Minggu, 21 Jul 2019 10:28
  • Home
  • Opini
  • Sindir Jokowi, Iklan Kampanye Prabowo- Sandi Tanpa Solusi

Sindir Jokowi, Iklan Kampanye Prabowo- Sandi Tanpa Solusi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Lutfi Safrudin, Pengamat Masalah Sosial Politik
Selasa, 16 Apr 2019 15:16
@yoyokzz
Pembangunan jalan desa dari ADD
Sebuah iklan kampanye pasangan 02 Prabowo- Sandi sempat mencuri perhatian. Hal ini lantaran isinya menyindir pembangunan infrastruktur yang digalakkan oleh pemerintahan Jokowi.

Iklan Pembangunan Jalan Tol

Iklan yang pertama menyindir pembangunan jalan tol yang diiringi dengan keluhan mengenai tarif jalan tol yang mahal. Iklan yang mengomentari biaya pembangunan jalan tol yang besar ini juga mengomentari mengenai kesulitan masyarakat sekitar jalan tol untuk mencari pendapatan. Kios oleh-oleh yang dulu banyak pembeli, kini sepi pembeli sejak dibangunnya jalan tol. Di akhir iklan, ada ajakan untuk memilih Prabowo-Sandi karena pasangan nomor 02 ini menjanjikan pembangunan infrastruktur yang lebih merata.

Bila ditelaah, iklan yang menyindir pembangunan jalan tol ini hanya menunjukkan dampak dari pembangunan infrastruktur oleh pemerintahan Jokowi, bukan manfaat dari infrastruktur tersebut. Perlu diketahui bahwa setiap pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh pemerintah, semua sudah direncanakan dengan matang. Hal ini termasuk dampak dari pembangunan infrastruktur tersebut. Jadi, jangan hanya dilihat dari satu sisi saja sehingga terlihat pembangunan salah tujuan dan salah sasaran.



Manfaat Pembangunan Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur ditujukan untuk jangka panjang. Masyarakat bisa merasakan manfaatnya setelah beberapa tahun mendatang. Sebagai contoh, manfaat dari adanya jalan tol bisa berupa lama perjalanan dari satu kota ke kota lain jadi lebih cepat. Apabila durasi perjalanan lebih cepat, tentu produk-produk ekonomi pun akan lebih mudah tersalurkan. Jika produk ekonomi mudah didistribusikan, maka harganya bisa dikurangi karena durasi pengirimannya jauh lebih cepat.

Selain itu, jalan tol juga bermanfaat ketika masyarakat melakukan perjalanan mudik. Durasi perjalanan dari ibukota ke kawasan Jawa Tengah maupun Jawa Timur yang tadinya memakan waktu seharian, kini bisa dilalui hanya 8 jam saja. Jadi, tak ada lagi perjalanan mudik yang melelahkan dan memusingkan karena terjebak macet. Semua pemudik bisa sampai di tujuan lebih cepat dan lebih nyaman.

Sebenarnya, kampanye pasangan Prabowo- Sandi tersebut akan lebih efektif apabila mereka juga menawarkan solusi bagi permasalahan infrastruktur. Jadi, tak hanya kritikan saja, tapi juga ada saran dan solusi. Sebagai contoh, apabila pembangunan jalan tol dinilai hanya menguntungkan investor dan tak membantu masyarakat sekitar, beri solusi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Apakah masyarakat membutuhkan jalan yang memudahkan distribusi ke kawasan lain dengan cepat. Atau hanya membutuhkan pelebaran jalan guna memudahkan truk berukuran besar melintas. Dengan begitu kritikan yang dilancarkan tak sekedar hanya memojokkan pembangunan yang sudah berjalan, tapi juga turut menyelesaikan permasalahan bangsa.



Iklan Sarjana Susah Cari Kerja

Selain iklan yang mengkritisi pembangunan jalan tol, ada pula iklan yang menuai banyak komentar dan diunggah oleh Partai Gerindra di akun Twitternya pertengahan Desember 2018 lalu. Iklan berdurasi satu menit tersebut menyoroti banyaknya sarjana yang sulit mendapatkan kerja saat ini. Sementara solusinya, Partai Gerindra menawarkan akses pekerjaan yang terbuka luas sehingga kelak tak ada lagi gelar sarjana yang sia-sia.

Nah, kalau dikaitkan dengan pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintahan Jokowi, iklan tersebut kurang tepat. Pasalnya, banyaknya pembangunan infrastruktur tentu membutuhkan profesi arsitek. Sehingga sarjana arsitektur menjadi salah satu sarjana yang banyak dibutuhkan pemerintah saat ini.

Terjadinya pergeseran di mana profesi yang bergerak di bidang jasa kini makin meningkat sedangkan profesi yang bergerak di bidang pertanian terbilang stagnan tak hanya terjadi di Indonesia, tapi terjadi secara global. Dunia kini beralih ke digital sehingga tak mengherankan jika banyak profesi yang berkaitan dengan aktivitas online makin dibutuhkan. Sarjana muda harus bisa mengikuti tren ini bukannya menunggu pekerjaan seperti yang dilakukan generasi dahulu.

Zaman sekarang sudah bukan zamannya lagi menggantungkan pekerjaan pada janji politik. Kita harus bisa membuat terobosan agar bisa berkembang. Pemerintah sudah mempermudah persyaratan untuk memperoleh modal usaha. Jadi, setiap lulusan sarjana memiliki peluang yang sama untuk memulai usaha dan berhasil. Semakin kreatif, tentu makin bisa bertahan di persaingan dunia usaha yang ketat.

Jadi, sudah bukan waktunya kita mengkritik pemerintah karena lapangan kerja yang sulit. Kita sendiri yang harus memanfaatkan kesempatan untuk membuat terobosan. Terobosan tersebut termasuk menghindari memilih partai atau kelompok yang hanya mampu memberikan kritik tanpa memberikan solusi. Anda bisa?
Editor: Iman

T#g:Infrastruktur
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 19 Jun 2019 18:19

    Pembangunan Dan Konflik

    Pembangunan merupakan suatu proses atau rangkaian kegiatan yang tidak pernah kenal berhenti, untuk terus menerus mewujudkan perubahan-perubahan pada kehidupan masyarakat dalam rangka mencapai perbaika

  • Jumat, 31 Mei 2019 11:11

    Camat Huragi Inisiasi Penimbunan Jalinsum Palas

    Bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kenderaan bermotor dan gangguan arus mudik dan arus balik pada perayaan lebaran Idul Fitri 1440 hijriyah tahun 2019, di sejumlah titik jalan provin

  • Minggu, 26 Mei 2019 11:46

    Jalan beton jadi kupak-kapik, warga minta tanggung jawab pemilik Backhoe yang melintas

    Jalan cor batu yang berada di simpang tiga arah ke Blok Lima Kelurahan Tanjung Leidong Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten (Labura), hancur akibat alat berat beko (Excavators backhoe) yang melintas tan

  • Kamis, 16 Mei 2019 15:26

    Longsor Hambat Akses dan Ekonomi Warga Aekuala- Tombolang, Habinsaran

    Jalan adalah sarana penghubung yang dapat membantu masyarakat dalam melakukan kegiatan baik untuk mobilitas maupun untuk penunjang perekonomian masyarakat.Agar aktivitas masyarakat dapat berjalan deng

  • Kamis, 16 Mei 2019 14:16

    H-20 Lebaran, Kondisi Jalan Provsu di Palas Kian Ancam Keselamatan Pemudik

    Hingga memasuki H-20 menuju perayaan lebaran Idul Fitri 1440 hijryah tahun 2019, sejumlah titik kerusakan berat, rusak sedang hingga rusak ringan, yang banyak terdapat di sepanjang badan jalan lintas

  • Kamis, 16 Mei 2019 11:16

    Kondisi Jalan Buruk, Desa Siborna Bunut Terisolir

    Kondisi jalan menuju ke Desa Siborna Bunut, Kecamatan Sosa, kabupaten Padang Lawas (Palas) sejak beberapa bulan terakhir ini kian rusak parah dan semakin memburuk, akibatnya desa ini seolah terisolir

  • Sabtu, 11 Mei 2019 15:11

    Jalan Nasional Pakpak Bharat-Subulussalam Hancur-hancuran

    Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Pakpak Bharat Jalan Berutu MM berharap pemerintah pusat segera memperbaiki jalan rusak perbatasan Pakpak Bharat dengan Kota Subulussalam.Permintaan itu disamp

  • Jumat, 03 Mei 2019 00:33

    Lion Air Group Bersama Intim Abadi Persada Meluncurkan "Permata Lion Residence" Perumahan Pertama Karyawan

    Lion Air Group bersama mitra pengembang perumahan PT Intim Abadi Persada hari ini, Kamis (2/5/2019), meluncurkan perumahan pertama bagi karyawan Lion Air Group dengan nama Permata Lion Residence di Ja

  • Sabtu, 20 Apr 2019 08:20

    Dukung Hasil Pemilu, Mari Rajut Kembali Persatuan Bangsa Menuju Suksesnya Pembangunan Indonesia Maju

    Pemilihan Umum bukan sekadar siklus lima tahunan yang biasa. Pemilu merupakan sebuah sarana untuk mencari pemimpin yang benar-benar peduli dengan rakyat Indonesia. Outputnya adalah untuk mewujudkan ne

  • Sabtu, 13 Apr 2019 09:33

    Tol Bocimi Akan Genjot Elektabilitas Jokowi

    Sukabumi diharapkan dapat memberikan torehan suara sampai 60 persen, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin mulai meningkat di kota tersebut. Saat ini perolehan dukungan sementara paslon nomor 01 terse

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak