Sabtu, 19 Okt 2019 18:20
  • Home
  • Opini
  • Polda Jambi: SMB Bukan Kelompok Tani, Melainkan Kelompok Kriminal Bersenjata

Polda Jambi: SMB Bukan Kelompok Tani, Melainkan Kelompok Kriminal Bersenjata

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Bagustio Alamsyah, pengamat sosial politik
Kamis, 25 Jul 2019 03:25
@KompasTV
Capture
Kepolisian Daerah Provinsi Jambi (Polda) Jambi telah menetapkan bahwa Serikat Mandiri Batanghari (SMB) bukanlah kelompok tani, melainkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang telah melakukan tindak pidana dengan pelanggaran berupa penghadangan, pengrusakan, pencurian hingga penganiayaan terhadap tim Satgas Karhutla yang sedang bertugas melakukan pemadaman api kebakaran hutan di Kabupaten Batanghari pada 13 Juli 2019 lalu.

Kapolda Jambi Irjen Muchlis AS diwakili Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes M Edi Faryadi, mengatakan bahwa SMB bukanlah kelompok tani, hal tersebut dikarenakan saat polisi melakukan penyidikan dan penangkapan pelaku kejahatan termasuk pimpinan SMB Muslim, Polisi tidak menemukan alat pertanian dan bibit tanaman apapun dari basecamp SMB, melainkan senjata api rakitan, senjata tajam berbagai jenis serta bambu runcing yang ada disana.

Sehingga atas temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa mereka merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dan kelompok tersebut telah melakukan kejahatan selama satu tahun lebih di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi.

Menurut Edi, pihak kepolisian telah memiliki cukup bukti untuk menegaskan bahwa SMB merupakan kelompok kriminal yang telah meresahkan warga sekitar dan sudah melanggar tindak pidana pasal berlapis.


Terakhir, Polda Jambi telah menetapkan 59 tersangka, dimana pada tahap pertama ada 41 orang tersangka termasuk Muslim dan istrinya, serta tahap kedua ada lagi 18 orang tersangka karena aksi mereka telah melakukan penyerangan terhadap tim patroli yang terjadi di PT WKS Distrik VIII.

Dari 18 tersangka baru tersebut, terdapat dua warga Suku Anak Dalam, yaitu Untung dan Yandang yang menjadi korban janji manis Muslim, dimana mereka akan diberikan lahan jika mereka para suku anak dalam mau bergabung dengan kelompok SMB.

Edi juga menuturkan bahwa Muslim selaku pimpinan KKB tersebut telah dengan sengaja menggunakan warga suku anak dalam untuk bertahan dari penangkapan polisi selama ini untuk memudahkan aksinya dalam menjarah lahan yang ada.

Muslim disinyalir telah memprovokasi suku anak dalam agar mereka memusuhi warga dan aparat kepolisian serta TNI, serta menanamkan doktrin kepada mereka bahwa polisi itu orang jahat, dan SMB datang sebagai penolong.

Jika terus dibiarkan berkeliaran, kelompok kriminal tersebut tentu akan sangat berbahaya. Sehingga pihak kepolisian akan menyelesaikan permasalahan tersebut sampai kelompok pimpinan Muslim dibubarkan.


Hingga saat ini, Polisi telah menetapkan 59 orang tersangka dari KKB di Jambi tersebut. Hasil pemeriksaan terhadap tersangka telah mengungkapkan fakta bahwa Muslim dan Istrinya Deli Fitri sangatlah diagungkan oleh para anggota SMB dan Suku Anak Dalam. Hal tersebut karena Muslim dipanggil "Yang Mulia" dan Deli dipanggil "Bunda Ratu" oleh mereka.

Dalam kelompok tersebut, Muslim diketahui sebagai penggerak dari kelompok SMB, sedangkan istrinya bekerja untuk mengumpulkan dana. Aksi mereka juga tersusun rapi untuk melakukan penyerangan, seluruh anggota pun patuh terhadapnya, jika ada yang membantah maka bersiaplah mendapatkan ancaman dan penganiayaan.

Hal ini tentu menjadikan pembelajaran penting bagi kita agar tidak mudah terprovokasi oleh orang lain, apalagi dengan memberikan doktrin bahwa Polisi itu jahat.

Justru dengan adanya provokasi, maka hal tersebut sama saja dengan mengoyak rasa persatuan yang ada, apalagi jika provokasi tersebut disertai dengan berbagai ancaman.


Setelah kelompok tersebut berhasil diamankan, Polri dan TNI memutuskan untuk menambah jumlah personel untuk berjaga di lokasi kamp para pelaku yang berada di kawasan distrik VIII Kabupaten Batanghari, Jambi.

Saat melakukan penangkapan, dua anggota kepolisian harus menahan rasa sakit karena terkena sabetan parang di bagian tangan dan di bagian paha kanan.

Sebelumnya, saat penangkapan para anggota SMB, Polri dan TNI mengerahkan 330 personel, dan demi meningkatkan keamanan yang ada dilokasi, ditambah pula personel tambahan yakni  TNI sebanyak 1 SSK dan Brimob sebanyak 100 orang.  Sementara personel yang berada di lokasi kejadian tetap berjaga- jaga.
Upaya pengamanan tentu dirasa perlu agar kelompok SMB benar- benar dapat dibubarkan sampai ke akar- akarnya, sehingga tidak ada lagi kelompok kriminal yang meresahkan masyarakat sekitar.

Editor: Iman

T#g:JambiKKB
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Minggu, 13 Okt 2019 03:13

    Keterlibatan Asing Makin Terlihat Di Papua

    Setelah aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di beberapa kota di Papua dan Papua Barat, terkuak sudah aktor intelektual di balik aksi tersebut.Kapolri pernah mengatakan dengan tegas, bahwa ULMWP (U

  • Jumat, 06 Sep 2019 03:06

    Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Pantas Ditangkap

    PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) di Papua pada tanggal 19 November 1969 telah dilaksanakan dengan lancar, tertib dan aman. PEPERA ini dilaksanakan oleh PBB dan diawasi langsung oleh beberapa negara

  • Senin, 26 Agu 2019 03:26

    Brutal, KKB Papua Kembali Melukai Anggota Polisi

    Senin 12 Agustus 2019 sore sekitar pukul 17.30 WIT, Briptu Hedar ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata KKB Papua. Almarhum telah disandera dan kemudi

  • Rabu, 07 Agu 2019 16:07

    TMMD Makin Mempererat Hubungan Prajurit TNI dan Masyarakat

    Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke-105 Kodim 0415/Bth tahun 2019 bersama masyarakat Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, menggelar malam perpisahan pada S

  • Rabu, 07 Agu 2019 09:17

    Kadispora Ade Huzaini: Mari kita ciptakan generasi remaja yang berkualitas dan mandiri

    Pramuka adalah sebagai wadah pembinaan bagi kaum muda dalam pembentukan karakter yang lebih positif. Demikian dikatakan Plt Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT dalam pidatonya ya

  • Sabtu, 27 Jul 2019 19:27

    Panglima TNI: Prajurit di Perbatasan Harus Menyatu dengan Rakyat

    Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Raider 142/Ksatria Jaya atau Yonif Raider 142/KJ yang akan ditugaskan dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) antara Republik Indonesia dengan Rep

  • Jumat, 05 Jul 2019 23:05

    Sentuhan Hangat Dandim 0415 Tumpahkan Cinta TNI, Rombak Wajah Ladang Peris Menuju Kesejahteraan

    Mulai bergulirnya Program Tentara Nasional Indonesia Manunggal Mambangun Desa (TMMD) ke-105 tahun 2019 di berbagai daerah se-Indonesia menjadi momentum dan bukti nyata TNI hadir, berasal dan bersama R

  • Kamis, 04 Jul 2019 10:04

    Dansatgas TMMD: 150 Personel Akan Dilibatkan Dalam Pelaksanaan TMMD ke-105 di Jambi

    Untuk suksesnya pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 tahun 2019 yang digelar di Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, sebanyak 150 personel aka

  • Kamis, 27 Jun 2019 13:47

    Dandim 0415/Batanghari Tinjau Persiapan TMMD ke-105 di Desa Ladang Peris

    Komandan Kodim (Dandim) 0415/ Batanghari Letkol Inf Widi Rahman, S.H., M.Si. meninjau secara langsung persiapan pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 tahun 2019 di Desa Ladang Peris,

  • Rabu, 15 Mei 2019 02:05

    Presiden Jokowi angkat Bupati jadi Kepala BKKBN

    Jokowi mengakui telah menunjuk Bupati Kulon Progo, DIY, Hasto Wardoyo, sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang telah lowong sejak beberapa waktu lalu.Ya, memang

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak