Senin, 20 Jan 2020 00:30
  • Home
  • Opini
  • Prabowo Rayakan Natal, Apa Kata Ulama Pendukungnya?

Prabowo Rayakan Natal, Apa Kata Ulama Pendukungnya?

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dwi Larasati, Mahasiswa FISIP Universitas Udayana Denpasar
Senin, 31 Des 2018 02:31
Antara/Arif Firmansyah
Prabowo
Natal tahun ini terasa menjadi sangat spesial ketimbang natal tahun-tahun sebelumnya.

Selain tidak adanya aksi sweeping yang dilakukan oleh para laskar FPI terhadap pusat-pusat perbelanjaan yang menggunakan simbol-simbol natal, perayaan natal tahun ini juga menjadi sarat muatan politiknya. Jika disimpulkan, politisasi natal tahun ini begitu terasa. Para politikus yang akan turun pada Pemilu tahun depan, menjadikan natal sebagai ajang pencitraan. Para politikus itu berlomba-lomba meraih simpati umat Krisitiani yang sedang merayakan hari kelahiran Yesus Kristus, Tuhan dan Juru selamatnya, dengan menyampaikan ucapan selamat natal lewat berbagai media.

Bahkan ada politikus yang memborong satu halaman penuh surat kabar hanya untuk mengucapkan selamat natal. Tujuannya apa? pastilah untuk mencitrakan diri kepada masyarakat bahwa ia adalah seorang politikus yang peduli, politikus yang toleran, seorang politikus yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebhinekaan. Namun di sisi lain, ada pula pihak-pihak yang menentang keras ucapan selamat natal tersebut. Mereka berpendapat bahwa mengucapkan selamat natal telah menyalahi akidah. 
Mengucapakan selamat natal sama saja dengan mengakui Yesus Kristus, yang di dalam Al-Quran dikenal dengan Isa, sebagai Tuhan, sebagai Anak Allah.

Namun, sekalipun umat Kristiani sudah berkali-kali menyatakan bahwa mereka sebenarnya tidak terlalu mengharapkan ucapan selamat Natal dari umat yang bukan Kristen, namun ulama dan jemaah 212 tetap saja meributkannya. Haikal Hasan, misalnya. Dalam cuitannya, ia bahkan menyangkal apa yang diyakini umat Kristen bahwa Yesus lahir di kandang domba di Betlehem, yang membuat Jansen Sitindaon gerah atas pendapatnya itu. Ustaz Abdul Somad juga menyampaikan dalam video lawasnya yang kembali viral beberapa hari belakangan ini, berpendapat bahwa mengucapkan selamat natal itu, haram. Begitupun Rizieq Shihab, Imam besar FPI dan Jemaah 212 itu. Lewat akun twitternya, ia secara tegas menyerukan kepada para pengikutnya agar tidak mengucapkan selamat Natal atau ikut merayakannya.

Sampai di sini cukup jelas bahwa ada dua pendapat yang berbeda tentang natal. Para ulama yang kebetulan mendukung Jokowi tidak mempermasalahkan tentang ucapan natal tersebut. Sementara para ulama yang berdiri di pihak Prabowo juga memiliki pendapat bahwa mengucapkan selamat natal adalah haram dan melanggar akidah. Namun ketika yang mengucapkan selamat natal itu adalah seorang Prabowo, Capres yang mereka dukung, mereka seakan tidak berkutik. Mereka hening, mereka seperti hilang ditelan bumi. Tidak ada sepatah kata pun yang mereka sampaikan kepada Prabowo hanya untuk sekedar mengingatkan bahwa apa yang dilakukan Prabowo itu kurang tepat.

Ternyata tidak berhenti sampai di situ saja. Setelah Prabowo menyampaikan selamat Natalnya, ia terlihat ikut merayakan Natal bersama keluarga besarnya. Momen Natal yang tahun ini jatuh pada hari Selasa kemarin tentu saja menjadi momen untuk berkumpul dengan keluarganya. Potret kehadiran Prabowo pada acara keluarga tersebut diunggah oleh Rahayu Saraswati, putri Hashim Djojohadikusumo yang merupakan keponakan Prabowo. Rahayu sebelumnya mengunggah foto keluarga besar pada acara perayaan Natal tersebut. Dari foto tersebut terlihat sosok Prabowo hadir di tengah-tengah keluarga. Prabowo nampak begitu bergembira. Ia begitu sumringah. Ia tidak kaku. Ia benar-benar seperti dirinya sendiri tanpa ada rasa tertekan. Tidak ada sedikitpun keterpaksaan dan amarah di wajahnya. Prabowo begitu menikmatinya. Dengan penuh sukacita, ia menari, ia berjoget bersama seluruh keluarga diiringi lagu-lagu rohani Kristen. Kehadirannya dalam acara natal keluarga itu, setidaknya telah menunjukkan kepada kita semua, bahwa Prabowo yang mereka agung-agungkan itu, tidak seagung yang selama ini mereka agungkan.

Dengan diamnya para ulama pendukung Prabowo tersebut atas ucapan selamat natal yang disampaikan Prabowo, serta turut hadirnya Prabowo merayakan natal bersama keluarganya, menyadarkan kita bahwa mereka tidak sedang membela Islam sebagaimana selama ini mereka kerap sampaikan. Sesungguhnya mereka hanyalah alat politik Prabowo. Gerakan yang selama ini meraka helat bukanlah untuk membela agama, bukan pula untuk membela Tauhid. Namun satu-satunya tujuan mereka adalah untuk menaikkan elektabilitas Prabowo dengan mempertopengkan agama. Lihatlah, ketika Prabowo berlaku "tidak sesuai akidah", mereka diam saja. Tidak ada satu pun yang bersuara. Bahkan Rizieq Shihab yang dianggap suci itu pun memilih bungkam.

Kini masyarakat Indonesia harus sadar siapa yang pantas memimpin tanpa menyembunyikan topeng asli dirinya yang sesungguhnya.
Editor: Dito

T#g:GNPFNatalulama
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 14 Jan 2020 17:34

    GMKI Pematangsiantar-Simalungun Lantik Panitia Dies Natalis Tahun 2020

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pematangsiantar- Simalungun melakukan pelantikan panitia Dies Natalis GMKI Pematangsiantar-Simalungun.Secara Nasional GMKI berusia 70 tahun,  sedangkan

  • Kamis, 09 Jan 2020 18:59

    Natal Bersama TNI Membawa Pesan Damai

    Natal merupakan perayaan suka cita yang senantiasa membawa pesan damai dan dimensi ibadah, selain itu Natal juga memiliki dimensi sosial berupa solidaritas kesetiakawanan, yang bukan sekedar slogan ko

  • Senin, 06 Jan 2020 19:36

    Ratusan Prajurit dan PNS TNI Donor Darah Hari Natal

    Dalam rangka perayaan Hari Natal 2019, ratusan Prajurit dan PNS di lingkungan Mabes TNI, TNI AD, TNI AL dan TNI AU melaksanakan kegiatan Donor Darah, bertempat di Satkes Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta

  • Kamis, 02 Jan 2020 21:02

    Prajurit Satgas TNI RDB Berbagi Keceriaan di Perayaan Natal Dengan Masyarakat Kongo

    Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) Mission de lOrganisation des Nations Unies pour La Stabilisation en R&eacu

  • Senin, 30 Des 2019 11:30

    Di Pedalaman Merauke, Santa Claus Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Bagikan Hadiah Natal

    Sebagai wujud cinta kasih pada perayaan Natal tahun 2019, personel Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Pos Yakyu dengan menggunakan kostum ala Santa Claus membagikan hadiah Natal kepada anak-anak di pedal

  • Sabtu, 28 Des 2019 20:08

    Panglima TNI Hadiri Perayaan Natal Nasional 2019 di Sentul

    Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menghadiri Perayaan Natal Nasional 2019, dengan tema "Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang", yang digelar di Sentul International Conv

  • Jumat, 27 Des 2019 10:27

    Rumah Natal Pos Barki, Wujud Toleransi Satgas Yonif 411 Kostrad di Bumi Animha

    Sikap toleransi diperlihatkan oleh para Prajurit TNI dari Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad yang saat ini sedang bertugas menjaga perbatasan RI-PNG sektor

  • Jumat, 27 Des 2019 17:27

    Terima Kasih, Situasi Wilayah Kodim 0824/Jember Selama Ibadah Natal Kondusif

    Pengamanan Perayaan Hari Raya Natal 2019 dan Menyambut Tahun Baru 2020 di Kabupaten Jember mendapatkan perhatian yang serius dari Kapolres Jember, Komandan Kodim 0824/Jember maupun seluruh aparat keam

  • Kamis, 26 Des 2019 17:26

    Santa Claus Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Bagikan Bingkisan Natal Untuk Anak-anak Papua

    Ada banyak cara unik yang dilakukan sebagai wujud cinta kasih dalam perayaan Natal tahun 2019, seperti yang dilakukan oleh personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (

  • Jumat, 27 Des 2019 03:27

    Pemerintah dan Apkam Siap Amankan Natal dan Tahun Baru

    Moment akhir tahun selalu menjadi perhatian tersendiri, selain bertepatan dengan libur sekolah, akhir tahun menjadi hari spesial bagi kaum kristiani yang merayakan Natal dengan saling berkunjung ke sa

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak