Rabu, 03 Jun 2020 22:50
  • Home
  • Opini
  • Polda Jambi: SMB Bukan Kelompok Tani, Melainkan Kelompok Kriminal Bersenjata

Polda Jambi: SMB Bukan Kelompok Tani, Melainkan Kelompok Kriminal Bersenjata

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Bagustio Alamsyah, pengamat sosial politik
Kamis, 25 Jul 2019 03:25
@KompasTV
Capture
Kepolisian Daerah Provinsi Jambi (Polda) Jambi telah menetapkan bahwa Serikat Mandiri Batanghari (SMB) bukanlah kelompok tani, melainkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang telah melakukan tindak pidana dengan pelanggaran berupa penghadangan, pengrusakan, pencurian hingga penganiayaan terhadap tim Satgas Karhutla yang sedang bertugas melakukan pemadaman api kebakaran hutan di Kabupaten Batanghari pada 13 Juli 2019 lalu.

Kapolda Jambi Irjen Muchlis AS diwakili Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes M Edi Faryadi, mengatakan bahwa SMB bukanlah kelompok tani, hal tersebut dikarenakan saat polisi melakukan penyidikan dan penangkapan pelaku kejahatan termasuk pimpinan SMB Muslim, Polisi tidak menemukan alat pertanian dan bibit tanaman apapun dari basecamp SMB, melainkan senjata api rakitan, senjata tajam berbagai jenis serta bambu runcing yang ada disana.

Sehingga atas temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa mereka merupakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dan kelompok tersebut telah melakukan kejahatan selama satu tahun lebih di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi.

Menurut Edi, pihak kepolisian telah memiliki cukup bukti untuk menegaskan bahwa SMB merupakan kelompok kriminal yang telah meresahkan warga sekitar dan sudah melanggar tindak pidana pasal berlapis.


Terakhir, Polda Jambi telah menetapkan 59 tersangka, dimana pada tahap pertama ada 41 orang tersangka termasuk Muslim dan istrinya, serta tahap kedua ada lagi 18 orang tersangka karena aksi mereka telah melakukan penyerangan terhadap tim patroli yang terjadi di PT WKS Distrik VIII.

Dari 18 tersangka baru tersebut, terdapat dua warga Suku Anak Dalam, yaitu Untung dan Yandang yang menjadi korban janji manis Muslim, dimana mereka akan diberikan lahan jika mereka para suku anak dalam mau bergabung dengan kelompok SMB.

Edi juga menuturkan bahwa Muslim selaku pimpinan KKB tersebut telah dengan sengaja menggunakan warga suku anak dalam untuk bertahan dari penangkapan polisi selama ini untuk memudahkan aksinya dalam menjarah lahan yang ada.

Muslim disinyalir telah memprovokasi suku anak dalam agar mereka memusuhi warga dan aparat kepolisian serta TNI, serta menanamkan doktrin kepada mereka bahwa polisi itu orang jahat, dan SMB datang sebagai penolong.

Jika terus dibiarkan berkeliaran, kelompok kriminal tersebut tentu akan sangat berbahaya. Sehingga pihak kepolisian akan menyelesaikan permasalahan tersebut sampai kelompok pimpinan Muslim dibubarkan.


Hingga saat ini, Polisi telah menetapkan 59 orang tersangka dari KKB di Jambi tersebut. Hasil pemeriksaan terhadap tersangka telah mengungkapkan fakta bahwa Muslim dan Istrinya Deli Fitri sangatlah diagungkan oleh para anggota SMB dan Suku Anak Dalam. Hal tersebut karena Muslim dipanggil "Yang Mulia" dan Deli dipanggil "Bunda Ratu" oleh mereka.

Dalam kelompok tersebut, Muslim diketahui sebagai penggerak dari kelompok SMB, sedangkan istrinya bekerja untuk mengumpulkan dana. Aksi mereka juga tersusun rapi untuk melakukan penyerangan, seluruh anggota pun patuh terhadapnya, jika ada yang membantah maka bersiaplah mendapatkan ancaman dan penganiayaan.

Hal ini tentu menjadikan pembelajaran penting bagi kita agar tidak mudah terprovokasi oleh orang lain, apalagi dengan memberikan doktrin bahwa Polisi itu jahat.

Justru dengan adanya provokasi, maka hal tersebut sama saja dengan mengoyak rasa persatuan yang ada, apalagi jika provokasi tersebut disertai dengan berbagai ancaman.


Setelah kelompok tersebut berhasil diamankan, Polri dan TNI memutuskan untuk menambah jumlah personel untuk berjaga di lokasi kamp para pelaku yang berada di kawasan distrik VIII Kabupaten Batanghari, Jambi.

Saat melakukan penangkapan, dua anggota kepolisian harus menahan rasa sakit karena terkena sabetan parang di bagian tangan dan di bagian paha kanan.

Sebelumnya, saat penangkapan para anggota SMB, Polri dan TNI mengerahkan 330 personel, dan demi meningkatkan keamanan yang ada dilokasi, ditambah pula personel tambahan yakni  TNI sebanyak 1 SSK dan Brimob sebanyak 100 orang.  Sementara personel yang berada di lokasi kejadian tetap berjaga- jaga.
Upaya pengamanan tentu dirasa perlu agar kelompok SMB benar- benar dapat dibubarkan sampai ke akar- akarnya, sehingga tidak ada lagi kelompok kriminal yang meresahkan masyarakat sekitar.

Editor: Iman

T#g:JambiKKB
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 25 Mei 2020 23:25

    Mengutuk Kekejaman KKB Papua Serang Petugas Medis Covid-19

    Petugas yang menangani covid-19 di Kabupaten Intan Jaya, Papua, diserang oleh KKB. Peristiwa naas ini mengakibatkan 1 korban tewas. Masyarakat pun mengutuk kekejaman kelompok kriminal bersenjata yang

  • Rabu, 15 Jan 2020 15:55

    TNI Konsisten Dukung Program BKKBN

    Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Aspers Panglima TNI Marsda TNI Diyah Yudanardi, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George E. Supit, S.Sos dan Kapuskes TNI Mayjen TNI

  • Minggu, 22 Des 2019 16:32

    Laporan OPM Tentang Korban TNI Dalam Kontak Tembak Adalah Propaganda Gaya Primitif

    Menanggapi pernyataan Gusby Waker sebagaimana diberitakan oleh media online rakyatku.com, Rabu (18/12/2019), yang mengklaim bahwa KKB telah membunuh 13 anggota TNI dalam kontak tembak selama 12 jam di

  • Kamis, 12 Des 2019 08:12

    Pengukuhan Pengurus Cabang IPeKB Deli Serdang

    Sekretaris Daerah Kab. Deli Serdang Darwin Zein S.Sos menghadiri acara pelantikan DPC IPeKB (Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana) Deli Serdang Masa Bakti 2019- 2023 yang dilaksanakan di Balai Rung Pemk

  • Kamis, 05 Des 2019 19:05

    Dalam Rangka Hari Juang TNI AD, Kodim 0209/LB Gelar Bakti Sosial

    Masih dalam rangka menyambut Hari Juang TNI AD Tahun 2019, Kodim 0209/LB laksanakan kegiatan Bakti Sosial berkerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Labuhanbatu dan

  • Kamis, 05 Des 2019 13:45

    Cegah Pengaruh KKSB, Satgas Pamrahwan Yonif 754/ENK Kostrad Lakukan Patroli di Pedalaman Papua

    Masih dalam suasana siaga satu di wilayah Papua dan untuk mencegah adanya aksi dalam memperingati HUT Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) 1 Desember 2019 lalu, anggota Satuan Tugas Pengamana

  • Minggu, 13 Okt 2019 03:13

    Keterlibatan Asing Makin Terlihat Di Papua

    Setelah aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di beberapa kota di Papua dan Papua Barat, terkuak sudah aktor intelektual di balik aksi tersebut.Kapolri pernah mengatakan dengan tegas, bahwa ULMWP (U

  • Jumat, 06 Sep 2019 03:06

    Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Pantas Ditangkap

    PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) di Papua pada tanggal 19 November 1969 telah dilaksanakan dengan lancar, tertib dan aman. PEPERA ini dilaksanakan oleh PBB dan diawasi langsung oleh beberapa negara

  • Senin, 26 Agu 2019 03:26

    Brutal, KKB Papua Kembali Melukai Anggota Polisi

    Senin 12 Agustus 2019 sore sekitar pukul 17.30 WIT, Briptu Hedar ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata KKB Papua. Almarhum telah disandera dan kemudi

  • Rabu, 07 Agu 2019 16:07

    TMMD Makin Mempererat Hubungan Prajurit TNI dan Masyarakat

    Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler ke-105 Kodim 0415/Bth tahun 2019 bersama masyarakat Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, menggelar malam perpisahan pada S

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak