yang baik, jangan membudayakan fitnah dan hoaks yang memalukan.


Upaya Menggiring Opini

Video editan ini menambah koleksi serangan hoaks yang menyerang kubu Jokowi selain isu agama dan isu lainnya. Beragam tanggapan pun dilontarkan berhubungan dengan video hoaks tersebut, termasuk salah satunya dari Fadli Zon. Fadli Zon mengungkapkan keprihatinannya terhadap kekalahan telak Jokowi meski Pilpres baru akan dilangsungkan dua minggu lagi. Viralnya video tersebut bisa jadi merupakan langkah akhir dari pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk menggerus elektabilitas Jokowi di NTB.

Seperti yang kita tahu, TGB merupakan tokoh penting bagi masyarakat NTB. Apapun yang beliau suarakan tentu akan berpengaruh pada pandangan masyarakat NTB. Bukan tak mungkin video orasi hoaks ini bertujuan menggiring opini guna mengalihkan perhatian masyarakat NTB dari pasangan nomor 01. Sayangnya, usaha ini tampaknya tak berhasil. Buktinya, pada kampanye Ma'ruf Amin di Lapangan Selong, Lombok Timur, Selasa (2/4/2019) lalu para pendukung pasangan calon nomor 01 ini solid menyuarakan dukungannya demi memenangkan Jokowi.

TGB bahkan menyerukan agar para pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin berkampanye dengan menggunakan cara-cara yang baik. Bukan dengan saling mengumpat, menyebarkan berita bohong maupun mencerca. Kampanye harusnya menyampaikan optimisme masa depan sehingga masyarakat memiliki semangat agar Indonesia semakin maju. Menyebarkan video hoaks seperti ini hanya menciptakan kepanikan tak berdasar yang akan mencederai jalannya Pilpres.


Alasan TGB Mendukung Jokowi

Kemunculan video orasi yang sedang viral bisa dikatakan memanfaatkan momentum antara TGB dan Pilpres. Seperti yang kita tahu, pada Pilpres 2014 lalu Jokowi bukanlah pilihan favorit di kawasan NTB. Hal ini tampak pada jumlah suara Jokowi yang rendah di kawasan tersebut.

Namun, Jokowi telah membuktikan kepemimpinannya dengan memberikan perhatian penuh pada kawasan yang tak mendukungnya sekalipun. Untuk Pilpres kali ini tampaknya akan berbeda. Mayoritas masyarakat NTB memberikan penilaian positif terhadap pemerintahan Jokowi selama 5 tahun ini. Tak mengherankan bila banyak masyarakat yang menginginkan Jokowi untuk dua periode.

Demikian juga dengan TGB yang menyatakan dukungannya pada Jokowi karena menilai Jokowi merupakan seorang muslim yang baik. Jokowi juga dinilai sebagai pemimpin yang berproses, bukan pemimpin instan. Tindakan korupsi kolusi nepotisme (KKN) pun tak pernah dilakukan Jokowi.

Kebijakan yang diputuskan juga tak ada yang mencederai rakyat. Hal inilah yang membuat Jokowi dinilai lebih baik dari pasangan lainnya sekaligus menjadi alasan mengapa banyak lawan politik yang tak menyukainya. Tak mengherankan jika serangan berita bohong sering muncul menyerang tokoh-tokoh yang mendukung Jokowi, termasuk video hoaks yang menyerang TGB ini.


Semakin Mempersolid Dukungan ke Jokowi

Niat video editan TGB yang dimaksudkan untuk menggiring opini tampaknya tak berhasil. TGB sebagai tokoh terkemuka di NTB membuktikan bahwa video tersebut merupakan video hoaks, berita bohong. Video editan seperti ini merupakan tindakan kampanye yang jauh dari kesan positif, bahkan dinilai memalukan bagi siapapun yang melakukannya terutama untuk skala persaingan Pilpres.

Masyarakat kini juga makin pandai menilai mana berita bohong mana berita yang berdasarkan fakta. Tapi, bukan berarti semua orang bisa langsung percaya bahwa suatu video itu hoaks. Butuh kenetralan, logika dan kemauan untuk menelaah sumber informasi yang benar agar kita tak mudah termakan hoaks. Jangan bersembunyi di pikiran sempit karena hal itu hanya akan memudahkan kita termakan isu hoaks.

Editor: Iman

T#g:hoax
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 24 Mei 2019 22:44

    Kapuspen TNI: Tidak Benar Provokator di Masjid Petamburan Anggota BAIS TNI

    Video viral https://youtu.be/cOFapD_1TzE dengan judul 'Terciduk! Diduga Oknum BAIS TNI Provokasi Massa di Aksi 22 Mei dan Menyudutkan POLRI'. Informasi/ tulisan yang terdapat pada video ters

  • Jumat, 24 Mei 2019 03:24

    Waspada dan Jangan Terprovokasi Hoaks Menjelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019

    Pada era globalisasi saat ini teknologi berkembang sangat pesat. Sebagian besar individu telah mengenal smartphone dan komputer yang terhubung dengan internet. Mereka memanfaatkan smartphone untuk akt

  • Senin, 22 Apr 2019 10:22

    Pemilu Sudah Selesai, Komunitas GESIT Ajak Warganet Dukung Hasil Pemilu Secara Konstitusional Tanpa Hoax

    Pemilu 2019 baik Pileg maupun Pilpres sudah berlangsung lancar dan aman pada 17 April 2019 lalu, dimana sepanjang musim kampanye berlangsung, berita hoax dan fitnah marak di lini media sosial dan perd

  • Minggu, 21 Apr 2019 23:21

    Sebelum Tuduh KPU Curang, Kroscek Terlebih Dahulu

    Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) khawatir bahwa informasi- informasi yang sesat dan tidak benar alias hoax dapat menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu. Hal ini tid

  • Jumat, 19 Apr 2019 15:09

    Anak Bantah Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

    Kabar Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia beredar lagi. Kabar itu dipastikan hoax.

  • Selasa, 16 Apr 2019 20:56

    Isu Surat Suara Tercoblos 01, KPU Medan: Surat Suara Belum Didistribusikan Ke Kelurahan

    Beredarnya rekaman percakapan yang menyebut terjadinya praktik kecurangan pencoblosan surat suara untuk Paslon 01 di Kecamatan Medan Amplas mengundang reaksi Ketua KPU Medan."Rekaman berisi percakapan

  • Kamis, 04 Apr 2019 08:54

    Milineal Warganet Harus Bersatu Melawan Hoax dan Intimidasi Agar Tidak Takut Memilih

    Akhir-akhir ini banyak muncul informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah hoax di dunia maya. Hoax banyak dimunculkan oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab yang memiliki kepenti

  • Rabu, 03 Apr 2019 21:03

    Kominfo: [HOAKS] Pendukung Jokowi Di Acara Debat Memakai Pin Di Topi Lambang PKI

    Beredar foto seorang lelaki yang memakai jaket bertuliskan Jokowi-Ma'ruf yang menghadiri acara debat Capres ke empat pada tanggal 30 Maret 2019. Pria tersebut menggunakan topi hitam dan tampak pi

  • Rabu, 03 Apr 2019 05:03

    Kapuspen TNI: Penyebaran Berita Bohong Bahayakan Persatuan dan Kesatuan

    Penyebaran informasi dan berita-berita bohong atau hoax melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan, serta ke-bhinneka tunggal ika-an.Demikian ditegaskan

  • Kamis, 28 Mar 2019 20:28

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso: Silahturahmi Sebagai Upaya Menyatukan Anak Bangsa

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso diwakili Pasiter Dim 0209/LB, Kapten Inf. Bahdi Siagian, Kamis (28/3/19) menghadiri acara Orientasi Kewaspadaan terhadap Bahaya Laten dengan tema "Lawan Hoak dan To

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak