Rabu, 16 Jan 2019 11:46

Romantisme Politik Indonesia

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Bireun, Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Politik Universitas Gajah Mada.
Kamis, 24 Agu 2017 10:24
Dok
Presiden dan Wakil Presiden serta para mantan Presiden RI berfoto bersama di Istana Negara, 17 Agustus 2017.

Kehadiran Mantan Presiden Kelima RI Megawati Soekarno Putri dan Mantan Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan hari Kemerdekaan RI yang ke 72 di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (17/8) merupakan salah satu simbol romantisme terkait dengan situasi dan kondisi perpolitikan Indonesia. Tak ayal bila pertemuan tersebut menjadi sorotan utama yang menarik perhatian publik seantaro Indonesia.

Hal ini berkaca setelah 13 tahun lamanya, kedua tokoh negara tersebut tidak pernah hadir bersama-sama dalam acara peringatan hari Kemerdekaan RI di Istana Negara, dimana kala itu Megawati Soekarno Putri masih menjabat sebagai Presiden dan SBY menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Namun demikian, di tahun 2014, sejak SBY memutuskan untuk mengundurkan diri dari Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati dan mulai bergerilya untuk mengikuti pemilihan Presiden hingga terpilih, membuat hubungan keduanya menjadi retak, layaknya tak berujung.

Sama halnya di tahun 2009, dimana pada Pilpres kedua bagi SBY dan tetap berivalitas dengan Megawati kala itu hingga dimenangkan SBY sebagai calon petahana bersama dengan Boediono, membuat hubungan keduanya semakin renggang hingga terlihat dari kosongnya kursi undangan terhadap Mantan Presiden Kelima Republik Indonesia.

Praktis, selama dua periode atau sepuluh tahun kepemimpinan SBY, Megawati sebagai kelompok oposisi pemerintah tidak pernah hadir dalam peringatan HUT RI di Istana Merdeka, malah justru diwakilkan oleh sang suami Alm. Taufiq Kiemas dan anaknya, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator pada bidang Kebudayaan Puan Maharani. Biasanya, sang putri Mantan Proklamator Soekarno justru lebih memilih untuk memimpin upacara di Kantor DPP PDIP Perjaungan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Setelah PDIP berhasil mengantarkan Jokowi ke tampuk tinggi pimpinan pemerintah Indonesia, Megawati untuk pertama kalinya hadir kembali ke Istana sejak perayaan HUT RI tahun 2015. Berbeda dengan SBY, sejak meninggalkan kursi Presiden RI, sejak tahun 2015 dan 2016, dirinya lebih memilih untuk merayakan hari kemerdekaan RI di kampung halamannya di Pacitan, Jatim. Baru kemarin, tepat pada 17 Agustus 2017 kemarin, Megawati dan SBY bisa kembali bersama-sama merayakan hari jadi Indonesia di Istana Merdeka.

Meskipun dalam acara kemarin keduanya tidak berkomunikasi secara langsung satu dengan yang lain, namun demikian kehadirian dua negarawan tersebut sedikit banyak dapat dijadikan simbol bahwasanya romantisme politik Indonesia mulai eksis dan lahir kembali. 

Terlebih usai acara, Presiden Jokowi mengajak semua mantan Presiden yang hadir untuk masuk ke dalam istana dan berfoto bersama. Megawati mengambil posisi paling tengah diapit Presiden Jokowi dan JK. Mantan Presiden Habibie berada di posisi paling kanan di sebelah Ibu Negara Iriana Jokowi, SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono mengambil posisi sebelah Ibu Mufidah Jusuf Kalla. Tak hanya itu, setelah acara foto bersama tersebut, semua Mantan Presiden RI melanjutkan kegiatannya dengan jamuan makan siang dan ramah tamah. 

Banyak pihak yang berpersepsi bahwa kedatangan Mantan Presiden Keenam RI, SBY ke HUT RI di Istana Merdeka kemarin, diartikan sebagai indikasi adanya kecenderungan persatuan di antara keduanya menjelang Pilpres tahun 2019. Tak sedikit juga pihak yang menyangkal bahwa bertemunya dua partai yang berivalitas selama ini tidak dapat dikaitkan dengan spektrum politik masa depan.

Namun setidaknya dari pertemuan kemarin, semua pihak dapat dikatakan sepakat dengan kata romantisme politik dalam bingkai persatuan dan kesatuan kemerdekaan. Salah seorang pengamat politik dari Universitas Gajah Mada Arie Sujito sempat menuturkan bahwa pertemuan Megawati dan SBY kemarin sedikitnya bisa menunjukan kepada dunia bahwa tidak ada dendam antar para pemimpin bangsa dan cenderung memikirkan kepentingan rakyat selaku kepentingan lebih besar ketimbang persoalan pribadi.

Editor: Sam

T#g:HUT RIJokowiMegawatiSBYtoleransi
Karunia Tour and Traveliklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Rabu, 16 Jan 2019 10:16

    Berpotensi Hemat Rp798 Triliun, Presiden: Segera Selesaikan Regulasi Kendaraan Bermotor Listrik

    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, banyak negara di dunia yang mulai berlomba-lomba menjadi yang terdepan dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik. Selain karena ramah lingkungan, m

  • Minggu, 13 Jan 2019 19:13

    Relawan Jokowi-Ma'ruf Amin Kecamatan Medan Helvetia Gelar Senam Jantung Sehat

    Ketua DPD Relawan Jamin Sumut Ir.H. Erwan Rozadi Nasution melepas gerak jalan santai di kelurahan Tanjung Gusta Kecamatan Medan Helvetia.

  • Sabtu, 12 Jan 2019 08:22

    Relawan Muslimin-muslimah Jokowi Amin Bagi-bagi Rezeki Pada Supir Angkot, Abang Becak dan Anak Jalanan

    Sebelum Melaksanakan Ibadah Sholat Jum'at Relawan Muslimin-muslimah Jokowi Amin Bagi-bagi Nasi Berkah Kepada Anak Jalanan Sopir Becak Dan Supir Angkot.

  • Rabu, 09 Jan 2019 12:09

    Presiden Jokowi Doakan Kesembuhan untuk Ustaz Arifin Ilham

    Presiden Joko Widodo mendoakan kesembuhan untuk Ustaz Arifin Ilham yang sedang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Hal ini diungkapkan Presiden seusai acara pelantikan Kepala Ba

  • Minggu, 06 Jan 2019 20:16

    Barisan Mora Anak Boru Kahanggi Jokowi Siap Menangkan 01 di Tabagsel

    Bobby Nasution menghadiri deklarasi dan pengukuhan relawan barisan Monang Jokowi-Amin Tabagsel di Jalan.SM Raja Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Minggu (6/1/2018). Bobby juga b

  • Minggu, 30 Des 2018 13:10

    Panglima TNI Kunjungan Kerja ke Medan

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Polisi Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D. melaksanakan kunjungan kerja ke Medan dalam rangka menghadiri Perayaan Natal Bersama,

  • Minggu, 30 Des 2018 16:00

    Panglima TNI Dampingi Presiden Jokowi Hadiri Perayaan Natal Nasional di Medan

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Pol Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D. mendampingi Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara punc

  • Minggu, 16 Des 2018 19:56

    Babinsa Bertugas di Bidang Teritorial dan Bersentuhan Langsung Dengan Masyarakat

    Tugas TNI di bidang teritorial dilaksanakan dalam rangka pemberdayaan wilayah pertahanan sebagai bagian dari pembinaan sistem pertahanan rakyat semesta. Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI

  • Sabtu, 15 Des 2018 18:15

    Panglima TNI Dampingi Presiden RI di Pekanbaru

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P bersama Kapolri Jenderal Pol Prof. H.M Tito Karnavian. Ph.D. mendampingi Presiden RI Ir. Joko Widodo pada acara penerimaan Gelar Kehormatan Tertinggi Ad

  • Jumat, 14 Des 2018 08:24

    Presiden Bertolak ke Aceh untuk Resmikan Sejumlah Proyek Strategis

    Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Kamis malam, 13 Desember 2018, bertolak menuju Provinsi Aceh dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.Kepala Negara beserta ro

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak