Minggu, 25 Agu 2019 04:19
  • Home
  • Opini
  • Surat Suara Dibakar di Puncak Jaya Wijaya, Ini Penjelasannya

Surat Suara Dibakar di Puncak Jaya Wijaya, Ini Penjelasannya

Papua (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Mirzan, Pengamat masalah Sosial Politik
Selasa, 07 Mei 2019 03:07
@Arif_Trenggalek
Postingan netizen soal video viral surat suara di Papua
Media sosial sempat heboh dengan video pembakaran kotak dan surat suara yang terjadi di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Video tersebut memperlihatkan bagaimana seorang laki-laki merekam kondisi ketika orang-orang sedang membakar logistik dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu. Dalam video yang telah viral tersebut, tampak banyak sekali tumpukan surat dan kotak suara sedang dibakar.

"Selamat siang inilah tempat pembakaran kotak suara maupun surat suara di distrik Tingginambut. Masyarakat melaksanakan pembakaran, tolong teman-teman viralkan di media sosial, ini pelaksanaan Pilpres 2019 terburuk dalam sejarah," tutur Pria yang merekam video tersebut.

Selain itu, Pria yang belum diketahui namanya tersebut, mengatakan bagaimana Indonesia bisa maju dan makmur jika pemimpinnya didapat dari hasil kecurangan. Kemudian, muncul juga potongan video lainnya yang menjelaskan bagaimana kondisi di tempat pembakaran saat itu. Video tersebut memperlihatkan beberapa masyarakat yang menyeret kotak suara dari dalam ruangan menuju tempat pembakaran.


Hal tersebut lantas mendapat tanggapan dari Deputi V Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani yang telah mengecek video surat suara dibakar di Puncak Jaya, Papua yang sudah viral. Hasilnya surat suara itu sudah tidak digunakan lagi dan dibakar untuk mencegah penyalahgunaan. "Yang dibakar itu dokumen yang tidak diperlukan lagi, agar tidak disalahgunakan," tutur Jaleswari melalui keterangan tertulis.

Petugas KPUD Puncak Jaya memusnahkan kertas suara yang tidak terpakai itu di Kantor Kecamatan Tingginambut, Papua. Pemusnahan tersebut dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan kertas suara tersebut.

Pemilu di Distrik Tingginambut menggunakan sistem noken yang tidak membutuhkan kertas suara. Penggunaan sistem ini telah disahkan oleh Mahkamah Konstitusi beberapa tahun yang lalu. Puncak Jaya merupakan salah satu dari 12 kabupaten yang mendapatkan izin dari MK untuk melakukan pemungutan suara dengan menggunakan sistem Noken. Pemusnahan kertas suara ini direkam dan telah diunggah di sosial media, namun dalam video tersebut seolah-olah menunjukkan proses pemungutan suara di Tingginambut Kabupaten Puncak Jaya berjalan tidak aman.

Dari sumber yang didapat, benda yang dibakar tersebut bukanlah dokumen Pemilu seperti formulir C1 KWK, rekapitulasi perhitungan suara dan berita acara perhitungan suara tingkat distrik. Dokumen-dokumen pentingnya sudah diamankan ke kantor KPU Mulia, Puncak Jaya untuk selanjutnya dilakukan rekapitulasi. Pihaknya menduga bahwa unggahan video tersebut bertujuan untuk mengacaukan dan mendelegitimasi kerja para penyelenggara Pemilu.


Sepertinya mereka ingin membuat isu di Tingginambut tidak aman padahal ini wilayah yang aman dan baik-baik aja selama Pemilu.

Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin Siregar juga turut menyayangkan informasi yang salah tentang video yang tersebar di media sosial tersebut.

Berdasarkan penyelidikan Polisi, benda yang dibakar merupakan sisa dokumen Pemilu yang sudah tidak terpakai, pihaknya juga menegaskan bahwa pembakaran dokumen tersebut sudah ada Berita acara pemusnahannya. Atas kegaduhan ini, Polisi akan mengejar orang-orang yang membuat viral video surat suara dibakar di Puncak Jaya, Papua. Polisi menilai bahwa video yang beredar telah menambah kegaduhan, karena dengan lantang perekam video tersebut telah menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan fakta.

"Dari direktorat Reserse kriminal khusus Polda Papua akan melakukan investigasi terhadap akun yang menyebarkan info tersebut dan menambah lagi narasinya", tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat.

Pihaknya juga menegaskan agar masyarakat tidak membuat gaduh media sosial dengan menyebarkan sesuatu yang tidak sesuai fakta. Atas hal tersebut pelaku dapat dijerat dengan undang undang ITE, terhadap pemilik akun yang menyebarkan berita bohong.

Dengan adanya hal ini, tentu menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar tidak langsung percaya dengan berita yang hanya sekedar ingin viral. Dalam menerima informasi yang heboh haruslah dicerna dan dibandingkan dengan informasi yang lain, tak lantas hanya karena judul atau karena potongan video, lantas emosi kita tersulut.

Seperti berita tentang dibakarnya logistik pemilu, jika kita hanya melihat videonya saja maka kita akan beranggapan bahwa pelaksanaan Pemilu tidaklah aman, padahal pembakaran surat suara di Puncak Jaya Papua dilakukan semata- mata agar logistik Pemilu yang tidak terpakai disalahgunakan oleh sekelompok orang.
Editor: Iman

T#g:Papua
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Sep 2019 03:14

    Wujudkan Perdamaian di Papua, Kita Adalah Indonesia

    Sumatera itu Indonesia, Kalimantan itu Indonesia, Sulawesi Itu Indonesia, Begitu juga Papua merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga perbedaan Suku

  • Sabtu, 24 Agu 2019 00:24

    Satgas Pamtas Yonif 411/Pdw Bersama Puskesmas Sota Sosialisasikan Pola Hidup Sehat di Sekolah

    Untuk menanamkan pola hidup sehat kepada anak-anak sekolah di Ujung Timur Indonesia tepatnya di perbatasan Republik Indonesia- Papua Nugini (RI-PNG) Sektor Selatan, Prajurit TNI Satgas Pamtas Batalyon

  • Jumat, 23 Agu 2019 17:23

    Kapolri, Panglima dan Menkopolhukam Sampaikan Pesan Presiden RI Untuk Masyarakat Papua & Papua Barat

    Kapolri Jenderal Pol Prof H. M. Tito Karnavian, PhD bersama Menkopolhukam Jenderal (P) Dr H Wiranto dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP, tiba di Bandara Edward Domino Esok Sorong dan lang

  • Kamis, 22 Agu 2019 22:32

    Panglima TNI Kunjungan Kerja ke Papua

    Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Menkopolhukam RI Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Kapolri Jenderal Pol HM. Tito Karnavian, P.hD., Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, Kab

  • Rabu, 21 Agu 2019 03:21

    Papua Barat Bagian NKRI, Sudah Final

    Pada 6 Agustus 2019 lalu, Benny Wenda menyempatkan diri untuk bertemu dengan Perdana Menteri Solomon Islands, Hon. Manaseh Sogavare di Kantor Perdana Menteri Solomon Islands di Honiara.Selain itu, dir

  • Selasa, 20 Agu 2019 18:50

    Pemuda Papua di Jember yakin aparat TNI-Polri dapat menjaga kondusifitas wilayah

    Usai menghadiri Acara Malam Akrab TNI- Polri, Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf Laode M Nurdin Bersama Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, menyempatkan untuk bertemu dangan komunitas Pemuda, Maha

  • Selasa, 20 Agu 2019 11:50

    AJI: Terapkan Jurnalisme Damai dalam Peristiwa Papua

    Media massa dalam beberapa hari ini memberitakan peristiwa pengepungan organisasi massa, satuan polisi pamong praja Kota Surabaya, polisi dan tentara terhadap asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan N

  • Senin, 19 Agu 2019 21:29

    2 Minggu Hilang di Hutan, Anggota Yonif 411 Kostrad Berhasil Temukan Johanis Kanimu

    Anggota TNI Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 411/Pandawa Kostrad yang sedang bertugas sebagai  Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia- Papua Nugini (RI-

  • Senin, 19 Agu 2019 19:09

    Terkait Kisruh Papua, Hoaks Pengusiran Warga Papua di Surabaya Diungkap Piter Rumaseb

    Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua Surabaya, Piter Frans Rumaseb angkat bicara terkait kerusuhan warga Papua.Pieter, saat berada di Mapolda menyatakan bahwa berita-berita terkait peristiwa pengusiran w

  • Senin, 19 Agu 2019 10:59

    Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY Torehkan Prestasi di Medan Operasi

    Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514/SY di bawah Mayor Inf Danang Biantoro, S.IP., M.Si. sebagai Dansatgas, menjuarai perlombaan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-74 yang dise

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak