Sabtu, 19 Okt 2019 18:20
  • Home
  • Opini
  • Sukses Besar, Ekspor Produk Pertanian RI Kini Meningkat

Sukses Besar, Ekspor Produk Pertanian RI Kini Meningkat

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Thayya Parahita, pegiat ekonomi kerakyatan
Kamis, 01 Agu 2019 03:01
@Bisniscom
Ilustrasi
Kementrian Pertanian (Kementan) berhasil meningkatkan produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kesuksesan tersebut bahkan mampu meningkatkan nilai eskpor untuk pasar Asia seperti Tiongkok.

Tercatat Ekspor produk pertanian ke Tiongkok selama 2014- 2018 mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, angkanya sampai pada 33,63 persen atau rata- rata 9,27 persen per tahun. Artinya, dari 3,99 juta ton meningkat menjadi 5,34 juta ton.

Peningkatan ini juga berlaku pada semua ekspor produk pertanian Indonesia dengan posisi nilai yang sangat positif. Hal ini bisa dilihat dari nilai ekspor hortikultura selama empat tahun terakhir yang tumbuh sebesar 27,98 persen.

Peningkatan tersebut juga selaras dengan meningkatnya produk perkebunan dan peternakan. Dimana kedua item tersebut masing- masing telah tumbuh sebesar 26,10 persen dan 16,15 persen. Indonesia juga tercatat mengalami surplus neraca perdagangan dalam bentuk volume maupun nilai.


Selama periode 2014- 2018, surplus perdagangan Indonesia ke China tumbuh 35,23 persen per tahun. Angka tersebut juga meningkat dari 2,84 juta ton pada tahun 2014 menjadi 3,85 juta ton pada tahun 2018. Selama periode tersebut, rata- rata surplus neraca perdagangan sebesar 3,61 juta ton atau setara Rp 26,13 triliun.

Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, terutama yang berkaitan dengan penerapan program terobosan pemerintah untuk akselerasi ekspor produk pertanian Indonesia. Program tersebut antara lain, kebijakan dalam menyederhanakan prosedur ekspor hingga percepatan layanan karantina di pelabuhan.

Dengan kebijakan tersebut, diharapkan posisi pertanian akan menjadi semakin penting dan strategis sebagai sektor andalan dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional ke depan. Pemerintah RI akan berdiplomasi untuk memperluas jenis komoditas dan tujuan pasar ekspor ke negara- negara baru.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman mendorong untuk peningkatan ekspor buah- buahan. Salah satu upayanya adalah dengan mengikuti Fruit Expo 2019 di Guangzhou Tiongkok.


Peluang ekspor tentu sangat terbuka mengingat Tiongkok tidak memproduksi manggis, salak dan durian padahal masyarakatnya sangat menyukai buah- buahan tersebut.

Beberapa buah tropis ada yang diproduksi sendiri seperti pisang, buah naga dan kelengkeng, namun produksi buah tersebut tidak sepanjang tahun karena merupakan negara 4 musim. Sehingga China tidak memproduksi buah tersebut, mereka membutuhkan impor dari negara lain.

Hal ini tentu membuka peluang bagi Indonesia untuk mengekspor buah ke China, ekspor tersebut tentu menunjukkan bahwa Indonesia mampu berswasembada dalam sektor pertanian.

Dulu, para pedagang buah durian segar di kios atau lapak pinggir jalan lebih banyak yang menjual durian impor, kini durian lokal lebih mendominasi. Bahkan jika dulu gerai- gerai supermartket hampir tidak pernah memajang durian lokal, kini sudah mulai ramai menjual durian unggul lokal.


Hal ini bisa dibilang prestasi bagi petani durian di seluruh Indonesia pada umumnya dan Kementrian Pertanian pada khususnya. Kebijakan pacu ekspor terbukti efektif dalam membangkitkan pamor durian lokal.

Selain itu, setiap penggemar durian dari berbagai negara memiliki preferensi berbeda terkait citarasa durian. Untuk orang Indonesia dan Jepang, umumnya menyukai rasa yang manis. Tetapi untuk pasar China, Hongkong, Singapura, Malaysia justru suka yang manis dan ada sensasi pahitnya.

Kabar baiknya, semua citarasa tersebut ada di Indonesia, hal ini tentu menjadi pemicu semangat para petani agar dapat mengembangkan durian secara besar- besaran, harapan untuk menjadi jawara dunia tentu bukan isapan jempol belaka.

Durian Indonesia saat ini juga sudah menembus pasar Asia seperti China, Malaysia, Vietnam dan lainnya. Prevalensi ekspornya juga meningkat dari tahun ke tahun.

Sentra durian juga tersebar mulai dari Aceh hingga Papua, sehingga hampir setiap kabupaten mempunyai varietas unggulannya masing- masing yang menjadi icon untuk menarik para penggemar buah untuk wisata durian ke daerah- daerah yang ada di Indonesia.

BPS juga mencatat, neraca perdagangan durian Indonesia dulunya selalu defisit. Baru pada tahun 2018 Indonesia mampu membalikkan neraca perdagangan menjadi surplus. Ekspor durian tercatat 1.087 ton, sementara impor 351 ton sehingga Indonesia surplus 700 ton.

Editor: Iman

T#g:Bea CukaiEkspor
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 21 Agu 2019 22:11

    PT. Ori Ginalnest Indonesia Terima Penghargaan Dari KPPBC Kualanamu

    Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Kualanamu, memberikan apresiasi kepada para pengusaha importir dan eksportir yang telah berkontribusi dengan baik dalam melaku

  • Jumat, 16 Agu 2019 09:46

    Singapura Minta Pasokan Durian, Rambutan, Kopi & Gula Merah Dari Medan

    Konjen Singapura untuk Kota Medan Mr  Richard Grosse menggelar silaturahmi dengan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi diwakili Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi di JW Marriot Hotel,

  • Kamis, 15 Agu 2019 11:15

    Bakamla RI/IDNCG Bersama Ditjen Bea & Cukai Bahas Pertukaran Informasi Antar Puskodal

    Bakamla RI/IDNCG dan Ditjen Bea dan Cukai membahas rencana pertukaran informasi antara kedua Puskodal. Hal itu dibicarakan Direktur Data dan Informasi Bakamla RI/IDNCG Laksma Bakamla Dwi Aris Priyono,

  • Selasa, 21 Mei 2019 16:51

    Penyelundup Tanaman Daun Khat Dicokok Petugas Bea Cukai Kualanamu

    Petugas tim penindakan dan penyidikan Bea Cukai Kualanamu bekerjasama dengan tim penindakan Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Sumut berhasil menggagalkan dua barang kiriman

  • Selasa, 26 Mar 2019 13:16

    Wakil Bupati Batubara Lepas Ekspor Komoditas Pertanian Sumut Dari Kualatanjung

    Wakil Bupati Batubara Oky Iqbal Frima, SE bersama Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani (Kapus KH) Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian, Agus Sunanto, kembali m

  • Rabu, 16 Jan 2019 09:06

    TNI Dukung Pelaksanaan Tugas Dirjen Bea dan Cukai

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan  Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melaksanakan operasi pengamanan bersama di wilayah Timur Sumatera mulai dari Aceh, Medan sampai ke Batam guna me

  • Kamis, 02 Agu 2018 11:22

    Kantor Bea Cukai Kualanamu Ikuti Lomba Gender Mainstreaming

    Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Kualanamu satu-satunya yang mewakili Kanwil DJBC Sumatera Utara untuk ikut lomba Kantor Pelayanan terbaik dan lomba implementasi pengarusutamaan gender (gender

  • Jumat, 13 Jul 2018 11:43

    Inspektur Jenderal Kemenkeu Sidak Kantor Bea Cukai Kualanamu

    Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia Sumiyati melakukan kunjungan mendadak ke KPPBC TMP B Kualanamu bersama rombongan Inspektorat Jenderal Kemenkeu.Informasi diperoleh

  • Kamis, 02 Nov 2017 12:02

    Bea Cukai Kualanamu Musnahkan Barang Sitaan Penumpang Senilai Rp 2,3 M

    Bea Cukai (BC) Bandara Kualanamu memusnahkan berbagai macam jenis produk luar negeri hasil tindakan (sitaan) dari penumpang maupun dari kargo kurun waktu 2015-2017.Informasi diperoleh pada Kamis (2/11

  • Rabu, 30 Agu 2017 20:00

    Barang Sitaan Bea Cukai di Bandara Kuala Namu, dilelang atau dimusnahkan?

    Sejumlah penumpang di Bandara Kuala Namu mempertanyakan proses penindakan barang bawaan (dagangan) milik para penumpang oleh Bea Cukai Bandara Kuala Namu, khususnya yang dari Bangkok, Thailand.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak