Senin, 18 Nov 2019 21:09
  • Home
  • Opini
  • Polemik Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir, Jadi Bahan Menyerang Pemerintah

Polemik Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir, Jadi Bahan Menyerang Pemerintah

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Sidrajat, Mahasiswa FISIP Universitas Andalas
Kamis, 31 Jan 2019 20:31
Istimewa
Ba'asyir dan Yusril
Lagi-lagi Akademisi Rocky Gerung kembali viral di media massa. Setelah rehat beberapa pekan lalu, ia kembali tampil di talkshow ILC TV One Selasa malam. Kali ini, Rocky Gerung kembali mengekritik pemerintahan Jokowi melalui wacana pembebasan narapidana teroris Abu Bakar Baasyir sebagai bahannya. Pengamat politik ini menganggap polemik pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba'asyir adalah produk dari kekacauan dan berantakannya rezim yang berkuasa saat ini. Ia pun turut memberikan pepatah "too many cooks spoil the broth" yang artinya terlalu banyak tukang masak, membuat sup itu tumpah berantakan. Sehingga menurutnya, Presiden Jokowi yang ikut mengucapkan Abu Bakar Ba'asyir bebas juga melakukan hoaks, atau membuat berita bohong.
Padahal kabar tersebut bukan merupakan suatu hoaks atau kebohongan, melainkan pemerintah masih mengikuti mekanisme hukum yang berlaku di Indonesia untuk memutuskan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir. Wakil Ketua Tim kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf sekaligus Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko, membantah jika wacana pembebasan bersyarat terpidana terorisme, Abu Bakar Ba'asyir, oleh Presiden Jokowi untuk mendulang suara jelang pemilihan presiden 2019. Ia menilai urusan hukum Ba'asyir dan pemilihan presiden tidak berkaitan. Ba'asyir bisa bebas bersyarat karena telah menjalani dua per tiga masa hukumannya setelah divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2011 lalu, namun dengan syarat tertentu yang harus dipenuhi.

Pihak keluarga Ba'asyir sudah meminta agar pemerintah membebaskannya, karena kondisi kesehatan yang memburuk dan usia Baasyir yang sudah tua menjadi pertimbangan. Di sisi lain, Jokowi memahami kondisi Baasyir yang sudah berusia 81 tahun dan rentan sakit-sakitan. Kondisi tersebut juga akan pemerintah jadikan sebagai pertimbangan jika Ba'asyir mengajukan bebas bersyarat.

Presiden Jokowi mengatakan jika Abu Bakar Ba'asyir akan bebas maka sifatnya bebas bersyarat bukan bebas murni.

Selain itu, pemerintah membuka pintu bagi pihak Ba'asyir jika ingin mengajukan grasi kepada Presiden. Karena Pemerintah semata-mata tidak bisa sembarangan membebaskan Ba'asyir saja. Tentu terdapat persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi dan mempertimbangkan faktor hukum seperti (pernyataan) kesetiaan kepada Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Namun, seperti diketahui, Ba'asyir enggan membuat pernyataan tertulis tentang kesetiaan pada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945. Karena satu kuncinya yaitu negara sudah mengatakan tidak ada yang bisa dinegosiasikan terhadap NKRI dan Pancasila. Jika persyaratan itu tak disetujui, maka rencana pembebasannya pun batal.
Polemik pembebasan Abu Bakar Ba'asyir memang tidak ada kaitannya dengan elektabilitas Jokowi sebagai Capres di Pilpres 2019. Pembebasan yang diusulkan ke Ba'asyir murni persoalan prinsip terkait ideologi bangsa.

Sudah menjadi kebiasaan Rocky untuk mengomentari dan mengkritik pemerintah saat ini. Padahal di era sebelumnya, ia tak pernah unjuk gigi untuk memberikan tanggapannya terkait program pemerintah kala itu. Karena sudah sangat jelas bahwa dirinya merupakan salah satu pendukung Paslon nomor urut 02. Terlebih lagi, kepiawaiannya dalam memainkan kata-kata sehingga persoalan hoaks pembebasan Abu Bakar Ba'asyir oleh Presiden dapat ia angkat menjadi senjata melawan Jokowi. Sehingga masyarakat harus sadar dan melek terhadap sistem kepemerintahan yang berlaku agar tidak termakan oleh kata-kata oposisi pemerintah.
Editor: Budi

T#g:Grasiteroris
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Nov 2019 03:15

    Benarkah Habib Rizieq Dicekal?

    Berita dugaan pencekalan Habib Rizieq Shihab (HRS) menjadi isu yang mengemuka beberapa hari belakangan ini. Dalam videonya, HRS pun sepintas menunjukkan surat yang diduga sebagai rekomendasi pencekala

  • Kamis, 31 Okt 2019 23:31

    Awasi Mobilitas Manusia Melalui Jalur Laut, Bakamla RI Perkuat Sinergi dengan Ditjen Imigrasi

    Dalam rangka mengawasi mobilitas manusia yang semakin besar dengan berbagai motif kepentingan, dan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyelundupan manusia dan imigran gelap yang masuk ke Indones

  • Rabu, 21 Agu 2019 09:41

    TNI-SAF Selenggarakan Latma Counter Terrorism Command Post Exercise Tahun 2019

    Paban VII/Sops TNI Kolonel Inf Achmad Budi Handoyo bersama Head of Singapore Armed Forces (SAF) Combined Ops Group (COG) Kolonel Koh Ee Wen membuka latihan bersama (Latma) Counter Terrorism Command Po

  • Rabu, 24 Jul 2019 22:24

    Dandim 0824/Jember Hadiri Dialog Pelibatan Civitas Academika Dalam Pencegahan Terorisme

    Bertempat di aula Rektorat Universitas Negeri Jember (Unej) Jl Kalimantan Jember pada hari Rabu (24/07/2019), dilaksanakan dialog Pelibatan Civitas Academika Dalam Pencegahan Terorisme, Melalui Forum

  • Selasa, 16 Jul 2019 18:46

    SPKKL Bakamla Kupang Sinergi dengan Imigrasi, Tanggulangi Perdagangan Manusia

    Dalam rangka membangun sinergitas terkait pengawasan orang asing dan perdagangan orang asing di wilayah Maumere, Stasiun Pemantauan Keamanan dan Keselamatan Laut (SPKKL) Bakamla Kupang menerima kunjun

  • Selasa, 25 Jun 2019 11:15

    Dirjen Imigrasi Kunjungi Mabes Bakamla

    Direktur Jenderal Imigrasi Dr. Ronny F. Sompie, S.H.,M.H. mengunjungi Markas Besar Bakamla yang disambut langsung oleh Kepala Bakamla Laksdya Bakamla A. Taufiq R., di Gedung Perintis Kemerdekaan, Jl.

  • Sabtu, 11 Mei 2019 09:11

    Polisi amankan Kivlan Zen saat mau ke luar negeri lewat Batam

    Viral di media sosial, foto petugas menemui Kivlan Zen di Bandara Soekarno-Hatta untuk memberikan surat panggilan terkait laporan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoaks) dan dugaan makar.Kabag

  • Jumat, 05 Apr 2019 05:55

    Gerebek Terduga Teroris di Bandung, 4 Anggota Densus Tertusuk

    Menurut polisi, para terduga teroris ini akan beraksi menyerang polisi pada 17 April 2019 saat pemungutan suara.

  • Selasa, 26 Mar 2019 10:56

    Salahgunakan Visa Turis, 6 WNA Asal China Diamankan Imigrasi Gorontalo

    Petugas Kantor Imigrasi Gorontalo berhasil menahan 6 Warga Negara Asing (WNA) asal China di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Jumat 22 Maret 2019.Agus Subandrio, Kakanwil Kemenkumham Provinsi Go

  • Minggu, 17 Mar 2019 00:17

    Teroris Bajak Penerbangan Batik Air, Join Emergency Response Plan Exercise

    Batik Air (kode penerbangan ID) member ofLion Air Group menyampaikan kegiatan terprogram pelatihan penanggulangan tanggap darurat (emergency response plan exercise) satu hari (one day). Untuk tahun in

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak