Senin, 10 Des 2018 12:31
  • Home
  • Opini
  • Saling Mencari Kambing Hitam, Polemik Jelang Asian Games Tidak Bisa Terselesaikan

Saling Mencari Kambing Hitam, Polemik Jelang Asian Games Tidak Bisa Terselesaikan

Medan (utamanews.com)
Oleh: Jefri Rodes Simbiak, Mahasiswa Universitas Nusa Nipa Maumere, NTT
Selasa, 07 Agu 2018 09:47
Berita Satu
Kali Sentiong
Beberapa minggu ke depan, Indonesia akan memiliki hajat istimewa yang tidak boleh kita lewatkan begitu saja. Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang akan bertempat di dua kota di Indonesia, yaitu di Palembang dan Jakarta. Kedua kota tersebut akan menjadi saksi sejarah lahirnya juara-juara baru dalam bidang olahraga.

Persiapan demi persiapan telah dilakukan, baik mempersiapkan atlet-atlet terbaik hingga melakukan berbagai renovasi venue. Sumbangsih dan dukungan masyarakat Indonesia juga sangat dibutuhkan demi suksesnya Asian Games 2018 ini. Namun sayangnya, di sisa waktu yang sudah tidak banyak lagi, masih saja ditemukan berbagai polemik tentang persiapan Asian Games yang seharusnya sudah bisa diatasi jauh-jauh hari.

Berbagai persoalan yang non-teknis banyak ditemukan di lokasi, terlebih di DKI Jakarta sebagai kota kedua tempat pelaksanaan Asian games akan digelar. Baik masalah kemacetan, polusi udara dan kondisi lingkungan wisma atlet dan arena yang cukup memprihatinkan. Tentu saja jika masalah ini tidak segera diatasi akan mencoreng nama baik negara Indonesia sebagai tuan rumah.

Dalam kesehariannya, DKI Jakarta memang memiliki berbagai permasalahan yang pelik untuk dipecahkan. Namun, demi pelaksanaan asian Games 2018 ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun mulai berbenah.

Salah satu masalah yang terjadi jelang Asian Games 2018 yang cukup viral di sosial media adalah polemik tentang Kali Item. Kali Sentiong atau yang lebih dikenal dengan Kali Item ini merupakan sebuah kali yang berada tepat di belakang Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta Pusat.



Menurut Erick Thohir selaku Ketua Indonesian Asian Games Organizing Committee (Inasgoc), menyatakan bahwa keberadaan Kali item yang berada tepat di belakang wisma Atlet di Jakarta cukup mengganggu. Pasalnya Kali Sentiong atau Kali item tersebut mengeluarkan aroma tidak sedap (busuk) yang terjadi karena pencemaran.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dari menyebar serbuk anti bau, menutup Kali Item dengan jaring halus hingga menyedot kali pun telah dilakukan. Hal ini dilakukan dengan maksud untuk mengurangi bau busuk yang ditimbulkan. Namun sayangnya upaya ini menuai pro dan kontra.

Ada sebagian masyarakat yang menilai bahwa upaya tersebut dianggap kurang efektif dan aneh. Ada pula yang mendukung aksi pemerintah tersebut sebagai langkah terbaik untuk menyelesaikan permasalahan bau yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan yang terjadi di Kali tem.

Permasalahan ini pun cukup viral di dunia maya, hingga disorot oleh media asing. Dengan ditunggangi oleh berbagai kepentingan, banyak pula yang sibuk mencari kambing hitam hingga menyebabkan masalah ini semakin ramai diperbincangkan.

Harusnya bukanlah bersikap demikian. Secara bersama-sama bergotong royong untuk menyelesaikan masalah ini. Bukan malah mencari kambing hitam untuk disalahkan padahal Asian Games sudah berada di depan mata.

Sebagai masyarakat hendaknya turut mensukseskan hajat ini, bukan malah ikut memperkeruh suasana. Dukung apapun upaya yang dilakukan oleh pemerintah. Bersatu untuk memberikan kesempatan kepada Pemerintah pusat dan daerah bahwa Pemerintah bisa mengatasi masalah ini dengan baik dan sesegera mungkin. Bukan sekedar menghujat sebelum melihat.



Selain Kali Sentiong, kualitas udara Jakarta juga turut menjadi sorotan publik. Sudah hampir menjadi rahasia umum bahwa kualitas udara Jakarta relatif buruk. Bahkan menurut AirVisual, data pemantau kualitas udara menyatakan bahwa Jakarta menjadi kota dengan tingkat polusi udara tertinggi urutan pertama.

Meskipun untuk mengatasi masalah polusi udara di Jakarta merupakan hal yang sulit, akan tetapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap melakukan upaya untuk bisa mengurangi tingkat polusi udara yang terjadi. Setidaknya bisa memenuhi target agar polusi berkurang.

Beberapa upaya yang dilakukan oleh PemProv DKI Jakarta antara lain adalah dengan memperluas kawasan ganjil-genap, melakukan pengawasan di pabrik-pabrik dan bahkan berniat untuk meliburkan semua instansi pada saat Asian Games berlangsung. Namun, oleh Ketua Inagoc hal tersebut ditolak.

Oleh karena itu, Pemerintah hanya berusaha menghimbau kepada masyarakat untuk turut menyukseskan Asian Games ini dengan menggunakan angkutan umum saja. Agar tidak terlalu banyak asap kendaraan pribadi yang ditimbulkan. Hal ini sebagai upaya untuk mengurangi polusi udara di Jakarta yang cukup menjadi sorotan.

Masalah tidak hanya terjadi di DKI Jakarta saja, di Kota Palembang pun jelang Asian Games yang tinggal menghitung hari, masalah baru pun muncul. Pertandingan Sriwijaya FC dengan Arema menyisakan luka yang mendalam.

Pertandingan yang berakhir ricuh menyebabkan perusakan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang yang nantinya juga akan digunakan sebagai arena pertandingan saat Asian Games berlangsung. Tentu hal ini cukup mencoreng nama Indonesia di mata dunia. Sebanyak 373 buah kursi penonton lepas dan dirusak. Padahal seharusnya Stadion sudah disterilisasi.




Beberapa masalah tersebut kiranya menyulut perdebatan masyarakat, setidaknya di media sosial. Memang bukanlah hal yang mudah untuk bisa mengatasi masalah tersebut. Dibutuhkan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat untuk secara bersama-sama menyukseskan hajatan besar ini.

Apapun yang dilakukan oleh pemerintah merupakan langkah terbaik yang seharusnya kita dukung. Setiap keputusan yang diambil tentu saja sudah melewati banyak pertimbangan oleh para ahlinya. Jika kiranya memang dianggap tidak memberikan hasil yang efektif, coba berikan ide atau masukan secara baik. Bukan malah memprovokasi untuk memperkeruh suasana.

Panitia maupun pemerintah tidak akan mampu untuk bisa menyukseskan Asian Games tanpa dukungan dari Masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, sebagai rakyat yang baik hendaknya bersatu bersama-sama untuk mendukung suksesnya Asian Games ini.

Lupakan segenap kepentingan yang memecah belah bangsa. Hapus segala perbedaan. Bersatu untuk meraih kesuksesan sebagai tuan Rumah Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan di dua kota di Indonesia, yaitu Palembang dan Jakarta.

Editor: Sam

T#g:Asian Gamesuneg2
Karunia Tour and Traveliklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Selasa, 13 Nov 2018 18:33

    Air Keruh dan Berkarat, Pelanggan Air PDAM Tirta Bina Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu Menjerit Resah

    Bagaimana kami tidak kesal dan tidak menjerit serta risau, pasalnya, kami sebagai pelanggan Air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Labuhanbatu ini, sudah berpuluh tahun lamanya, kenapalah, a

  • Minggu, 21 Okt 2018 11:01

    Diduga Galian C Beroperasi Tanpa Restu Dari Pemilik Izin

    Diduga beroperasinya Galian C (tanah urug) yang berada di dusun S6 (enam) Desa S6 (enam) Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, tanpa seizin dari pemilik surat

  • Rabu, 03 Okt 2018 08:03

    Terkait Dana Desa, Kepala Desa Diktator, Kepala Dusun Mengundurkan Diri

    Satu per satu Kepala Dusun di Desa Negeri Lama Seberang mengundurkan diri dari jabatannya. Seperti pengakuan Kepala Dusun Blok III Desa Negeri Lama Seberang bernama Irma, 45 tahun, yang mengataka

  • Kamis, 04 Okt 2018 21:44

    Warga Padang Bulan, Rantauprapat Persoalkan Kwalitas Pembangunan Drainase

    Pembangunan drainase (parit) dan peningkatan jalan di kawasan Gang Jaman, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, kabupaten Labuhanbatu, dipersoalkan sejumlah warga.Pasalnya, pembangunan salur

  • Selasa, 02 Okt 2018 07:32

    Tokoh Masyarakat Nilai Kades Negeri Lama Seberang "Diktator"

    Tokoh Masyarakat Desa Negeri Lama Seberang, Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, yakni Haji K, 47 tahun, dan Abdul Rahman Nst, 53 tahun, menilai Kepala Desa (Kades) mereka, Ahmad Ahyar, 50 tah

  • Jumat, 28 Sep 2018 06:48

    Mantan Dirut PD-PHJ & PD-PAUS Diduga Punya 'Anak Main' di Timsel dan Calon Direksi

    Ketua Institution Law And Justice (ILAJ), Fawer Full Fander Sihite menyatakan proses penyeleksian calon direksi perusahaan daerah kota pematangsiantar, baik PD-PHJ (Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya)

  • Kamis, 27 Sep 2018 17:37

    Club PORMAL STMK FC Tuding Panitia Walikota Cup Tidak Netral

    Dianggap tidak netral dan berupaya mencekal, Club PORMAL STMK FC menuntut Panitia Walikota Cup 2018 karena melakukan diskualifikasi dan melarang Club PORMAL STMK FC ikut bertanding selama dua tahun.Me

  • Kamis, 27 Sep 2018 15:17

    Kepala Dusun Minta Kapolres Labuhanbatu Periksa Kades Negeri Lama Seberang

    Oknum pejabat Kepala Desa Negeri Lama Seberang Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu Ahmat Ahyar Ritonga, telah melakukan "Penipuan" dan "Pembohongan" kepada para Guru mengaji dan Kepala Dusun d

  • Kamis, 27 Sep 2018 03:27

    Para Games Bukan Lagi Ajang Nomor Dua

    Asian Para Games 2018 tinggal menghitung hari. Event olahraga untuk penyandang difabel se-Asia ini akan dibuka pada 6 Oktober mendatang. Biasanya Para Games di event-event olimpiade sebelumnya hanya m

  • Senin, 24 Sep 2018 04:24

    Asian Para Games 2018, Ajang Bergengsi Para Difabel

    Satu lagi perhelatan besar se-Asia dilaksanakan di Indonesia. Kali ini para difabel yang akan menjadi aktor utama acara ini. Setelah sukses sebagai tuan rumah dengan total perolehan 98 medali pad

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak