Senin, 19 Apr 2021 09:13
  • Home
  • Opini
  • Pulau Papua Pemiliknya Orang Papua, Tapi Wilayah Keributan Orang-orang Asing Yang Bukan Pemiliknya

Pulau Papua Pemiliknya Orang Papua, Tapi Wilayah Keributan Orang-orang Asing Yang Bukan Pemiliknya

Medan (utamanews.com)
Oleh: Yance Emani, Mahasiswa USU Medan, Asal Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua
Kamis, 08 Apr 2021 11:08
Istimewa
Yance
Catatan sejarah menujukkan kedatangan Belanda ke daratan Papua terjadi sejak tahun 1606. Kapal- kapal Belanda berlabuh di sepanjang pesisir Papua dan mulai melakukan ekspedisi di daratan maupun perairan di sekitarnya.

Alvaro De Saavedra asal Spanyol yang berlayar ke Mexico dan singga di pesisir pantai utara Papua pada tahun 1528 sehingga ia melihat pasir kuarsa bercampur Emas di Korido (sekarang: Ibu kota Kabupaten Sopiori) lalu ia memberi nama Isla Der Oro (Island Of Gold) atau Pulau Emas. Dari sinilah bangsa Inggris, Jerman dan Belanda membagi-bagi pulau Papua menjadi tiga bagian melalui perjanjian London Agustus 1828 di Ibu Kota Inggris.

Bangsa asing yang pertama kali mulai masuk ke wilayah Papua orang-orang dari Tidore atas perinta Sultan Tidore. Mereka masuk ke wilayah ini mencari burung kuning (Paradise Bird) serta menyebarkan agama mereka yaitu Islam. Mereka berhasil masuk di wilayah Papua di antaranya, yaitu daerah Raja Ampat, Kaimana, Bintuni, Kokas, Fafak dan bagian selatan lainnya. Selain mencari burung kuning Sultan Tidore juga meminta bantuan orang-orang untuk berperang melawan orang-orang Eropa sehingga Sultan pun meminta bantuan dari wilayah Biak yang dipimpin oleh seorang Mambri (Panglima Perang). Maka disinilah Pulau Papua keributan oleh orang-orang Asing. 


Selanjutnya disusul oleh orang-orang Arab yang masuk ke wilayah Fakfak kemudian mereka memberi nama Pulau Papua yang berarti Budak. Beberapa kalimat singkat di atas sangat jelas bahwa kedua belah pihak tersebut ada tujuan dan maksud. Misalnya, Alvaro De Saavedra asal Spanyol ini menemukan Emas di Supiori dan memberi nama dan juga orang-orang dari Tidore atas perintah Sultan Tidore mereka masuk di wilayah Papua untuk mencari burung kuning sambil menyebarkan agama Islam di Papua. 

Tujuan orang-orang Tidore sampai di tanah Papua tidak berhasil karena tidak menjalankan tujuan yang sebenarnya, namun menimbulkan perang antara orang Eropa dan orang-orang Tidore atas perintah Sultan Tidore demi wilayah Papua bukan pemiliknya. Orang Arab juga masuk di wilayah Papua dan memberi nama yang berbeda dengan bahasa mereka, sehingga Pulau Papua itu seakan-akan tidak ada orang pada hal orang Papua berkeriting rambut dan berkulit hitam yang dihuni dan pemilik yang sebenarnya.


Kedatangan orang-orang Asing di bumi Cendrawasih bertujuan untuk mengambil dan merampas kekayaan alam di dalam laut di atas tanah Papua. Mereka datang juga untuk perang dimana-mana di tanah Papua sehingga sampai dengan saat ini orang Papua tidak hidup tenang dan damai di atas tanahnya sendiri. Pulau Papua banyak mengandung bahan galian golongan A, B, dan C seperti Emas, Perak, Tembaga, Aluminium, Batu kapur, Gamping, Uranium, dll.

Selain itu, pulau Papua memiliki Hutan Tropis yang sangat lebat karena berada pada jalur Katulistiwa serta memiliki hasil laut yang banyak karena berada di Lautan Pasifik yang sangat luas. Oleh sebab itu, pulau ini menjadi rebutan setiap bangsa-bangsa dan menjadi daerah konflik yang berkepanjangan sehingga banyak menimbulkan korban Penduduk Asli (Indigenous Peoples) dan Pelanggaran-pelanggaran terhadap Hak-hak Dasar Masyarakat Asli Papua.

Dari hal inilah yang menyebabkan Pribumi Papua menjadi melarat di atas Kekayaan Alamnya sendiri bagaikan seekor Tikus yang mati di atas lumbung Padi. Dalam Kitab Ulangan 28:33 menyatakan bahwa Suatu Bangsa yang tidak kau kenal akan datang dan memakan hasil bumi mu dan segala hasil jerih payahmu; engkau akan selalu ditindas dan diinjak.

Editor: Budi

T#g:PapuaYance Emani
Berita Terkait
  • Kamis, 15 Apr 2021 16:35

    Prajurit TNI Bersama Masyarakat Gotong Royong Mengecor Jalan di Kampung Koya Koso Papua

    Dalam rangka meningkatkan kekompakan dengan masyarakat di perbatasan, Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 131/Braja Sakti (Yonif 131/Brs) yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satg

  • Rabu, 14 Apr 2021 16:34

    Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Braja Sakti Terima Kunjungan Kapuskesad

    Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Braja Sakti dibawah pimpinan Dansatgas Letkol Inf Muhammad Erfani S.H., M.Tr.(Han) menyambut kedatangan Kepala Pusat Kesehatan TNI AD (Kapuskesad) Mayjen TNI dr. Budiman

  • Rabu, 07 Apr 2021 20:17

    Ondofolo Kampung Sereh Sentani : Otsus Mengubah Wajah Papua Menjadi Lebih Baik

    Ondofolo atau Pemimpin Adat Kampung Sereh Sentani, Kabupaten Jayapura, Yanto Hiyo Eluay mengatakan bahwa Otonomi Khusus (Otsus) diyakini banyak mengubah wajah Papua menjadi lebih baik, dan sebelum dib

  • Rabu, 31 Mar 2021 06:31

    Pemimpin Papua dalam Tekanan untuk Memimpin Papua

    Pemimpin Papua lebih khusnya Gubernur Bupati, Wali Kota, DPR dan MRP mengalami banyak persoalan dalam masa-masa kepemimpinanya. Terutama masalah ekonomi dan politik bahkan lebih sulit lagi adalah men

  • Selasa, 30 Mar 2021 18:30

    Tokoh Masyarakat Papua Ajak Masyarakat Dukung Pemerintah

    Tokoh politik di Papua Thaha Alhamid yang juga Sekjen Presidium Dewan Papua (PDP), mengajak warga yang ada di ujung timur Indonesia untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam mempercepat pembang

  • Jumat, 26 Mar 2021 05:26

    BBPJN Bersama TNI Kembali Buka Jalan Trans Papua

    Setelah ditutup untuk perbaikan dan perawatan jalan selama satu bulan, maka tepat pukul 00.00 WIT, Rabu 24 Maret 2020, jalan trans Jayapura - Wamena dibuka.Edu Melki Paulus Sasarari S.T., M M sebagai

  • Minggu, 21 Mar 2021 11:11

    Ketua Barisan Merah Putih: Pemekaran di Papua Bukan Aspirasi Baru

    Ketua Barisan Merah Putih Nico Mauri menyakini bahwa pemekaran daerah otonom baru di Bumi Cenderawasih akan membawa perubahan yang lebih baik termasuk dalam bidang pemerataan pembangunan."Aspirasi ini

  • Kamis, 11 Mar 2021 13:11

    Transformasi Ekonomi, Menteri PPN dan Gubernur Papua Bahas Pengembangan 2 Bandara

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional menerima audiensi dari Gubernur Papua Barat pada, Rabu 10 Maret 2021. Audiensi tersebut membahas Kebijakan dan Strategi Pembangunan Wilayah Provinsi Papua Bara

  • Selasa, 09 Mar 2021 21:29

    Kodam XVII/Cenderawasih Terima Satgas Pamtas RI-PNG

    Pangdam XVII/Cenderawasih yang diwakili oleh Danrem 172/PWY selaku Dankolakops Brigjen TNI Izak Pangemanan memimpin upacara penerimaan Satgas Pamtas RI-PNG yang baru di Dermaga Satuan Kapal Patroli (S

  • Rabu, 03 Mar 2021 04:03

    Pemuda dan Pemudi Papua Ikuti Lomba Kebhinnekaan

    Rumah Belajar Papua Hei Jayapura menggelar Lomba Kebhinnekaan untuk menumbuhkan kesadaran pemuda dan pemudi Papua akan pentingnya persatuan bangsa dalam keberagaman suku yang ada di nusantara. Kegiata

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak