Minggu, 21 Jul 2019 10:29
  • Home
  • Opini
  • Politik Pragmatisme Kubu Prabowo-Sandi

Politik Pragmatisme Kubu Prabowo-Sandi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Abdul Aziz, Mahasiswa Politik salah satu PTN Prov. Jakarta
Minggu, 03 Feb 2019 06:53
Tribunnews
Habib Rizieq Shihab
Baru- baru ini, beredar luas di media sosial poster berisi komando pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab agar pendukung FPI menarik dukungan dari pasangan Prabowo-Sandi.

Dalam poster itu terpampang foto Rizieq, diawali kalimat tagar #SatuKomandoHRS  dan bertuliskan "Maklumat Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Muhammad Rizieq Shihab". Dalam maklumat itu, Rizieq menyerukan kepada seluruh aktivis FPI, organisasi sayap, dan simpatisan agar menarik diri dari Prabowo-Sandi. Alasan penarikan dukungan ialah adanya pernyataan dari adik Capres 02 Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, bahwa Prabowo dan Sandiaga menerima dukungan dari siapa pun, termasuk keluarga dan keturunan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hashim Djojohadikusumo, saat menjadi pembicara dalam acara Dialog Nasional Kebhinekaan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Ahad, 27 Januari 2019 mengatakan, sebagai politikus pihaknya akan menerima dukungan dari siapa pun, kecuali dari setan. "Bahkan, dukungan dari anak cucu dan cicit PKI, kami terima asalkan Prabowo tidak dibawa ke arah palu arit. Prabowo tetap Pancasila, tetap UUD 1945, tetap NKRI. Kita mau menang siapapun yang dukung kita, kita terima kecuali setan iblis," ujarnya.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)- KH Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai pernyataan adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo menegaskan watak pragmatisme politik di kubu Prabowo-Sandi. Logika tersebut dikenal dengan strategi catch-all, mengakomodasi kepentingan semua kelompok asal mau memberi tambahan dukungan elektoral. Ini artinya, kubu Prabowo akan menerima dukungan semua segmen, mulai dari HTI, FPI, koruptor, kriminal, preman sampai dengan mafia asal mereka mendukung Prabowo-Sandi. 

Sikap pragmatisme politik seperti bunglon. Walaupun kepentingan yang ada saling bertentangan, dengan prinsip pragmatisme politik, kubu Prabowo akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan mereka.  Dengan pernyataan adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo ini, mata publik akan semakin terbuka bahwa jualan agama, jualan nasionalisme, jualan anti asing-aseng, dan jualan PKI adalah semata mata langkah pragmatisme untuk kepentingan Pilpres saja.

Terlepas dari hoaks atau tidaknya poster komando pimpinan FPI tersebut, pernyataan adik Prabowo yang menegaskan politik pragmatisme Kubu Prabowo-Sandi, bakal membuat elektabilitas Capres dan Cawapres 02 kian turun jelang Pilpres 2019. Karena masyarakat sekarang kian matang dan kritis menilai kredibilitas, kapabilitas dan visi- misi calon pemimpin mereka ke depan.

Jika sebelumnya saja sudah membenarkan segala cara dalam meraih kekuasan, rela merangkul berbagai golongan yang bisa jadi merongrong kesatuan NKRI demi sebuah rezim, bagaimana nanti ketika telah memimpin dan berkuasa?
Editor: Budi

T#g:HTIPKI
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Minggu, 14 Apr 2019 03:14

    Tiada Tempat Untuk HTI di Bumi Serambi Mekkah

    Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) resmi dilarang di Indonesia sejak 17 Juli 2017. Langkah tersebut diambil setelah kajian pemerintah tentang gebrakan dan sepak terjang HTI. Hal yang paling mendasar adalah

  • Rabu, 03 Apr 2019 21:03

    Kominfo: [HOAKS] Pendukung Jokowi Di Acara Debat Memakai Pin Di Topi Lambang PKI

    Beredar foto seorang lelaki yang memakai jaket bertuliskan Jokowi-Ma'ruf yang menghadiri acara debat Capres ke empat pada tanggal 30 Maret 2019. Pria tersebut menggunakan topi hitam dan tampak pi

  • Sabtu, 30 Mar 2019 08:10

    IPW Heran Kelompok Radikal dan Anti Pancasila Terakomodir Dalam Pilpres 2019

    Debat ke 4 Capres 2019 Sabtu malam ini menjadi penting di tengah berkembangbiaknya kelompok radikal anti ideologi Pancasila, eks teroris, dan para preman jalanan.

  • Jumat, 29 Mar 2019 22:29

    Mantan Kepala BIN: Di Pilpres 2019, Berhadapan Ideologi Pancasila dengan Khilafah

    Abdullah Mahmud Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), menilai Pemilu 2019 yang digelar serentak 17 April mendatang sangat berbeda dari Pemilu yang pernah dilaksanakan di Indonesia

  • Minggu, 24 Mar 2019 20:44

    Generasi Milenial Peduli Negara, Anti Komunisme & Hoax: Jokowi Komunis Adalah Hoax

    Sebelum mengenal apa itu komunisme lebih dalam, kita harus mengenal ciri-ciri paham komunisme. Komunisme itu atheis, yaitu tidak beragama. Orang komunis tidak mungkin mempunyai agama. Selain itu orang

  • Senin, 17 Des 2018 03:17

    Waspada HTI, Tolak Radikalisme!!

    Gencarnya pergerakan organisasi terlarang HTI agar kembali mendapatkan ruang di Indonesia semakin masif. Berbagai upaya baik dari aparat maupun lembaga pemerintah tak kalah untuk menangkal propaganda

  • Kamis, 13 Des 2018 17:03

    Waspada Gerilya HTI Pasca Dibubarkan

    Keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta terkait pembubaran HTI oleh Kemenkumham merupakan hal yang sah dan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Pembubaran organisasi terlarang ini

  • Jumat, 09 Nov 2018 10:49

    Kebutaan Di Balik Aksi 211

    Dampak dari kejadian hari santri yang diselenggarakan oleh Ormas Islam di Garut pada 22 Oktober 2018 lalu, berujung panjang hingga adanya Aksi Bela Tauhid 211. Aksi membela kalimat Tauhid dipelopori o

  • Jumat, 02 Nov 2018 08:22

    Upaya Politis HTI Tunggangi Aksi Bela Tauhid II

    Sebagai organisasi trans-nasional, HTI tidaklah berdiri sendiri. Di belakangnya masih ada Hizbut Tahrir Internasional (HT-IN). Tentu saja mereka tak akan tinggal diam setelah HTI dibubarkan oleh pemer

  • Jumat, 26 Okt 2018 03:26

    Menyalahgunakan Kalimat Tauhid, HTI Berhasil Memecah Belah Umat Islam

    Baru-baru ini Indonesia kembali digemparkan dengan kejadian pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut. Pembakaran bendera berkalimat tauhid yang merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ole

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak