Jumat, 21 Sep 2018 08:16

Romantisme Politik Indonesia

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Bireun, Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Politik Universitas Gajah Mada.
Kamis, 24 Agu 2017 10:24
Dok
Presiden dan Wakil Presiden serta para mantan Presiden RI berfoto bersama di Istana Negara, 17 Agustus 2017.

Kehadiran Mantan Presiden Kelima RI Megawati Soekarno Putri dan Mantan Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan hari Kemerdekaan RI yang ke 72 di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (17/8) merupakan salah satu simbol romantisme terkait dengan situasi dan kondisi perpolitikan Indonesia. Tak ayal bila pertemuan tersebut menjadi sorotan utama yang menarik perhatian publik seantaro Indonesia.

Hal ini berkaca setelah 13 tahun lamanya, kedua tokoh negara tersebut tidak pernah hadir bersama-sama dalam acara peringatan hari Kemerdekaan RI di Istana Negara, dimana kala itu Megawati Soekarno Putri masih menjabat sebagai Presiden dan SBY menjadi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Namun demikian, di tahun 2014, sejak SBY memutuskan untuk mengundurkan diri dari Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati dan mulai bergerilya untuk mengikuti pemilihan Presiden hingga terpilih, membuat hubungan keduanya menjadi retak, layaknya tak berujung.

Sama halnya di tahun 2009, dimana pada Pilpres kedua bagi SBY dan tetap berivalitas dengan Megawati kala itu hingga dimenangkan SBY sebagai calon petahana bersama dengan Boediono, membuat hubungan keduanya semakin renggang hingga terlihat dari kosongnya kursi undangan terhadap Mantan Presiden Kelima Republik Indonesia.

Praktis, selama dua periode atau sepuluh tahun kepemimpinan SBY, Megawati sebagai kelompok oposisi pemerintah tidak pernah hadir dalam peringatan HUT RI di Istana Merdeka, malah justru diwakilkan oleh sang suami Alm. Taufiq Kiemas dan anaknya, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator pada bidang Kebudayaan Puan Maharani. Biasanya, sang putri Mantan Proklamator Soekarno justru lebih memilih untuk memimpin upacara di Kantor DPP PDIP Perjaungan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Setelah PDIP berhasil mengantarkan Jokowi ke tampuk tinggi pimpinan pemerintah Indonesia, Megawati untuk pertama kalinya hadir kembali ke Istana sejak perayaan HUT RI tahun 2015. Berbeda dengan SBY, sejak meninggalkan kursi Presiden RI, sejak tahun 2015 dan 2016, dirinya lebih memilih untuk merayakan hari kemerdekaan RI di kampung halamannya di Pacitan, Jatim. Baru kemarin, tepat pada 17 Agustus 2017 kemarin, Megawati dan SBY bisa kembali bersama-sama merayakan hari jadi Indonesia di Istana Merdeka.

Meskipun dalam acara kemarin keduanya tidak berkomunikasi secara langsung satu dengan yang lain, namun demikian kehadirian dua negarawan tersebut sedikit banyak dapat dijadikan simbol bahwasanya romantisme politik Indonesia mulai eksis dan lahir kembali. 

Terlebih usai acara, Presiden Jokowi mengajak semua mantan Presiden yang hadir untuk masuk ke dalam istana dan berfoto bersama. Megawati mengambil posisi paling tengah diapit Presiden Jokowi dan JK. Mantan Presiden Habibie berada di posisi paling kanan di sebelah Ibu Negara Iriana Jokowi, SBY bersama Ibu Ani Yudhoyono mengambil posisi sebelah Ibu Mufidah Jusuf Kalla. Tak hanya itu, setelah acara foto bersama tersebut, semua Mantan Presiden RI melanjutkan kegiatannya dengan jamuan makan siang dan ramah tamah. 

Banyak pihak yang berpersepsi bahwa kedatangan Mantan Presiden Keenam RI, SBY ke HUT RI di Istana Merdeka kemarin, diartikan sebagai indikasi adanya kecenderungan persatuan di antara keduanya menjelang Pilpres tahun 2019. Tak sedikit juga pihak yang menyangkal bahwa bertemunya dua partai yang berivalitas selama ini tidak dapat dikaitkan dengan spektrum politik masa depan.

Namun setidaknya dari pertemuan kemarin, semua pihak dapat dikatakan sepakat dengan kata romantisme politik dalam bingkai persatuan dan kesatuan kemerdekaan. Salah seorang pengamat politik dari Universitas Gajah Mada Arie Sujito sempat menuturkan bahwa pertemuan Megawati dan SBY kemarin sedikitnya bisa menunjukan kepada dunia bahwa tidak ada dendam antar para pemimpin bangsa dan cenderung memikirkan kepentingan rakyat selaku kepentingan lebih besar ketimbang persoalan pribadi.

Editor: Sam

T#g:HUT RIJokowiMegawatiSBYtoleransi
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Jumat, 21 Sep 2018 06:31

    Relawan Jokowi-Ma'ruf Sumut Buka Puasa Asyura Bersama Anak Yatim

    Sejumlah elemen pendukung calon Presiden Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin berbuka puasa Asyura bersama anak yatim di Sekretariat Bersama (Sekber) Relawan Jokowi Sumatera Utara (Sumut) Jalan Mo

  • Kamis, 20 Sep 2018 11:00

    Srikandi Jokowi Sumut Deklarasi Dukung Jokowi Ma'aruf Amin

    Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa, kami komunitas relawan Srikandi Sumatera Utara, menyatakan ikrar kami mendukung pasangan Joko Widodo dan Ma'aruf Amin periode 2019-2024. Demikian is

  • Selasa, 18 Sep 2018 17:38

    Konvoi Kerakyatan Ribuan Masyarakat Transportasi dan Angkutan Umum, Deklarasi dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

    Ratusan Angkutan Kota (Angkot) dan ribuan warga dari Masyarakat Transportasi Indonesia mengikuti konvoi mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, dimulai dari titik kumpul lapangan Merdeka Medan, menuju lapa

  • Sabtu, 15 Sep 2018 04:15

    Mengapa Pemerintahan Jokowi Pantas Menuai Pujian

    Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuai banyak pujian atas keberhasilan penyelenggaraan Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Dari pembukaan sampai melimpahnya prestasi atlet Indonesia di ajan

  • Kamis, 13 Sep 2018 09:43

    Sembilan Partai Politik Pengusung Jokowi-Amin konsolidasi pembentukan Tim Kampanye

    Sejumlah pengurus partai pengusung Pasangan Calon Presiden Republik Indonesia Ir.H.Joko Widodo-KH.Maruf Amin di Kabupaten Labuhanbatu menggelar pertemuan di salah satu cafe di Rantauprapat Rabu (12/9/

  • Sabtu, 08 Sep 2018 20:08

    Akademisi: Meski Rupiah Lemah, Masyarakat Masih Sangat Percaya Jokowi

    Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Profesor Budyatna berpendapat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) masih sangat tinggi, meski nilai tukar rupiah terhadap dol

  • Jumat, 07 Sep 2018 04:07

    Agresifnya Pemerintah Stabilkan Rupiah

    Rupiah sempat melemah sampai Rp14.930 pada 4 September lalu. Pemerintah pun melakukan operasi penyelamatan rupiah yang direspon positif oleh pasar. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil memandam

  • Rabu, 05 Sep 2018 11:25

    Sah. Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara

    Presiden Jokowi melantik sembilan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur hasil Pilkada Serentak 2018. Mereka resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9).Pelantikan i

  • Selasa, 04 Sep 2018 04:04

    Hanifan Yudani Kusuma, Pesilat yang Sejukkan Indonesia

    Pencak Silat adalah salah satu bela diri khas Indonesia yang turut dipertandingkan sebagai salah satu cabang olahraga di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Pesilat tentunya identik dengan karakt

  • Senin, 03 Sep 2018 13:33

    Dandim 0824: Perayaan HUT Kemerdekaan RI Wujud Cinta Tanah Air

    Di berbagai pelosok wilayah Kabupaten Jember hingga memasuki awal September 2018 ini kegiatan masyarakat dalam mempringati HUT Kemerdekaan RI masih saja berlangsung dengan beraneka ragam kreasi yang d

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak