Kamis, 12 Des 2019 23:18
  • Home
  • Opini
  • Strategi Warganet Lawan Radikalisme Demi Lancarnya Agenda Nasional Pelantikan Presiden

Strategi Warganet Lawan Radikalisme Demi Lancarnya Agenda Nasional Pelantikan Presiden

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Alfin Riki (Netizen/Pegiat Media Sosial Independen)
Sabtu, 12 Okt 2019 20:32
Perang melawan radikalisme dan terorisme memang tidak pernah ada habisnya. Satu persatu pelaku ditangkap, tapi satu persatu pula muncul generasi baru. Meski para pelaku sudah dipenjara, tapi ideologi radikalisme tak bisa dipenjara, karena terus disebar kedalam pemikiran generasi muda kita. Kemajuan teknologi telah dimanfaatkan kelompok radikal, untuk menyebarluaskan pemahamannya yang salah dan sesat.

Media sosial telah dijadikan 'alat' propaganda yang efektif, dan secara tidak langsung digunakan untuk melakukan perekrutan. Sementara ruang publik dunia maya ini, nyata-nyata terus mendapatkan perhatian tersendiri bagi generasi muda. Karena media sosial menawarkan hal yang baru bagi Warganet saat ini.

Salah satu yang menjadi perhatian bersama adalah, masifnya ujaran kebencian di dunia maya. Ujaran kebencian inilah yang kadang ditelan mentah-mentah oleh sebagian pihak. Apalagi jika ujaran kebencian ini dibumbui sentimen SARA, berpotensi membuat konflik terjadi secara terbuka. Untuk itulah diperlukan sebuah upaya dan komitmen bersama, untuk melawan radikalisme di era millennial ini. Generasi muda diharapkan menjadi generasi yang aktif, dan harus memberikan kontribusi positif bagi negeri ini. Jangan mau menjadi Warganet pasif, yang bisa dipengaruhi oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan kedamaian di negeri ini.

Di era yang serba modern ini, diperlukan strategi yang efektif, untuk melawan radikalisme dan terorisme. Jadilah warganet yang menjadi agen perubahan dan penebar kebenaran. Jika warganet bisa melakukan hal ini, secara tidak langsung sudah aktif mendukung program deradikalisasi pemerintah. Dan untuk melengkapi semua itu, warganet juga harus menjadi penyebar kebenaran, jangan menjadi penyebar kebencian. Dengan menyeru pada kebenaran, masyarakat akan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.

Terlebih jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang akan digelar pada Minggu (20/10) mendatang.

Sehingga membuat masyarakat sekaligus pegiat media sosial sampai warganet menolak keras aksi gerakan radikalisme yang ingin menggagalkan pelantikan nanti.

Masyarakat beserta warganet pun siap mengawal proses agenda konstitusional dan pelantikan presiden terpilih dengan melakukan deklarasi menolak keras aksi gerakan radikalisme.

Hal ini semua dilakukan bahwasanya ingin membuktikan jika masyarakat tidak takut untuk melawan tindakan radikalisme.

Terlebih momentum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih ini adalah sebuah pesta demokrasi yang wajib untuk seluruh masyarakat rasakan dengan damai tanpa ada pergolakan karena ini merupskan hadil sebuah proses demokrasi yang kontitusional yang akan membawa wajah pembangunan bangsa 5 tahun kedepan. Untuk itu mari kita kawal dan dukung suksesnya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dengan menyebar konten konten positif yang menumbuhkan optimisme untuk persatuan dan kemajuan bangsa.
Editor: Iman

T#g:Jokowi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 25 Nov 2019 03:25

    Jangan Paksa Presiden Terbitkan Perppu KPK

    Berbagai kalangan gencar memaksa Presiden untuk menerbitkan Perppu KPK. Namun, hal tersebut tampaknya memang tidak perlu dilakukan untuk membatalkan UU KPK yang baru saja disahkan DPR. Hal terseb

  • Jumat, 08 Nov 2019 14:18

    Visi Utama Jokowi Itu Bernama 'Indonesiasentris'

    Periode kedua pemerintahan Jokowi akan fokus pada salah satunya, pembangunan sumber daya manusia (SDM). Namun, bisa dipastikan, Jokowi tetap akan melanjutkan pembangunan infrastruktur hingga ke daerah

  • Jumat, 01 Nov 2019 07:51

    Jokowi Sedang Membangun "Raksasa Dari Timur" Bernama Papua

    Kunjungan pertama pasca pelantikan Presiden Joko Widodo adalah ke Papua. Tokoh No 1 di Indonesia ini terkenal dengan gerak cepatnya dalam menghadapi polemik. Tak hanya itu, sikapnya yang tenang dan bi

  • Senin, 28 Okt 2019 17:28

    Jembatan Holtekamp, Bukti Cinta Pemerintah Kepada Papua

    Peresmian jembatan Holtekamp atau jembatan Youtefa yang menghabiskan dana mencapai Rp1,8 triliun itu, kemarin diresmikan oleh Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan

  • Senin, 28 Okt 2019 14:58

    Panglima TNI Dampingi Presiden RI di Wamena Papua

    Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P mendampingi Presiden Ir. H. Joko Widodo meninjau kondisi pasar Wouma di Wamena, Papua yang rusak pasca kerusuhan massa beberapa waktu lalu, y

  • Senin, 21 Okt 2019 15:51

    Jadikan Momen Pelantikan Presiden Terpilih Sebagai Semangat Persatuan Menuju Indonesia Maju

    Siapakah di antara kita yang rela Indonesia tercerai berai? Tentu tidak satupun. Pada awal perjuangan dimulai dengan masing-masing daerah dan digerakkan terus-menerus, namun ternyata itu tak cukup mam

  • Minggu, 13 Okt 2019 18:43

    GAMKI Sergai minta aparat hukum tindak tegas pelaku anarkis yang berupaya gagalkan pelantikan Presiden

    Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Ir. Joko Widodo- KH. Mar'uf Amin pada Minggu 20 Oktober 2019 nanti diharapkan tetap dalam kondusif dan memberikan rasa aman di tengah-tengah masyar

  • Selasa, 01 Okt 2019 03:01

    Demonstrasi Untuk Gagalkan Pelantikan Presiden

    Demonstrasi yang terjadi beberapa hari belakangan ini menimbulkan sebuah kekhawatiran. Kelompok perusuh telah sedemikian terencana dan sistematis dalam menjalankan aksinya untuk melakukan hal- hal yan

  • Senin, 30 Sep 2019 15:30

    TNI Kerahkan 8.526 Personel Amankan Pelantikan Presiden dan Wapres RI

    Tugas kedepan TNI adalah mengamankan jalannya pelantikan anggota DPR-MPR Republik Indonesia yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2019, dan selanjutnya pada tanggal 20 Oktober 2019 mengamankan

  • Selasa, 17 Sep 2019 20:47

    Panglima TNI Dampingi Jokowi Tinjau Lokasi Karhutla di Riau

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mendampingi Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Merbau, Kecamatan Bunu

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak