Senin, 18 Nov 2019 21:27
  • Home
  • Opini
  • Sindir Jokowi, Iklan Kampanye Prabowo- Sandi Tanpa Solusi

Sindir Jokowi, Iklan Kampanye Prabowo- Sandi Tanpa Solusi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Lutfi Safrudin, Pengamat Masalah Sosial Politik
Selasa, 16 Apr 2019 15:16
@yoyokzz
Pembangunan jalan desa dari ADD
Sebuah iklan kampanye pasangan 02 Prabowo- Sandi sempat mencuri perhatian. Hal ini lantaran isinya menyindir pembangunan infrastruktur yang digalakkan oleh pemerintahan Jokowi.

Iklan Pembangunan Jalan Tol

Iklan yang pertama menyindir pembangunan jalan tol yang diiringi dengan keluhan mengenai tarif jalan tol yang mahal. Iklan yang mengomentari biaya pembangunan jalan tol yang besar ini juga mengomentari mengenai kesulitan masyarakat sekitar jalan tol untuk mencari pendapatan. Kios oleh-oleh yang dulu banyak pembeli, kini sepi pembeli sejak dibangunnya jalan tol. Di akhir iklan, ada ajakan untuk memilih Prabowo-Sandi karena pasangan nomor 02 ini menjanjikan pembangunan infrastruktur yang lebih merata.

Bila ditelaah, iklan yang menyindir pembangunan jalan tol ini hanya menunjukkan dampak dari pembangunan infrastruktur oleh pemerintahan Jokowi, bukan manfaat dari infrastruktur tersebut. Perlu diketahui bahwa setiap pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah, semua sudah direncanakan dengan matang. Hal ini termasuk dampak dari pembangunan infrastruktur tersebut. Jadi, jangan hanya dilihat dari satu sisi saja sehingga terlihat pembangunan salah tujuan dan salah sasaran.



Manfaat Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur ditujukan untuk jangka panjang. Masyarakat bisa merasakan manfaatnya setelah beberapa tahun mendatang. Sebagai contoh, manfaat dari adanya jalan tol bisa berupa lama perjalanan dari satu kota ke kota lain jadi lebih cepat. Apabila durasi perjalanan lebih cepat, tentu produk-produk ekonomi pun akan lebih mudah tersalurkan. Jika produk ekonomi mudah didistribusikan, maka harganya bisa dikurangi karena durasi pengirimannya jauh lebih cepat.

Selain itu, jalan tol juga bermanfaat ketika masyarakat melakukan perjalanan mudik. Durasi perjalanan dari ibukota ke kawasan Jawa Tengah maupun Jawa Timur yang tadinya memakan waktu seharian, kini bisa dilalui hanya 8 jam saja. Jadi, tak ada lagi perjalanan mudik yang melelahkan dan memusingkan karena terjebak macet. Semua pemudik bisa sampai di tujuan lebih cepat dan lebih nyaman.

Sebenarnya, kampanye pasangan Prabowo- Sandi tersebut akan lebih efektif apabila mereka juga menawarkan solusi bagi permasalahan infrastruktur. Jadi, tak hanya kritikan saja, tapi juga ada saran dan solusi. Sebagai contoh, apabila pembangunan jalan tol dinilai hanya menguntungkan investor dan tak membantu masyarakat sekitar, beri solusi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Apakah masyarakat membutuhkan jalan yang memudahkan distribusi ke kawasan lain dengan cepat. Atau hanya membutuhkan pelebaran jalan guna memudahkan truk berukuran besar melintas. Dengan begitu kritikan yang dilancarkan tak sekedar hanya memojokkan pembangunan yang sudah berjalan, tapi juga turut menyelesaikan permasalahan bangsa.



Iklan Sarjana Susah Cari Kerja

Selain iklan yang mengkritisi pembangunan jalan tol, ada pula iklan yang menuai banyak komentar dan diunggah oleh Partai Gerindra di akun Twitternya pertengahan Desember 2018 lalu. Iklan berdurasi satu menit tersebut menyoroti banyaknya sarjana yang sulit mendapatkan kerja saat ini. Sementara solusinya, Partai Gerindra menawarkan akses pekerjaan yang terbuka luas sehingga kelak tak ada lagi gelar sarjana yang sia-sia.

Nah, kalau dikaitkan dengan pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintahan Jokowi, iklan tersebut kurang tepat. Pasalnya, banyaknya pembangunan infrastruktur tentu membutuhkan profesi arsitek. Sehingga sarjana arsitektur menjadi salah satu sarjana yang banyak dibutuhkan pemerintah saat ini.

Terjadinya pergeseran di mana profesi yang bergerak di bidang jasa kini makin meningkat sedangkan profesi yang bergerak di bidang pertanian terbilang stagnan tak hanya terjadi di Indonesia, tapi terjadi secara global. Dunia kini beralih ke digital sehingga tak mengherankan jika banyak profesi yang berkaitan dengan aktivitas online makin dibutuhkan. Sarjana muda harus bisa mengikuti tren ini bukannya menunggu pekerjaan seperti yang dilakukan generasi dahulu.

Zaman sekarang sudah bukan zamannya lagi menggantungkan pekerjaan pada janji politik. Kita harus bisa membuat terobosan agar bisa berkembang. Pemerintah sudah mempermudah persyaratan untuk memperoleh modal usaha. Jadi, setiap lulusan sarjana memiliki peluang yang sama untuk memulai usaha dan berhasil. Semakin kreatif, tentu makin bisa bertahan di persaingan dunia usaha yang ketat.

Jadi, sudah bukan waktunya kita mengkritik pemerintah karena lapangan kerja yang sulit. Kita sendiri yang harus memanfaatkan kesempatan untuk membuat terobosan. Terobosan tersebut termasuk menghindari memilih partai atau kelompok yang hanya mampu memberikan kritik tanpa memberikan solusi. Anda bisa?
Editor: Iman

T#g:Infrastruktur
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 08 Nov 2019 03:08

    Masyarakat Dukung Pemerintah Bangun Papua

    Pemerintah terus menggenjot pembangunan di Papua. Kini berbagai Program pembangunan sudah mulai terealisasi. Bukan hanya di satu sektor saja, namun ada beberapa program yang patut untuk diapresiasi.Me

  • Kamis, 26 Sep 2019 17:06

    Pemko Medan Terima Hibah 3 BMN Infrastruktur Jalan Dari Kemen-PUPR

    Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menandatangani Naskah dan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah Barang Milik Negara (BMN) Dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum

  • Sabtu, 31 Agu 2019 16:01

    4 Hari menjelang "Sail Nias", Masyarakat ragukan perbaikan infrastruktur jalan

    Event internasional "Sail Nias 2019" akan segera digelar, namun jalan menuju lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut, tepatnya di pantai Tagaule Onolimbu, Kecamatan Bawalato, Kabupaten Nias, Sumatera Uta

  • Jumat, 30 Agu 2019 13:40

    Jalan Protokol Ajumu Rusak, Provsu Diminta Tegur Perusahaan Pembawa Muatan Melebihi Tonase

    Potret jalan protokol Ajamu yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Mulai dari sepanjang jalan Sei Pinang hingga jalan menuju simpang Ajamu kondisi jalan tampak dengan kasat mata kondisinya be

  • Kamis, 29 Agu 2019 06:49

    Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan dan Jembatan, Edy Rahmayadi Minta Dinas Bina Marga Bentuk Pokja

    Untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan yang ada di Sumatera Utara (Sumut), Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta Dinas Bina Marga segera membentuk kelompok kerja (Pokja) dengan me

  • Rabu, 21 Agu 2019 17:51

    Gubernur Ingatkan Arsitek Jangan Ikut Jadi Penipu

    Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengingatkan agar para arsitek jangan menjadi penipu atau ikut saling menutupi penipuannya.

  • Rabu, 14 Agu 2019 09:44

    Gubsu Berikan Perhatian Terhadap Indeks Kemiskinan di Sumut

    Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi sangat memberi perhatian penuh terhadap Indeks kemiskinan penduduk Provinsi Sumatera Utara yang dianggapnya masih tinggi saat menyampaikan 5 indikator mak

  • Senin, 29 Jul 2019 10:29

    TMMD 105 Kodim 0415/Batanghari Bangun Jalan Tiga Kilometer di Desa Ladang Peris

    Tim Pengawas dan Evaluasi dari Mabes TNI AD dipimpin Kasahli Kasad Mayjen TNI Arif Susilo bersama Pabandya 2/Anev Letkol Arm Budi Wahyono didampingi Dandim 0415/Batanghari Letkol Inf Widi Rahman, S.H,

  • Rabu, 19 Jun 2019 18:19

    Pembangunan Dan Konflik

    Pembangunan merupakan suatu proses atau rangkaian kegiatan yang tidak pernah kenal berhenti, untuk terus menerus mewujudkan perubahan-perubahan pada kehidupan masyarakat dalam rangka mencapai perbaika

  • Jumat, 31 Mei 2019 11:11

    Camat Huragi Inisiasi Penimbunan Jalinsum Palas

    Bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kenderaan bermotor dan gangguan arus mudik dan arus balik pada perayaan lebaran Idul Fitri 1440 hijriyah tahun 2019, di sejumlah titik jalan provin

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak