Kamis, 20 Jun 2019 23:23
  • Home
  • Opini
  • Surat Kecewa SBY Tanggapi Kampanye Akbar Prabowo-Sandi

Surat Kecewa SBY Tanggapi Kampanye Akbar Prabowo-Sandi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rinda Harahap, Pengamat Masalah Sosial Politik
Jumat, 12 Apr 2019 10:12
@swararakyatcom
SBY
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor 02 Prabowo-Sandiaga telah merampungkan kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Acara yang berlangsung pada 7 April 2019 tersebut berhasil mendatangkan jutaan simpatisan maupun pendukung Prabowo-Sandiaga. Acara ini pun berjalan dengan lancar sampai penghujung acara.

Tak disangka, di balik gegap gempita pelaksanaan kampanye akbar tersebut, Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat memprotes kampanye akbar yang dihadiri oleh seluruh Parpol mitra koalisi Prabowo-Sandi, karena acara tersebut disinyalir tidak mencerminkan kebhinekaan. SBY mengirimkan surat terbuka yang beredar di kalangan awak media. Namun sejatinya ditujukan untuk Ketua Wanhor Partai Demokrat Amir Syamsudin, Waketum Demokrat Syarief Hassan dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

SBY meminta agar kadernya tersebut memberikan masukan kepada Prabowo Subianto untuk melaksanakan kampanye yang lebih mengedepankan kebhinekaan atau inclusiveness. Hal itu dibutuhkan demi mencegah demonstrasi identitas yang berbasiskan agama, etnis dan kedaerahan.


"Pemilihan Presiden yang segera akan dilakukan ini adalah untuk memillih pemimpin bangsa, pemimpin rakyat, pemimpin kita semua. Karenanya, sejak awal "set up"-nya harus benar. Mindset kita haruslah tetap "semua untuk semua" atau all for all," tuturnya.

Dirinya juga mengatakan, calon pemimpin harus memiliki cara berpikir dan tekad menjadi pemimpin bagi semua. Atas dasar itu, kalau terpilih maka akan menjadi pemimpin teladan yang kokoh dan berhasil.

Dalam surat yang ditulis itu, SBY meminta pengurus Demokrat menyampaikan masukan kepada Prabowo yang intinya kampanye akbar harusnya lebih inklusi dan menghindari politik indentitas.

Telah dikonfirmasi dari Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Ferdinan Hutahaen mengatakan bahwa SBY meminta agar acara kampanye GBK dibuat ber-bhineka tunggal ika, dan tidak hanya milik satu kelompok saja. Apalagi, kalau sampai diidentikkan dengan khilafah.


Dalam suratnya SBY mengatakan bahwa Partai Demokrat merupakan Partai Nasionalis-Relijius. Bagi kita Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika adalah harga mati. Tidak boleh NKRI menjadi negara agama ataupun negara komunis. Tentunya kampanye haruslah mencerminkan 'Unity in Diversity', untuk mencegah unjuk kekuatan berbasis agama, etnis, hingga polarisasi politik yang ekstrem.

Dalam surat tersebut SBY juga berterus terang tidak suka apabila rakyat Indonesia harus dibelah sebagai pro Pancasila dan pro Khilafah. Dirinya justru merasa khawatir apabila dalam kampanye akbar tersebut dibangun polarisasi seperti itu, nantinya Bangsa Indonesia akan terbelah dalam dua kubu yang akan berhadapan dan bermusuhan selamanya.

Juru Bicara TKN Jokowi- Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa kekhawatiran Ketua Umum Partai Demokrat,  terkait konsep terbuka Prabowo-Sandiaga yang ekslusif, menjadi kenyataan. "Apa yang diingatkan oleh Pak SBY bahwa kampanye 02 ekslusif dan tidak lazim memang menjadi kenyataan hari ini di GBK," tutur Ace.

Ace Hasan juga menilai bahwa terlihat dengan jelas kubu 02 ingin menonjolkan penggunaan politik identitas dengan memobilisasi sentimen pendukung. Ace menilai kubu 02 jalan terus dan sama sekali bergeming dengan kritik SBY. Nuansa politik identitas justru semakin kuat karena kubu 02 hanya menjadikan kehadiran representasi agama lain.

Dalam surat yang ditulis SBY, dirinya juga menuliskan "daripada rakyat dibakar sikap dan emosinya untuk saling membenci dan memusuhi saudara-saudaranya yang berbeda dalam pilihan politik, apalagi secara ekstrem, lebih baik diberi tahu, apa yang akan dilakukan Jokowi-Prabowo dalam 5 tahun mendatang."

Pada awal pesannya, SBY mengaku mendapat informasi yang mengandung kebenaran mengenai kampanye akbar Prabowo-Sandiaga di GBK. Informasi tersebut juga SBY akui dari pihak lingkaran dalam Prabowo.

SBY juga menuliskan, "Tinggalkan dan bebaskan negeri ini dari benturan identitas dan ideologi yang kelewat keras dan juga membahayakan."

Benturan jelang Pilpres semestinya bisa diredam mulai dari diri sendiri, yaitu dengan menumbuhkan perasaan saling menghormati apabila terdapat perbedaan pendapat. Jangan sampai dengan adanya perbedaan, maka demokrasi dan persatuan akan rusak dan perlu servis kembali.
Editor: Iman

T#g:kampanye
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 16 Apr 2019 13:06

    Badan Pemenangan Daerah 02 Sumatera Utara: Sukseskan 17 April 2019 Dimulai Dari Subuh

    Pesta demokrasi rakyat Indonesia yang sedikit lagi mencapai puncaknya, kini sudah memasuki tahap masa tenang kampanye. Artinya, hanya tinggal melewati masa tenang yang kemudian kita bersama-sama menik

  • Rabu, 03 Apr 2019 17:23

    LPDI: Calon Banyak Baliho Belum Tentu Menang

    Lembaga Pemantau Demokrasi Indonesia yang dikenal dengan LPDI, menyebut kehadiran Baliho para calon DPRD, DPR RI, DPD dan Calon Presiden dan Wakil Presiden belum tentu menentukan kemenangan di daerah

  • Selasa, 02 Apr 2019 20:02

    Usai Kampanye, Massa 02 Keroyok Warga Purworejo

    Kabar mengejutkan terbit dari Purworejo, Jawa Tengah. Sekumpulan massa peserta kampanye terbuka untuk mendukung pasangan Capres 02, terlibat pengeroyokan terhadap seorang warga. Korban mengalami luka

  • Selasa, 02 Apr 2019 23:52

    Prabowo Zikir Akbar Di Halamannya, Pihak Istana Maimun Belum Diberitahu?

    Calon Presiden (Capres) 02 Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri Peringatan Isra Mi'raj dan Zikir Akbar yang diselenggarakan di Istana Maimun besok, Rabu (3/3/2019).Namun begitu, seperti di

  • Senin, 01 Apr 2019 23:01

    Jokowi Kampanye di Lubuk Pakam 6 atau 9 April?

    Jokowi selaku Calon Presiden nomor urut 01, dijadwalkan berkampanye di Sumatera Utara pada Selasa, 9 April 2019. Lokasi yang dipilih adalah Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.Portal medanbisnisdaily.

  • Kamis, 28 Mar 2019 16:28

    Bidik Suara di Sumatera dan Banten, Jokowi- Ma'ruf Sebarkan Semangat Optimisme

    Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf membidik wilayah Sumatera untuk meraih keunggulan, dalam rangkaian kampanye terbuka menjelang Pilpres 2019.Menurut Wakil Se

  • Kamis, 21 Mar 2019 22:01

    Penetapan Jadwal Kampanye Parpol oleh KPU Kota Medan

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menggelar Rapat Koordinasi terkait Rapat Umum Kampanye di Aula Kantor KPU Kota Medan Jl. Kejaksaan No. 37 Kota Medan, dihadiri oleh perwakilan partai politik, Ba

  • Minggu, 10 Mar 2019 15:10

    Kodrat Shah Minta Kader Pemuda Pancasila dan Masyarakat Lubuk Pakam Dukung Caleg Hanura

    Caleg DPR RI dari Dapil Sumut 1, yang juga Ketua DPD Partai Hanura Sumut, Kodrat Shah menyapa warga Kecamatan Lubuk Pakam di lapangan Segitiga Lubuk Pakam, Deliserdang, Minggu (10/03/2019) pagi.Kegiat

  • Senin, 11 Mar 2019 03:11

    Kampanye Door to Door Bawa Senjata, Mau Kampanye atau Perang?

    Empat orang pria di Kabupaten Bireun Aceh diamankan Polisi lantaran diduga melakukan tindakan intimidasi kepada sejumlah tim sukses partai politik agar tak mengampanyekan calon yang diusung partainya.

  • Selasa, 05 Mar 2019 10:15

    Kericuhan Kampanye Prabowo di Jogja

    Insiden kericuhan mewarnai kegiatan kampanye Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto di Yogyakarta, Anggota GPK Khittah, Laskar PPP Khittah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilaporkan mengalami luka- l

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak