Sabtu, 05 Des 2020 09:33
KPU
KPU Binjai
  • Home
  • Opini
  • Polisi Harus Selidiki Dugaan Pidana Kerumunan Massa Habib Rizieq

Polisi Harus Selidiki Dugaan Pidana Kerumunan Massa Habib Rizieq

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Alfisyah Kumalasari )*
Minggu, 22 Nov 2020 02:22
Net
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman
Kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia ternyata menimbulkan segudang masalah. Selain tidak patuh untuk melaksanakan karantina diri, Habib Rizieq justru mengundang banyak orang untuk hadir dalam berbagai kegiatan yang dikemas dengan acara keagamaan. Masyarakat mendesak agar Polri tegas dan menelusuri dugaan pidana kerumunan Habib Rizieq yang menjadi contoh nyata pelanggaran PSBB.

Polda Metro Jaya telah memeriksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 17 November 2020 lalu. Selain Anies, Polda Metro Jaya juga memeriksa delapan orang lainnya, termasuk kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tanah Abang.

Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat selaku Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) mengatakan bahwa, klarifikasi saat itu merupakan bagian dari tahap penyelidikan. Tujuannya adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya unsur pidana dalam dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat acara pernikahan putri Habib Rizieq di kawasan Petamburan belum lama ini.

Tubagus berujar, dalam satu, dua hari ini bersifat penyalidikan, oleh karena itu sifat undangan adalah klarifikasi untuk ada atau tidaknyanya pidana.

Dirinya menuturkan, gelar perkara akan dilakukan setelah tahap pemeriksaan terhadap seluruh saksi selesai. Menurutnya gelar perkara diperlukan untuk meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan.


Setelah hasil klarifikasi tersebut dilakukan dengan beberapa bukti, nantinya akan dilakukan gelar perkara untuk dinaikkan ke penyidikan.

Polda juga memiliki wewenang untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Sejauh ini, Polda Metro Jaya telah melayangkan panggilan kepada 14 orang untuk dimintai klarifikasi terkait kerumunan massa di rumah Rizie Shihab pada Sabtu Malam.

Pentolan FPI Habib Rizieq juga tak luput dari panggilan oleh penyidik Polri untuk memberikan klarifikasi karena telah membuat acara resepsi pernikahan anaknya yang dibarengi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sehingga menimbulkan kerumunan.

Selain itu, pihak penyidik juga memanggil RT/RW, linmas, lurah dan camat setempat serta wali kota Jakarta Pusat. Pihak KUA juga akan dimintai klarifikasi termasuk Satgas Covid-19, Biro Hukum Pemerintah Provinsi DKI dan beberapa tamu yang hadir.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono berkata, ada dugaan tindak pidana dibalik kasus kerumunan, yang dibuat oleh para pendukung Habib Rizieq di kawasan Petamburan pekan lalu.

Masalah kerumunan ini juga membuat Kapolda Metro Jaya sebelumnya Irjen Nana Sudjana dicopot oleh Kapolri dari Jabatannya.


Perlu diketahui pula bahwa acara yang digelar oleh FPI tersebut dihadiri oleh sekitar 7.000 orang. Selain itu, markas besar FPI di Petamburan juga mengadakan kegiatan yang menjadi tempat berkumpulnya massa dalam jumlah besar.

Pada kesempatan berbeda, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menyerahkan soal pemberian sanksi terkait pengumpulan massa di acara yang diselenggarakan oleh FPI di Mega Mendung pada 13 November lalu.

Emil mengatakan yang terjadi pada saat itu tidak dapat dikendalikan, hal ini dikarenakan suasana euforia seperti demonstrasi yang terkadang jumlahnya keburu membesar.

Dirinya juga memberikan himbauan agar seluruh pimpinan ormas dapat memahami situasi pandemi Covid-19 saat ini.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya memberikan sanksi terkait kerumunan acara Maulid Nabi di Petamburan. Kerumunan yang terjadi di Pondok Ranggon, Jakarta Timur dan di Tebet, Jakarta Selatan, juga akan diberi sanksi.


Acara tersebut disiarkan langsung melalui kanal youtube FrontTV. Dalam acara tersebut tampak Ahmad Riza mengenakan pakaian putih dengan memakai masker. Ia duduk berjajar dengan Walikota Jakarta Selatan Marullah Matali.

Acara tersebut juga dihadiri oleh banyak jemaah. Tampak jelas tidak ada pengaturan jarak antar jemaah satu dengan jemaah yang lain. Terlihat juga para jemaah yang tidak memakai masker.

Perlu kita ketahui pula, bahwa menerapkan physical distancing dalam momen pandemi adalah hal yang sangat penting demi meminimalisir potensi penularan Covid-19. Salah satu upaya konkrit untuk menerapkan aturan tersebut adalah dengan menghindari atau menjauhi kerumunan. Physical Distancing menjadi penting karena dinilai mampu memperlambat laju dan jumlah infeksi virus corona.

Ahli epidemiologi dari Universitas Temple Krys Johnson mengatakan, bahwa jaga jarak tidak hanya untuk keperluan diri sendiri, tetapi juga mempengaruhi orang lain di sekitarnya. Dengan menjaga jarak, maka hal tersebut dapat meminimalisir penularan via droplet.

Atas dasar inilah pihak Kepolisian Daerah memiliki wewenang untuk menyelidiki dugaan pelanggaran kepada siapapun yang secara sadar tidak mengindahkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini
Editor: Iman

T#g:Protokol kesehatan
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 30 Nov 2020 02:30

    Kerumunan Rizieq Shihab Timbulkan Klaster Baru Corona Perlu Ditindak Tegas

    Rizieq Shihab membuat ulah dengan sengaja mengundang 10.000 orang dalam pesta pernikahan putrinya, dengan alasan sekalian memperingati maulid. Ia juga masih sempat mengisi acara di Bogor dan tempat la

  • Minggu, 22 Nov 2020 06:52

    Prajurit TNI Yon Arhanud 11/WBY sosialisasikan Prokes ke sejumlah tempat keramaian di Binjai

    Beberapa Fasilitas Umum atau tempat tempat keramaian di Kota Binjai, seperti Terminal Bus dan Stasiun Kereta Api, serta tempat ibadah seperti Mesjid dan Gereja, juga merupakan tujuan Prajurit TNI AD d

  • Sabtu, 21 Nov 2020 20:11

    250 Prajurit TNI Yon Arhanud 11/WBY gelar Operasi Kedisiplinan Protokol Kesehatan di Binjai

    Dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) Batalyon Arhanud 11/WBY, menggelar Operasi kedisiplinan Protokol Kesehatan.Kegiatan yang diikuti oleh 250 Prajurit TNI Yon Ar

  • Rabu, 18 Nov 2020 21:58

    AKBP Robin Simatupang: ASN, TNI-Polri Harus Menjadi Contoh Masyarakat

    ASN, TNI-Polri harus menjadi contoh masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan. Para Pejabat harus berani menindak anggotanya yang melanggar Protokol Kesehatan.Demikian dikatakan Kapolres Serdang B

  • Selasa, 17 Nov 2020 20:17

    Gugus Tugas Covid 19 Jember, Gelar Operasi Yustisi Pendisiplinan Masyarakat Kawasan Kota

    Ruas jalan raya PB Sudirman Jember menjadi sasaran Operasi Yustisi Skala Besar oleh Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Jember, pada Senin (16/11/2020).Pada kegiatan tersebut, seluruh unsur yang tergabung

  • Selasa, 17 Nov 2020 02:17

    Menanti Sikap Tegas Pemprov DKI Jakarta Tindak Kerumunan Habib Rizieq Langgar PSBB

    Saat Habib Rizieq Shihab (HRS) pulang ke tanah air, ribuan pendukungnya langsung datang untuk menyambut. Setelah itu, ia menyempatkan diri untuk datang ke acara peringatan maulid nabi dan menyelenggar

  • Minggu, 15 Nov 2020 22:45

    Satgas Covid-19 Mebidang Beri Peringatan Keras Pengelola Usaha Hiburan Malam yang Membandel

    Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Medan - Binjai - Deli Serdang (Mebidang) memberi peringatan keras kepada beberapa pengelola usaha hiburan malam di Kota Medan. Pasalnya pengelola usaha hiburan malam ter

  • Minggu, 15 Nov 2020 00:05

    Kegiatan Habib Rizieq Picu Kerumunan Tingkatkan Potensi Penularan Covid-19

    Kembalinya Habib Rizieq Shihab (HRS) ke Indonesia diwarnai kericuhan di Bandara Soekarno Hatta, karena ada ribuan massa yang ngotot untuk menjemput. Padahal sudah ada peringatan agar mereka mematuhi p

  • Jumat, 13 Nov 2020 12:13

    Peringati HKN Ke-56, Satgas Yonif 642 Bersama Stakeholder Bagikan Masker dan Sosialisasikan Protokol Kesehatan

    Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas bersama Polri, Dinas Kesehatan Temajuk, dan Pemerintah Daerah Temajuk, membagikan masker dan m

  • Kamis, 12 Nov 2020 18:12

    Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2020 Gubernur Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan Senjata Utama Hadapi Covid-19

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengisyaratkan bahwa kebersamaan dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah satu hal penting agar bangsa ini bisa keluar dari musibah yang melanda dunia saa

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak